28 Maret 2011

Explore KLCC

Simfoni Lake, Suria Mall and Petronas twin tower
KLCC playground
KLCC Aquaria
KLCC garden


Setelah perjalanan satu jam dengan bus dari Genting Highland, kita sampai di Terminal Titiwangsa. Biaya bus hanya RM 6,6 per orang, tapi busnya standard banget. Dan perlu diketahui tidak ada bagasi jadi kita harus membawa barang bawaan kita ke dalam bus.

Tadinya kita mau cobain monorail menuju bukit bintang dimana tempat kita menginap selama di KL, tapi saat turun dari bus ada si uncle sopir taxi yang nawarin hanya RM 20 menuju ke Radius Int Hotel. Tanpa pikir panjang saya ambil naik taxi aja, cukup murah dari pada harus bawa dua koper gede naik turun monorail. Selesai urusan check in hotel, kita menuju KLCC lagi-lagi naik taxi cuman RM 10. Sebenernya kalau mau jalan kaki dari bukit bintang juga tidak terlalu jauh, masuk aja ke Pavillion nanti disana ada petunjuk arah menuju KLCC paling hanya berjarak sekitar 700 meter.

Aquaria terletak di Lt 1 KL Convention Centre jalan Pinang menjadi jujugan pertama. Entrance fee-nya RM 45 (adult) RM 35 (child) dan RM 25 (senior citizen). Selama satu jam lebih kita ber"pusing-pusing" menikamati koleksi satwa laut yang ada disana. Koleksinya cukup lengkap, yang menarik adalah aquarium berbentuk tabung yang sangat besar tepat di tengah-tengah ruang Malaysian rainforest. Di bagian berikutnya adalah memasuki lorong gelas mirip di seaworld. Dan yang terakhir adalah Aquaria store yang menjual merchandise dan foto langsung jadi hanya dengan membayar RM 30. Menarik sekali untuk membawa anak-anak ke sini karena banyak sekali pelajaran yang bisa di dapat, seperti mengamati prilaku hewan air atau memberi makan dan lain-lain.

Selesai menikmati Aquaria kita makan di foodcourt yang ada di pintu keluarnya. Banyak makanan yang ditawarkan, kita coba di masakan malay yang rasanya standar banget dengan harga kisaran RM 7 per porsi. Tidak ada yang bisa di rekomendasi untuk makanan disini, lebih baik cari di Suria Mall.

KLCC garden, menjadi tempat favorit untuk mengambil foto dengan latar belakang menara petronas selain itu juga bisa untuk tempat rekreasi tentunya. Menyenangkan bermain-main di sana, anak-anak bisa bermain seluncuran di arena playground yang bersebelahan dengan kolam bermain. Selain anak kecil dilarang untuk masuk ke area kolam (awas ada polisi jaganya) alasannya karena memang untuk bermain anak-anak. Last but not least, kita bisa menikmati simfoni lake yang ada di belakang Suria Mall sampai sore hari.

Petrosains, terletak di Lt 4 Suria Mall. Cukup murah untuk entrace fee-nya hanya RM 12 (adult), RM 7 (youth) dan RM 4 (child). Tetapi kemarin dapat promo rate dari Aquaria hanya sengan RM 9 untuk adult dan RM 5,20 untuk anak-anak 5 sampai 12 tahun. Petrosains cukup interaktif untuk mengajak anak-anak ke sini karena berisi mulai dari museum, sejarah, pengetahuan yang dikombinasi menjadi satu. Untuk mengelilingi dibutuhkan waktu sekitar 2-3 jam.

Kulilner, untuk mencari makanan di Suria Mall juga banyak pilihan!! Mulai dari cafe, restaurant sampai foodcourt, Lengkap. Chillis salah satu Mexican resto yang rame di kunjungi. Saat itu kami sempet mencoba margerita pizza dan aglio ollio seafood spagetti di Milano Pizza, terletak di foodcourt lantai 3. Harganya cukup kompetitif hanya RM 12,99 untuk satu loyang ukuran besar. Sedang spagetti dibandrol RM 7,99 per porsi, urusan rasa saya acungi jempol.

Shopping, nah bagi yang gemar shopping rasanya ini surganya :) bayangin semua branded item dan semua produk ada disini. Pun ada beberapa departement store terkenal seperti iSetan dan Parkson. Jadi cukup wise buat berbelanja!! :)

Transportation, karena KLCC merupakan icon kota Kuala Lumpur jadi tidaklah sulit untuk menuju kesana. LRT station juga ada di lantai ground, halte bus menuju ke segala penjuru KL tepat di depan menara. Dan yang paling gampang adalah taxi!!

Walaupun sudah beberapa kali menginjakkaki di KLCC tetapi tetap saja ada hal-hal yang menarik disini :)

23 Maret 2011

Live in: Hotel Trio Indah 2 Malang



Perjalanan kita kemarin terakomodasi di dua hotel berbeda, tadinya saya berencana buat stay dua malam di Citihub Hotel berhubung pada hari kedua fully booked terpaksa saya pindah ke Hotel lain. Langsung deh kepikiran buat stay di Hotel Trio Indah 2 yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Citihub, persis di pojokan pertighaan Jalan Jaksa Agung Suprapto dan jalan Slamet Riyadi. Lokasinya strategis banget karena memang berada di jalur utama masuk kota Malang dan jalan akses menuju kawasan jalan Ijen.

Hotel Trio Indah Sendiri punya 2 lokasi, pertama berlokasi di jalan Jakgung Suprapto yang menjadi jalan utama masuk kota Malang. Sedangkan lokasi kedua terletak tidak jauh dari hotel pertama yaitu di jalan Slamet riyadi. Tetapi kalau dilihat dari lokasi lebih prefer di Trio Indah 2 karena di sebelah hotel terdapat 24 jam fast food terkenal Mc Donalds. Selain itu bangunan lebih baru dengan parkiran yang luas.

Kamar dengan luas yang cukup standar dan disain yang standar pula, cukup manis dengan ornamen wallpaper di sandaran kepala bednya. Kebersihan dapat nilai cukup, tetapi yang bikin "hepi" adalah fasilitas wifi di kamar yang cukup kenceng.

Tarif hotel ini sedikit lebih mahal dari pada Citihub, tetapi mereka memberi sarapan pagi buat dua orang dan free buat anak dibawah 12 tahun. Menu sarapan cukup bervariasi mulai dari stall omelet, stall bubur, stall roti panggang dan stall buffet. Menu buffet cukup lengkap mulai dari sup bening, nasi goreng, bihun goreng dan pecelan :)

Sayangnya saat kita stay disana ada trouble jenset sehingga malam itu beberapa kali terjadi pemadaman listrik :( Maklum ya dari sore tadi hujan lebat ngga brenti-brenti, untung saja udara Malang yang sejuk masih bisa kita nikmati dari jendela.


Lihat Peta Lebih Besar

Hotel Trio Indah
Jl. Jagung Suprapto 18-20, East Java, Malang, Jawa, Indonesia
Telp. +62341 34161, +62341 341648

Hotel Trio Indah 2
Jl.Brigjen Slamet Riyadi No. 1-3 - Kota Malang
Telp. +62341 359083, 359087 Fax. +62341 359088

19 Maret 2011

jejak Wisata Kuliner Malang

Melengkapi perjalanan kita kemarin selama di Malang dan sekitarnya, berikut saya posting wisata kulinernya. Kali ini kita benar-benar tidak makan di tempat biasa kita mampir, seperti yang sudah-sudah Depot 29 Lawang, Sate kambing Hotplate dan Warung Bethania di Batu sama sekali tidak tersentuh. Yang ada adalah mencoba tempat baru, menu baru dan sebagian adalah hasil rekomendasi dari teman dan juga tentunya Pak Bondan di acara Wisata Kuliner.

Depot SARI RASA Lawang
Nah disini saya mau coba tahu goreng petis yang kata temen saya maknyuss, malah dua orang yang kasih advise!! Rasa penasaran sejak tiga minggu lalu setelah saya posting tahu tempe goreng petis milik Depot 29. Memasuki depot yang mirip rumahan dengan halaman parkir yang cukup luas, seperti kebanyakan depot di daerah situ yang menjual cemilan-cemilan selain makanan. Waktu itu masih sekitar jam lima sore, ternyata tidak satupun ada pelanggan disana. Saya pesen tahu goreng plus wedang jahe, tidak lama muncul pesanan kita. Tahunya gendut-gendut baru saja diangkat dari penggorengan. Dari tekstur hampir sama dengan tahu-tahu kebanyakan di Jawa Timur dengan isinya yang padet tidak seperti tahu sumedang yang bolong didalamnya. Petisnya tidak ada yang istimewa, (maap) saya masih menjagokan Depot 29!!Total Tagihan:
tahu goreng @5000
wedang jahe @3500
Alamat:
Jl. Dr. Wahidin 29/61 Lawang,
Malang

