17 Juli 2012

live in PONDOK ALAMANDA BATU


PONDOK ALAMANDA
HAVE FUN AT ALAMANDA GARDEN
YAKINIKU FOR DINNER
ACARA MEMASAK ;) DUA CHEF HANDAL
GREAT PLACE FOR FAMILY


Beberapa minggu yang lalu panjang lebar komen-komen di BBM grup Liburan Murah, foto dari salah satu anggota yang memposting gambar villa a la Toraja dengan bentuk rumah panggung dari kayu. Walhasil, saya punya planning buat menghabiskan minggu terakhir liburan sekolah sekalian merayakan ulang tahun Reno [my little monster] yang ke lima. Seminggu sebelumnya saya coba hubungi nomor telepon Pondok Alamanda, seorang perempuan menjawab dari ujung sana. Setelah tanya-tanya tipe kamar dan harganya, akhirnya saya pesan dua villa Deluxe masing-masing berisi dua kamar dengan harga hampir sejuta.

Pondok Alamanda berada di jalan bukit berbunga, namanya cantik seperti judul lagu jadul yang dinyanyikan Uci Bing Slamet, lagu yang sering disenandungkan papa jaman-jaman saya masih SD :) Mencapai ke sana pun tidak sulit, arah menuju ke Selecta atau Hotel Purnama. Sebelah kanan jalan hanya beda beberapa rumah dari restauran Batu Suki. Di sekitar villa ada beberapa villa pribadi maupun yang disewakan dan pemukiman penduduk, diseberang berjajar penjual tanaman.

Mereka hanya punya 8 villa untuk disewakan, 2 deluxe, 2 superor dan 3 executive. Masing-masing berisi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, ruang makan, shower dan WC, sedangkan dilantai bawah terdapat kamar tidur dan WC sopir serta carport. Perbedaan hanya pada luas ruangan dan lokasinya, untuk type Executive lebih luas dan dekat dengan kolam renang.

Peralatan memasak dan makan sudah lengkap disediakan, di pagi hari kita disediakan sarapan untuk 4 pax. Seperti yang kita lakukan akhir minggu kemarin, kita asik membuat yakiniku dan suki. Berbekal bahan-bahan memasak, cukup praktis dan ekonomis.

Melakukan reservassi cukup mudah bisa contact langsung via facebook atau web 

Pondok Alamanda
Jl.Bukit Berbunga No.14
Batu.Jawa Timur
0888-5632-289
0813-3160-2946


MAPS OF PONDOK ALAMANDA

Pondok Alamanda is an influence of Indonesia’s Toraja culture and a fusion of the rich culture with modern luxury. The resort offers a quiet and peaceful environment, suitable for a getaway or business leisu

Pondok Alamanda is an influence of Indonesia’s Trojan culture and a fusion of the rich culture with modern luxury. The resort offers a quiet and peaceful environment, suitable for a getaway or business leisure.


There is a total of 7 pondoks in the vicinity, with a choice of Deluxe, Superior or Executive accommodations.


Each pondok has 2 bedrooms (one with a queen-sized bed and another two single beds), a fully equipped kitchen, spacious seating and dining room, private parking space and driver’s room.

13 Juli 2012

Extremagination #JFC













Sejak dimulainya Jember Fashin Carnival 9 tahun yang lalu, 2003, baru kali ini saya menyempatkan untuk hadir dan mengikuti acaranya. Walaupun, hanya sekedar sebagai penonton dan fotografer yang tidak terdaftar. Hahaha. Merupakan gagasan yang brilian untuk kota sebesar Jember, kota yang jauh dari mana-mana. Even, pake pesawat pun airportnya tidak berfungsi dan harus menempuh dua jam dari aiport terdekat di Rogojampi.


Jember, kota yang dulu pernah saya tinggali selama tiga tahun. Kota dimana saya menyelesaikan bangku SMP. Kota yang hanya berjarak 50 KM dari kota kelahiran saya, Kalibaru.

Tapi kini Jember punya gaung sampai mendunia, yang di gadang-gadang sebagai karnaval terbesar ke tiga di dunia. Benar atau tidaknya saya pun hanya membaca dari timeline twitter. Sekarang, Jember punya bulan yang dinamakan "bulan berkunjung ke Jember".

Sedih, setelah kurang lebih tiga jam mengikuti acara JFC siang itu. Sepanjang jalan raya sudah dipadati warga kota yang juga ingin menonton, tanpa dipasang pembatas, mereka bergerombol di tengah-tengah jalan. Agak ragu. Benarkah tidak ada panitia yang benar-benar mensteril jalanan yang akan dipakai sebagai runway. My God, event yang sudah kesekiankalinya masih tetap semrawut. Sayang.

