17 Juli 2009

Ritz-Carlton Meledak, Kedatangan Manchester United Dipertanyakan

Note pribadi:
masihkah bangsa ini bisa menjadi bangsa yang besar, kalau sebagian dari kita masih ada saja yang berbuat seperti ini.
kapan kita bisa dipercaya oleh dunia luar???
PLEASE, bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai negrinya sendiri!!!!

Benarkah Ledakan JW Marriott Berasal dari Genset?
4 Warga Asing Tewas dalam Ledakan Marriott dan Ritz
Nama Korban Ledakan Mega Kuningan di RS Jakarta
Karyawan XL Dievakuasi ke Graha XL
Tangis Pilu dan Panik Iringi Ledakan Marriott dan Ritz

Jumat, 17 Juli 2009 | 09:21 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Hotel Ritz-Carlton yang disiapkan sebagai hotel penginapan para anggota tim Manchester United yang akan tiba, Sabtu (18/7), meledak Jumat (17/7) pagi sehingga kepastian kedatangan tim itu menjadi pertanyaan.

Ledakan itu terjadi dua kali di Hotel Ritz-Carlton dan Hotel JW Marriott pada pukul 07.55 dan media melaporkan sudah jatuh beberapa korban yang dilarikan ke rumah sakit. Media melaporkan Jumat pagi, ledakan yang belum diketahui penyebabnya itu terjadi di Restoran Airlangga Hotel Ritz-Carlton.

Kesebelasan Manchester United menurut rencana akan tiba dengan pesawat carteran di Bandara Halim Perdanakusuma pada Sabtu malam dengan berkekuatan 90 orang yang terdiri dari pemain dan ofisial, serta manajemen tim.

Kedatangan MU ini merupakan rangkaian tur mereka ke Asia. Sebelum ke Jakarta, mereka menjalani laga persahabatan pertama dalam Tur Asia 2009 melawan tim Malaysia. Setelah bertanding di Indonesia, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Seoul.

Kesebelasan "Setan Merah" itu akan bertemu dengan tim Indonesia All Stars (IAS) di laga persahabatan pada Senin (20/7) mulai pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Bila tim itu jadi datang Sabtu malam, Pada Minggu pagi mereka akan langsung menjajal lapangan SUGBK pada latihan pagi. Sesi latihan Minggu pagi direncanakan mulai pukul 10.00 WIB, dan boleh disaksikan para penonton yang sudah membeli tiket dari kategori VVIP hingga kategori I.

Sebelum menjalani sesi latihan pagi itu, perwakilan dari Manchester United akan lebih dulu melakukan tanya jawab dengan wartawan media cetak dan elektronik dalam acara konferensi pers di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan.

Dari pihak MU ini diharapkan hadir CEO David Gill, manajer Alex Fergusson, dan salah seorang pemain teras MU. Dari tim IAS, manajer tim Andi Darussalam Tabusalla serta Bambang Pamungkas. Agenda lain, David Gill dan pemain MU serta perwakilan dari tim IAS akan menuju kawasan Senayan untuk mengikuti kegiatan pendukung program penanaman sejuta pohon yang dicanangkan oleh pemerintah.

16 Juli 2009

Dieng Plateau

Dieng Volcanic Complex (also called the Dieng Plateau) is a complex volcano. A complex volcano is an extensive assemblage of spatially, temporally, and genetically related major and minor volcanic centers with the associated lava flows and pyroclastic rocks. This is another place worth visiting in Central Java, situated around 2000 m above sea level and 100 km from Borobudur. This area northwest of Yogyakarta is in the volcanic mountains and over 2,000 meters elevation. The name "Dieng" means "abode of the gods."

There the visitor can find restarted temples build around year 800, colorful lakes and steaming ones. On the road we will see how the farmer use all the land available by using terraces. It's also fresher up here and we are almost above the clouds. The plateau, located 2,093 meters above sea level, offers two sunrises, the golden sunrise and the silver sunrise. Both are equally amazing natural phenomena. The golden sunrise refers to the first sunrise between 5:30 and 6 a.m. It is said to be golden because of its sparkling golden red color. We can enjoy this sunrise from a viewing post at a height of 1,700 meters above sea level in Wonosobo. The place, located in a mountainous area, is easily accessible because the roads leading to this area are all paved.

After savoring the beauty of the double sunrise, a natural phenomenon perhaps found only on Dieng Plateau, we could still enjoy the beauty of the surrounding nature. Walk about 10 minutes over a distance of some two kilometers to the southeast of the temple where there is a colorful lake. From the top of a hill the lake reflects a greenish yellow color, the reflection of the sulfate acid that the lake water contains. Beside this colorful lake there is another lake with pristine water. Locals call it the mirror lake because the water is very clear. The surface of the lake water also reflects sunlight. Unfortunately, this beautiful morning panorama is slightly impaired by the rampant felling of trees around the lakes. Unless the tree feeling is checked, this beautiful panorama will soon vanish for good.

Beside the beautiful panorama above, there is also small monuments, which are not more than 50 feet high stand on a crater floor amidst sulfurous fumes and underlined by the presence of a few of the starkest Shivaite temples at an elevation of more than 6.000 feet, are impressive.

The site is located four hours from Semarang. In this site, the visitor will see some of the oldest Hindu temples of Java. On the way to the Dieng Plateau, visitors will pass through tobacco plantations and beautiful mountain scenery. This area can reach about four hours from Semarang, the site of some of the oldest Hindu temples on Java. These 50m-foot high monuments stand on a crater floor amidst sulfur fumes. The road to the Dieng Plateau passes through tobacco plantations and beautiful

14 Juli 2009

Misool Island: one of Raja Ampat

Misool is a region with thousands of isle, which have been pushed up throughout the thousands of years and build a wonderful scene. You come across caves, or caverns everywhere. You´ll find rocks as big as cathedrals, over hangs that improve the dramatic sight of this breathtaking region.

Of course these sights will continue in no less impressing views under water. Misool is one of the places on earth where you´ll find the most various species of fish, hard and soft corals, sponges, worms, nudibranches, shrimps and crabs and all kind of non-vertebrates, like cuttle fish and octopus.

You will as well come across wobbegong shark and epaulet sharks, which you will only find in the region of „Raja Empat“. Giant clams as well as fantastic tiny shells. Photographers as well as Videographers will have the dives of their lifetime for shoot macro all over.

Misool is one of the places with most wonderful and colourful and above all still intact reefs. All kinds of different corals set up the background scenery of the underwater world.

All isles, channels, rocks and caves had been explored throughout the years. It is always a great adventure to do land excursions in Misool, on condition that the weather allows it of course.

The Misool route will show you an abundance of the undersea world. Its beauty will carry you away! Thousands of isle, which have been pushed up throughout the thousands of years and build a wonderful scene.

Everywhere you come across caves, or caverns, you´ll find rocks as big as cathedrals, over hangs that all together improve the dramatic sight of this breathtaking landscapes.

Eagle Rock is just around the corner and is completely different to what you have seen so far. The stand alone rocks in the middle of the sea are always worth a picture or two. Splendid visibility, white beaches with black coral gardens, sweetlips, catfish and different kinds of rays are part of these dives. And since it is such a fantastic area above and under water we shall go back to the bay of Sel Pele again in the afternoon.

Around the island of „Jef Fam“ you will have the opportunity to see the wobbegong and epaulet sharks, which are unique to this region. The reef, which seems as if it dressed up in RED is breathtaking scenery and will make all divers’ dreams come true.

HAPPY 2 BIRTHDAY SON!! Wish you all the best and make us pround of that.....

8 Juli 2009

Mount Gede Pangrango National Park

Mount Gede Pangrango National Park is a national park in West Java, Indonesia. The park is centred on two volcanoes—Mount Gede (2,958 m) and Mount Pangrango (3,019 m)—and is 150 square kilometres in area.

It evolved from already existing conservation areas, such as Cibodas Nature Reserve, Cimungkat Nature Reseve, Situgunung Recreational Park and Mount Gede Pangrango Nature Reserve, and has been the site of important biological and conservation research over the last century.

Lower and upper montane and subalpine forests are within the park and have been well studied. To the north of Mount Gede is a field of Javanese Edelweiss (Anaphalis javanica). The park contains a large number of species known to occur only within its boundaries, however, this may be a result of the disproportionate amount of research over many years.

The area is two hours drive from the Indonesian national capital, Jakarta, usually via Cibodas Botanical Garden.

7 Juli 2009


Bagi rekans yang suka berkendara, masalah ban tentu sering ditemui dan harus waspadai. Meskipun ban masih baru, tapi kalo lagi apes, kempes juga ketusuk benda lancip seperti paku dan semacamnya. Lalu ban itu digantikan ban serep dan dibawa ke tukang tambal ban.

Apa yang dilakukan tukang tambal?
Kiamatlah sudah ban baru kita. Ban yang tadinya utuh sekarang ditusuk dengan alat tusuk yang segede kelingking. Ban yang tadinya bocor hanya seujung jarum dibikin bolong kaya mulut pipa. Itu mah namanya tambal ban tubles!

Setelah dibolongin, tali serabut disumbatkan ke bolongan ban dengan regangan yang cukup potensial untuk semakin merusak ban. Mulai dari bahan karetnya, anyaman benangnya sampai anyaman kawatnya dibikin sobek dan putus berantakan, sehingga ban kita menjadi semakin lemah..

Inilah bentuk kiamat dari ban kita setelah membayar ongkos tambal 8 - 10 ribu perak. Untuk pertama kalinya tambalan mungkin masih bisa bertahan selama beberapa minggu atau bulan.. Tapi jika bocor lagi dititik yang sama kagak bisa lagi disumbat dengan tali serabut itu.
Tapi harus menggunakan ban dalam! Emangnya enak pake ban dalam?

Inilah cara yang jauh lebih unggul (dalam hal kekuatan, tidak merusak sama sekali), hemat waktu, biaya dan tenaga, dan ...... dapat dikerjakan sendiri tanpa melepas roda.

Dongkraklah roda yang bannya bocor, gak perlu dilepas. Lalu putar setir agar ban mengarah keluar spakboard. Pompa sampai penuh lalu putar perlahan sambil disirami air. Setelah tampak gelembung udara pertanda bocornya, tandai daerah bocor (sebaiknya lingkari pake tip-ex). Cucilah hingga bersih daerah bocor itu lalu dilap dengan lap kering. Setelah kering tetesi dengan lem pawer (power glue) sehingga lem meresap ke dalam lubang.

Cukup dengan lem pawer yang harganya Rp.1000 saja. Bantulah dengan menusuk-nusukkan benda lancip seperti paku yang bersih ke lubang agar lem lebih lancar masuk. Lalu tunggu kering selama beberapa menit.
Lalu pompa lagi Ok! Pekerjaan menambal selesai.

Apa keunggulannya?
(1) Kuat dan anti gagal. Daya adesif lem pawer lebih tinggi dibanding daya kohesif karet sendiri, so... titik ini menjadi lebih kuat daripada bagian yang lain. Tidak ada bagian yang mungkin copot atau terpental, karena hanya menggunakan lem.. Life time guarantie!
(2) Tidak terjadi pelemahan sedikitpun pada jaringan ban.
(3) Tidak menambah massa yang mempe­nga­ruhi balancing.
(4) Tidak akan pernah membutuhkan ban dalam sepanjang umur ban. Menggunakan ban dalam menambah biaya, menambah rumit setting roda, keandalan yang lebih rendah dan risiko kegagalan yang jauh lebih tinggi.
(5 Tidak tergantung pada orang lain dan tukang tambal ban maupun alat-alat yang lebih rumit. Dapat dilakukan sendiri dengan mudah, cukup bermodalkan sebuah lem pawer Rp.1000 saja, satu pompa sepeda anak-anak di rumah, dan dongkrak yang sudah ada. Biaya yang jauh lebih rendah. Satu tabung kecil lem pawer dapat menambal puluhan titik bocor.
(6) Kondisi ban tetap utuh, seolah-olah ban tidak pernah mangalami bocor. Tidak merusak jaringan karet, benang dan kawat ban..

Selamat mencoba.

6 Juli 2009

ride me to island of GODS

Liburan sekolah telah tiba, anak-anak dan istri saya sudah dari senin kemarin pergi berlibur ke Bali. Rencananya saya akan menyusul saat weekend.

Perjalanan dimulai hari kamis siang, sempat beberapa kali saya ambil gambar saat perjalanan menuju Bali. Mulai lumpur lapindo, pasir putih sampai beberapa tempat di Bali...