Warung SUBUH Malang
Malamnya setelah check in Hotel, kita dijemput teman lama yang tinggal di Malang. Dia dan keluarganya mengajak kita bersantap Indonesian Food dengan puluhan menu masakan yang bisa kita pilih sendiri. Mulai dari olahan ayam, seafood, sayuran banyak sekali pilihannya. Warung ini mirip mini Pujasera, selain menyediakan masakan tadi juga terlihat stall-stall penjual sate ayam, kikil kambing dan lainnya. Waktu itu saya pilih udang masak pedas, cumi tinta hitam, cah krecek. Untuk urusan rasa dapat acungan jempol sayangnya kurang pedes buat lidah saya, dan "katanya" termasuk murah (maklum gak ikut bayar) hehehe. Si teman order lontong cap go meh, tampilannya lucu hanya irisan lontong disiram kuah kari ayam diatasnya. Tapi menurut dia dan suami rasanya paling oke.
Lokasinya di Jl. Raya Langsep No.11A Malang Kota/Klojen
dan sudah buka cabang di Surabaya (ternyata) beralamat di Jl. Raya Kupang Jaya No. 19 Surabaya Barat/Sawahan
Telpon: 031 7325830

Nasi Buk: Bik Matira Malang
Pagi ini sengaja saya menjajal nasi Buk yang cukup terkenal di kota Malang, dari info-info di blog tetangga Nasi buk Matira ini yang memang jadi legendanya. Setelah ngublek-ngublek daerah stasiun kota akhirnya nemu juga warung Bik Matira, lokasinya hanya beberapa toko dari stasiun. Pagi-pagi sekitar jam setengah delapan ternyata sudah ngantri yang beli! Mereka menghidangkan pilihan lauk seperti, babat, paru, empal, usus, dendeng yang semuanya digoreng. Sebagai pelengkapnya adalah serundeng dan sayur lodeh (tewel=nangka muda) dan juga sambel tentunya. Selain nasi buk warung ini juga menyediakan menu lainnya seperti Rawon, kare ayam dan ayam panggang.
Lokasinya: Jl. Trunojoyo 10 EF Malang (daerah stasiun kota Malang)
Harga tergantung pesanan, untuk sebungkus pesanan saya waktu itu 15.000,-

Sate Kambing Bang Saleh Malang
Ah akhirnya tercapai juga buat nyobai sate kambing Bang Saleh, warung ini dapat rekomendasi dari Pak Bondan di acara wisata kuliner di trans TV. Warungnya cukup kecil, nampak dari depan adalah si pemanggang sate dengan asap yang mengepul dan baunya yang harum (tambah bikin laper). Di sebelah si pemanggang sate ada penjual martabak tapi bukan kambing, isinya hanya sapi dan ayam. Sate kambing dan Gule Kambing keluar setelah menunggu sekitar 10 menit, dangingnya cukup oke tidak alot. Tetapi tetap lebih juara Sate Hotplate di Batu, kalau lagi males naik warung ini juga boleh buat alternatif :)
Lokasinya di Jl. Ade Irma Suryani 43, Extogen - Malang. Cukup mudah menuju kesini, dari alum-alun lurus saja setelah itu belok ke kiri. Dari sanah sekitar 500 meter sebelah kiri jalan.
Total tagihan: 46.000,- semuanya

Depot Gai Sin Jombang
Keluar dari malang, kita mampir di depot Gai Sin di pinggiran kota Jombang. Lokasinya cukup strategis karena dilewati jalan utama antar kota. Kalau nampak depan sepertinya lahan parkirnya sedikit karena memang seperti ruko, tetapi lahan kosong di sebelahnya ternyata cukup luas dan bisa menampung puluhan mobil. Kondisi depot rame banget sampe-sampe harus ngantri. Depot ini menyediakan masakan Chinese yang sudah dikombinasi masakan Indonesia. Cumi masak garam, tami cap cay, nasi goreng spesial, kul nenek saus taoco dan bakwan campur adalah orderan kita malam itu. Untuk tiga masakan pertama rasanya juara, tetapi bakwan campur nothing special. Dan Kul nenek tidak recomended, bumbunya kurang meresap sehingga saat makan kul-nya yang ada rasa hambar. Over all, depot ini boleh dijadikan rekomendasi apalagi harganya yang tergolong murah. Untuk semua tadi total tagihan tidak lebih dari 90 ribu.
Lokasi: Ds Kepuh Kembeng 149 JOMBANG dan sudah buka cabang di Jl Mulyosari 119 SURABAYA

17 Maret 2011

misty mount KELUD

Pagi itu hari Minggu, semalem tidur ngak nyaman banget karena ada trouble listrik di Hotel tempat kita menginap. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju gunung Kelut, kita sempet mampir di kota Batu buat beli bekal diperjalanan. Begitu pula melewati dataran tinggi Pujon, jagung bakar cukup buat menghilangkan rasa "pengen" sambil menikmati sejuknya udara siang itu. Perjalanan dilanjutkan melewati waduk Selorejo, disini sempet nyasar ke pintu masuk waduk. Ternyata tidak ada jalan tembusan menuju gunung Kelud, akhirnya harus putar balik lagi.

