LOMBOK
Pulau yang "semestinya" tidak jauh dari tempat tinggal saya di Surabaya, pun menggunakan pesawat hanya 50 menit. Tapi setiap kali merencanakan untuk berlibur ke pulau ini selalu gagal, gagal dan gagal. Entah berapa kali saya mencoba membujuk istri dan teman tapi tetap saja tidak ada yang mau dengan alasan bla bla bla bla...
Alhasil "BERHASIL" juga saya membujuk Anton dua bulan lalu, hahaha...., dan ga ada lagi yang mau di bujuk selain dia. Thanks ya Ton ^_^ Setelah cari-cari tiket murah dan 700-800 ribu adalah yang termurah :( rasanya mati rasa kalo inget dapet tiket murah ke Medan kemarin cuman 900 ribu PP ber-empat lagi... hmmmm. Ya sudah, dari pada GAGAL lagi, setidaknya perjalanan ini penuh NIAT.
Hati kecil cuman ingin menikmati pantai-pantai dan gili-gili nan cantik disana, leyeh-leyeh di bawah terik matahari sambil menghitamkan kulit. Nah lho, itin berubah 180* menjadi mendaki ke Rinjani. Alasan pertama cuman gara-gara kita beli tenda murah (280 ribu) setelah diskon 70% di toko perlengkapan yang super lengkap itu. Alasan kedua, tadinya cuman pengen naik ke Plawangan, lihat Segara Anak dari jauh dan balik lagi plus jalan-jalan ke Gili Gili. Setelah itin aku sodorkan ke Suyati (seorang teman yang mengarungi Rinjani dengan kaki keseleo), dia malah bilang "Jadwalmu kacau" hahaha... "Lu, ga pengen lihat Savanah?" "Ga pengen berendam di hot spring?" "Ga pengen lihat hutan Senaru?" "Pemandangannya beda semua loh!!" Hmmmm....
Nga pake mikir panjang lagi, aku langsung mengutarakan niat buat ke Rinjani for all our vacation ke Anton. Dan seperti biasa dia cuman mengiyakan "lagian aku ga seberapa suka pantai ko!!" Okey..
5D/4N keliling Lombok
Ga nyangka beneran, sekali ke Lombok langsung bisa muter-muter satu pulau. Gimana enggak dari sejak mendarat di Praya (lombok Tengah) menuju mataram (lombok barat), esoknya ke Aikmel (lombok timur) lanjut ke Rinjani (lombok utara). Lanjut lagi dari Senaru ke Senggigi (lombok utara ke barat), masih ketambahan hari terkahir mampir Kuta (lombok selatan) gara-gara pesawat kita reschedule 3,5 jam.
Perjalanan kali ini, aku anggap semuanya serba kebetulan dan semuanya serasa dibuka jalan. Timingnya tepat, ada saja yang membuat kita merasa bersyukur. Bersyukur untuk jiwa dan rohani yang sehat, kaki dan tangan yang utuh, mata yang masih bisa terbuka lebar. Dan BIG THANKS to my mate Anton Chandra.
![]() |
| my mates ANTON CHANDRA |


























