Laman

Tampilkan postingan dengan label visit indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label visit indonesia. Tampilkan semua postingan

27 Juli 2015

Lombok island: prepare

Pantai Kuta Lombok, dari Bukit Pujun (Ashtari Ocean View Restaurant and Lounge)
 
 
akhirnya final decision Lebaran kali ini kita ke Lombok...

Angan-angan yang sudah lama terpendam, aku pengen ngajak keluarga melihat keindahan Pulau Lombok, sejak berkali-kali mengajak mereka dan tidak pernah setuju dengan alasan cari makan susah, enakan ke Bali, bla bla bla..... Tapi kali ini aku bulatkan tekad untuk ngajak mereka ke Lombok, pulau di timur Bali yang pernah aku kunjungi terakhir di bulan November 2012

Berawal dari promo salah satu web yang kasi diskon 50.000/tiket untuk pembelian tiket Garuda Indonesia, dimana kita jarang-jarang pake full service flight setiap kali bepergian. Dengan sekali jalan sekitar 450 ribu, aku rasa harga segitu udah worthed dan pulangnya beli pake GFF miles sejumlah 8000 miles/rute plus tax cuman bayar 150 ribu saja. Well, urusan tiket selesai. Done.

Mulai searching penginapannya, rencana awal pengen jalan-jalan ke Sembalun mengenang pendakian 3 tahun lalu terus tujuan kedua ke pantai-pantai yang ada bukitnya dimana sering aku lihat di account IG. Jadi aku pikir pilihan pertama harus nginep di kota Mataram, selain pasti harga lebih murah dan lokasinya ada ditengah-tengah. Pilihan jatuh di Golden Palace hotel dengan harga sekitar 400 ribu per malam sudah termasuk makan pagi. 

Hotel kedua, sebenarnya pengen nginep di Gili Trawangan, secara saya tidak pernah ke gili-gili dan kayaknya semua orang membicarakan pulau-pulau cantik di barat Lombok ini. Ngebet pengen nginep di Villa Sunset Ombak, tapi ternyata sudah full booking, sedih. Cari-cari hotel lainnya kayaknya ngak ada yang pas, kalo ngak karena over budget atau review yang kurang memuaskan. Well, akhirnya muter cari-cari di sekitar Senggigi karena denger-denger dari sini bisa nyebrang langusng ke Gili. Antara The Sentosa dan Kila Senggigi, trus aku milih Kila karena reviewnya lebih bagus dan 3 tahun kemaren sempet liat-liat dari luar pagar karena aku nginep di Mascot Hotel, sebelah Kila (dulu Senggigi Aerowisata Hotel). Dan dapet review dari mama yang taon kemaren nginep disini.

Pilihan ketiga, pastinya Novotel Lombok. Karena experience 3 tahun kemaren sempet menikmati  sunset di Novotel jadi kepincut sama hotel ini. Lokasinya ada di selatan pulau Lombok, hanya sekitar 30 menit dari airport, rekomen banget.

Terakhir tentunya masalah transportasi, saya sempet contact dengan beberapa rentcar di Lombok. Rata-rata mereka mematok harga 400-500 ribu untuk pemakaian 12 jam sudah termasuk sopir dan BBM. Karena rute yang saya mau cukup jauh (muterin setengah pulau), akhirnya aku dapet 1,5 juta untuk pemakaian 2 hari sudah all in. Rute hari pertama: Mataram - Sembalun - Senaru - Senggigi - Mataram, dan hari kedua: Mataram - Pantai Selong Belanak - Pantai Mawun - Kuta - Senggigi. Sedikit overprice sih tapi saat itu tepat dari Lebaran, peak season. 

Berikut contact hotel dan rentcar yang saya pakai:

Golden Palace Hotel Lombok
Jalan Sriwijaya No. 38, Cakranegara, Kec. Mataram, 
Nusa Tenggara Barat. 83232, Indonesia
 
Kila Senggigi Beach Hotel
Jalan Pantai Senggigi, Gunungsari, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, 
Nusa Tenggara Bar. 83355, Indonesia
 
Novotel Lombok Resort and Villa
Mandalika Resort, Pantai Putri Nyale, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, 
Nusa Tenggara Bar. 83001, Indonesia
 
Prima Lombok Travel 
Kavling IV B, Taman Elite Rinjani Asri II, Kec. Mataram, 83511, Indonesia
 
 

22 November 2012

RINJANI: Tenda dan Itinerary yang Bodoh







LOMBOK

Pulau yang "semestinya" tidak jauh dari tempat tinggal saya di Surabaya, pun menggunakan pesawat hanya 50 menit. Tapi setiap kali merencanakan untuk berlibur ke pulau ini selalu gagal, gagal dan gagal. Entah berapa kali saya mencoba membujuk istri dan teman tapi tetap saja tidak ada yang mau dengan alasan bla bla bla bla...

Alhasil "BERHASIL" juga saya membujuk Anton dua bulan lalu, hahaha...., dan ga ada lagi yang mau di bujuk selain dia. Thanks ya Ton ^_^ Setelah cari-cari tiket murah dan 700-800 ribu adalah yang termurah :( rasanya mati rasa kalo inget dapet tiket murah ke Medan kemarin cuman 900 ribu PP ber-empat lagi... hmmmm. Ya sudah, dari pada GAGAL lagi, setidaknya perjalanan ini penuh NIAT.

Hati kecil cuman ingin menikmati pantai-pantai dan gili-gili nan cantik disana, leyeh-leyeh di bawah terik matahari sambil menghitamkan kulit. Nah lho, itin berubah 180* menjadi mendaki ke Rinjani. Alasan pertama cuman gara-gara kita beli tenda murah (280 ribu) setelah diskon 70% di toko perlengkapan yang super lengkap itu. Alasan kedua, tadinya cuman pengen naik ke Plawangan, lihat Segara Anak dari jauh dan balik lagi plus jalan-jalan ke Gili Gili. Setelah itin aku sodorkan ke Suyati (seorang teman yang mengarungi Rinjani dengan kaki keseleo), dia malah bilang "Jadwalmu kacau" hahaha... "Lu, ga pengen lihat Savanah?" "Ga pengen berendam di hot spring?" "Ga pengen lihat hutan Senaru?" "Pemandangannya beda semua loh!!" Hmmmm....

Nga pake mikir panjang lagi, aku langsung mengutarakan niat buat ke Rinjani for all our vacation ke Anton. Dan seperti biasa dia cuman mengiyakan "lagian aku ga seberapa suka pantai ko!!" Okey..

5D/4N keliling Lombok
Ga nyangka beneran, sekali ke Lombok langsung bisa muter-muter satu pulau. Gimana enggak dari sejak mendarat di Praya (lombok Tengah) menuju mataram (lombok barat), esoknya ke Aikmel (lombok timur) lanjut ke Rinjani (lombok utara). Lanjut lagi dari Senaru ke Senggigi (lombok utara ke barat), masih ketambahan hari terkahir mampir Kuta (lombok selatan) gara-gara pesawat kita reschedule 3,5 jam.

my mates ANTON CHANDRA
Perjalanan kali ini, aku anggap semuanya serba kebetulan dan semuanya serasa dibuka jalan. Timingnya tepat, ada saja yang membuat kita merasa bersyukur. Bersyukur untuk jiwa dan rohani yang sehat, kaki dan tangan yang utuh, mata yang masih bisa terbuka lebar. Dan BIG THANKS to my mate Anton Chandra.

Baca juga posting berikutnya mengenai keseluruhan perjalan ini
for mor question please send me tweet at @travelwithsugi

10 November 2012

live in PATRAJASA PARAPAT Toba Lake





Jaringan hotel Patrajasa milik Pertamina juga ada di kota Parapat yang merupakan kota pelabuhan untuk menuju ke Pulau Samosir. Lokasinya cukup strategis dengan pemandangan danau Toba dan Pulau Samosir di belakangnya; karena letaknya yang cukup tinggi membuat view poin sangat bagus. Walaupun sedikit jauh dari pusat kota Parapat.

Hotel ini sudah di renovasi sejak awal 2012; dan ketika kami stay di sana Oktober 2012 sudah rampung semua. Note: pilihlah kamar Superior Lake View, karena kamar Standard Garden View belum di renovasi. Saat itu kami terpaksa menggunakan kamar standard karena sudah full booked untuk tipe Superior. Dan sangat tidak rekomendasi untuk kamar tipe standar, karena tidak nyaman sekali.

Untuk dapat menjangkau hotel ini cukup susah bila tidak menggunakan kendaraan pribadi, karena lokasinya cukup jauh dari jalan besar; sekitar 2 KM  untuk sampai di pintu pos.

Fasilitas hotel ini cukup lengkap: kolam renang dengan pemandangan danau, taman yang menjorok ke danau, restaurant yang bisa digunakan untuk ruang pertemuan. Tidak ada nilai tambah selain lokasi dengan pemandangan yang super duper bagus. 


PATRAJASA PARAPAT LAKE RESORT
Jl. Pertamina Siuhan, Danau Toba
Parapat – Nort Sumatera
P. 62-625 411 86, 411 96
F. 62-625 415 36
E. reservation.parapat@patra-jasa.com

6 November 2012

Live in MIKIE HOLIDAY Berastagi


Mikie Holiday Theme Park
Welcome Mikie Holiday Berastagi
  
Pool and Room

Satu-satunya resort di Berastagi yang mengusung konsep theme park ini berlokasi hanya sekitar dua kilometer dari pusat kota. Lokasinya yang berada di pinggiran kota dengan pemandangan gunung Sibayak dan pemukiman penduduk sekitar.

Sibayak Mount in the morning
Udara dingin karena berada di ketinggian lebih dari 1000dpl membuat kita merasa nyaman untuk bersantai-santai. Sepanjang perjalanan dari Medan Menuju Berastagi dapat di tempuh sekitar 2 jam melewati kota Sibolangit. Jalanan berkelok dan sedikit berkabut, cukup nyaman untuk berkendara dengan mobil kecil.

MIKIE HOLIDAY
Hotel ini dilengkapi berbagai fasilitas hiburan untuk anak-anak: Game center dan kolam renang, serta Theme Park di lokasi yang berbeda dan berbayar.

Lokasinya yang terletak didataran tinggi membuat Berastagi sangat dingin di malam dan pagi hari


Kami mendapat kamar di lantai dua dengan pemandangan kolam renang, dengan balkoni yang besar dapat digunakan untuk bersantai. Kamar cukup luas dilengkapi dengan 32" LCD TV, standing shower, mini bar. Untuk harga kamasr sudah termasuk makan pagi dan 2 pax karcis masuk ke Fun Park.

Mie Medan, menu sarapan lokal di Mikie Holiday
Kualitas makanan cukup menggugah selera, beragam masakan international serta di lengkapi beberapa stall menu lokal. Mie Medan salah satunya; mie kuning dengan irisan tahu dan ayam suwir dilengkapi dengan kerupuk serta disiram saus kaldu kental. Rasanya manis dan gurih serta sedikit asam karena di siram perasan jeruk nipis sebelum di sajikan.


Lobby hotel cukup megah dengan lampu-lampu warna-warni di malam hari, menjadi daya tarik tersendiri. Restauran yang berada di sisi kiri lobby di lengkapi dengan kolam ikan dan taman kering di sampingnya, dibelakang adalah deretan kamar-kamar dan kolam renang menjadi center poin.

Kolam Renang yang tentunya airnya dingin sekali, belum sempat saya coba. Rasa dingin membuat malas untuk menyentuh air, tapi anak-anak tetap saja loncat, byurrrr.....brrrr..... Si Reno hanya tahan 5 menit :) Gisel dan Selena cukup lama bermain di kolam, sambil pesan martabak dan kentang goreng yang tersedia di stall pinggir kolam.

Mikie Holiday Theme Park


Over all, hotel ini sangat saya rekomendasikan bila menginap di Berastagi.


MIKIE HOLIDAY RESORT
Jalan Raya Medan Berastagi
North Sumatra
Indonesia
Phone: +62-628-91650 / 91651
Fax: +62-628-91652

30 Oktober 2012

family goes to MEDAN


Taman Alam Lumbini, Berastagi

Private boat to Samosir Island, Toba lake

Yippie..... Hari-hari yang dinanti akhirnya datang juga, dan kali ini ga perlu nunggu lama untuk menikmati promo Air Asia. Ya, karena tiket murah hanya 220,000 IDR/pax untuk Surabaya-Medan kita dapat baru sebulan yang lalu.

Mobil sewa dari Trac
Pagi itu hari Kamis di akhir minggu Oktober, aku-Heidy dan Selena-Reno serta Ming-Louisa dan Gissel total 7 orang terbang ke Medan.Tiga jam perjalanan, akhirnya landing di Bandara Polonia Medan. Perjalanan agak jauh ke ujung utara pulau Sumatra, lebih lama dari pada ke Kuala Lumpur. Sesampai di sana kekacauan kecil terjadi, rent car yang sudah kita pesan dari Surabaya tidak muncul; alhasil kita sewa mobil di konter Trac yang ada di pintu kedatangan dengan harga dua kali lipat. Ya sudah dari pada liburan kita berantakan, tetapi bagusnya kita dapet mobil Avanza yang baru berumur dua minggu :) and holiday is starting

Berikut ini jadwal perjalanan kita....


25 Oktober 2012
landed at Polonia Medan by Air Asia
SUB-MES by Air Asia, langsung menuju Berastagi dan stay di Mikie Holiday.

Notes: Cukup mengeluarkan kocek sebesar 266 ribu untuk satu orang dan sudah tiket return SUB MES SUB. Sepertinya ini promo termurah yang dikeluarkan Air Asia untuk rute ini. Di Mikie holiday harga per kamar deluxe 750 ribu sudah termasuk breakfast untuk 2 orang dewasa dan 2 anak.


26 Oktober 2012
Mikie Holiday Fun Park
Notes: hari ini kloter kedua Ko Donny sekeluarga dan Soedar mendarat di Polonia dan meeting poin kita di Pematang Siantar; Patung Dewi Kwan Im.  Wolaah, gak nyangka perjalanan dari Berastagi ke Pematang Siantar di tempuh cukup lama sekitar 3 jam lebih karena kondisi jalanan yang rusak parah. Sedangkan Ko Donny yang lewat Tebing Tinggi berhasil sampai di Pematang Siantar lebih cepat, dan kondisi jalanan mulus banget.Setelah makan malam dan berhasil ngicip durian di Pematang Siantar, jam 9 malam kita sampai di Parapat, stay di Patrajasa Parapat

 27 Oktober 2012
Tanjung Unta, Pematang Purba
Sipiso Piso Waterfall
  • Pulau Samosir
  • Danau Toba 
  • Teluk Unta
  • Air Terjun Sipiso-piso
  • kota Medan


NOTES: Hari Sabtu pagi kita menikmati pemandangan danau Toba dan Pulau Samosir dari taman hotel yang ada diatas bukit, lokasi hotel kami memang tidak di tengah kota; dan terletak sedikit diatas bukit sehingga kita dapat leluasa memandangi danau Toba dari ujung selatan ke utara.

Dalam hati yang galau antara mau menyebrang ke Samosir atau tidak; kita coba untuk menuju pelabuhan Parapat. Disana kita ditawarin untuk sewa satu boat private hanya 700 ribu; hitung-hitung hanya 50-ribuan per orang. Puji Tuhan, nazar buat "obok-obok" air danau Toba sudah terlaksana; bahkan kita bisa menyebrang ke pulau Samosir pula dengan private boat. Perjalanan sekitar 4 jam sudah cukup memuaskan kita.

Perjalanan pulang ke Medan, kembali kita lewat Berastagi tapi kali ini menyusuri danau toba: Pematang Purba. Di tiap spot menarik kita coba berhenti dan foto-foto: Tanjung Unta, kelokan-kelokan di sepanjang Pematang Purba cukup menarik juga. Terakhir adalah air terjun Sipiso-Piso yang berdekatan dengan Taman Simalem Resort; untuk taman ini kita tidak sempet mengunjungi karena keterbatasana waktu.

Malam itu kita stay di Grand Sakura, kota Medan; dan menghabisakan waktu di Merdeka Walk, tempat nongkrong paling nge-hits di kota Medan. 

28 Oktober 2012
Pancake DURIAN Khas Medan
MES-SUB by Air Asia

NOTES: Hari terakhir hanya diisi dengan beli oleh-oleh di sepanjang jalan Jl. Mojopahit Medan: Bika Ambon, Pancake Durian, Kopi; oleh-oleh khas Medan. Dan, kalau boleh kasih saran sebaiknya beli di Bandara Polonia saja karena ragam dan harganya juga sama.








16 Oktober 2012

30 hours for BLUE FLAME IJEN CRATER

Blue Flame by Travelwithsugi
Karena banyaknya minat teman-teman buat ke Ijen, akhirnya terkumpul 15 orang dan di akhir minggu kemarin kita berangkat selama 30 jam perjalanan. Dengan menggunakan dua mobil, kita berangkat dari Surabaya jam 3 sore. Awalnya berhenti di Probolinggo untuk melengkapi formasi yang menyusul dari Surabaya. Berikutnya kita bersantap malam di Mie Rama Jember, dan perjalanan dilanjutkan menuju Paltuding; pemberhentian terakhir sebelum mendaki kawah Ijen.

Tepat jam 12 malam kita sampai di Paltuding, perjalanan tadi sedikit berat karena rusaknya jalanan sepanjang 6 KM. Tapi tidak memudarkan semangat kita untuk lanjut mendaki kawah. Dengan persiapan seperti jaket, senter, kamera, dan sedikit perbekalan snack dan minuman; kita melanjutkan pendakian.

Jalanan sedikit berdebu karena memang musim kering, tidak seperti terakhir saya ke sini di bulan Mei kemarin; lebih lembab dan tekstur tanah lebih padat. Pendakian selama hampir 2 jam; karena beberapa rombongan baru pertama kali jadi terasa berat. Sekitar jam 3 dini hari kita sudah sampai di bibir kawah dan dengan jelas dapat menikmati BLUE FLAME, pemandangan lain yang belum sempat saya lihat dalam beberapa kali menuju Ijen.

5.30
Mentari mulai nampak, muncul dari bali gunung di sisi timur; suasana yang sedikit berbeda. Udara dingin masih menusuk tulang walau diselimuti jaket tebal dan penutup kepala.

Ijen Crater by Travelwithsugi
Setelah puas meng-capture semua pemandangan diatas, kita segera balik ke parkiran dan menyantap makan pagi dengan menu nasi empal Bakom. Perjalanan kita lanjutkan menuju Air terjun kali pahit yang tidak terlalu jauh dari Paltuding. Di sini kita bisa meilihat batu besar yang dialiri air belerang, kaki terasa gatal bila berendam disana. Dan, air terjun kedua adalah Blawan yang berlokasi di desa Sempol. Lokasinya cukup terpencil dan disana kita melihat dari paruh "grojokan" dengan arus yang cukup deras.

Makan siang yang direncanakan di Pasir Putih, diselingi dengan makan pop mie di pos I desa Sempol. Sedap menikmati pop mie dengan pemandangan hamparanhijau pegunungan bersama teman-teman. Di sini kita juga menyempatkan untuk beristirahat sejenak.

Dua jam berikutnya kita sudah sampai di pasir Putih, menikmati sate ayam dan bakso serta es degan. Perjalanan ini berahir selama 30 jam; 530 KM.







25 September 2012

goes to MEDAN

Setelah kecewa dengan promo Air Asia minggu lalu karena gak dapet tiket seperti yang kita mau, ngak di sangka malah kita serasa dapat durian runtuh kemarin. Ya, kita dapat tiket ke Medan hanya 220ribu return. Sepertinya ini tiket promo paling murah dari Surabaya ke Medan, dan berangkatnya pun bulan depan. Tidak perlu menunggu lama :) Bayangkan aja minggu lalu temen-temen masih dapat harga 600-700 ribu untuk keberangkatan tahun depan.

Tanpa pikir panjang lagi, aku segera booking tiket bersama Ko Dony sekeluarga dan Ming sekeluarga. Ngak ketinggalan Titi yang udah pegang tiket ke Medan untuk Maret 2013, ikutan beli tiket lagi :D Sepertinya kloter lainya di grup liburan murah juga banyak yang beli.

Well, Medan.... Danau Toba.... here we come!!!

cerita perjalanan ke Medan tunggu bulan depan ya............

30 Agustus 2012

Live in Adhi Jaya Sunset Hotel Bali







Salah satu hotel baru di Bali, opening di awal 2012. Berlokasi di sunset road yang sekarang menjadi primadona untuk lokasi hotel di kawasan Kuta. Tapi buat saya pribadi masih tidak worthed untuk tinggal di daerah ini, mending sekalian di Legian atau di Pantai kuta atau Kartika Plaza. Memang di tiga lokasi yang aku sebutkan crowded banget dan masih berdasarkan pengalaman pribadi, untuk keluar dari kawasan Kuta butuh waktu sekitar satu jam dengan mobil.

Hotel ini cukup compact, mengusung tema moderen minimallis berbeda dengan hotel sebelumnya yang berada di kawasan kartika plaza. Memililki dua bangunan utama, sayap kana dan kiri, di tengahnya full kolam renang sebagai fasilitas tambahan. Lobbynya dilengkapi dengan resto yang cukup reasonable price untuk ukuran hotel.

Kami menempati kamar paling bawah yang berhadapan langsung dengan kolam, berukuran minimalis dengan perlengkapan yang cukup memadai. 32" LCD TV, hot shower, mini bar.

Breakfast cukup sempurna, dilihat dari type hotel seperti ini yang menyajikan menu sarapan pagi cukup lengkap. Dan sepertinya menu Halal semua.

Sangat di rekomendasikan hotel ini.
Adhi Jaya Sunset Hotel
Jl Sunset Road, Kuta-Bali
Tel. +62 361 8947171
Fax. +62 361 8947172
info@adhijayasunsethotel.com

27 Agustus 2012

live in AYODYA NUSA DUA BALI








well, kawasan Nusa Dua Bali memang memiliki beberapa resort dan hotel bintang 4-5 yang punya segala fasilitas. Kali ini saya berkesempatan untuk menikmati Ayodya Nusa Dua, berlokasi di agak ujung barat. Seperti kebanyakan hotel di Nusa Dua, begitu pun Ayodya memiliki dua bangunan sayap berlantai 4 kiri dan kanan. Di tengahnya hamparan taman dan kolam ikan yang cukup luas. Di tambah kolam renang di tengahnya, menjorok kebelakang ada kolam renang kecil yang menghadap ke pantai. Di sini pula ada beberapa type private villa yang memiliki private pool dan terrace.


Kamar yang kami tempati berada di sayap kanan lobby, dengan pemandangan lahan (dalam pembangunan) dan taman serta parking area. Berada di lantai 4 dan memiliki balkon yang cukup besar dengan kursi-kursi taman. Berlantai kayu warna coklat pekat. Perabot seperti TV buffet, work desk dan mini bar pun berwarna sama.

Kamar mandi dilengkapi dengan bath up dan shower dengan ukuran yang luas. Tidak ada yang begitu spesial untuk kamar-kamar ini, apalagi sekarang di Bali sudah banyak hotelo-hotel yang mengusung tema moderen minimalis. Serasa tinggal di resort seperti ini memang cocok untuk turis luar.

Selain kolam renang yang besar, fasilitas lainnya adalah Gym tapi sayangnya minim peralatan. Ada juga persewaan sepeda, SPA, kids playground. Di tepi pantai ada counter untuk watersport.

NOTE: Untuk relaksasi murah meriah bisa didapat di pantai sisi timur, disana ada segerombolan ibu-ibu pemijit. Cukup bayar 100-150 ribu untuk 1-2 jam body message.

Breakfast cukup komplit dan beberapa hari dengan menu yang hampir sama.

24 Agustus 2012

Live in TUSITA hotel Bali

Baru awal tahun ini opening, hotel ini sudah 80% finish. Hanya pool di roof yang masih dalam pengerjaan.

Berlokasi di Kartika Plaza-Kuta, lokasinya cukup strategis walaupun berada di ujung jalan. Untuk menuju Discovery Mall cukup dengan berjalan kaki sekitar 10-15 menit. Merupakan kawasan yang cukup ramai dan recomended, dengan beberapa resto di sekitarnya. Awalnya cukup susah juga untuk mencari hotel ini, sopir taxi yang mengantar kami dari bandara pun terlewat. Akhirnya kita sampai setelah menelepon ke hotel dan minta petunjuk.

Kami menempati kamar di lantai 2 dengan "extra" balkon, ya karena untuk lantai lainnya tidak ada balkonnya, walaupun pemandangan yang kami perolehpun hanya tembok dan lobby area. Kamarnya cukup compact, dengan disain tulisan-tulisan menarik di setiap dindingnya. 32" LCD TV. Mini Bar. Hot shower. Sudah cukup buat kita yang membutuhkan tempat istirahat saja.

Breakfast cukup minimalis dengan 3-4 menu, dan ada egg stall.

Tusita Hotel bali
Street Kartika Plaza 9x
Kuta - Bali 80361
Indonesia
Phone: (+62) 361-754518
Fax: (+62) 361-752762
Email: info@tusitabali.com
Web: www.tusitabali.com

21 Agustus 2012

MADAKARIPURA yang ketigakalinya

Tidak pernah aku melewatkan keindahan alam ini, walau sudah beberapa kali ke sana tetap saja memukau, Madakaripura, air terjun yang terletak di kabupaten Probolonggo ini memang punya cerita lain. Selain terkenal tempat pertapaan Patih Gajah Mada, disana juga memiliki pemandangan alam yang luar biasa indahnya.

Setelah perjalanan kita bersepeda mengarungi lautan pasir Bromo sampai di Savanah seperti yang sudah aku tulis minggu lalu, Gowes To Mount Bromo. Kita menyempatkan untuk mampir ke Madakaripura (lagi), dan kali ini karena kebodohanku jadinya harus muter kota Probolinggo. Padahal menuju ke sana tidak perlu melewati Probolinggo lagi, cukup lewat jalan tembusan sampai di Nguling.

Dan ini foto-foto narsis kita :D




17 Juni 2012

Jakarta: Wisata Mueseum dan Kota Tua [part ketiga]














 


 
sebelumpanya pada postingan Jakarta: wisata museum dan kota tua [part pertama] 

 
KOTA TUA
Sebenernya kawasan kota tua cukup luas, mulai dari daerah Pecinan di Glodok sampai Pelabuhan Sunda Kelapa. Tetapi yang menjadi center poin adalah lapangan Fatahila, ya lapangan ini cukup luas persis di depan bangunan museum Sejarah Jakarta atau lebih dikenal sebagai Museum Fatahila disisi selatan. Di sisi barat ada museum Wayang dan di sisi timur Museum Seni Rupa dan Keramik. 