Liburan memang meyenangkan, apalagi kita bisa berkumpul bersama seluruh keluarga.

day one,
Dengan mengendarai mobil sendirian, saya memulai perjalanan ini. Melintasi Lumpur lapindo di Porong, Pasuruan, Probolinggo, terus lewat utara melalui Pasir Putih di Situbondo dan sampailah di penyebrangan Ketapang. Setelah turun dari kapal ferry di pelabuhan Gilimanuk, masih menempuh 2 jam lagi sampai di Denpasar.

Cuaca sangat bagus, selama penyebrangan juga tidak ada ombak besar.

day two,
Wisata kuliner dimulai....
Tujuan utama tentunya rujak Kuah Pindang di Jl. Bukit Tunggal atau lebih familiar disebut Pemacutan. Ngak jauh dari pasar Kumbasari di Denpasar.
kedua, kita makan siang di Warung Italia di Seminyak setelah mampir di beberapa toko di Seminyak yang banyak bertebaran butik-butik.

Ngak ketinggalan kita mampir ke Centro di Kartika Plaza, di sini anak-anak memilih main game yang terletak di lantai 3. Sorenya kita menikmati bermain air di pantai Kuta yang terletak di belakang mall. Suasanan sunset di Kuta memang menyenangkan, pemandangan sangat cantik sekali.

Malamnya kita memilih makan malam dengan nasi Jinggo, sudah menjadi kebiasaan kita kalau ke Bali. Nasi Jinggo awalnya di jual seribu dapet lima, berupa nasi putih yang hanya segenggaman tangan dengan lauk mie goreng dan irisan daging ayam atau empal. Ngak lupa serundeng dan SAMBALnya yang super pedassssss..... langganan kita ada di Gatsu Timur depan binatu 5Asec

day three,
Pagi ini kita siap-siap menuju Nusa Dua, sebelumnya mampir dulu ke rumah beberapa family yang berada di Denpasar. Ngak banyak yang kita lakukan di Nusa Dua selain shoping di Bali Collection dan bermain di pantai...

Sepulang dari Nusa Dua sengaja kita pilih jam makan malem, meski jam masih menunjukkan jam 4 sore kita udah bergegas ke Jimbaran. Ya, waktunya makan di Jimbaran....
Melewati jalan meuju Uluwatu, kita disuguhi pemandangan gunung kapur dengan tebing2 yang curam. Dan ngak lama kita sudah sampai di warung Menega, bener aja di Jimbaran sudah penuh sesak pengunjung. Rela deh ngantri sampe 2 jam buat menikmati suasana dan panganan...

day four,
waktunya pulang....
Sebelum pulang kita diundang makan siang di restauran Hongkong di jalan Gajah Mada, Dauhpuri Kangin. Menu yang dihidangkan yaitu chinesse food dan menu spesialnya adalah SASHIMI salmon dengan ukurang yg "huge", di hidangkan di piring besar!!!! wow

bye Bali, see you soon on October!!!

2 Juli 2009

Wakatobi Marine National Park

Wakatobi Marine National Park, also known as Kepulauan Tukangbesi, is located in the extreme south-east of Sulawesi and comprises an area of 1,390,000 ha. The Wakatobi archipelago consists of four major islands (Wangiwangi, Kalidupa, Tomia, Binongka), several little islands and the surrounding coral reefs. Pulau Moromaho is important for seabirds.

Wakatobi is an acronym for the four main islands of Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, and Binongko that, together with smaller islands, comprise the Tukang Besi Archipelago at the southeastern tip of Sulawesi. Renowned by divers for its spectacular coral gardens,
Wakatobi’s 3.4 million acres of islands and waters were declared a national park in 1996. Wakatobi ranks as one of the highest priorities for marine conservation in Indonesia in terms of diversity, scale, and reef condition.

Like many of Indonesia’s marine areas, Wakatobi’s diverse coral habitats are threatened by overfishing and destructive fishing practices.

To address these issues, The Nature Conservancy and the World Wildlife Fund (WWF) are working with the Wakatobi National Park Authority to
redesign the park’s management plan and zoning system. We are consulting with a broad range of stakeholders, including the Ministry of Marine Affairs and Fisheries, the Ministry of Forestry, the district government,communities, and resource users.

Taman Nasional Wakatobi location map

Geographical Information for Taman Nasional Wakatobi

Place name: Taman Nasional Wakatobi
Latitude: 5° 38' 24" S
Longitude: 123° 53' 28" E
Feature description: national park
Area/state: Sulawesi Tenggara
Other alternative names: Tukangbesi Marine National Park, Wakatobi Marine National Park
Country: Indonesia

1 Juli 2009

Monumen "Yesus Memberkati'' tertinggi kedua se-Asia tenggara

Monumen "Yesus Memberkati'' yang menjulang di kawasan perumahan elit, CitraLand Manado (Winangun), Minggu (02 November 2008), diresmikan Gubernur Sulut, Drs SH Sarundajang. Acara peresmian yang turut dirangkaikan dengan peng-ucapan syukur satu tahun CitraLand, dilaksanakan di Kawasan Royal Park–Royal Boulevard, pada pukul 10.00 WITA.
Gubernur Sarundajang mem-beri respons positif atas keha-diran monumen religius ter-sebut. Dalam sambutannya, ia mengatakan, Monumen "Yesus Memberkati'' ini akan dijadikan ikon religius, seka-ligus memberi dampak positif, sebagai daya tarik tersendiri untuk pelaksanaan WOC 2009 nanti. Gubernur tak lupa pula menghaturkan rasa terima kasih kepada Direksi Citra-Land, dalam hal ini Ir Ciputra yang terinspirasi untuk mem-bangun monumen tersebut.
"Monumen ini sangat indah, dan menjadi daya tarik baru Kota Manado. Apalagi Sulut akan melaksanakan iven internasional WOC pada 2009 nanti. Ini juga menjadi simbol religius daerah ini," kata Sa-rundajang. Monumen Yesus Memberkati, yang 'mengang-kasa' dengan ukuran 30x20 meter dan berada pada ke-tinggian 150 meter dari per-mukaan laut ini, diklaim se-bagai patung tertinggi di Asia.
Sedangkan untuk level dunia, monumen ini berada pada urutan dua, setelah Pa-tung Kristus Penebus di Rio de Janeiro, Brasil dengan panjang 38 meter. Proses pembuatan monumen ini dilakukan selama dua tahun oleh seniman-seniman asal Yogyakarta , dan dilakukan langsung di halaman rumah Ir Ciputra di Jakarta. Se-dangkan proses perakitannya di Manado , dikerjakan selama delapan bulan.
Monumen dengan kemiring-an 20 derajat ini terbuat dari fiber dan memiliki rangka baja pada bagian dalamnya dan berdiri pada tanah seluas 500 meter persegi. Menurut General Manager CitraLand, Davis Su-manti, monumen ini akan di-masukkan dalam Guinness Book of World Record, sebagai patung melayang tertinggi dunia. "Patung di Rio de Janeiro Brasil memang lebih tinggi sedikit dari patung ini. Tapi patung di Brasil itu dibangun dengan posisi tegak, sedangkan kita di sini berada dalam kemiringan 20 derajat. Untuk itu, mo-numen 'Yesus Memberkati'' ini akan diusulkan dalam Guin-ness Book of World Record se-bagai patung melayang ter-tinggi dunia," kata Sumanti.
Bos Ciputra Group, Ir Ci-putra ketika dimintai kete-rangannya mengaku sangat bersyukur dengan kehadiran monumen ini. Apalagi, kata-nya, monumen ini dapat di-terima oleh seluruh masyara-kat daerah ini dan mendapat respons positif dari pemerin-tah. "Sebenarnya saya tak memiliki inspirasi khusus untuk menghadirkan patung ini di Manado . Semuanya jadi dengan begitu saja. Ini terjadi atas arahan dan petunjuk dari Tuhan," ucap Pak Ci, sa-paan akrab pengusaha nasio-nal yang dulunya mengecap bangku sekolah di Manado .
Awalnya, tanah lokasi ber-dirinya monumen tersebut akan diberikan Ciputra untuk sang istri untuk dibangun sebuah rumah. Namun, kare-na Ciputra ingin menghadir-kan sesuatu yang baru dan unik di kota ini, maka berdiri-lah Monumen Yesus Member-kati yang berbandrol Rp 5 miliar tersebut. Acara peres-mian monumen itu sendiri baru berakhir pada pukul 14.30 WITA di Kawasan Royal Park CitraLand Manado.(yha)