30 Agustus 2010

Goobye 40D, welcome to Rebel T2i

Akhirnya saya jual juga Canon 40D yang selalu ada digenggaman selama dua setengah tahun :( sedih seeh (abisnya harganya ancur) hehehehe, ngak bukan karena itunya tetapi memang sayang banget!! Tapi mau diapakan lagi kalau sudah bandel gak mau kompromi, tetep harus pindah ke lain hati deeeh.

picture courtesy by dpreview.com

Sebenarnya pilihan yang sulit buat menentukan yang baru, pastinya harus CANON (itung-itung udah invest lensanya). Ada beberapa pilihan antara 500D dan 550D atau 50D dan 7D??? oke, saya coba memilah-milah untung-ruginya!!

24 Agustus 2010

Live in: The Urban Age Bangkok

Beberapa hari yang lalu ada teman dari milis Jalan Sutra yang menanyakan tentang The Urban Age Hostel di Bangkok. Saya jadi keingetan kalo belum posting disini tentang Hostel ini.

gambar: The Urban Age

Berawal saat menyusun itinerary ke Phuket dan Bangkok bulan Maret kemarin, dimana waktunya untuk memilih tempat tinggal selama disana. Setelah goggling saya menemukan The Urban Age Hostel yang ditawarkan oleh HostelWorld dengan harga super duper murah, hanya US$ 7 per malam di dorm room.

Sebenarnya saya belom ada bayangan sama sekali mau stay dimana selama di Bangkok, ragu juga buat memilih Urban Age yang berada di sekitar Patphong yang terkenal dengan redlight distric. Dan sempet juga kepikiran buat nyari di daerah Kaosan Road yang lebih famouse buat backpackers, tapi tidak ada satupun hostel yang menarik. Akhirnya ada dua pilihan Hostel yaitu The Urban Age dan HQ Hostel Bangkok di daerah yang sama, Silom Road.

21 Agustus 2010

Italian food with Japanesse Style??

Masih ber-wisata kuliner di Jakarta saat acara Fun Sport Day kemarin. Cekidot......
foto: beberapa diambil dari koleksi PASTA de WARAKU

Makan malam hari kedua kita kembali ke Grand Indonesia (lagi), kali ini mau nyobain Italian food dengan Japanesse style. Hah??? Yep, jadi ini resto Jepang yang menyajikan segala jenis pasta dan pizza. PASTA de WARAKU.

Seperti sebelumnya karena memang malam minggu jadi suasana cukup ramai. 15 menit menunggu buat meja kosong, akhirnya kita dapet meja di main area. Untuk menggambarkan resto ini dibagi menjadi 3 area yaitu main area di dalam ruangan yang berisi satu meja persegi panjang di tengah ruangan dan di sisi dinding berjajar meja dan sofa. Untuk dua area lainnya yaitu di entry yang berisi beberapa meja dan area satunya lagi berada di seberang resto berupa open space dengan pemandangan thematic Jepang.

16 Agustus 2010

A la Octoberfest at Paulener bräuhaus

peta wisata kuliner dari FUN SPORT DAY minggu lalu

** Malam ini masih belom ada kepastian mau hang out dimana, setelah meeting di kantor tadi sore. Akhirnya saya coba BBM temen SMA yang tinggal di Jakarta, ternyata dia dan genk-nya mau ngumpul di Grand Indonesia, Paulener. Saya jadi inget foto sosis gede yang diposting di group BBM oleh temen kantor minggu lalu, wah kesempatan juga buat nyobain ke sana. Tanpa pikir panjang saya oke-in buat ketemuan disana, kebetulan sekali temen kantor yang jadi guide kami malem ini juga mau membawa kita ke Grand Indonesia. **



Konsepnya adalah Germay food, yep temen-temen pasti tau makanan paling populer di Jerman adalah Sosis dan Beer. Bahkan setiap musim semi mereka selalu mengadakan acara yang namanya OCTOBERFEST. Saya pribadi ga tau sejarah acara ini, taunya pun dari film Octofest yang saya tonton beberapa tahun yang lalu.

Oke kali ini saya coba me-review Germany resto yang terletak di Ground Level Grand Indonesia yang connecting dengan Hotel Kempinski. Begitu memasuki pintu berwarna hijau tua, kita langsung disambut foyer kecil dengan reception table yang mungil juga.

