Laman

Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan

28 Desember 2012

live in Hotel TUGU Malang: personal touch

Joy to the world! The Lord has come
Let earth receive her King!
Let every heart prepare Him room
And heaven and nature sing
And heaven and nature sing
And heaven, and heaven and nature sing....

Lagu Chrismas Carol mengiringi perjalan kita menuju Malang, malam Natal ini saya dan keluarga berkesempatan untuk menikmati di kota Pelajar ini.


Hari pertama kita stay di Hotel Tugu, hotel yang layaknya seperti museum barang-barang antik koleksi sang pemilik. Merupakan perantauan dari Cina dan menjadi pengusaha pabrik Gula yang sukses saat itu, untuk sejarahnya saya hanya dengar dan baca-baca sekilas.

Ini untuk kesekian kalinya saya mampir ke hotel Tugu, tapi belum pernah nginep. Nah kemarin setelah cek-cek harga hotel di agen lokal, ternyata cukup murah harga yang ditawarkan oleh hotel ini, kisaran 700 ribu semalam. Sayangnya kita hanya dapat satu malam saja yang available, oke than, satu malam lebih dari cukup.

Setelah menikmati makan malam di Taman Indie Riverview Resto, kita langsung menuju hotel Tugu untuk Check In. Waktu sudah menunjukan jam 8 malam. Satu yang saya suka adlah proses cek in sangat cepat, resepsionis hanya meminta copy KTP dan langsung menyerahkan kunci kamar kita yang sudah di siapkan.
kolam renang di malam hari, foto diambil dari pintu hotel kamar kita
room amenities dari botol keramik

personal touch

hoter tour

Kita mendapat kamar di lantai bawah diseberang kolam renang dan restauran, tepat dibelakang lobby. Kamar yang strategis. Kamarnya tidak telalu besar, tetapi disainnya sangat romantis. Dimeja sudah tergeletak kartu selamat datang, personali ini sangat menyenangkan buat tamu.

Paginya, kita hanya bersantai setelah berenang dan menyantap sarpan waktunya untuk hotel tour. Kita mengelilingi bagunan belakang yaitu SPA disana tertata dengan rapi koleksi patung dan lukisan serta hiasan peranakan Cina. Di sisi dalam kita menuju lorong Sahara, dan ini adalah tempat untuk wedding namanya THE SAHARA dengan pohon-pohon palm. eksotik.

Di bagunan yang menjadi satu dengan restauran Melati adalah ruang pertemuan yang mereka sebut THE SUGAR BARON ROOM, disana terdapa koleksi-koleksi foto, lukisan, dan benda-benda seni lainnya.
Sampai di ujung luar adalah toko roti dan snack yang mereka sebut BAN LAM.

Beralih ke lantai dua, diatas lobby terdapat ruang duduk dengan hiasan furniture kuno dan rantang-rantang kuno. Dari sini kita bisa melihat keluar jendela yaitu Monumen Tugu, menyusuri lorong, disana kita akan mendapat ruang SPA dan beberapa kamar tamu.

Menyenangkan bisa merasakan tinggal di hotel Tugu walau hanya semalam. Personal touch.


21 Desember 2012

CNC: dari Naval Base Day sampai ke Jawa timur Park Batu

Akhir tahun ini CNC mengikuti satu even tahunan dari Marinir, yaitu Naval Base Open day untuk memperingati hari Angkatan Laut Indonesia. Dan di minggu berikutnya CNC sendiri mengadakan even bersepeda ke Jawa Timur Park Batu, bersepeda dari rumah Meta di daerah Ijen sampai ke Batu PP.

jalesveva jayamahe

CNC at Surabaya Naval Base
Naval Base Open day
Biasanya diperingati setiap tanggal 5 Desember, tahun lalu saya sudah mengikuti even ini tetapi tidak bersepeda. Nah, tahun ini saya dengan CNC ikut lagi dengan bersepeda. Cuaca cukup terik walau masih pagi, dan begitu banyak warga Surabaya yang datang.

Seperti tahun kemarin, Angkatan Laut mendemokan semua jening alat perang yang merka miliki beserta kapal-kapal perangnya. Kapal Dewaruci tetap menjadi obyek yang menarik dalam even ini, Ong yang menjadi paling antusias karena pernah 40 hari menjadi ABK Dewaruci saat SMA dulu.