Setelah tidak puas dan puas di kedua museum sebelumnya, saya sengaja (hanya) melewati ketiga museum diatas. Cukup merekam dari luar bangunan yang saat itu sedang ramai banget, banyak fotografer, turis asing, turis lokal [saya termasuk didalamnya ya :D] bahkan warga kota sendiri. 

Di sekitar lapangan Fatahila pun banyak bangunan kuno yang sekarang sebagian sudah dialih fungsikan menjadi bank atau cafe dan beberapa toko dan depot. Sebagian lagi dibiarkan begitu saja tidak terawat. 

The batavia hotel dan Jembatan intan
Meninggalkan lapangan Fatahila, saya mencoba menyusuri ke utara menuju pelabuhan tertua di Jakarta, Sunda Kelapa. Banyak juga tempat-tempat bersejarah di daerah ini, Hotel Batavia dan Jembatan Intan salah satunya, terletak di jalan Kali besar barat. 
 
Jembatan Intan cukup menarik, karena berbentuk jembatan yang bisa di belah menjadi dua bila ada kapal yang menyusuri sungai. Jembatan yang terbuat dari kayu berwarna coklat tua ini cocok untuk foto-foto tempoe doeloe ala nonik Belanda ;) 
 
 
Galangan VOC, Menara Syahbandar dan Museum Bahari 
lokasinya di sebelah utara Kota Tua, mendekati Pelabuhan Sunda Kelapa di jalan Pakin. Galangan VOC yang dulunya adalah tempat penyimpanan rempah-rempah, kini dialihfungsikan menjadi restoran. Berupa rumah panggung dengan bahan dari kayu, saya sendiri sedikit "bingung" untuk mengenali bentuk bangunan ini. Karena adanya perpaduan rumah Minang dan China, perpaduan yang cantik.  

Lebih ke utara lagi kita akan menemui Menara Syahbandar yang menjadi satu loaksi dengan Museum Bahari. Pun, museum ini sebelumnya adalah tempat penyimpanan rempah-rempah jaman Koloni Belanda. Museum ini sedikit tidak terawat, tetapi koleksinya cukup lengkap. Yang menarik bagi saya bukanlah koleksi yang di pajang di museum ini, tetapi bangunannya dengan pilar-pilar penyangga yang terbuat dari kayu besar. 
 
Pelabuhan Sunda Kelapa dan kampung nelayan Pasar Ikan 
Akhirnya sampai juga di Sunda Kelapa, dari kejauhan sudah nampak perahu-perahu besar yang terbuat dari kayu parkir sepanjang port. Tidak lama, seorang bapak menawarkan jasa untuk mengantar menggunakan perahu kecilnya. Setelah nego, dapat harga tigapuluh ribu untuk perjalanan sekitar satu jam menyusuri pelabuhan. Tidak begitu menarik, selain air yang kotor, beberapa orang kapal sedang bersih-bersih atau memperbaiki kapalnya, yang lain mencuci pakaian, dan anak-anak yang asiknya berenang berlompat-lompat untuk meminta uang. Pemandangan yang biasa.
 
40 menit menggunakan kapal kecil, didayung oleh bapak tua yang asalnya dari Sulawesi dan sudah tinggal di Sunda Kelapa sejak 1963. Saya diturunkan di kampung nelayan di Pasar ikan, sebelah barat Sunda Kelapa. Menyusuri jalan perkampungan yang sepertinya tidak ada jalan tembusnya. Tau-tau sudah sampai di depan perkantoran Gedong Panjang, dan perjalanan kembali menuju kota tua. 
 
Pecinan Glodok 
Fiuuuh... hari yang melelahkan, panas, ngak terasa udah seharian muter-muter Jakarta (bukan Mall) HAHAHA... Pecinan Glodok sudah hampir sore, mampir toko DVD dan kamera dulu di Glodok Plaza