11 Maret 2011

South Malang: dirty Bale Kambang

"Tanah Lot"nya Malang selatan, Bale Kambang

Gereja di Gondang Legi sejak 1928


Pagi itu udah niat banget buat saya untuk menjelajah Malang selatan, keinginan yang terpendam cukup lama. Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya sudah mengumpulkan info tentang Malang selatan. Mulai dari googling, tanya-tanya sama temen yang bulan lalu ke sana sampe menodong temen kantor buat cerita seluk beluk pantai selatan ini kebetulan dia berasal dari Kepanjen (kota di selat Malang). Teman ini mengatakan kalau pantai paling bagus di Malang selatan adalah Ngeliyep, setelah melihat di wikimapia ternyata antara Bale kambang dang Ngeliyep tidak begitu jauh (sekitar 20 KM) dan ada jalan penghubungnya.

Oke, kali ini coba ke Bale Kambang dan Ngeliyep dulu next round pasti Sendang Biru dan Pulau Sempu tentunya. Btw di daerah Sendang Biru juga ada pantai yang (katanya) masih banyak orang yang gak tau, Goa Cina. Tapi perjalan ke Goa Cina cukup berat, berhubung membawa keluarga saya rasa bukan pilihan yang bagus.

Perjalanan start jam 9 pagi dari hotel Citihub, sebelumnya mampir ke kapel di Gereja Hati Kudus Kayu tangan dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Satu jam perjalanan ke selatan akhirnya sampai di Gondang legi, disini adalah simpul menuju Bale kambang dan Sendang Biru. Di pertigaan Gondang legi ini petunjuk arah cukup jelas, ke kiri adalah Sendang biru 46 KM dan ke kiri adalah Bale Kambang 32 KM. Jadi dari Gondang Legi masih butuh waktu sekitar 40 menit untuk sampai di Pantai Bale Kambang.

Wooolaah, jalan menuju pantai ditumbuhi pohon-pohon besar bagus banget. Dan kondisi jalan "cukup" mulus walau ada sedikit lubang disana sini. Sayangnya, sesampai disana kondisi pantai rame buanget (maklumlah memang lagi tanggal merah) jadi udah ilfil buat ambil foto-foto :( mana lagi kotor banget!! Sedih deh ngeliat orang-orang yang belum sadar buat menjaga kebersihan, apalagi di tempat-tempat umum terutama kawasan wisata seperti Bale kambang.

Dari parkir mobil belum nampak pulau yang katanya mirip tanah lot itu, sampai saya berpikir apa ini salah ya!!?? Bela-belain dah buat nanya sama tukang parkir, oh disana mas puranya (sambil nunjuk ke rimbunan pohon didepan mata). Walhasil saya parkirin mobil di depan toko-toko penjual pakaian layaknya di Bali. Sesampai di pinggir pantai barulah nonggol itu Pura di atas pulau yang dihubungkan jembatan, lagi-lagi kondisi jembatan ada sedikit hancur (mengenaskan).

Matahari yang menyengat banget siang itu (sekitar jam 11) tidak membuat pengunjung buat berteduh, malahan banyak banget dari mereka yang asik bermain air di tepian pantai. Sesampainya di bawah jembatan (yang ambruk tadi) dari sini nampak laguna yang sedikit teduh dengan air berwarna hijau tua, tidak sedikit pula yang berenang disana.

Tidak berlama-lama disana, saya memilih untuk pindahkan mobil di parkiran yang agak sepi. Disini kita membuka bekal nasi Buk Matirah yang sempet saya beli tadi pagi di Stasiun kota :) Asik juga makan siang ala piknik di tepi pantai, dibawah rindangnya pohon waru dan yang tidak kalang mengasikan adalah semilir angin pantai yang bikin ngantuk. Apalagi, nasi buk ini Mak Nyussss tenan!! Hilang sudah rasa kecewa......

Dengan melihat kondisi Bale kambang seperti ini sungguh-sungguh menyurutkan niat buat lanjut ke pantai Ngeliyep. Finally, saya putuskan untuk balik ke kota Malang tapi sebelumnya kita mampir ke Coban Pelangi di Tumpang. Tunggu posting berikutnya ya....


View Larger Map
Bale kambang terletak di Selatan desa Srigonco

Tidak ada komentar: