Laman

Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan

24 April 2012

Ho Chi Minh dalam semalam

Notre Dame Basillica

Benh Tahn Market

Ho Chi Minh Museum

Rex Hotel

Bitexco Building

Thann Mat Thru Church

Bach Dang Ice Cream
 Perjalanan 16 jam dari Siem Reap, akhirnya, kita sampai di HCMC.

Memasuki kota ini rasanya sudah berada di dunia yang beda, deretan toko-toko baju dan handphone mendominasi di sepanjang perjalanan. Beda jauh dengan pemandangan selama di Kamboja. But, I really love Cambodia, specially Siem Reap. HCM mirip-mirip Surabaya, dan betul juga sepeda motor banyak banget, seperti tiap kali saya baca di blog sebelah mengenai kota ini.

Langsung aja kita memulai untuk menyusuri HCM sambil menuju Hong Hac hotel, tempat kita menginap. Pertama adalah (2) Gereja Thann Mat Thru yang lokasinya persis di pojokan (1) Pham Ngu Lao street, hanya beberapa langkah dari tempat kita turun dari bus tadi. Ada yang sedikit menarik disini, Patung Santo di depan gereja di doa dengan dupa. Selanjutnya window shopping di sepanjang jalan (3) Tu Trong deket Zen Plaza, sampai dua blok sampailah kita di (4) Hong Hac Hotel.

Selesai check in dan menyegarkan diri, cepet-cepet kita lanjut. Kali ini menuju (5) Notre Dame Basilica, tidak begitu jauh hanya 10 menit jalan kaki. Di seberangnya ada kantor pos gede, hanya saja kita tidak masuk lantaran banyaknya turis sore itu (ada planning buat kembali besok paginya).

Rock Shop, yey, tujuan buat nambah koleksi tshirt HR kesampaian. Hard Rock Cafe yang terletak di lantai dasar (6) Kumho Asiana Plaza tepat bersebrangan dengan Bobby Chin Restaurant. Setelah pilih-pilih tshirt HR kita langsung muter ke belakang Diamond Plaza buat cari makan, eh ternyata kita malah ngopi-ngopi di Truc Nyuyen Cafe.

Sempet mampir sebentar di (7) Diamond Plaza, sampai akhirnya kita jalan pulang menuju (8) Benh Tahn Market deket hotel. Oya, hari itu memang lagi malem minggu ternyata ga beda jauh dengan di Indo, banyak anak-anak mudah asik "cangkruk" di taman seberang (12) Reunification Place. Sebelum acara belanja-belanja di night market kita cobain Poo di seberang hotel. Wow, recommended murah enak dan mengenyangkan!! hehehehe....

Lanjut acara shopping di pasar malam di seputar Benh Tanh market dan lanjut menuju (9) HCM Museum dan opera house di sekitar Rex Hotel. Sebelumnya kita sempet nyobain es krim jadul BACH DANG di persimpangan Pasteur, rame banget tempatnya tapi kog tetep lebih enak Zangrandi :D no hurt feeling.

Abis puas foto-foto di Opera House, jalan menuju (10) Tran Hung Dao Statue di pinggir sungai. Kemudian lanjut samapi di (11) Bitexco building, gedung tertinggi di HCM. Disana sempet belanja snack-snack buat oleh-oleh.

Well, cukup ENAM jam kita habiskan mengelilingi HCMC. Dan itu pun kita lakukan hanya dengan berjalan kaki sambil window shopping dan bersantai di cafe.

STEP BY STEP AT HCMC



20 April 2012

Siem Reap to Ho Chi Minh

Art Market: bus station at Siem Reap
Virak Buntham Express Bus ticket
Maps REP to HCMC

Breakfast at MAO's Phnom Penh, persis sebelah kantor VIRAK BUNTHAR

Ada beberapa alternatif menuju Ho Chi Minh dari Siem Reap, saya memilih untuk menggunakan bus malam. Selain biaya lebih murah (hanya USD18) bisa juga sebagai bagian untuk menekan budget (tanpa harus menyewa hostel lagi). Walau sebenarnya saya sudah browsing dan tanya kanan-kiri termasuk Thea, reception dari Golden Temple Villa, tetap tidak saya booking sebelumnya. Justru saya booking pada saat kedatangan, dnegan maksud bisa memilih bus mana yang cocok. Sedangkan di sana juga banyak agen-agen yang menjual tiket bus, saya tetap memilih ambil dari hotel saja.


Akhirnya pilihan tetep di Virakh Bunthar, jasa bus ini memang sudah saya incar dari sebelum keberangkatan. Hanya saja jam 7 malam seperti yang saya inginkan ternyata sudah full, akhirnya kita malah dapet yang jam 12 malem. Itung-itung masih punya banyak waktu untuk santai di Pub Street :D

Menuju jam 12 malem, Tuk-Tuk menjemput kita menuju pangkalan bus. Ternyata dekat saja, bus yang akan kita tumpangi parkir di seberang Art Market. Busnya tidak seindah seperti di foto, tapi oke lah masih ber AC dan bentuknya semi double decker (sayang foto-foto kita hilang). Kaki bisa selonjoran, tidurpun nyaman.

Jam enam pagi kita sudah sampai di Phnom Penh dan bus berikutnya akan jalan jam delapan, masih punya waktu dua jam buat muter-muter daerah old market. Well, di Phnom Penh pun, bus parkir di daerah Old Market persis di seberang kantor. Sekali lagi, sayang foto-fotonya ilang semua :(

Perjalanan lanjut menuju HCMC, kali ini bus yang kita tumpangi juga semi double deck. Yang bawah khusus untuk muatan barang dan toilet. Perjalanan ahgak panjang sampai tujuh jam baru samapai di HCMC. Jadi total perjalanan kita dari jam 12 malem sampai jam 4 sore, 16 jam (2 jam jedah di PP). Sebelum memasuki perbatasan, kita juga beristirahan 30 menit di kedai, lumayan bisa menikmati mangga muda.

Tadi sempet kita menyebrangi sungai besar dengan menggunakan kapal tongkang, kalau tidak salah di NEAK LOEANG. Sepanjang perjalan panas dan berdebu. Persis sebelum perbatasan Bavet, di Kamboja, banyak sekali bertebaran Casino dan Hotel. Sayangnya kita lewat saat siang hari, jadi kelihatan seperti kota mati.

Sepanjang perjalanan menuju HCMC, saya menghabiskan waktu untuk ngobrol ngalor ngidul sama Anton, my traveling mate. Kadang sesekali juga merebahkan badan sambil tutup mata buat istirahat. Rombongan yang lain (kayaknya dari Filipina) juga asik main kartu atu bahkan sesekali ambil foto dari kamera poket mereka. Tak terasa sudah sampai di Hoa Lang Pao Road deket Benh Tahn Market, Finalle.....


Virak Buntham Express Travel
Phnom Penh Station and Office (Departure/arrival):
Street 106, on the riverfront opposite the Night Market.
Tel: +(855)(0)12-322302





22 Oktober 2010

BALI is LOVE from #EatPrayLove the Movie

have you lost touch......
....with who you are?than risk everything


and let yourself GO.

gambar: courtesy by omg.yahoo.com

Film yang dibintangi si "Pretty Woman" Julia Robert dan Javier Bandem sudah di realese sejak 13 Agustus 2010 di Amerika. Dan Indonesia, yang merupakan salah satu tempat setting film tersebut baru premier minggu lalu. Saya tertarik buat nonton film ini bukan karena nama besar Julia Robert tapi lebih ke lokasi syutingnya di BALI.

Tepat tahun lalu beberapa media di Indonesia sempat memberitakan pengambilan gambar film ini di Bali. Hampir 40% mengambil lokasi di daerah Ubud dan Karang Asem dan Julia Robert sempat tinggal sebulan di Bali untuk menyelesaikan adegan film tersebut.



Review
Diambil dari novel dengan judul yang sama: Eat Pray Love yang merupakan kisah nyata dari sang penulis, Liz Gilbert. Menceritakan seorang wanita, travel writer yang mencari jati dirinya. Hingga suatu saat dia bertemu dengan seorang dukun, Ketut Liyer di Bali yang meramal kisah hidupnya.

"You're an International traveller and married twice, one short and others longer."
Next year you will run out of money, but do not worried! All the money you will be back!


8 Oktober 2010

twitter update: dari Bobby Chinn sampe Raja Ampat

gambar: reply from Bobby Chinn

Lately saya sering meng-RT timeline temen-temen twitter tentang info-info wisata baik lokal maupun mancanegara. Sebenernya tujuannya cukup simple yaitu meng-reinformation hal-hal yang berbau traveling ke semua followers.

Ada berita-berita hangat minggu ini mulai dari kecelakaan KA yang sampai 2 kali berturut-turut, cuaca extreme di beberapa kawasan di Indonesia, sampai berita tour ke Raja Ampat di Irian jaya yang harganya selangit. Nah, berita terakhir yang bikin geregetan sebenarnya!! Masak siiiy liburan lokal lebih mahal ketimbang liburan ke mancanegara???

11 Agustus 2010

be your own travel agent

Banyak paket-paket wisata yang ditawarkan di koran-koran maupun agen travel yang memberikan kenyamanan saat kita berwisata baik dalam maupun luar negeri. Tapi tentunya paket tersebut tidaklah murah, apalagi kalau kita hanya pergi seorang diri atau berdua saja.

keterangan gambar: Buku panduan Macau (gratis) dan Peta (MTR) Hong Kong dari seorang teman

Sebenernya bila kita mau berwisata ke negara-negara dengan transportasi yang mudah seperti Singapore atau Hong Kong ada baiknya jalan sendiri tanpa bantuan agen travel. Caranya mudah sekali, ada beberapa tips yang sering saya gunakan sebelum berangkat.
  • Tentukan tujuan wisata, tentunya pilihlah dari beberapa list yang telah dibuat
  • Sesuaikan dengan budget, buatlah forecast biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Contoh: transportasi, hotel, makan dan tambahkan 10-20% dari total biaya tersebut
  • Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang tujuan wisata, bisa dari internet atau bertanya kepada teman-teman yang sudah pernah mengunjungi daerah tersebut
  • Bandingkan harga hotel di travel agent dengan harga di internet
  • Cari informasi tentang transportasi (ini satu poin penting) supaya perjalanan kita lancar


2 Agustus 2010

jalan-jalan bareng Komunitas baru






Hari Jumat lalu saya diajak seorang kawan untuk mengikuti event yang diadakan oleh komunitas Jejak Petjinan. Komunitas ini sendiri sudah mengadakan even serupa untuk yang keempat kalinya. Jejak Petjinan digagas oleh Paulina Mayasari yang biasa dipanggil Maya, dengan misi untung menyatukan perbedaan antara Pribumi dengan peranakan Tionghoa. Lebih lanjut tentang Jejak Petjinan bisa klik disini.

Minggu pagi kita sudah berkumpul di Giant Supermarket jalan Rajawali, tempat yang telah ditentukan oleh panitia. Jadwal keberangkatan semula jam 6.30 terpaksa harus molor 30 menit untuk persiapan dan registrasi peserta. Peserta cukup banyak, total 55 orang dengan panitia. Mulai dari anak-anak sampai kakek-nenek.

Perjalanan menuju Tuban di tempuh selama 2,5 jam, persis arloji saya menujukkan jam 9 lewat 30 menit saat bus kita memasuki area parkir Klenteng Kwan Sing Bio. Dan semua peserta bergegas turun memasuki area klenteng dari pintu samping. Cuaca cukup terik, matahari bersinar sangat cerahnya.

Memasuki Klenteng Kwan Sing Bio atau lebih populer disebut Klenteng Khong Cho, semua peserta asik mengabadikan bagunan-bangunan di sekitar taman yang mulai dibuat panggung untuk acara ulang tahun klenteng Selasa besok.

Yang lain memperhatikan dapur terbuka di sebelah barat taman, dapur ini menyatu dengan bangunan untuk ruang makan. Menu yang disediakan ada nasi goreng dan mie goreng, bagi pengunjung boleh makan dengan gratis (non-halal).

Tidak berapa lama pengurus dari Klenteng, Bapak Gunawan siap menyambut kita. Beliau memberikan sambutan dan penjelasan mengenai sejarah Klenteng ini, juga menjawab beberapa pertanyaan dari peserta.

Selanjutnya kita diajak mengelilingi bangunan di sekitar klenteng, saya memilih untuk melihat pantai diseberang Klenteng. Disitu sempat menikamati es degan dan pemandangan laut lepas. Beberapa penjual bakso dan siwalan menawarkan dagangannya. Di kejauhan nampak perahu-perahu nelayan yang sedang di parkir berjejeran.

Setelah kembali memasuki Klenteng, sepasang peserta menanyakan tentang ritual doa di Klenteng. Sambil ingin menunjukkan pada teman tadi, saya juga ikut doa. Membeli satu set hio (alat sembahyang umat Budha) seharga 15 ribu terdiri dari kertas uang, 2 pasang lilin, hio besar dan hio kecil. Mulailah kita bersembahyang, dimulai dengan memasang lilin dan menyalakan hio. Ritual pertama adalah menghadap langit, kemudian sesuai urut-urutan dari satu samapi ke tujuh. Dan terakhir ditutup dengan membakar uang kertas di Pagoda.

Karena waktu agak molor dari jadwal, kita bergegas menuju tempat berikutnya yaitu Tjio Ling Kiong atau disebut Klenteng Mak Cho. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Klenteng Khong Cho, hanya beberapa kilometer. Letaknya persis di seberang alun-alun kota.

Klenteng ini tidak sebesar Klenteng Khong Cho, hanya terdiri dari bangunan utama dan bangunan kedua di belakang. Tetapi memiliki keunikan tersendiri, dengan gambar-gambar sejarah di kanan kiri dinding. Setelah melihat bangunan Klenteng Mak Cho, kita melewati gang kecil di samping Klenteng menuju pemukiman penduduk. Disini kita melihat rumah kuno yang ditinggali oleh Pecinan Tuban.

Selesai melihat kehidupan pecinan Tuban, waktu pas untuk makan siang. Kita digiring menuju alun-alun diseberang Klenteng, disini ada dua pohon beringin besar cukup rindang ditengah teriknya siang itu. Sambil menikmati makan siang di bawah pohon beringin, kita saling bertukar cerita dan saling mengenal satu sama lainnya.

Setelah beristirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Agung Tuban di sisi barat alun-alun. Disini kesempatan kita untuk melihat sejarah dan bangunan Masjid yang terletak di depan makam Sunan Bonang. 30 menit mengitari masjid, selanjutnya menuju makam Sunan Bonang. Sunan Bonang merupakan salah satu dari wali songo dan denger-denger masih keturunan Tionghoa.

Memasuki area makam di sambut dengan bangunan masjid di sisi barat dan bangunan tempat wudhu di sisi timur. Makam ini berbaur dengan makam umum dengan luas yang tidak begitu besar. Makam Sunan Bonang sendiri berada persis di tengah-tengah, berupa bangunan persegi empat dengan atap yang rendah sehingga peziarah harus jongkok untuk masuk kedalam.

Sekembali dari makam, saya sempatkan untuk melewati pasar di sisi selatan. Banyak penjual disini, mulai dari baju, sovenir, kurma, dan berbagai macam oleh-oleh lainnya. Karena saat itu hari minggu jadi cukup banyak peziarah yang berkunjung.

Berakhir sudah perjalanan di kota Tuban, sebelum kembali ke Surabaya kita mampir di kota Babat untuk melihat proses pembuatan wingko babat di Lo Lan Ing. Perjalanan satu jam menuju kota Babat cukup untuk beristirahat sejenak. Sampailah kita di depan toko Lo Lan Ing, yang menarik disini ada puisi yang cukup mengelitik.

PUISI WINGKO

Suatu hari nanti
Wingko Babat jadi Terkenal
ke seluruh dunia
Seperti Pizza dari Italia

Suatu hari nanti
Pembuat Wingko Lo Lan Ing jadi Ternama
Seperti Mc Donalds

Suatu hari nanti
Wingko Lo Lan Ing jadi Ternama
Jadi makanan kecil
Di pesawat Garuda Indonesia
Makanan kecil di istana Raja dan Presiden

Bukan Khayalan yang ingin saya berikan
TAPI KEINGINAN YANG NYATA

Seperti cerita yang ditulis oleh temen baru dari komunitas ini di blognya: inijie.com

Di Pabrik Lo Lan ing, pertama kita disugguhi wingko oleh si pemilik. Pabrik ini lokasinya di belakang toko, pertama adalah tempat untuk packaging. Ada 4 orang yang sibuk membungkusi wingko kecil-kecil dengan kertas, dan di lem dengan lem kanji.

Kemudian area produksinya, berada di bagian belakang bagunan. Terdiri dari dua oven yang terbuat dari bata dan menggunakan kayu bakar, persis seperti oven untuk membakar pizza. Di sisi paling belakang adalah pembuatan jenang ketan hitam. Proses pembuatan jenang memakan waktu sekitar 4 jam dan harus diuleni terus menerus.

Setelah melihat proses pembuatan, sebagian peserta belanja untuk oleh-oleh. Dan akhirnya selesai sudah perjalanan kali ini, kita sempat mampir di Lamongan untuk makan malam. Tentunya Soto Ayam Lamongan yang jadi menu andalan.

-can't wait for the next event of Jejak Petjinan-

29 Juli 2010

A week in Singapore





Previcious --> End Year 2009 trip

Day 2: Johor Bahru - Singapore
hari ini perjalanan kita lanjutkan menyebrangi Singapore, sebelum keberangkatan saya sempetkan jalan-jalan di sekitar hotel. Disana terdapat beberapa hotel dan pemukiman penduduk. Kota JB memang tidak terlalu cantik, tetapi bisa dinikmati. Di seberang hotel adalah terminal truck menuju Singapore, jadi suara cukup bising bila mereka membunyikan klakson.

Karena rombongan dengan anak-anak (4 orang), akhirnya kita pilih Taxi menuju Singapore. Ongkos taxi cukup murah hanya MYR 60 (180 rb), bisa di isi 4-5 orang. kita tinggal menyiapkan passport dan mengisi form, di serahkan pada sopir taxi. Dan di custom, sopir taxi yang menyerahkan dan diperiksa sebentar oleh petugas dan perjalanan bisa di lanjutkan tanpa harus membongkar barang bawaan kita.

Taxi berhenti di daerah Bugis, jadi untuk menuju ke hotel kita harus pindah ke Taxi lokal.

10.39
taxi kita sudah berhenti di depan Hotel Peninsula Excelsior. Menyusuri lift sampai di Lt. 6 tempat lobby hotel, dengan maksud untuk menitipkan lugage kita di hotel ternyata pihak hotel memberikan kamar kita saat itu juga...... Lumayan, setelah membongkar bawaaan menuju kamar kita bergegas untuk mulai keliling. Tujuan pertama adalah SNM, Singapore National Museum yg letaknya mmg ga jauh2 dr hotel, persis di seberang fort canning park.

Selanjutnya adalah Flyer, sebelumnya kita lunch dulu di kantin USN (University of Singapore) yg berada di seberang SNM. makanan cukup murah, rata2 $2-4. kita pilih menggunakan Bus menuju Flyer, naik dari Bras Basah melewati Suntec dan turun di Marina Square.

Hampir sejam lebih menikmati pemandangan kota Singapore dari atas Flyer, kita lanjutkan menyusuri marina square menuju Esplanade. Dan terakhir adalah Merlion, kita pulang dg jalan kaki melewati Raffles dan St. Andrew church.

Makan malam cukup murah meriah, berada di bawah Peninsula Plasa... modelnya seperti Kopitiam dengan variasi menu noodle.

Day 3: Sentosa Island and Vivo City
Pagi ini kita bersiap menuju Sentosa Island, menggunakan Bus dari halte di Hill st. menuju Vivo City. Dari Vivo City perjalanan di lanjutkan dengan monorail yang letaknya di Lt. 3, ada 3 station pemberhentian di Sentosa Island... kita pilih turun di Imbiah, station paling ujung. Dari sini kita bisa menggunakan free On On Bus yang mengitari sebagian pulau Sentosa.

Rencana untuk balik ke pulau besar dengan menggunakan cable car terpaksa harus batal, karena cable car lagi dalam perbaikan. Tetapi kita sempet main-main dari atas pulau, ada bbrp permainan yg oke sekali. Mulai dari Tiger Sky Tower, Race car, 4D Movie, Taman Kupu-kupu sampai Museum.

Hari ini kita tutup dengan menghabiskan permainan di Vivo City, ada tempat main terbuka buat anak2 sangat seru sekali....

Day 4: Akhir Tahun 2009
Karena hari ini adalah penghujung tahun, sengaja saya tidak mengajak anak2 ke tempat2 wisata. Selain karena (yang pastinya) rame, tentunya untuk menghemat tenaga buat akhir tahunan.....

Hari ini saya sempatkan untuk pergi ke IKEA.... yup, toko perlengkapan rumah tangga serba ada.... Letaknya di daerah Alexandra Rd. berseberangan dengan deretan apartement disana.

Sorenya, kita sempet balik ke hotel karena barang belanjaan yg banyaaak.... dan siap2 untuk malam tahun baru. Beberapa teman yg tinggal di Singapore udah kasih tau sebelumnya, jangan sampai ke Orchard... pastinya PENUH sekali.

Akhirnya, kita pilih ke Clark Quay setelah makan malam di Baikut Teh (di New Bridge Rd.) salah satu tempat paling famouse.

Count down 2010 saya nikmati di Singapore Recreation Club yg ada di seberang St. Andrew Church. Dari sini bisa di lihat fire work yang dinyalakan dari Marina Bay.

HAPPY NEW YEAR 2010

Day 5: Singapore Science
Hari ini kita menggunakan MRT east-west dari City Hall St. dan turun di Joo Koon St. (stasiun paling ujung) di daerah Jurong Industrial. Dari sini kita menuju Singapore Army Museum, bisa melihat berbagai pengetahuan mengenai Singapore. Disini kita juga menonton pertunjukan 3D, ceritanya adalah kehidupan ikan sarden di Afrika Selatan.

Oya, di dalam museum terdapat berbagai tehnologi yang di tampilkan. mulai dari penemu2 ilmu pengetahuan sampai robot yang bisa bicara, sayangnya ngak boleh di handycam.

Perjalanan ke dua adalah Singapore Science dan Snow City, kita hanya punya waktu 2 jam sampai jam 5 sore. Karena tujuan awalnya adalah main di Snow City maka kita langsung menuju ke sana. Snow City terletak satu komplek dengan Singapore Science dan memilliki bangunan yang terpisah.

Hujan yg menguyur sejak sore membuat kita tidak bisa melanjutkan ke Singapore Science, akhirnya kita balik ke Hotel.

Acara malam harinya, jalan-jalan ke China Town.....
China town menjual berbagai pernak-pernik sovenir dengan harga yg jauh lebih murah. Mulai dari T-shirt (3 for $10) dan gantungan kunci atau magnet kulkas (7 for $10).

Day 6: Orchard.....shoping time
Ngak afdol rasanya kalau ke Singapore ngak mampir ke Orchard road.... ya, karena di sini memang surganya wanita yg hobby shoping.

Pagi ini saya melihat beberapa anak kecil menaiki firecar di satsiun pemadam kebakaran, kebetulan sekali terlihat dengan jelas dari jendela kamar hotel. Tanpa pikir lama kami pun bergegas ke sana, menyebrangi Hill St. kita sampai di Fire Station yang merangkap dengan museum. Ini adalah fire station pertama di Singapore dengan bangunan bata expose berwarna merah sangat cantik sekali.

Pertama kita harus mengisi buku tamu, sambil menunggu giliran untuk naik ke fire car kita sempet coba2 helm dan jaket fireman....

Memasuki area Museum 2 lantai yg terletak di sisi kiri bangunan, kita mendapatkan berbagai macam atribut. Mulai dari mobil pemadam kebakaran sampai simulator semprotan airnya... Disini di tunjukan beberapa kejadian kebakaran dan orang2 yang pernah menjadi petugas pemadam kebakaran. Ada dua nama orang dari Jawa yang membuat saya surprise!!

Untuk memasuki museum tanpa di pungut biaya sama sekali, bahkan kita bisa mendapat pengetahuan gratis. Topi pemadam dari plastik buat anak2 juga dibagikan gratis, pulangnya kita di bagi buku cerita dan buku mewarnai juga... Bila berminat dg atribut pemadam kebakaran spt T-shirt juga bisa beli di sana.

Orcard Road.....

Surga belanja sudah di depan mata, menyusuri sisi selatan mulai dari Kiliney Rd sampai Grange road. Ngee An City samapi ION Mall, disini sempet beli es potong cuman $1.... dan menikmati pertunjukan musik dari mahasiswa SNU... feeding a bird yang banyak berkeliaran di sepanjang trotoar...

Hiasan di trotoar dan jalanan sangat cantik dengan tema Christmast....

Oya jangan lewatkan untuk naik ke atas roff di OC... ada berbagai macam cafe dan restaurant, selain itu ada taman cantik di atas roff. dari sini bisa dilihat sudut2 kota Singapore.... tunggu sampai matahari terbenam, pemandangan sungguh cantik.

Makan malam kita mampir ke Kopitiam di Bras Basah.... saya coba menu mexico, yg masak asli dari sono....

Day 7: Last day in Singapore
Hari terakhir saya sengaja bangun pagi sekali, kali ini saya pergi sendiri karena yg lain masih pada tidur...

menggunakan MRT dari City Hall menuju Little India... toko2 masih pada tutup dan sebagian sudah mulai buka. Sempet beli roti nan di salah satu kedai, murah banget cuman 5 sen....

Dari little india menuju Bugis Village... menyusuri jalan, ah semua sudut kota bisa di lihat dan nampak bagus semua.....

Setelah kembali dari hotel, kita lanjut menuju Boat Quay untuk mencoba boat tour menuju merlion dan kembali lagi sampai di Clark Quay.

Waktunya meninggalkan SIngapore, setelah check out dari hotel kita kembali ke JB dengan menggunakan mini bus. mini bus saya booking melalui petugas hotel, seharga S$150 (sejutaan) untuk ber-10. Dijemput dari hotel dan diantar sampai hotel di JB, ada hal yg perlu saya sampaikan bila menggunakan bus atau mini bus kita harus bongkar muatan kita di custom. Hal ini cukup merepotkan bila barang bawaan cukup banyak, dan satu hal lagi jangan bawa tas belanjaan karena akan di periksa di custom JB dan kemungkinan akan dimintai uang oleh petugas. just be carefull guys....

18 Juni 2010

Thailand Trip: BANGKOK




Part III
Tujuan terakhir saya pada trip ini adalah BANGKOK!!

day one..

setelah menempuh 13 jam perjalanan dari Phuket Town dengan bus malam, akhirnya saya tiba di Mo Chit Bus Terminal di Bangkok. Letaknya ngak begitu jauh dari Chatuchak Market....

Pas sekali ini adalah hari minggu dimana hari untuk pergi ke Chatucak Market, karena pasar ini mmg weekend market bukanya hanya sabtu dan minggu saja. Karena kebingungan arah dan tanya kanan kiri pada ga tau bahasanya, akhirnya saya pilih naek taxi menuju hotel. Tadinya saya mau berhenti di Chatucak dulu, ternyata masih belum buka.... oya, saran saya kalo mau naek Taxi milih yg pake argo meter ya.. krn awalnya saya di tawarin THB 300 menuju hotel, tp saya maksa cari yg pake argo ternyata cuman abis THB 100.

7.00 sampai di Hostel (Urban Age, di daerah Patphong), ngak mungkin check in sekarang...saya nitip tas dan mandi dulu sebelum balik lagi ke Chatucak. Kali ini saya balik ke Chatucak dg BTS (monorail) naik dari Sala Daeng station trus interchange di stasiun Siam berakhir di Stasiun Mo Chit. Persis di utara Chatucak Market yang bersebelahan dengan Queen Sirikit Park.

Mulailah dengan Shoping t-shirt dan pernak pernik lainnya, mmg murah banget sih... T-shirt 2 pc cuman THB 99 ato 15000/pc, di pasar ini jualnya macem2, mulai baju, celana, tas, aksesori, sepatu, lukisan, sampe pet shop... mau yg brand new ato second juga ada... Karena belum makan semaleman, saya cari makanan di dalem pasar juga... nemunya Kwetiaw dengan campuran daging babi, ayam dan fishball, oke juga ...

rute berikutnya adalah Grand Palace, saya menggunakan BTS lagi...kali ini arah balik dari stasiun Mo Chit, interchange dg Silom line BTS di Stasiun Siam dan turun di Saphan Taksin. Perjalanan di lanjutkan dengan menggunankan Long boat dari Central Pier.

Melewati 5 pemberhentian, sampailah di Tha Tien Pier (no 5) persis berseberangan dengan Wat Arun di seberang sungai. Wat pertama adalah Wat Pho, di sini terdapat Reclining Budha dan beberapa kuil. beberapa kuil masih di renovasi. Wat Pho terletak di belakang Grand Palace.

Untuk mencapai Pintu masuk Grand Palace, kita harus jalan kaki menyusuri trotoar sepanjang Maharat road atau menggunakan tuk tuk. Sesampai di Grand Palace, bagi yg menggunakan celana pendek harus sewa celana panjang dg deposit THB 150 yg akan di kembalikan saat kita mengenbalikan celana. Entry pass THB 300, adalah tiket termahal tapi worthed dg banyaknya tempat2 didalam Grand Palace... Lucky me, Grand Palace tutup sampai jam 4 sore jadi saya masih punya waktu sejam untuk mengitari.

Setelah Grand Palace, berikutnya adalah Kaosan road (the famouce place for backpackers). menyusuri Sanam Luang Park di seberang Grand Palace, melewati para pendemonstran pendukung Taksin yg waktu itu sedang orasi di sekitar Taman dan Democracy Monument....

Sesampai di kaosan road, saya coba mencicipi Pad Thai (only for THB 30)... banyak hostel dan penjual baju di pinggiran jalan, bener2 kayak Bangla road di malam hari.....

Setelah melewati Democracy monument yg penuh si kaos merah, saya menuju City hall dan Giant Swing....

Berikutnya adalah The Golden Mount, kuil di atas bukit... recomended banget untuk di singgahi... udara Bangkok yg panasnya minta ampun serasa hilang di sini... menyusuri anak tangga dan beberapa lonceng (kita memukulinya satu persatu). dari puncaknya kita bisa masuk ke dalam kuil dan melihat indahnya kota Bangkok dari atas sini... seluruh penjuru kota bangkok terlihat dari sini!!!

Menyusuri sepanjang Bamrungmuang Road, sampailah di National Stadium (ujung BTS Silom Line) yang bersebelahan dg MBK Mall... Karena belum dapet kunci hotel, dan reseption td pagi sudah mewanti2 jangan sampai lebih dari jam 9 sampai di hostel. Akhirnya saya balik ke hostel dg BTS dari Siam st.

hari ini belum selesai, ternyata Patphong market di sebelah Hostel cukup ramai di malam hari. banyak pedagang baju dan tas, tapi harganya pasti lebih mahal!!

----

day two...

Perjalanan menuju Ayutthaya (klik)

Selanjutnya saya menuju Siam Discovery, Siam Center dan Siam Paragon yg mmg sederet... Sekumpulan Mall, terdapat Seaworld di basementnya...

Selanjutnya menuju ke Suan Lum Night Bazzar, lagi2 tempat shoping mirip dg Chatucak tp yg ini bukanya malam hari saja... Kalau harga barangnya sptnya lbh murah di Chatucak, pintu masuk Suan Lum kita di sambut dg sederetan kios penjual makanan dan ada live music. Sebelumnya kita musti beli karcis untuk beli makanan, senilai uang yg ingin kita belanjakan.

belanja sampai puaaaas......

----

day three...

my last day at Bangkok, pagi2 saya menyusuri sekitar Silom road dan Surawong road daerah dimana saya tinggalin 3 hari ini. ternyata ada depot di sudut gang, di belakang hostel.... saya pilih masakan rebung, babi panggang dan cah daging! hanya THB 40 sudah termasuk minum, kenyaaang! Baru kali ini makan nasi selama di Thailand.....

arah balik dari Surawong Road menuju Rama IV road, melewati Wall Street dan Jim Thomson Silk Shop.. sampailah di Lumpini Park. Dimana berdiri kokoh patung King Mongkutklao, setelah puas mengitari sudut taman Lumpini saya balik ke Silom Road, di bawah Sala Daeng terdapat Tops Supermarket untuk beli beberapa oleh2 panganan khas Thailand.

Tet jam 10, siap untuk berangkat pulang.... setelah mengucap Trima Kasih dg reception yg membantu bbrp hari ini selama saya stay di Bangkok!!

Tadinya saya akan menggunakan Bus dari Hua Lam Pong seharga THB 150 menuju Suvarnabhumi Airport, lucky me.... setelah nanya2 sama roomate dari Philipina, dia kasih saran mengunakan bus umum No 55 dari Victory Monument. Artinya saya harus menggunakan BTS yg sama menuju Chatucak Market dan turun di Victory Monument st.

Turun dari stasiun BTS masih jalan kaki melewati penyebrangan menuju halte di sisi timur monumen. pas nyampe di halte langsung keliatan Bus no 55 dg warna kuning menyala, tarifnya hanya THB 34 total THB 60 dg BTS tadi.... murah banget kan!!!

sampai di airport hanya sekitar 1 jam perjalanan, stop di halte bus dan harus pindah ke bus airport (free)....

Holaaaa, ternyata airportnya sangat2 bagus... gede... lux...dan..... Indonesia kalah lagiii :(

Kali ini perjalanan kembali ke KL mengunakan Malaysia Airlines, ternyata pesawat saya di delay 1 jam. lumayan masih ada waktu buat jalan2 di airport, masih bisa wisata kuliner... ternyata makananya jg ngak mahal2 amat, sekitar THB 40 -80.

Sebenernya saya sedikit khawatir dg pesawat saya berikutnya dr KL ke Sub jam 7 malem, karena saya hanya punya waktu 2 jam untuk pindah dari KLIA menuju LCCT!!

Akhirnya semua berjalan dg lancar, meskipun saya sedikit dongkol sama sopir bus menuju LCCT.... udah tau org lagi ngejar waktu masih bisanya dia bersantai ria ngobrol dg temannya, tp itulah sedikit cerita perjalanan saya kali ini....


Can't wait for the next JOURNEY

14 Juni 2010

Thailand Trip: PHUKET







Hari kedua, tujuannya terbang ke Phuket. Tujuan awal, saya pengen naik kereta api tapi setelah browsing2 ternyata naik kereta api memakan waktu hampir seharian. Diurungkan lah niat naik KA, akhirnya dapet tiket AA yg ngga begitu murah.... :) lebih mahal dr pd tiket PP sub-KL.

Dah jam 7 tet, pesawat berangkat. Landed di Phuket juga jam 7 pagi karena waktu Phuket sama kayak di Surabaya, mundur sejam dari KL. Pemandangan sebelum landed bagus banget, matahari juga baaru mulai muncul, dari kejauhan keliatan pulau kecil menyerupai jamur2.....

Pertama rada bingung juga, naik apa ya ke Patong (salah satu pantai yg paling ramai di Phuket), saya juga stay di sini...

Cari2 info transport, eh malah di tawarin tour ke James Bond island sama Phi phi island. Dari milis tetangga saya dpt info kalo ikut one day tour sekitar THB 1500/tour. Mereka pertama tawarin harga THB 2200/tour, akhirnya jiwa tawar-menawar muncul, heheheh. Deal, harga THB 3150 untuk 2 tour itu. Semua sudah included transfer dari airport ke hotel juga dari hotel ke hotel esok harinya. Lunch dan perlengkapan spt: canoeing, alat2 untuk snorkling dll. (kalo sepatu katak bayar sewa lagi THB 100). oya, untuk tour ke Phi phi mmg lebih mahal. dan ada 2 pilihan yaitu pake speed boat ato kapal besar. saran saya sih pake speed boat, lebih cepet dan lebih nyaman meskipun lebih mahal. *Jangan takut buat nawar!!!

kebetulan karena masih jam 8 pagi keburu untuk ikut tour ke James Bond island hari ini, yipppeey...itung2 ngirit ongkos taxi!! heheheh...., taxi dari airport ke Patong bisa kena sekitar THB 600. Lumayan kan!!!!

Hari 1 Phuket: James Bond one day Tour
ternyata pelabuhan cukup dekat daari airport, sekitar 20 menit....
peserta juga cukup banyak terbagi menjadi 5 boat, tet jam 10 pagi kita start. Kita harus jalan kaki menuju dermaga yg jaraknya sekitar 500 meter.

Di atas boat sudah disediakan minuman FREE, mulai dari air mineral sampai soft drink. hanya beer saja yg musti bayar!! heheh.... juga ada snack spt nastar, buah2an,dll...

Pemberhentian pertama yaitu Khao Ping Kan yang punya nama beken James Bond island, mengitari pulau ini punya pemandangan yg menabjubkan!! di balik pulau terdapat deretan pantai dan terlihat dikejauhan pulau2 kecil2 banyak sekali!!! sekitar 45 menit disini, kita lanjutkan perjalanan... tet jam 12 lunch di atas Boat dg menu spagetti, chicken wings, nasi goreng, veggie saute dan yg paling yummy adalah ikan goreng dimasak dengan bumbu nanas... hmmm, ga ketinggalan Tom Yam.

Setelah kenyang, kita di ajak untuk canoeing di Ko Hong island. melihat keindahan pulau2 di sekitarnya, yg menjadi inspirasi film Avatar.....

Dari Ko Hong yg masuk wilayah Phang Nga kita menuju Ko Phanak, salah satu pulau yg memiliki cave. Dengan menggunakan canoe kita menepi, memasuki gua yg memiliki batu andesit spt crystal putih. sampailah kita di tengah2 pulau, yg mirip lubang sumur. ternyata di sini tersimpan terumbu bakau dan batu2an yg unik...

setelah selesai menikmati keindahan cave di Ko Phanak, kita menuju sisi balik pulau untuk berenang ditengah laut atau hanya ber-canoe.... sangat mengasikan...

perjalanan balik ke pelabuhan mulai turun hujan, tp pemandangan begitu indahnya.... mata hanya memandang ke belakang, sambil terbayang begitu indahnya deretan pulau2 itu menyerupai gunung2 jamur di tengah lautan....

Jam masih menujukkan 16.00, saatnya kita diantar pulang menuju hotel... perjalanan sekitar 1 jam. saya kebagian penurunan yg terakhir, sambil mencari2 hotel yg berada di pertigaan Bangla Rd. Setelah check-in, cepet2 mandi dan mulai jalan2 di daerah bangla... ada banci show dan sederet pub dan cafe!! Bangla Rd mmg di tutup untuk kendaraan mulai jam 6 sore, jadi begitu banyak pejalan kaki menikmati pertunjukan!!

Udah ga sempet cari makan malam, saya malah menghabiskan berbagai panganan di pinggir jalan spt: sate dan buah2an yg mengiurkan, hehehehh....

Hari 2 Phuket: Kho Phi Phi one day Tour
Jam 7 pagi saya sudah siap di lobby hotel untuk di jemput travel agent, setegah jam kemudian mereka baru datang....

Sekarang tujuannya adalah Phi phi island.... yg ada di bayangan yaitu film THE BEACH, wah saya bakalan melihat benerkah keindahan Ma Ya Bay????

Perjalanan di mulai dengan menggunakan speed boat, kapasitas sekitar 30-40 orang. si Solaiman guide kita hari ini mulai memperkenalkan diri, dan byuuuur.... speed boat mulai jalan dg kenceng menembus ombak yg gede pagi ini... kita terombang-ambing dan terkocok2, hahahahha....

1 jam cukup bikin mual dikocok di tengah laut tadi, tp begitu lihat pemandangan di depan mata....whooola...Ma Ya Bay, dengan pasirnya yg putih bersih dan warna air hijau bening,,,hmmm, amazing!!!

kita di kasih waktu 40 menit untuk menikmati pulau ini, wah cepet deh ambil foto sana-sini!!! masuk ke dalam pulau, terdapat pondok dan beberapa tenda...di balik pulau terdapat pantai dengan batu karang yg terjal, naiklah ke tangga daari kayu. terlihat beberapa boat mengitari pulau...hmmm!!

Ada beberapa rombongan snorkling di Maya Bay tapi kita tidak snorkling disini. Perjalanan lanjut menuju Pileeh Lagoon... pemandangan laguna yg begitu bagus, hijau dan air yg begitu jernih!!

Selanjutnya, melihat dari boat keindahan Viking Cove dan ikan dory yg begitu banyaknya!!! Setelah itu kapal merapat di Monkey Beach, saya tidak turun dari boat dg pikiran mau menikmatinya dari atas boat saja!!!

Perjalanan di lanjutkan menuju Kho Phi Phi, Pulau dg resort dan restauran. kita lunch di salah satu resto, setelahnya saya coba untuk mengitari pulau. Di pulau ini tidak ada mobil ataupun kendaraan bermotor lainnya, jadi memang bebas polusi...

Satu jam di pulau kita menuju terumbu karang di deket kho Phi Phi, acara snorkling di mulai.... wah, pemandangan bawah lautnya menabjubkan!!! dengan ikan-ikan yg sangat natural... setelah 30 menit, kita di bawa ke Khai Island untuk acara bebas....

Khai island, kita bisa snorkling atau pun menikmati keindahan pulau ini. besarnya hanya 2x lapangan bola, sekeliling di kitari pasir putiiih.... di sini saya coba Thai Papaya salad, spt rujak kuah pindang di Bali!!!

perjalanan pulang, ombak sudah tidak begitu besar.... speedboat yg kita tumpangi cukup enak, tanpa guncangn2 spt td pagi.

begitu sampai di Pier, kita di antar balik ke hotel. saya memilih untuk turun di depan Jungceylon Mall, salah satu mall terbesar di Patong. ngak lupa nyobain pijat reflexi, ternyata beda sama di surabaya, tarifnya semua sama THB 200 untuk satu jam pijat reflexi.

Berikutnya menikmati sunset di Patong, .....

hari 3 Phuket: hari ini saya habiskan buat keliling Patong beach, mulai pagi saya telusuri sepanjang pantai Patong. sempet mampir di HRC Phuket, sampe jam 11 siang cepet2 saya balik ke Hotel. setelah check out, saya tunggu bus yg menuju Phuket town kebetulan lewat di depan hotel.

Sampai di terminal Phuket, saya cari2 bus menuju Bangkok. Jatuh pada pilihan bus 2nd class dg harga THB 450 berangkat jam 5 sore. Masih ada waktu bbrp jam, akhirnya saya pun mulai puter2 Phuket town. Perut udah mulai keroncongan, ngak jauh dari terminal ada depot mie yg rame... wah perlu di coba, bener aja seafood noodlenya jago banget!!!

Setelah jalan kaki 1 jam, tibalah di Old town...eh, ngak sengaja nemu On-on Hotel...lagi2 tempat pengambilan film THE BEACH...masuklah saya ke dalam hotel, yg memang hotel ini bener2 hotel jadul dg perawatan yg minim... di dalam hotel terdpt bbrp foto2 film The Beach, wah sayang sekali kondisinya... jauh lebih bagus hotel Ganeffo di kembang jepun, hehehehh....

di daerah old town, kita bisa lihat bangunan2 tua... sptnya ini bener2 pusat kota!!!

kurang dari sejam lagi bus berangkat, saya cepet2 balik ke terminal.... beli buah mangga dulu buat di perjalanan!!!

Perjalanan makan waktu 13 jam sampai di Bangkok..... cioaaaaooo Phuket!!!

to be continue Thailand Trip: BANGKOK

9 Juni 2010

Blog Liburan Murah


Hari ini posting pertama saya di blog milik teman http://liburanmurah.info, sebenarnya dia sudah beberapa bulan yang lalu meminta saya untuk ikutan menjadi salah satu Kontributor, tetapi baru hari ini sempat posting.

Posting pertama saya mengenai perjalanan ke Thailand, yaitu Phuket. bisa klik disini
http://liburanmurah.info/phuket

Semoga tulisan-tulisan perjalanan saya berikutnya bisa menjadi masukan yang bermanfaat bagi teman-teman pelancong.

7 Juni 2010

Thailand Trip: Kuala Lumpur transit






10 Maret 2010

hari Rabu ini sudah saya tunggu mulai September tahun lalu, sejak saya beli tiket promo Airasia....

Jam masih jam 7 pagi, masih cukup waktu sekitar 3 jam dari jadwal. setelah menunggu sejam di antrian loket, ternyata masih belum ada satu pun person in charge yg muncul... mulai ada bisik2 dari orang-orang kalau bakalan ada delay. 30 menit kemudian, bener aja ada pemberitahuan kalau jam penerbangan di undur sampe jam 11. oh, ini yg bikin sempit waktu kunjungan ke KL. Okey lah, dalam benakku bilang harus dibikin FUN aja toh ini perjalanan for have fun!!!
setelah dapet boarding pass, 2 setengah jam saya habiskan di 2 louge FREE di airport, yah lumayan....

Tet jam 11, passengers sudah pada masuk ke pesawat... perjalanan di tempuh sekitar 2 jam 40 menit menuju KL.

Jam persis di 13.40 artinya waktu KL sudah jam 14.40, pas landed di LCTT, cepet2 saya lari menuju custom (sengaja ga bawa bagasi). di bagian imigrasi memakan waktu sekitar 40 menit karena antrian cukup panjang.

keluar dari custom, saya cari bus menuju KL... ada beberapa loket yang menjual tiket bus, akhirnya saya pilih Airasia Skybus RM9 one way.

Jam 16.15 waktu setempat nyampe di KL Central, trus naik ke level 2 tempat stasiun monorail dan train lainnya menuju ke segala tujuan.

Tujuan pertama saya adalah KL twin tower, tempat kunjungan saya 6 taon lalu. setelah cari2 train yg menuju ke KLCC, ternyata pakai Klanajaya cukup bayar RM 1,6.

Nyampe di KLCC, langsung siapin kamera... dah deh potret sana potret sini, juga mengitari taman di belakang KLCC, tetep sama seperti 6 taon lalu. Saya sengaja beli nasi lemak di Cold and Storage buat dimakan di taman.

Udara cukup panas, sampai muncul gerimis.... sekitar 2 jam di sini, tujuan berikutnya adalah BUKIT BINTANG....

Naiklah saya monorail dari Bukit Nanas Station, deket KL Tower.

Ternyata, ga banyak yang berubah di Bukit Bintang. saya telusuri jalan bukit bintang yang berlawanan arah dari Puduraya, ternyata ada satu mall baru PAVILIUN, cukup menarik... sambil cari udara dingin disini, heheheheh..

Saya buka catatan, menurut temen-temen dari milis Jalan Sutra ada tempat makan di sepanjang jalan Alor (daerah Bukit Bintang) setelah di cari-cari ketemulah Jl. Alor yg terletak di seberang Sugei Wang, setelah pilih-pilih depot yang rame pengunjung jatuh pada restoran Cu Cha.... hihihihi, saya pesen kwetiaw dan es teh..not bad lah!!!

setelah mengisi perut, tujuan berikutnya adalah Petaling Street. yes, it's China Town. Saya naik Monorail dari Bukit Bintang dan turun di Petaling. ternyata nyampe di sana sudah jam 23.30 dan pedangan sudah mulai mengemasi dagangannya.... ya udah, batal deh shoping di China Town (tp mmg rada ga niat, hehehh)

Ya udah lah, cepet2 saya cari stasiun Pasar Seni menuju KL Central karena last train jam 00. Kepikir mau nunggu Skybus jam pertama (jam 3 pagi) menuju LCCT. yg artinya nunggu sekitar 3 jam di KL Central. wah, gawat ternyata KL Central ga nyaman blas!! mau nunggu di McD juga bosan.

Finally, saya cari2 info transport menuju LCCT. ada yg nawarin Taxi minta sekitar MYR 50, wah mahal banget. Ternyata sekarang udah ada kereta yg menuju KLIA dan sekarang bisa transfer ke LCCT, cuman RM 12. oke lah saya ambil naik kereta, perjalanan transfer di stasiun Salak Tinggi kemudian dilanjutkan naik Bus (harga sudah included).

Jam 1 dini hari nyampe di LCCT, gilaaaa.... ternyata ruame bgt disini. Banyak juga yg nunggu di sini, masih ada waktu sekitar 6 jam for next flight to Phuket.

ya udah, tiduran deeeh di airport... hihihihih, this is my first experience!!

to be continue Thailand Trip: day two, PHUKET

3 Juni 2010

End Year 2009 Trip



Tiket AA SUB-JB-SUB sudah di tangan sejak Febuari 2009, 9 bulan sebelum keberangkatan kita untuk menghabiskan tahun baru di negri Singa......

Saat itu saya dapat tiket harga NOL rupiah, total yg harus di bayar adalah 1,45jt. Termasuk biaya untuk 4 orang, bagasi 15KG/org, makanan/org, airport tax dan biaya asuransi. Sangat murah sekali, artinya per orang hanya 360ribu PP..... Bandingkan dengan tambahan tiket yg saya beli sebulan sebelum keberangkatan, yaitu 2jt per org... ahhahahaha

Periode perjalanan: 28 Desember 2009 - 4 Januari 2010

day I: Surabaya - Johor Bahru
Pagi ini saya sudah siap dengan lugage, sengaja 2 jam sebelum take off sudah check in dengan tujuan supaya bisa ngopi2 dulu di lounge. mumpung gratis pake kartu kredit Platinum keluaran Stanchard...

Penerbangan On Time, sampai di Johor Bahru kita langsung meluncur ke Hotel Suria City (beli dari Agoda, harganya lebih murah dr pada di Travel Agent) hanya 360/malam. Hotel yg letaknya di sebelah kastam dengan pemandangan link I malaysia-Singapore.

Malam hari kami habiskan di mall, Central Mall. Mall terbesar di JB, hanya MYR 12 dari hotel by Taxi. Cuaca mmg tdk mendukung, hujan mulai turun sejak kami check in hotel acara jalan2 sekitar hotel terpaksa saya tunda esok paginya.

Day 2: Perjalanan ke Singapore
bisa dilihat di A week in Singapore

Hari terakhir ini kita mengianp di Good Hope Hotel - JB, overall hotel ini ngak layak menurut saya. selain tempatnya yg terpencil, kondisi kamar hotel jg kurang memenuhi standard.

Malam harinya, kita masih sempet menikmati sisi lain JB. makan malam di yakiniku bar di daerah Skudai atas undangan teman yg tinggal di sana. Sempet juga beli beberapa aksesori india di Toko India, sangat lengkap menjual berbagai macam barang2 dari india.

Day 8: Back to Surabaya
dengan menumpang AA jam 8 pagi, kita meninggalkan JB menuju Surabaya......

Nice End year Trip

1 Oktober 2009

Bali: Lovina Beach, Bedugul, Singaraja






Bali, episode Bali rasanya ga bakalan habis di bicarakan...
Selalu ada spot2 baru setiap taonnya......

Tulisan pertama saya tentang bali adalah Bali Utara, Kota Singaraja yang dulunya ibu kota Propinsi Bali terletak di ujung Utara pulau ini.... Dengan wisata pantainya yaitu Pantai Lovina yang terkenal dengan atraksi Lumba-lumba.

Menuju Bali Utara sangatlah mudah, dari gilimanuk bisa langsung melintasi sepanjang jalan Gillimanuk-Seririt sampai ke Singaraja. Memakan waktu sekitar 1.30 - 2 jam, anda akan di suguhi indahnya pesisir pantai utara pulau Bali.

Bila dari airport Ngurahrai biasanya ada travel agent yg siap membantu, perjalanan melalui Denpasar-Mengwi-Baturiti-Bedugul-Buleleng dan sampailah di Singaraja. Jaraknya memang lebih jauh dan harus melewati perbukitan. Tetapi pemandangannya juga tidak kalah menarik yaitu danau Buyan dan danau Baratan.

Ada beberapa hotel di sepanjang pantai Lovina, saat itu saya di kasih 2 pilihan hotel yaitu hotel Melka Excelsior dan hotel Sunari yg memang bersebelahan. Sedikit cerita ttg kondisi ke dua hotel ini.
(1) hotel Melka Excelsior,
terletak di 10 KM sebelah barat kota Singaraja. Menyuguhkan berbagai macam ataraksi lumba-lumba. Selain lumba-lumba mereka juga memiliki mini zoo, sehingga banyak fasilitas dan kegiatan yg di miliki hotel ini sendiri. Sayangnya hotel ini tidak memiliki pemandangan pantai.
bisa di lihat di:http://www.melkahotelbali.com/
(2) hotel Sunari
persis di sebelah barat hotel Melka Excelsior, dengan mengusung tema bungalow. Hotel ini memiliki fasilitas kolam renang yang berhadapan langsung dengan pantai.
bisa di lihat di: http://www.sunari.com/
Saat itu rombongan kami memilih stay 2 hari di hotel Sunari.

Hari pertama kita memilih menikmati sajian ikan bakar di tepi pantai Lovina, dari segi taste cukup bagus karena ikan-ikan tampak segar dan kelihatan baru di tangkap oleh nelayan. Harga pun juga tidak semahal di Jimbaran.

Hari kedua, pagi2 sekali sekitar jam 4.30 kami bersiap2 menuju boat yang telah kita booking sore kemarin. pagi ini kita akan melihat lumba-lumba di tengah perairan pantai utara bali. Sayangnya setelah 2 jam mengitari laut tidak satu pun lumba-lumba yg saya lihat. Ada beberapa rekan yang sempat melihat lumba-lumba, tetapi kekecewaan cukup dibayar dengan indahnya pemandangan sunrise dari perahu.

Saran: bila ingin melihat lumba-lumba sebaiknya pada saat sedikit perahu yg melaut, bila perahu ramai sepertinya lumba-lumba pada ketakutan.

Siangnya selepas makan di Singaraja, kita jalan2 menuju ke arah timur kota Singaraja. Tujuannya adalah air terjun SEKUMPUL, desa Sawan-Buleleng. Air terjun ini sangat alami, masih jarang wisatawan yg menuju ke sana.

Kita harus parkir di halaman rumah penduduk yang memang khusus menyediakan lahan untuk parkir mobil. Berjalan kaki sekitar 700 meter mengitari persawahan, perkampungan dan sungai kecil. Banyak pemandangan yg bisa dinikmati sepanjang perjalanan menuju air terjun.

Air terjun ini terdiri dari 4 rongga, kita bisa menyusuri anak tangga sampai ke dasar air terjun. dari atas bukit bisa melihat pemandangan air terjun yg diselimuti kabut.

Hari ketiga, setelah check out dari hotel Sunari kita melanjutkan perjalanan menuju danau Buyan. Kali ini kita stay di Hotel Bali Handara Kosaido, dengan pemandangan golf range.... sangat indah.

Tidak sedikit yang bisa kita nikmati di Bedugul, salah satu tempat favorit keluarga saya adalah Kebun Raya Bedugul. Banyak fasilitas disini, selain hanya bermalas-malasan tidur diatas tikar yg kita lebarkan di padang rumput. Flying fox sekitar 150rb untu dewasa....

Selain itu tentunya kita harus ke danau Beratan, mengitari danau dengan speedboat, jetsky, parasailing, melihat goa dengan sampan, memancing dan tentunya menikmati buah-buahan yg di jual sepanjang pasar.

Di sisi timur danau Baratan terdapat candi Kuning, pemandangan yang sangat bagus untuk mengampil beberapa foto. Di sini juga bisa bermain speda perahu.

Selain itu danau Buyan dan Tamblingan juga bisa di singgahi, meskipun kedua danau ini tidak seterkenal saudaranya danau Beratan.

Satu lagi tempat kongkow yaitu kebun strawberry, kita bisa menikmati sajian yang semuanya berbahan dasar strawberry.

to be continue......

24 Agustus 2009

event: Arek2Jember tour dBromo





Sejak dua bulan yang lalu kita, beberapa panitia dari grup Arek2Jember merencanakan untuk membuat event.... even ini tujuannya adalah acara ngumpul2 seperti reunian lintas angkatan dan lintas sekolah...
Akhirnya, dipilihlah bromo sebagi tempat ngumpul2 kita dengan alasan Bromo terletak tepat ditengah antara Jember dan Surabaya.

Selama 2 bulan kita mengajak teman2 untuk turut serta. Teng, last minute kita mendapat 37 peserta dari berbagai angkatan. Mulai angkatan 1980 sampe 2000, komplit...heheheheh.

Hari H yang dari Surabaya berkumpul di McD bunderan satelit jam 20.00, setengah jam kemudian kita berangkat. Sedangkan yang dari Jember sudah berangkat dari jam 19.00. Sewaktu rombongan Surabaya nyampe Pasuruan, ternyata kloter Jember sudah nyampe di RM Bromo Asri - Probolinggo.
Daripada nunggu kelamaan, melalui perwakilan Jember saya persilahkan untuk makan malam dulu. Dan tepat jam 22.30 kloter Surabaya datang langsung serbuuuuuuuuuuuuuuu.....