14 Agustus 2010

BLACKBERRY international roaming

Salah satu hal penting bila kita bepergian ke luar negri adalah masalah TELEKOMUNIKASI. Bila kita menggunakan provider dari Indonesia tentunya biaya akan membengkak, apalagi untuk urusan internet service.

Sebenarnya bisa juga menggunakan provider dari negara tujuan, tetapi sering menghadapi kendala. Dari hasil sharing teman-teman di milis Jalansutra, saya baru dapat informasi kalau beberapa provider sudah membuka roaming internasional untuk layanan Blackberry.


13 Agustus 2010

unfortunately never (yet) had a disappointing travelling

Saya harus skip beberapa posting demi topik ini...

Beberapa hari yang lalu saya berselisih paham dengan seorang traveller (sejati) dengan topik masalah yang sedikit (maaf) rasis.... Bukan untuk mencari kebenaran diri sendiri ataupun menyalahkan orang lain, tapi hanya sebagai bahan sharing dengan teman-teman disini.



Berawal dari saling posting comment di notes perjalanan dia ke Hong Kong bercerita pengalaman selama perjalanan di sana dan menemui orang-orang lokal yang (maaf) tidak ramah serta kendala bahasa, penduduk lokal lebih suka pakai Cantonesse dari pada Inggris. Hal ini cukup merepotkan kita yang tidak bisa berbahasa mandarin or Cantonesse (apa lagi). Rasa penasaran saya karena tidak mengalami saat ke Hong Kong beberapa tahun yang lalu.

Singkat cerita, hal ini menjadi perdebatan yang cukup sengit sehingga mencakup urusan racist dan prejudice (menurut dia). Awalnya saya hanya memberi komen: "Jika illfill (bete) mendingan dibawa enjoy aja." Eh, ternyata diartikan lain.... Saya sendiri tidak mengenal secara pribadi dengan orang ini dan begitupun sebaliknya. But, okey saya bisa terima kalau dia jadi begini (emosi) lantaran pengalaman buruk saat travelling.

11 Agustus 2010

be your own travel agent

Banyak paket-paket wisata yang ditawarkan di koran-koran maupun agen travel yang memberikan kenyamanan saat kita berwisata baik dalam maupun luar negeri. Tapi tentunya paket tersebut tidaklah murah, apalagi kalau kita hanya pergi seorang diri atau berdua saja.

keterangan gambar: Buku panduan Macau (gratis) dan Peta (MTR) Hong Kong dari seorang teman

Sebenernya bila kita mau berwisata ke negara-negara dengan transportasi yang mudah seperti Singapore atau Hong Kong ada baiknya jalan sendiri tanpa bantuan agen travel. Caranya mudah sekali, ada beberapa tips yang sering saya gunakan sebelum berangkat.
  • Tentukan tujuan wisata, tentunya pilihlah dari beberapa list yang telah dibuat
  • Sesuaikan dengan budget, buatlah forecast biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Contoh: transportasi, hotel, makan dan tambahkan 10-20% dari total biaya tersebut
  • Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang tujuan wisata, bisa dari internet atau bertanya kepada teman-teman yang sudah pernah mengunjungi daerah tersebut
  • Bandingkan harga hotel di travel agent dengan harga di internet
  • Cari informasi tentang transportasi (ini satu poin penting) supaya perjalanan kita lancar


9 Agustus 2010

Fun Sport Days 2010


Weekend kemaren saya menghabiskan waktu di ibu kota, sebenernya ada meeting di kantor pusat dan dilanjutkan acara penutupan "Fun Sport Days 2010".

Acara Fun Sport Days ini diadakan baru pertama kali di ikuti oleh semua PT, dan di bagi menjadi 3 sesi yaitu:
  1. 24 Juli 2010: pertandingan Bulu Tangkis
  2. 31 Juli 2010: Pertandingan Futsal dan tenis Meja
  3. 7 Agustus 2010: Penutupan
Ada 10 group dari 5 PT yang mengikuti lomba:
  1. PT Akino Wahanamulia
  2. PT Angsa Putih KK., PT Triputra dan PT Gratia Jaya Sentosa (kompresor grup)
  3. PT Tekpak
  4. PT Trimitra Cikarang
  5. PT Trimitra Swadaya


5 Agustus 2010

Jember Fashion Carnival 2010



"Gie, lu ga pulang Jember minggu (8 Agustus) besok?"
"wah, aku musti ke Jakarta ada urusan kantor!"
"Loh ada lomba foto JFC, eman (=sayang) lho...."


dengan rasa kecewa saya tutup telepon dari teman, yah saya musti skip JFC tahun ini lagi!! Padahal sudah masuk dalam event calendar. Saya sendiri belom pernah ikutan atau menonton acara JFC, cuman udah tau event ini sejak 5 atau 6 tahun yang lalu.

4 Agustus 2010

Air Asia goes to Korea


Bad or good news??

Hari ini begitu banyak berita tentang rute penerbangan baru AA ke Korea Selatan. Mulai dari koran, e-mail teman, Messenger™, milis, sampai disemua status social networking. Semuanya memberikan informasi tentang rute baru ini.

Dan berita lainnya yang ngak kalah mengejutkan adalah dihapusnya rute Surabaya-Jakarta dan Medan-Jakarta!! Dan menjadi simpang siur karena ada isu kalau AA Indonesia bangkrut. Bangkrut?? Mana mungkin!! bukannya pelanggan AA banyak sekali, termasuk saya salah satu pelanggan setianya :p

Berita tersebut saya baca di kompas.com

Tetapi isu ini cepat dijawab oleh AA, bahwa penghapusan rute ini dikarenakan akan dibukanya rute baru yaitu Surabaya-Singapore dan Surabaya-Bangkok. Wow, bukan main gembiranya!! Karena memang rute ini yang menjadi pertanyaan saya dan teman-teman lain di Surabaya.

Semoga rute baru tersebut cepat terealisasi.

Everyone can fly

2 Agustus 2010

jalan-jalan bareng Komunitas baru






Hari Jumat lalu saya diajak seorang kawan untuk mengikuti event yang diadakan oleh komunitas Jejak Petjinan. Komunitas ini sendiri sudah mengadakan even serupa untuk yang keempat kalinya. Jejak Petjinan digagas oleh Paulina Mayasari yang biasa dipanggil Maya, dengan misi untung menyatukan perbedaan antara Pribumi dengan peranakan Tionghoa. Lebih lanjut tentang Jejak Petjinan bisa klik disini.

Minggu pagi kita sudah berkumpul di Giant Supermarket jalan Rajawali, tempat yang telah ditentukan oleh panitia. Jadwal keberangkatan semula jam 6.30 terpaksa harus molor 30 menit untuk persiapan dan registrasi peserta. Peserta cukup banyak, total 55 orang dengan panitia. Mulai dari anak-anak sampai kakek-nenek.

Perjalanan menuju Tuban di tempuh selama 2,5 jam, persis arloji saya menujukkan jam 9 lewat 30 menit saat bus kita memasuki area parkir Klenteng Kwan Sing Bio. Dan semua peserta bergegas turun memasuki area klenteng dari pintu samping. Cuaca cukup terik, matahari bersinar sangat cerahnya.

Memasuki Klenteng Kwan Sing Bio atau lebih populer disebut Klenteng Khong Cho, semua peserta asik mengabadikan bagunan-bangunan di sekitar taman yang mulai dibuat panggung untuk acara ulang tahun klenteng Selasa besok.

Yang lain memperhatikan dapur terbuka di sebelah barat taman, dapur ini menyatu dengan bangunan untuk ruang makan. Menu yang disediakan ada nasi goreng dan mie goreng, bagi pengunjung boleh makan dengan gratis (non-halal).

Tidak berapa lama pengurus dari Klenteng, Bapak Gunawan siap menyambut kita. Beliau memberikan sambutan dan penjelasan mengenai sejarah Klenteng ini, juga menjawab beberapa pertanyaan dari peserta.

Selanjutnya kita diajak mengelilingi bangunan di sekitar klenteng, saya memilih untuk melihat pantai diseberang Klenteng. Disitu sempat menikamati es degan dan pemandangan laut lepas. Beberapa penjual bakso dan siwalan menawarkan dagangannya. Di kejauhan nampak perahu-perahu nelayan yang sedang di parkir berjejeran.

Setelah kembali memasuki Klenteng, sepasang peserta menanyakan tentang ritual doa di Klenteng. Sambil ingin menunjukkan pada teman tadi, saya juga ikut doa. Membeli satu set hio (alat sembahyang umat Budha) seharga 15 ribu terdiri dari kertas uang, 2 pasang lilin, hio besar dan hio kecil. Mulailah kita bersembahyang, dimulai dengan memasang lilin dan menyalakan hio. Ritual pertama adalah menghadap langit, kemudian sesuai urut-urutan dari satu samapi ke tujuh. Dan terakhir ditutup dengan membakar uang kertas di Pagoda.

Karena waktu agak molor dari jadwal, kita bergegas menuju tempat berikutnya yaitu Tjio Ling Kiong atau disebut Klenteng Mak Cho. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Klenteng Khong Cho, hanya beberapa kilometer. Letaknya persis di seberang alun-alun kota.

Klenteng ini tidak sebesar Klenteng Khong Cho, hanya terdiri dari bangunan utama dan bangunan kedua di belakang. Tetapi memiliki keunikan tersendiri, dengan gambar-gambar sejarah di kanan kiri dinding. Setelah melihat bangunan Klenteng Mak Cho, kita melewati gang kecil di samping Klenteng menuju pemukiman penduduk. Disini kita melihat rumah kuno yang ditinggali oleh Pecinan Tuban.

Selesai melihat kehidupan pecinan Tuban, waktu pas untuk makan siang. Kita digiring menuju alun-alun diseberang Klenteng, disini ada dua pohon beringin besar cukup rindang ditengah teriknya siang itu. Sambil menikmati makan siang di bawah pohon beringin, kita saling bertukar cerita dan saling mengenal satu sama lainnya.

Setelah beristirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Agung Tuban di sisi barat alun-alun. Disini kesempatan kita untuk melihat sejarah dan bangunan Masjid yang terletak di depan makam Sunan Bonang. 30 menit mengitari masjid, selanjutnya menuju makam Sunan Bonang. Sunan Bonang merupakan salah satu dari wali songo dan denger-denger masih keturunan Tionghoa.

Memasuki area makam di sambut dengan bangunan masjid di sisi barat dan bangunan tempat wudhu di sisi timur. Makam ini berbaur dengan makam umum dengan luas yang tidak begitu besar. Makam Sunan Bonang sendiri berada persis di tengah-tengah, berupa bangunan persegi empat dengan atap yang rendah sehingga peziarah harus jongkok untuk masuk kedalam.

Sekembali dari makam, saya sempatkan untuk melewati pasar di sisi selatan. Banyak penjual disini, mulai dari baju, sovenir, kurma, dan berbagai macam oleh-oleh lainnya. Karena saat itu hari minggu jadi cukup banyak peziarah yang berkunjung.

Berakhir sudah perjalanan di kota Tuban, sebelum kembali ke Surabaya kita mampir di kota Babat untuk melihat proses pembuatan wingko babat di Lo Lan Ing. Perjalanan satu jam menuju kota Babat cukup untuk beristirahat sejenak. Sampailah kita di depan toko Lo Lan Ing, yang menarik disini ada puisi yang cukup mengelitik.

PUISI WINGKO

Suatu hari nanti
Wingko Babat jadi Terkenal
ke seluruh dunia
Seperti Pizza dari Italia

Suatu hari nanti
Pembuat Wingko Lo Lan Ing jadi Ternama
Seperti Mc Donalds

Suatu hari nanti
Wingko Lo Lan Ing jadi Ternama
Jadi makanan kecil
Di pesawat Garuda Indonesia
Makanan kecil di istana Raja dan Presiden

Bukan Khayalan yang ingin saya berikan
TAPI KEINGINAN YANG NYATA

Seperti cerita yang ditulis oleh temen baru dari komunitas ini di blognya: inijie.com

Di Pabrik Lo Lan ing, pertama kita disugguhi wingko oleh si pemilik. Pabrik ini lokasinya di belakang toko, pertama adalah tempat untuk packaging. Ada 4 orang yang sibuk membungkusi wingko kecil-kecil dengan kertas, dan di lem dengan lem kanji.

Kemudian area produksinya, berada di bagian belakang bagunan. Terdiri dari dua oven yang terbuat dari bata dan menggunakan kayu bakar, persis seperti oven untuk membakar pizza. Di sisi paling belakang adalah pembuatan jenang ketan hitam. Proses pembuatan jenang memakan waktu sekitar 4 jam dan harus diuleni terus menerus.

Setelah melihat proses pembuatan, sebagian peserta belanja untuk oleh-oleh. Dan akhirnya selesai sudah perjalanan kali ini, kita sempat mampir di Lamongan untuk makan malam. Tentunya Soto Ayam Lamongan yang jadi menu andalan.

-can't wait for the next event of Jejak Petjinan-