Hotel Tugu Malang
Java Dencer Coffee Malang
Sampai di JATIM PARK 2, 18KM, 2 jam

BNS so colorful, seragam pertama CNC

CNC goes to Batu
Kesempatan ada libur di akhir minggu kita sempatkan untuk bersepeda keluar kota, kali ini Malang-Batu menjadi tujuannya. Kesatu karena disana ada rumah Meta, sehingga kita bisa sedikit irit dalam akomodasi :) Kedua, kita memang belum pernah menjajal rute ini sebelumnya. Ketiga, just for fun.

Malam sebelumnya kita sudah sampai di kota Malang sekitar jam 6 sore, aku, Adre dan Anton mengendarai mobil box bersama 11 sepeda lainnya. Sedangkan rombongan kloter kedua baru masuk Malang sekitar jam 7. Setelah ngopi di Java Dencer Coffee, kita mampir ke hotel Tugu dan alun-alun monumen Tugu di seberangnya.

Sesampai di rumah Meta, kita langsung bongkar loading dan udah ngak sabar bersepeda malam hari di sekitaran Ijen. Jadilah kita bersepeda samapi tengah malam.

Keesokan paginya, kita start jam 6. Menuju Batu memang tidaklah jauh hanya 18 Km, tetapi yang menjadi kendala adalah tanjakan yang cukup curam. Kita melintasi Sengkaling dan terus menuju BNS dan Jatim Park, memakan waktu sekitar 2 jam. Setelah makan di warung pak Sidik, cuaca mulai tidak bersahabat. Hujan deras. Jalanan licin yang membuat Adree tergelincir dan jatuh, padahal sebelumnya saya beberapa memperingatkan Oliv, Meta dan Louisa supaya lebih berhati-hati saat jalanan turun.

Setelah seharian bersepeda Malang-Batu, saatnya untuk menjelajah kuliner Malang. Rujak Bejo di Ananas menjadi jujugan pertama. dan selanjutnya......

23 Maret 2011

Live in: Hotel Trio Indah 2 Malang



Perjalanan kita kemarin terakomodasi di dua hotel berbeda, tadinya saya berencana buat stay dua malam di Citihub Hotel berhubung pada hari kedua fully booked terpaksa saya pindah ke Hotel lain. Langsung deh kepikiran buat stay di Hotel Trio Indah 2 yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Citihub, persis di pojokan pertighaan Jalan Jaksa Agung Suprapto dan jalan Slamet Riyadi. Lokasinya strategis banget karena memang berada di jalur utama masuk kota Malang dan jalan akses menuju kawasan jalan Ijen.

Hotel Trio Indah Sendiri punya 2 lokasi, pertama berlokasi di jalan Jakgung Suprapto yang menjadi jalan utama masuk kota Malang. Sedangkan lokasi kedua terletak tidak jauh dari hotel pertama yaitu di jalan Slamet riyadi. Tetapi kalau dilihat dari lokasi lebih prefer di Trio Indah 2 karena di sebelah hotel terdapat 24 jam fast food terkenal Mc Donalds. Selain itu bangunan lebih baru dengan parkiran yang luas.

Kamar dengan luas yang cukup standar dan disain yang standar pula, cukup manis dengan ornamen wallpaper di sandaran kepala bednya. Kebersihan dapat nilai cukup, tetapi yang bikin "hepi" adalah fasilitas wifi di kamar yang cukup kenceng.

Tarif hotel ini sedikit lebih mahal dari pada Citihub, tetapi mereka memberi sarapan pagi buat dua orang dan free buat anak dibawah 12 tahun. Menu sarapan cukup bervariasi mulai dari stall omelet, stall bubur, stall roti panggang dan stall buffet. Menu buffet cukup lengkap mulai dari sup bening, nasi goreng, bihun goreng dan pecelan :)

Sayangnya saat kita stay disana ada trouble jenset sehingga malam itu beberapa kali terjadi pemadaman listrik :( Maklum ya dari sore tadi hujan lebat ngga brenti-brenti, untung saja udara Malang yang sejuk masih bisa kita nikmati dari jendela.


Lihat Peta Lebih Besar

Hotel Trio Indah
Jl. Jagung Suprapto 18-20, East Java, Malang, Jawa, Indonesia
Telp. +62341 34161, +62341 341648

Hotel Trio Indah 2
Jl.Brigjen Slamet Riyadi No. 1-3 - Kota Malang
Telp. +62341 359083, 359087 Fax. +62341 359088

19 Maret 2011

jejak Wisata Kuliner Malang

Melengkapi perjalanan kita kemarin selama di Malang dan sekitarnya, berikut saya posting wisata kulinernya. Kali ini kita benar-benar tidak makan di tempat biasa kita mampir, seperti yang sudah-sudah Depot 29 Lawang, Sate kambing Hotplate dan Warung Bethania di Batu sama sekali tidak tersentuh. Yang ada adalah mencoba tempat baru, menu baru dan sebagian adalah hasil rekomendasi dari teman dan juga tentunya Pak Bondan di acara Wisata Kuliner.

Depot SARI RASA Lawang
Nah disini saya mau coba tahu goreng petis yang kata temen saya maknyuss, malah dua orang yang kasih advise!! Rasa penasaran sejak tiga minggu lalu setelah saya posting tahu tempe goreng petis milik Depot 29. Memasuki depot yang mirip rumahan dengan halaman parkir yang cukup luas, seperti kebanyakan depot di daerah situ yang menjual cemilan-cemilan selain makanan. Waktu itu masih sekitar jam lima sore, ternyata tidak satupun ada pelanggan disana. Saya pesen tahu goreng plus wedang jahe, tidak lama muncul pesanan kita. Tahunya gendut-gendut baru saja diangkat dari penggorengan. Dari tekstur hampir sama dengan tahu-tahu kebanyakan di Jawa Timur dengan isinya yang padet tidak seperti tahu sumedang yang bolong didalamnya. Petisnya tidak ada yang istimewa, (maap) saya masih menjagokan Depot 29!!Total Tagihan:
tahu goreng @5000
wedang jahe @3500
Alamat:
Jl. Dr. Wahidin 29/61 Lawang,
Malang

Warung SUBUH Malang
Malamnya setelah check in Hotel, kita dijemput teman lama yang tinggal di Malang. Dia dan keluarganya mengajak kita bersantap Indonesian Food dengan puluhan menu masakan yang bisa kita pilih sendiri. Mulai dari olahan ayam, seafood, sayuran banyak sekali pilihannya. Warung ini mirip mini Pujasera, selain menyediakan masakan tadi juga terlihat stall-stall penjual sate ayam, kikil kambing dan lainnya. Waktu itu saya pilih udang masak pedas, cumi tinta hitam, cah krecek. Untuk urusan rasa dapat acungan jempol sayangnya kurang pedes buat lidah saya, dan "katanya" termasuk murah (maklum gak ikut bayar) hehehe. Si teman order lontong cap go meh, tampilannya lucu hanya irisan lontong disiram kuah kari ayam diatasnya. Tapi menurut dia dan suami rasanya paling oke.
Lokasinya di Jl. Raya Langsep No.11A Malang Kota/Klojen
dan sudah buka cabang di Surabaya (ternyata) beralamat di Jl. Raya Kupang Jaya No. 19 Surabaya Barat/Sawahan
Telpon: 031 7325830

Nasi Buk: Bik Matira Malang
Pagi ini sengaja saya menjajal nasi Buk yang cukup terkenal di kota Malang, dari info-info di blog tetangga Nasi buk Matira ini yang memang jadi legendanya. Setelah ngublek-ngublek daerah stasiun kota akhirnya nemu juga warung Bik Matira, lokasinya hanya beberapa toko dari stasiun. Pagi-pagi sekitar jam setengah delapan ternyata sudah ngantri yang beli! Mereka menghidangkan pilihan lauk seperti, babat, paru, empal, usus, dendeng yang semuanya digoreng. Sebagai pelengkapnya adalah serundeng dan sayur lodeh (tewel=nangka muda) dan juga sambel tentunya. Selain nasi buk warung ini juga menyediakan menu lainnya seperti Rawon, kare ayam dan ayam panggang.
Lokasinya: Jl. Trunojoyo 10 EF Malang (daerah stasiun kota Malang)
Harga tergantung pesanan, untuk sebungkus pesanan saya waktu itu 15.000,-

Sate Kambing Bang Saleh Malang
Ah akhirnya tercapai juga buat nyobai sate kambing Bang Saleh, warung ini dapat rekomendasi dari Pak Bondan di acara wisata kuliner di trans TV. Warungnya cukup kecil, nampak dari depan adalah si pemanggang sate dengan asap yang mengepul dan baunya yang harum (tambah bikin laper). Di sebelah si pemanggang sate ada penjual martabak tapi bukan kambing, isinya hanya sapi dan ayam. Sate kambing dan Gule Kambing keluar setelah menunggu sekitar 10 menit, dangingnya cukup oke tidak alot. Tetapi tetap lebih juara Sate Hotplate di Batu, kalau lagi males naik warung ini juga boleh buat alternatif :)
Lokasinya di Jl. Ade Irma Suryani 43, Extogen - Malang. Cukup mudah menuju kesini, dari alum-alun lurus saja setelah itu belok ke kiri. Dari sanah sekitar 500 meter sebelah kiri jalan.
Total tagihan: 46.000,- semuanya

Depot Gai Sin Jombang
Keluar dari malang, kita mampir di depot Gai Sin di pinggiran kota Jombang. Lokasinya cukup strategis karena dilewati jalan utama antar kota. Kalau nampak depan sepertinya lahan parkirnya sedikit karena memang seperti ruko, tetapi lahan kosong di sebelahnya ternyata cukup luas dan bisa menampung puluhan mobil. Kondisi depot rame banget sampe-sampe harus ngantri. Depot ini menyediakan masakan Chinese yang sudah dikombinasi masakan Indonesia. Cumi masak garam, tami cap cay, nasi goreng spesial, kul nenek saus taoco dan bakwan campur adalah orderan kita malam itu. Untuk tiga masakan pertama rasanya juara, tetapi bakwan campur nothing special. Dan Kul nenek tidak recomended, bumbunya kurang meresap sehingga saat makan kul-nya yang ada rasa hambar. Over all, depot ini boleh dijadikan rekomendasi apalagi harganya yang tergolong murah. Untuk semua tadi total tagihan tidak lebih dari 90 ribu.
Lokasi: Ds Kepuh Kembeng 149 JOMBANG dan sudah buka cabang di Jl Mulyosari 119 SURABAYA

15 Maret 2011

Tak nampak pelangi di Coban Pelangi


fiuuuh, setelah menikmati teriknya matahari dengan semilir tiupan angin laut di Bale kambang berikutnya kita menuju ke tempat sejuk. "Next we going to waterfall" I said to my little boy, Reno. And he so excited to heard that. "Yey, we go to waterfall Daddy!!" sambil jingrak-jingrak kegirangan diatas jok mobil. Lucu melihat tingkah polah dia yang tidak merasa capek menempuh perjalanan yang cukup lama didalam mobil.

Sebelumnya saat perjalanan menuju Bale Kambang tadi pagi, saya melihat sign menuju Coban Pelangi dan Tumpang. Udah kepikiran asik juga kalo mampir ke sana sekalian ke petapaan Karmel di Tumpang.

Start jam 1 siang setelah selesai acara piknik di pinggir pantai, kita menuju Coban Pelangi. Satu jam perjalanan sampailah di Bululawang, wah hujan deres banget dari Gondang legi. Tadinya saya mau mampir ke Candi Jago, tetapi gak ketemu akhirnya perjalanan lanjut terus menuju Coban Pelangi. Persis jam empat kurang limabelas menit, kita menepi di parkiran pintu masuk Coban Pelangi. Udara sangat sejuk apalagi setelah hujan, nampak masih basah dimana-mana. Sepanjang perjalanan dari Tumapang samapi desa Gubuk Klakah ini ditanami perkebunan Apel, sayuran, nanas dan pohon-pohon peredu. Dan sekali-kali nampak ibu- bapak tua yang mengendong kayu bakar sudah turun dari atas.

Memasuki Wana wisata air terjun dan bumi perkemahan Coban Pelangi yang termasuk dalam Perum Perhutani Unit II, kita hanya perlu bayar 4000 per orang. Coban Pelangi sendiri terletak di Kecamatan Poncokusumo di lereng gunung Semeru. Dari sini bisa menuju ke Bromo sekitar 20KM lagi dan turun tepat di lautan pasir, tidak sedikit pendaki Semeru yang melewati jalur ini.


View Larger Map

Setelah membayar tiket masuk, kita langsung berjalan menyusuri jalan setapak yang sebagian sudah disemen dan sebagian lagi berupa tanah padat. Jaraknya sekitar satu kilometer untuk sampai di bawah air terjun. Cukuplah berhati-hati karena jalanan cukup licin, apalagi disaat cuaca hujan seperti ini. Sepanjang perjalanan nampak beberapa warung penjual gorengan dan kopi. Menyebrangi sungai dengan jembatan yang terbuat dari bambu, dan sedikit lagi kita sudah sampai di kaki air terjun. Di sekitaran aliran sungai tadi terdapat bumi perkemahan, dilengkapi dengan fasilitas Flying Fox hanya dengan membayar sepuluh ribu rupiah.

Suara gemuruh air terjun sudah terdengar dari kejauhan, sampai tapak terakhir terlihat curahan air dari atas sana. Air terjun cukup deras dan membentuk tetesan seperti hujan gerimis. Banyak wisatawan yang mengabadikan pemandangan cantik ini dengan berbagai pose :) acara narsis dimulai!!! Di sekitaran air terjun tumbuh pepohonan yang sangat rindang dan lebat, sebagian ada yang longsor.

Perjalanan kembali ke parkiran cukup berat, tetapi kita jalan santai saja sambil menikmati pemandangan hijau-hijau daun yang jarang kita lihat sehari-hari. Ahhhh, hari yang mengasikan!!! Rencana untuk mampir ke pertapaan karmel akhirnya batal karena hujan dan langit mulai gelap, mungkin next time.

Berikutnya gunung lagi, menikmati keajaiban "Anak Kelud"

11 Maret 2011

South Malang: dirty Bale Kambang

"Tanah Lot"nya Malang selatan, Bale Kambang

Gereja di Gondang Legi sejak 1928


Pagi itu udah niat banget buat saya untuk menjelajah Malang selatan, keinginan yang terpendam cukup lama. Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya sudah mengumpulkan info tentang Malang selatan. Mulai dari googling, tanya-tanya sama temen yang bulan lalu ke sana sampe menodong temen kantor buat cerita seluk beluk pantai selatan ini kebetulan dia berasal dari Kepanjen (kota di selat Malang). Teman ini mengatakan kalau pantai paling bagus di Malang selatan adalah Ngeliyep, setelah melihat di wikimapia ternyata antara Bale kambang dang Ngeliyep tidak begitu jauh (sekitar 20 KM) dan ada jalan penghubungnya.

Oke, kali ini coba ke Bale Kambang dan Ngeliyep dulu next round pasti Sendang Biru dan Pulau Sempu tentunya. Btw di daerah Sendang Biru juga ada pantai yang (katanya) masih banyak orang yang gak tau, Goa Cina. Tapi perjalan ke Goa Cina cukup berat, berhubung membawa keluarga saya rasa bukan pilihan yang bagus.

Perjalanan start jam 9 pagi dari hotel Citihub, sebelumnya mampir ke kapel di Gereja Hati Kudus Kayu tangan dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Satu jam perjalanan ke selatan akhirnya sampai di Gondang legi, disini adalah simpul menuju Bale kambang dan Sendang Biru. Di pertigaan Gondang legi ini petunjuk arah cukup jelas, ke kiri adalah Sendang biru 46 KM dan ke kiri adalah Bale Kambang 32 KM. Jadi dari Gondang Legi masih butuh waktu sekitar 40 menit untuk sampai di Pantai Bale Kambang.

Wooolaah, jalan menuju pantai ditumbuhi pohon-pohon besar bagus banget. Dan kondisi jalan "cukup" mulus walau ada sedikit lubang disana sini. Sayangnya, sesampai disana kondisi pantai rame buanget (maklumlah memang lagi tanggal merah) jadi udah ilfil buat ambil foto-foto :( mana lagi kotor banget!! Sedih deh ngeliat orang-orang yang belum sadar buat menjaga kebersihan, apalagi di tempat-tempat umum terutama kawasan wisata seperti Bale kambang.

Dari parkir mobil belum nampak pulau yang katanya mirip tanah lot itu, sampai saya berpikir apa ini salah ya!!?? Bela-belain dah buat nanya sama tukang parkir, oh disana mas puranya (sambil nunjuk ke rimbunan pohon didepan mata). Walhasil saya parkirin mobil di depan toko-toko penjual pakaian layaknya di Bali. Sesampai di pinggir pantai barulah nonggol itu Pura di atas pulau yang dihubungkan jembatan, lagi-lagi kondisi jembatan ada sedikit hancur (mengenaskan).

Matahari yang menyengat banget siang itu (sekitar jam 11) tidak membuat pengunjung buat berteduh, malahan banyak banget dari mereka yang asik bermain air di tepian pantai. Sesampainya di bawah jembatan (yang ambruk tadi) dari sini nampak laguna yang sedikit teduh dengan air berwarna hijau tua, tidak sedikit pula yang berenang disana.

Tidak berlama-lama disana, saya memilih untuk pindahkan mobil di parkiran yang agak sepi. Disini kita membuka bekal nasi Buk Matirah yang sempet saya beli tadi pagi di Stasiun kota :) Asik juga makan siang ala piknik di tepi pantai, dibawah rindangnya pohon waru dan yang tidak kalang mengasikan adalah semilir angin pantai yang bikin ngantuk. Apalagi, nasi buk ini Mak Nyussss tenan!! Hilang sudah rasa kecewa......

Dengan melihat kondisi Bale kambang seperti ini sungguh-sungguh menyurutkan niat buat lanjut ke pantai Ngeliyep. Finally, saya putuskan untuk balik ke kota Malang tapi sebelumnya kita mampir ke Coban Pelangi di Tumpang. Tunggu posting berikutnya ya....


View Larger Map
Bale kambang terletak di Selatan desa Srigonco

9 Maret 2011

hijaunya WONOSARI



Akhir minggu kemarin cukup menyenangkan bagi saya dan keluarga, kita menyempatkan ber-longweekend di seputaran Malang (lagi) hehehe. Walaupun Malang termasuk kota terdekat dari Surabaya, terus terang belum semua tempat wisata di kota dingin ini sempat kita kunjungi. Mengawali liburan kali ini kita mampir ke Wisata Agro Wonosari yang masuk dalam PT perkebunan Nusantara XII.

Sebenarnya mudah sekali untuk menuju ke sini, bila dari arah Surabaya setelah pasar Lawang ada petunjuk arah belok kanan (plangnya cukup gede kog). Dari sini kita naik sekitar dua puluh menit mengendarai mobil, jalananya pun mulus. Sepanjang perjalanan terdapat rumah-rumah penduduk dan beberapa kebun agro.

Memasuki gerbang PTPN XII hijaunya perkebunan teh mulai nampak, cuaca cukup cerah dan sejuk. Beberapa kelompok orang terlihat sedang mengendong keranjang bambu dan memetik daun teh. Sesampai di Agro Wisata Wonosari, loket masuk cukup bayar 8000 per orang dan parkir mobil 3000. Di sana terdapat perumahan penduduk PTPN yang cukup cantik tertata rapi dan bersih seperti kebanyakan perumahan di perkebunan. Saya memarkir mobil di sebelah Wisma Rolas, satu-satunya penginapan berupa hotel yang hanya berjumlah tidak lebih dari 20 kamar. Tarifnya bervariasi antara 350-400 ribu, sesuai tipe kamar.

Menikmati sejuknya dan indahnya pemandangan, kita duduk-duduk di teras wisma Rolas yang menjorok dilereng perkebunan teh. Setelah itu berkelililng melihat mini zoo di sebelah selatan wisma, disana juga terdapat flying fox dan tree house. Di sebelah utara terdapat kolam renang dan bungalow. Fasilitas cukup lengkap untuk mengajak keluarga menikmati akhir pekan.

Sudah puas menikmati pemandangan di Agro Wisata Wonosari, tidak ketinggalan buat jepret sana jepret sini mengabadikan momen indah ini. Sayangnya perkebunan teh disini di campur dengan pohon peredu, tidak seperti di daerah Puncak maupun Lembang yang cantik dengan hamparan tanaman teh. Tetapi hal itu tidak mengurangi keindahan Wonosari.