Sebenernya bila dilihat dari wikimapia, gunung Kelud tepat berada di balik waduk Selorejo tetapi untuk naik ke anak Kelud kita harus berputar melalui Kandangan, Pare kemudian desa terakhir adalah Wates. Perjalanan dari Pujon sejak kita start sampai di atas anak Kelud sekitar dua jam setengah. Itu pun di selingi foto-foto di sekitaran waduk Selorejo dan stop untuk tanya-tanya petunjuk arah. Memang sangat minim sekali petunjuk arah ke Kelud, dan memasuki kota Pare petunjuk arah itu baru mulai jelas.

Perjalanan cukup mulus walaupun kondisi jalan sempit dan sedikit berlubang dari Pare sampai Wates ditambah lagi hujan, tetapi yang mengesankan desa Wates cukup rame. Dari sana bisa langsung ke Blitar maupun Tulungagung. Sedangkan dari Selorejo sampai Kandangan jalanan berkelok-kelok tetapi mulus banget. Memasuki kawasan wisata Gunung Kelud kita cukup bayar 5000 per orang, nampak pintu gerbang dengan museum di sebelah kanan dan warung-warung tempat istirahat di sebelah kiri. Perjalanan ke atas masih sekitar 7 KM lagi.

Setelah pintu gerbang kita disuguhi pemandangan hijau-hijau ditutupi kabut sedikit. Cukup sedih juga melihat cuaca yang kurang mendukung, tetapi perjalanan tinggal sedikit lagi :( Jarak pandang yang hanya lima meter agak serem juga ya, tapi saya mengendari mobil dengan perlahan dan sesekali nampak rombongan sepeda motor mulai turun. Sesampai di pelataran parkir gunung Kelud masih terlihat puluhan mobil dan sepeda motor, tetapi kabut sudah benar-benar menyelimuti. Pemandangan yang ada hanya kabut putih saja....

Di sisi kanan parkiran berjajar sederetan kursi-kursi dengan payung-payung di balik pagar, mungkin pemandangan dibalik pagar bagus bila tidak diselimuti kabut. Walau cuaca begini ternyata masih banyak wisatawan yang baru datang, bersama-sama kita melewati tunnel menuju anak Kelud. Tunnel sepanjang 500 meter itu dilengkapi dengan penerangan dengan lebar sekitar 2 meter. Anak Kelud sendiri tadinya adalah kawah yang sejak akhir 2007 mengeluarkan gundukan membentuk gunung baru.

Pemandangan di anak Kelud pun diselimuti kabut tebal, sehingga kita tidak bisa melihat apa-apa. Tetapi di sana ada warung yang menyediakan layanan foto langsung jadi dan sekaligus menjual VCD terbentuknya anak Kelud, jadi masih bisa melihat rupa Anak Kelud dari foto yang dipajang :) Ternyata sebelum memasuki tunnel tadi ada jalan setapak menuju kolam air panas, air disana mengandung sulfur. Fasilitas wisata di gunung Kelud cukup lengkap, terdapat warung-warung penjual makanan dan juga toiletpun bersih terawat. Mushola kecil nampak diatas bukit.

Setelah ambil foto-foto sedikit kita balik ke parkiran dan menyantap bekal yang tadi di beli di warung pak Sidik Batu. Rasa penasaran masih ada di hati, lain waktu pasti kembali kesini lagi.
Berikutnya melengkapi perjalanan kita adalah wisata kuliner yang akan posting akhir minggu ini.

15 Maret 2011

Tak nampak pelangi di Coban Pelangi


fiuuuh, setelah menikmati teriknya matahari dengan semilir tiupan angin laut di Bale kambang berikutnya kita menuju ke tempat sejuk. "Next we going to waterfall" I said to my little boy, Reno. And he so excited to heard that. "Yey, we go to waterfall Daddy!!" sambil jingrak-jingrak kegirangan diatas jok mobil. Lucu melihat tingkah polah dia yang tidak merasa capek menempuh perjalanan yang cukup lama didalam mobil.