Akhirnya saya bisa menerobos diantara penonton, saat parade pertama mulai muncul dari alun-alun. Dikejauhan sudah terdengar musik-musik yang mengiringi. Terlihat beberapa penjor berlilitkan kain-kain berwarna-warni. Dan bunyi microphone dari panitia yang berusaha untuk mengusir penonton supaya minggir dari tengah jalan. Berdesak-desakan.

"Om, ini loh tadi tempat saya" seru ibu yang mengendong anaknya di belakang saya. "Heh bu, ini tempat umum" jawabku seadanya.

Kalau saja saya tidak nyerobot sana-sini tentunya ga bakalan dapat gambar-gambar model yang sedang melengak-lengok. Akhirnya saya bisa masuk ke area alun-alun yang sudah di khususkan untuk fotografer (yang sudah terdaftar). Di sana saya ketemu ratusan fotografer, Yakob, Budi, teman-teman dari penghobby fotografi yang berdomisili di Jember.

Semoga even berikutnya akan lebih baik, itu doaku *finger cross*


9 Juli 2012

Kalibaru to Jember #gowes


start dari KALIBARU
Sampai di CAFE GUMITIR

Anton beraksi di Merawan

Sampai di alun-alun Jember. 50 KM. 2,5 jam.
Sudah tiga minggu ini saya bolak-balik Surabaya-Kalibaru di akhir minggu, pertama, sejak liburan sekolah anak-anak. Sampai acara ulang tahun papa akhir bulan lalu. Akhirnya Sabtu kemarin saya dan Anton, Ming, Louisa (turut serta sebagai penggembira) melewatkan akhir minggu di Kalibaru.

Rencana semula kita (aku dan Anton) akan gowes mengarungi hutan merawan sampai ke Jember, berjarak hanya 50 KM. Dan, minta bantuan Monica untuk membawa mobil kita sampai di Jember. Yay, rencana berubah karena Ming dan Lou turut serta. Mereka yang baru kemarin sampai di Surabaya, dari Hong Kong, ternyata masih gatel juga.

08.00. Pagi ini kita sudah disiapin sarapan sama mama, pecel, ayam goreng, rawon, komplit deh. Sambil menurunkan perut yang kenyang, kita siapin sepeda. Dan, mulailah kita start setelah pamitan sama mama. 12 KM pertama menanjak sampai di KALIBARU CAFE. Berat. Kita ngopi dulu sebentar. 15 menit.

48 KM berikutnya jalanan turun, asik, sampailah kita di Jember dalam waktu dua setengah jam. Sampai di Alun-alun kota, semua sudah rame. Memang bertepatan dengan even JFC (dipostingan berikutnya).

4 Juli 2012

Where do we go with kids #Penang









Sejak mengunjungi Penang dua tahun lalu, saya sudah mengimpikan mengajak serta anak dan istri ke pulau ini. Menikmati pemandangan kota, pantai, bukit, sejarah, agama dan makanan tentunya. Pulau kecil ini memang lebih dikenal karena beragam makanan khas pecinan dan melayu.


Dihari pertama kita menikmati bangunan bersejarah di Georgetown yang merupakan pusat kota dan pusat pemerintahan, dengan menggunakan HOHO bus yang gratis. Sampai menuju Bukit Bendera di Aer Itam yang belum sempat saya kunjungi di lawatan sebelumnya (trem dalam perbaikan), sekarang tremnya masih terlihat kinyis-kinyis baru. Setelah itu diakhiri dengan mengunjungi Kek Lok Si, vihara dengan sejuta vihara. Ya, karena di dalam komplek Vihara ini terdapat beberapa Vihara, Pagoda dan Patung Dewi Kwan Im yang besar banget.

Hari berikutnya adalah mengunjungi Queensbay yang terletak dekat jembatan, kita menikmati siang di dalam Mall karena udara yang begitu panas. Sorenya, sambil menyantap dua buah durian (memang lagi musim) kita habiskan hingga petang di seberang pulau Jerejak.

Hari terakhir, kita stay di Hard Rock Hotel Batu Feringhi. Udah ga perlu ditanyakan lagi, hotel ini punya sejuta kenikmatan bagi anak-anak.

Jadi sebaiknya kemana ya mengajak anak-anak saat liburan di Penang?? Ternyata susah-susah gampang...
Mungkin saya akan memberi beberapa list:
  • Georgetown: mengunjungi situs-situs sejarah
  • Bukit Bendera (Peneang Hills): merasakan trem yang ditarik dengan kemiringan hampir 45 derajat, disana bisa berjalan di areal bukit yang penuh dengan pohon rindang dan satwa.
  • Kek Lok Si: mengenal budaya dan agama Buddha
  • Queensbay: aneka permainan indoor dalam Mall 
  • Pulau Jerejak: outing dengan alam terbuka
  • Escape: taman bermain terbuka (baru dibuka akhir tahun 2012)
  • Hardrock hotel dan Shangrilla hotel