Lihat Peta Lebih Besar

28 Februari 2011

Celebrate Cap Goh at First World outdoor theme park

Venice Gondola rides at First World indoor theme park
Boating rides at Genting outdoor Theme Park
Main entrance to Outdoor theme park
Matahari rides
One day unlimited Rides Pass

Hari pertama kita sampai di Genting, anak-anak sudah tidak sabar buat exploring mainan-mainan yang ada di theme park. Saat itu sudah jam 6 sore dan cuaca di luar berkabut, jadi memang harus bermain di indoor theme park yang terletak di lantai 1M sampai 2B First World Hotel. Pertama-tama pastinya kudu beli tiket ˆ⌣ˆ seperti yang saya posting sebelumnya, membeli tiket indoor theme park dengan menggunakan WorldCard akan mendapat special price. Pilihlah paket-paket yang tersedia: family package (2 adult and 2 child), senior citizen (diatas 60 tahun), atau all theme park (indoor dan outdoor) yang pasti masing-masing punya harga yang menguntungkan. Ada pula penjualan tiket per rides (bukan terusan) bila Anda hanya ingin bermain satu atau dua spot saja.

Perlu diketahui bahwa indoor theme park tutup sampai jam 12 malam bahkan sampe jam 1 pagi saat peak season dan total memiliki 26 permainan sesuai umur, family rides, children rides dan Thrill rides. Sesuaikan permainan yang cocok dengan anda dan keluarga. Selain permainan yang termasuk dalam tiket terusan (unlimited), ada pula beberapa fasilitas yang harus beli tiket sendiri seperti Replay's Believe it or Not, Snow world, The haunted Adventure, Genting Sky Venture.

Hari berikutnya setelah breakfast, kita memulai exploring Genting outdoor theme park. Opening hour mulai jam 10 pagi, cuaca sangat bersahabat cerah dan sejuk. Sama seperti di indoor theme park, disini juga mengolongkan permainan sesuai dengan usia. Banyak juga permainan uji nyali (thrill rides) dan pengetahuian seperti dinosaurusland. Ada pula satu permainan nyali yang perlu dicoba "flying coaster" tidak termasuk dalam tiket terusan tapi anda cukup bayar RM10, serasa terbang seperti superman :) Dan jumlah permainan di Outdoor lebih banyak dari pada Indoor, total ada 39 permainan. Tapi sayangnya tidak semua permainan dibuka saat itu, ada yang lagi renovasi ataupun lagi maintain (on schedule maintaince)

Perlu diketahui bahwa Genting outdoor theme park ini cukup luas dan sebagian besar permainan memang di luar ruangan. Walaupun cuaca di Genting sejuk tetapi matahari cukup menyengat di siang hari. Berikut Tipsnya:
☑ gunakan Sunblock
☑ sedia topi atau payung
☑ minum air yang banyak
☑ sedia jaket dan gloves bila perlu!

Urusan perut jangan khawatir, Anda bisa coba beberapa menu yang disediakan oleh kios-kios disana. Cukup banyak kios yang menyediakan makanan cepat saji dengan harga murah, sekitar RM4. Dan harganya lebih murah loh dari pada di indoor theme park!!

Karena hari itu (17 febuari) adalah perayaan Cap Go Meh yaitu merayakan bulan purnama pertama setelah tahun baru imlek. Jadi suasana cukup ramai sampai malam, banyak rombongan tour yang datang hari itu. Acara di isi dengan pertunjukan tari-tarian dan barongsai, atraksi Indian dengan permainan apinya dan terakhir event ini ditutup dengan firework display di outdoor theme park dan first world hotel.

posting berikutnya masih seputar Genting.....

7 Februari 2011

melewati bulan pertama di 2011

Hampir sebulanan di Januari kemarin Sugi sedikit sekali postingnya, memang mood lagi ngak bagus :) Bukan seh, cuman setelah akhir taon memang belom ada jalan-jalan lagi.

Setelah melewati beberapa acara di weekend kemarin, seperti pesta perkawinan sepupu dan perayaan tahun baru Imlek. Sedikit flash back seperti perayaan tahun-tahun sebelumnya, kita keluarga besar berkumpul dirumah saudara tertua. Makanan-makanan yang dihidangkan kali ini tergolong ngangenin, terutama sekbak. Semacam sup yang isinya sayur asin, usus babi, sam cam, lidah, wah pokoknya makanan berat yang mengoyang lidah, hahahha...

Hidangan lainnya bermacam-macam, mulai dari salad buah (husarenzla), asinan bogor, berbagai macam kue dan cake, macaroni sekotel, messed potato, martabak manis, lapis surabaya dan tidak ketinggalan fortune orange yang selalu ada di tahun baru Imlek.

Nah, baru kemarin Sugi dan keluarga berkesempatan buat jalan-jalan ke Malang. Selain buat visit sodara, kita juga nyempetin buat main-main di Batu Secret Zoo (lagi) dan Museum Satwa. Karena sudah pernah di posting, ngak apa-apa juga cerita-cerita sedikit disini. Cuman buat share, kan suasananya juga beda sehabis Tahun baru Imlek.

Tidak banyak yang berubah di Batu Secret Zoo sejak tiga bulan kemarin kita terakhir ke sini, kecuali beberapa koleksi satwa di Savanah ada penambahan. Overall lainnya masih tetap!! Kemarin kita sempet buat nyobain naik kapal di satu wahana di sana, ngantrinya dari istana Semut. Cukup menarik, kita diajak berkeliling menggunakan boat berkapasitas sekitar 10 orang. Yang menarik adalah kita disugguhi layaknya istana boneka di Dufan saat memasuki Noah Arc (kapal nabi Nuh), memang tidak sebagus yang di Dufan sih :)

Lagi di Museum Satwa, tidak ada perubahan saat terakhir kita mengunjungi tahun lalu. Selain diorama di beberapa tempat sudah terisi dan nampak tambah menarik!! Sedangkan diorama besar di tengah-tengah koleksi-koleksi ikan nampak belum ada perubahan :(

Sewaktu bersiap untuk pulang, kita disugguhi pertunjukan Barongsai dan Wushu didepan lobby Pohon Inn. Lumayan menarik juga, banyak pengunjung yang memberi angpao.

Wisata Kuliner
Pertama-tama kita menikmati tahu tempe petis di Depot 29 Singosari, tidak lupa juga untuk order Spesial Sop Kambing obat. Wah ngak pernah lewat deh untuk yang satu ini!! Untuk Siangnya kita juga tidak melewatkan sate kambing dan Gule kambing di depot Hot Plate Batu.

Tidak banyak tempat yang disinggahi karena terbatasnya waktu tetapi cukup membuat kita relax melewati akhir minggu ini.

8 November 2010

Live in: CitiHub by URGENT, Malang









Mengakhiri weekend kali ini kita mau jalan-jalan lagi ke Malang, kota terdekat dari Surabaya. Dua minggu sebelum keberangkatan, saya sudah mulai cek hotel-hotel di Malang termasuk Santika Premier yang menjadi langganan kita. Sayangnya mulai dari Santika Premier, Graha Cakra, Regent Park sampai Pohon Inn dan Klub Bunga di Batu sudah fully booked.

Yay, akhirnya cek-cek beberapa hotel di Malang yang bahkan baru pertama kali denger, seperti: Olino Hotel dan Garden Palace. But, baru keinget pengalaman Liburan Murah yang baru nyobain CitiHub Hotel yang konsepnya adalah budget hotel. Namanya memang lagi hoki, pas iseng-iseng nanya available room ternyata masih ada sisa 2 kamar sesuai kebutuhan kita. Akhirnya langsung deh di booking dan pembayaran via transfer BCA, sesuai kesepakatan memang harus di lunasi untuk booking di CitiHub.

Pas hari H keberangkatan kodisi perjalanan sedikit tidak bersahabat, hujan menemani kita sejak masuk kota Lawang sampai Malang dan sedikit macet di Porong :( Akhirnya jam 4 sore kita baru nyape di CitiHub, sedikit bingung juga kog hotelnya di tutup pagarnya. Setelah masuk Urgent Store yang terletak satu komplek, baru tau kalau resepsionnya juga di kasir Urgent Store :) udik!!