Sebelumnya saat perjalanan menuju Bale Kambang tadi pagi, saya melihat sign menuju Coban Pelangi dan Tumpang. Udah kepikiran asik juga kalo mampir ke sana sekalian ke petapaan Karmel di Tumpang.

Start jam 1 siang setelah selesai acara piknik di pinggir pantai, kita menuju Coban Pelangi. Satu jam perjalanan sampailah di Bululawang, wah hujan deres banget dari Gondang legi. Tadinya saya mau mampir ke Candi Jago, tetapi gak ketemu akhirnya perjalanan lanjut terus menuju Coban Pelangi. Persis jam empat kurang limabelas menit, kita menepi di parkiran pintu masuk Coban Pelangi. Udara sangat sejuk apalagi setelah hujan, nampak masih basah dimana-mana. Sepanjang perjalanan dari Tumapang samapi desa Gubuk Klakah ini ditanami perkebunan Apel, sayuran, nanas dan pohon-pohon peredu. Dan sekali-kali nampak ibu- bapak tua yang mengendong kayu bakar sudah turun dari atas.

Memasuki Wana wisata air terjun dan bumi perkemahan Coban Pelangi yang termasuk dalam Perum Perhutani Unit II, kita hanya perlu bayar 4000 per orang. Coban Pelangi sendiri terletak di Kecamatan Poncokusumo di lereng gunung Semeru. Dari sini bisa menuju ke Bromo sekitar 20KM lagi dan turun tepat di lautan pasir, tidak sedikit pendaki Semeru yang melewati jalur ini.


View Larger Map

Setelah membayar tiket masuk, kita langsung berjalan menyusuri jalan setapak yang sebagian sudah disemen dan sebagian lagi berupa tanah padat. Jaraknya sekitar satu kilometer untuk sampai di bawah air terjun. Cukuplah berhati-hati karena jalanan cukup licin, apalagi disaat cuaca hujan seperti ini. Sepanjang perjalanan nampak beberapa warung penjual gorengan dan kopi. Menyebrangi sungai dengan jembatan yang terbuat dari bambu, dan sedikit lagi kita sudah sampai di kaki air terjun. Di sekitaran aliran sungai tadi terdapat bumi perkemahan, dilengkapi dengan fasilitas Flying Fox hanya dengan membayar sepuluh ribu rupiah.

Suara gemuruh air terjun sudah terdengar dari kejauhan, sampai tapak terakhir terlihat curahan air dari atas sana. Air terjun cukup deras dan membentuk tetesan seperti hujan gerimis. Banyak wisatawan yang mengabadikan pemandangan cantik ini dengan berbagai pose :) acara narsis dimulai!!! Di sekitaran air terjun tumbuh pepohonan yang sangat rindang dan lebat, sebagian ada yang longsor.

Perjalanan kembali ke parkiran cukup berat, tetapi kita jalan santai saja sambil menikmati pemandangan hijau-hijau daun yang jarang kita lihat sehari-hari. Ahhhh, hari yang mengasikan!!! Rencana untuk mampir ke pertapaan karmel akhirnya batal karena hujan dan langit mulai gelap, mungkin next time.

Berikutnya gunung lagi, menikmati keajaiban "Anak Kelud"

11 Maret 2011

South Malang: dirty Bale Kambang

"Tanah Lot"nya Malang selatan, Bale Kambang

Gereja di Gondang Legi sejak 1928


Pagi itu udah niat banget buat saya untuk menjelajah Malang selatan, keinginan yang terpendam cukup lama. Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya sudah mengumpulkan info tentang Malang selatan. Mulai dari googling, tanya-tanya sama temen yang bulan lalu ke sana sampe menodong temen kantor buat cerita seluk beluk pantai selatan ini kebetulan dia berasal dari Kepanjen (kota di selat Malang). Teman ini mengatakan kalau pantai paling bagus di Malang selatan adalah Ngeliyep, setelah melihat di wikimapia ternyata antara Bale kambang dang Ngeliyep tidak begitu jauh (sekitar 20 KM) dan ada jalan penghubungnya.

Oke, kali ini coba ke Bale Kambang dan Ngeliyep dulu next round pasti Sendang Biru dan Pulau Sempu tentunya. Btw di daerah Sendang Biru juga ada pantai yang (katanya) masih banyak orang yang gak tau, Goa Cina. Tapi perjalan ke Goa Cina cukup berat, berhubung membawa keluarga saya rasa bukan pilihan yang bagus.

Perjalanan start jam 9 pagi dari hotel Citihub, sebelumnya mampir ke kapel di Gereja Hati Kudus Kayu tangan dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Satu jam perjalanan ke selatan akhirnya sampai di Gondang legi, disini adalah simpul menuju Bale kambang dan Sendang Biru. Di pertigaan Gondang legi ini petunjuk arah cukup jelas, ke kiri adalah Sendang biru 46 KM dan ke kiri adalah Bale Kambang 32 KM. Jadi dari Gondang Legi masih butuh waktu sekitar 40 menit untuk sampai di Pantai Bale Kambang.

Wooolaah, jalan menuju pantai ditumbuhi pohon-pohon besar bagus banget. Dan kondisi jalan "cukup" mulus walau ada sedikit lubang disana sini. Sayangnya, sesampai disana kondisi pantai rame buanget (maklumlah memang lagi tanggal merah) jadi udah ilfil buat ambil foto-foto :( mana lagi kotor banget!! Sedih deh ngeliat orang-orang yang belum sadar buat menjaga kebersihan, apalagi di tempat-tempat umum terutama kawasan wisata seperti Bale kambang.

Dari parkir mobil belum nampak pulau yang katanya mirip tanah lot itu, sampai saya berpikir apa ini salah ya!!?? Bela-belain dah buat nanya sama tukang parkir, oh disana mas puranya (sambil nunjuk ke rimbunan pohon didepan mata). Walhasil saya parkirin mobil di depan toko-toko penjual pakaian layaknya di Bali. Sesampai di pinggir pantai barulah nonggol itu Pura di atas pulau yang dihubungkan jembatan, lagi-lagi kondisi jembatan ada sedikit hancur (mengenaskan).

Matahari yang menyengat banget siang itu (sekitar jam 11) tidak membuat pengunjung buat berteduh, malahan banyak banget dari mereka yang asik bermain air di tepian pantai. Sesampainya di bawah jembatan (yang ambruk tadi) dari sini nampak laguna yang sedikit teduh dengan air berwarna hijau tua, tidak sedikit pula yang berenang disana.

Tidak berlama-lama disana, saya memilih untuk pindahkan mobil di parkiran yang agak sepi. Disini kita membuka bekal nasi Buk Matirah yang sempet saya beli tadi pagi di Stasiun kota :) Asik juga makan siang ala piknik di tepi pantai, dibawah rindangnya pohon waru dan yang tidak kalang mengasikan adalah semilir angin pantai yang bikin ngantuk. Apalagi, nasi buk ini Mak Nyussss tenan!! Hilang sudah rasa kecewa......

Dengan melihat kondisi Bale kambang seperti ini sungguh-sungguh menyurutkan niat buat lanjut ke pantai Ngeliyep. Finally, saya putuskan untuk balik ke kota Malang tapi sebelumnya kita mampir ke Coban Pelangi di Tumpang. Tunggu posting berikutnya ya....


View Larger Map
Bale kambang terletak di Selatan desa Srigonco

9 Maret 2011

hijaunya WONOSARI



Akhir minggu kemarin cukup menyenangkan bagi saya dan keluarga, kita menyempatkan ber-longweekend di seputaran Malang (lagi) hehehe. Walaupun Malang termasuk kota terdekat dari Surabaya, terus terang belum semua tempat wisata di kota dingin ini sempat kita kunjungi. Mengawali liburan kali ini kita mampir ke Wisata Agro Wonosari yang masuk dalam PT perkebunan Nusantara XII.

Sebenarnya mudah sekali untuk menuju ke sini, bila dari arah Surabaya setelah pasar Lawang ada petunjuk arah belok kanan (plangnya cukup gede kog). Dari sini kita naik sekitar dua puluh menit mengendarai mobil, jalananya pun mulus. Sepanjang perjalanan terdapat rumah-rumah penduduk dan beberapa kebun agro.

Memasuki gerbang PTPN XII hijaunya perkebunan teh mulai nampak, cuaca cukup cerah dan sejuk. Beberapa kelompok orang terlihat sedang mengendong keranjang bambu dan memetik daun teh. Sesampai di Agro Wisata Wonosari, loket masuk cukup bayar 8000 per orang dan parkir mobil 3000. Di sana terdapat perumahan penduduk PTPN yang cukup cantik tertata rapi dan bersih seperti kebanyakan perumahan di perkebunan. Saya memarkir mobil di sebelah Wisma Rolas, satu-satunya penginapan berupa hotel yang hanya berjumlah tidak lebih dari 20 kamar. Tarifnya bervariasi antara 350-400 ribu, sesuai tipe kamar.

Menikmati sejuknya dan indahnya pemandangan, kita duduk-duduk di teras wisma Rolas yang menjorok dilereng perkebunan teh. Setelah itu berkelililng melihat mini zoo di sebelah selatan wisma, disana juga terdapat flying fox dan tree house. Di sebelah utara terdapat kolam renang dan bungalow. Fasilitas cukup lengkap untuk mengajak keluarga menikmati akhir pekan.

Sudah puas menikmati pemandangan di Agro Wisata Wonosari, tidak ketinggalan buat jepret sana jepret sini mengabadikan momen indah ini. Sayangnya perkebunan teh disini di campur dengan pohon peredu, tidak seperti di daerah Puncak maupun Lembang yang cantik dengan hamparan tanaman teh. Tetapi hal itu tidak mengurangi keindahan Wonosari.



Lihat Peta Lebih Besar

5 Maret 2011

Live in: Tops of First World Hotel, Genting

firework at First World Hotel





posting from Trio Indah Hotel Malang


Melengkapi (tiga) posting mengenai Genting, berikut ulasan terakhirnya yaitu tempat dimana kita terakomodasi selama dua malam disana. Hari pertama kita sampai sekitar jam 5 sore waktu setempat, turun dari bus yang mengantar selama dua jam perjalanan dari LCCT langsung jalan menuju lobby hotel yang terhubung dengan lorong. Tidak begitu jauh, malah tergolong nyaman.

Sebelum memasuki lobby kita disugguhi ruangan dengan nuansa malaysian tropical forest, menarik dan menakjubkan. Lobbynya pun tak kalah menyengangkan, gimana enggak!!?? ini lobby hotel terbesar yang pertamakali ku temui, loketnya aja sampe 20 lebih dan parahnya sebelumnya kita harus ambil nomor antrian sebelumnya. Konon, kalo pas weekend or ada event antriannya bisa berjam-jam!! Mampus daaah...

ROOM
Hari pertama kita dapet kamar standard dengan harga super duper murah :) kamarnya kecil dengan interior agak kuno. Finishing dengan warna-warna kayu coklat, tapi toilet dan standing showernya bersih banget. Sueeer!! request kita untuk connecting room pun oke, sayangnya jendela kamar menghadap sesama kamar yang mirip dua bangunan terpisah. Semuanya perfect!

Hari kedua kita pindah ke kamar deluxe, pagi-pagi saya sudah minta di loket nomor tiga untuk upgrade kamar. Kali ini saya minta non smoking level, btw untuk smoking level parah deh baunya. Maklum saja ya karena kebanyakan yang stay disana memang orang-orang dewasa yang mau mengadu keberuntungan di meja kasino. Jadi bagi kita yang pergi bersama keluarga ada baiknya buat request non smoking level, walaupun di level inipun saya masih mendapatkan putung rokok di tempat sampah.

Deluxe room letaknya juga di sisi yang sama dengan standard room, cuman design interiornya beda dan toilet jadi satu dengan standing showernya. Apalagi kita dapetnya di lantai paling atas, jadi viewnya cukup bagus dari sini.
Breakfast
Luar biasa!!! fiuuuh, benernya gak masuk akal coba bayangin aja ya di sana terdapat lebih dari 10 foodstall yang menyajikan berbagai macam dishes. Mulai dari Chinese food, Indian food, European and all International food. Wow, amaze me! Hari pertama saya di tolak sama penjaga pintu resto di Indian food, rada mupeng juga. Untungnya hari kedua ramenya bukan maen, jadi ga ada penjaga pintunya. kita bisa bersliweran sana-sini, hehehehe. Mantabnya lagi begitu tau makanan-makanannya saya foto satu per satu, eh malah dibikinin Rava Thosai special sama si chef.

Percaya saja ya kalau foodstall yang disediakan begitu banyaknya, saat hari petama kondisi hotel memang tidak begitu ramai. Tapi pas hari kedua semua pada berdatangan karena ada event Cap Goh, jadi suasananya bener-bener kayak pasar malem deh :) Itu pun harus ngantri-ngantri kalau mau amnil makanan, OMG.

Sebenarnya di Genting sendiri memiliki banyak pillihan hotel, yang termasuk dalam Resort World adalah Theme Park Hotel, Maxim Genting Hotel, First World Hotel dan satu lagi Awana Genting Highland Golf and Resort yang letaknya agak jauh di bawah. Ke tiga hotel pertama berada dalam satu komplek, yang termegah adalah Maxim Genting Hotel sedangkan Them Park Hotel kelihatanya kurang menarik kalau dilihat dari depan. First World sendiri memiliki beberapa keunggulan dibanding hotel-hotel yang lain (ini versi saya loh)!

Satu, hotel dengan tarif paling murah dibanding yang lain. Boleh cek deh, saya yakin paling murah!
Dua, hotel terdekat dengan bus station. Alangkah nyamannya turun dari bus langsung menuju hotel yang jaraknya tidak lebih dari 100 meter.
Tiga, satu-satunya hotel dengan indoor theme park yang buka sampai jam 12 malem bahkan jam satu pagi kalo pas weekend. Wow!!
Empat, outdoor theme park pun berada di sebelahnya hanya tinggal selangkah lagi.
Lima, kompleks mall yang menyatu dengan indoor theme park menjadi nilai tambah buat para ibu-ibu penghobi shopping :)

Jadi, ngak ragu lagi kalau ke Genting saya rasa hotel ini pilihan yang tepat!

2 Maret 2011

Last spot at Genting: Chin Swe Temple








Sedikit keluar dari hingar-bingar Resort World yang ada di Genting, kita mencoba untuk mengexplore salah satu temple atau orang Malay menyebutnya Tokong yang cukup besar.

Letaknya tidak jauh dari Resort World, hanya sekitar 10 menit dengan taxi ataupun bus. Tentunya disini terdapat tempat sembahyang umat Buddha dengan pagoda dan patung dewi Kwan Im serta patung Buddha sendiri dengan ukuran raksasa.

Sebenernya saya sudah cukup memiliki info bahwa ada shuttle bus gratis dari Resort World menuju Chin Swe Temple, tetapi karena keterbatasan waktu akhirnya kita pilih taxi menuju kesana dengan membayar RM30 sekali jalan ◦(˘_˘")◦huuufh, cukup mahal juga seh!! Tapi jangan khawatir temans, karena shuttle bus gratis ada di Maxims Genting Hotel. Bila anda stay di First world ada kog shuttle bus menuju ke Maxims Genting Hotel GRATIS (bus warna hijau)!! Atau anda bisa jalan kaki aja, bisa lewat lorong yang terdapat di lantai 2 dekat carousel (lihat petunjuk arah).

Okey, cukup info transportnya, sekarang mau cerita tentang Chin Swe temple . Setelah menyusuri jalan yang berkelok-kelok (tidak lebih dari 10 menit) sampailah kita di depan pagoda, cukup binggung pertamanya untuk mulai dari mana!? karena yang ada didepan mata Pagoda akhirnya kita coba lihat-lihat isinya. Di dalam Pagoda terdapat meja sembahyang dan railing tangga menuju puncak pagoda. Kita sempat menaikinya sampai lantai dua, karena pintu-pintu di gembok jadi kita putuskan untuk turun saja.

Di teras Pagoda ada beberapa toko kecil yang jual makanan dan buah-buahan, enak juga buat duduk-duduk disana sambil ngemil. Dari teras pagoda kita mendengar letusan mercon di bawah lembah, ow ternyata di bawah terdapat kuil juga. Menyusuri tangga menuju kuil dibawah, cukup menakjublan karena didalam kuil terdapat patung Buddha besar yang sekelilingnya adalah batu (saya kurang yakin batu itu asli atau buatan). Pemandangan cukup menarik dari bawah sini, bisa melihat hamparan hutan dan kolam kura-kura di samping kuil. Tetapi karena suara mercon yang tidak putus-putus akhirnya kita tidak berlama-lama disini.

Berikutnya kita menaiki tangga menuju big Buddha, disini terdapat air terjun dan hamparan teras yang ditengah-tengahnya dibangun kuil bergaya China. Diatas teras itu dihiasi deretan lampion khas temple-temple di Malaysia, cantik! Dari sinipun kelihatan Resort World yang ada diatas bukit. Selanjutnya kita bisa menyusuri patung-patung yang menceritakan sepuluh hakim neraka, tidak begitu menarik sebenarnya! Selesai? belom! Masih ada Patung dewi Kwan Im yang terlihat dari bawah tadi, sekarang kita tepat berada di kakinya. Selanjutnya ada patung putri khayangan dan cerita Buddha membawa kitab suci yaitu Sun Go Kong dan teman-temannya.

Oya, hampir kelupaan sebenarnya ada satu cara lagi menuju ke sini yaitu dengan menggunakan cable car. Sayangnya waktu itu lagi tidak beroperasi, tapi bisa Anda coba lain kali. Siapa tau anda lebih beruntung dari saya!

next cerita terakhir di Genting: First World Hotel