5 Juli 2010

Oasis in the heart of Benoa








WOW.....

Perjalanan ke Bali selalu membuat excited!! Kali ini tetep seperti biasa, kita menyusuri pantai selatan Bali menuju Tanah Lot di Tabanan. Tanah Lot menjadi jujugan pertama karena letaknya memang di pintu Denpasar, tidak jauh dari kota Tabanan.

Tanah Lot semakin mempercantik diri, banyak renovasi disana sini. Terakhir kali ke Tanah Lot pada akhir 2007 silam memang tidak banyak perubahan yang terjadi. Tetapi Tanah Lot nampak makin cantik, dengan pemandangan Nirvana Golf nampak jauh di sisi timur.

Sepulang dari Tanah Lot, kita mencicipi ikan bakar ala Jimbaran di Pondok Rasa. Berupa warung dengan gaya Bali, dengan beberapa jogglo lesehan di atas kolam ikan. Suasananya nampak adem. Letaknya di pintu masuk Denpasar, Jalan Raya Kapal No. 16 Luk Luk - Badung.

Paket Komplit berisi ikan bakar, kerang bakar, cumi bakar, udang bakar dan nasi putih serta pencing kangkung dan buah segar cukup di bayar 42.500,-. Untuk rasa overall bagus, tetapi masih lebih juara cafe Menega di Jimbaran. Untuk Kerang bakar ngak kalah dengan Jimbaran, malahan bumbunya lebih oke.

Selanjutnya, tujuan semula menuju Ubud terpaksa di tunda besok. Kita langsung menuju Tanjung Benoa untuk check in di The Oasis yang sudah kita book sebulan yang lalu lewat Agoda. Kamar Superior pesanan kita semula ternyata sudah full dan akhirnya pihak hotel memberi kita Royal Suite Room, wow..... Dengan segala fasilitas kamar yang mewah, mulai dari ruang duduk dengan sofa bed yang besar. Ukuran bed yang oversize, private jacuzzi dan full entertainment. Semuanya perfect, dan saya hanya bayar seharga superior room :D

Sebelumnya kita sempat beli dua loyang pizza di Encore, jalan sunset road di bawah Carefour. Margarita pizza dan Italiano pizza serta beef fettucine habis seketika di pinggir kolam renang. Rasanya memeang mantap...

Dinner kali ini jatuh pada XO Suki di Bali Galeria Simpang Siur, masih baru buka!! Ngak ada yang spesial, menu yang di sajikan pun tidak selengkap yang di Surabaya. Tapi perut cukup kenyang dengan tambahan diskon 20%. Setelah makan sempet mengajak anak-anak main di Timezone sebelah resto.

Day two. Setelah breakfast yang di sediakan hotel, kita menunggu untuk pindah ke kamar Superior. Setelah cek di resepsion, ternyata hari ini pun tidak ada kamar tersedia buat kita. Sekali lagi kita dapat menikmati kamar suite, wah what's a lucky trip!!

Ubud.... Jadinya kita dapat explore Ubud siang ini, Gaya Gellato menjadi tempat pertama kita. Menikmati chocolate, Vanilla Caramel dan Taquist yang di layani oleh bule itali sendiri di tenda-tenda yang terpasang di luar outlet. Panasnya cuaca saat itu, bener-bener cocok. Gaya Gellato letaknya ngak jauh dari Four Season Resort Ubud, persis di samping kiri Gaya Gallery.

Lunch time, kita menuju Naughty Nuri's dengan Mexican style. mereka punya ribs yang juara banget. Waktu menujukkan jam 1 siang, dua outlet Nuri's cukup rame pengunjung.
Ngak perlu nunggu lama kita sudah bisa menikmati segala pesanan kita, Nachos dan 4 porsi ribs serta kentang goreng. Porsinya lumayan gede sampai-sampai terpaksa harus kita bawa pulang.

Lokasi Nuri's gampangnya kalo dari Denpasar menuju Ubud, di pertigaan patung Barong terus aja lurus. Sampai ketemu Four Season resort di kiri jalan, terus lagi dikit ketemu Gaya gellato di sebelah kanan jalan. Jalan lurus lagi sampai pertigaan, belok kanan. Lokasinya ada 2 outlet yang berdekatan, yang lama persis di seberang Museum Neka.

Kalau dari pasar Ubud juga gampang saja, tinggal belok ke kiri menyusuri jalan sudah ketemu. Alamatnya di Jl. Raya Sanggingan, Ubud.

Selesai makan, kita lanjut jalan-jalan di pasar Ubud. Kebetulan sekali lagi ada upacara, sehingga jalanan penuh sekali. Beberapa oggoh-oggoh sudah siap di arak dari depan rumah raja Ubud.

Hari ini kita tutup dengan makan nasi Jenggo, beli di jalan Gunung semeru.

day three, hari terakhir kita...
Tujuan hari ini adalah Klapa di dreamland, bangunan unik diatas bukit. Letaknya di area Pecatu resort, tidak jauh dari GWK. Dengan pemandangan pantai dreamland sungguh cantik, tampak di kejauhan terjalnya Uluwatu.

Detik terakhir di Bali, kita sempatkan untuk makan siang di Menega Cafe yang letaknya di Muaya Beach - Jimbaran. Ngak ada kata-kata lain soal olahan di Jimbaran, Perfect!!

Tidak ada komentar: