Laman

Tampilkan postingan dengan label transport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transport. Tampilkan semua postingan

20 April 2012

Siem Reap to Ho Chi Minh

Art Market: bus station at Siem Reap
Virak Buntham Express Bus ticket
Maps REP to HCMC

Breakfast at MAO's Phnom Penh, persis sebelah kantor VIRAK BUNTHAR

Ada beberapa alternatif menuju Ho Chi Minh dari Siem Reap, saya memilih untuk menggunakan bus malam. Selain biaya lebih murah (hanya USD18) bisa juga sebagai bagian untuk menekan budget (tanpa harus menyewa hostel lagi). Walau sebenarnya saya sudah browsing dan tanya kanan-kiri termasuk Thea, reception dari Golden Temple Villa, tetap tidak saya booking sebelumnya. Justru saya booking pada saat kedatangan, dnegan maksud bisa memilih bus mana yang cocok. Sedangkan di sana juga banyak agen-agen yang menjual tiket bus, saya tetap memilih ambil dari hotel saja.


Akhirnya pilihan tetep di Virakh Bunthar, jasa bus ini memang sudah saya incar dari sebelum keberangkatan. Hanya saja jam 7 malam seperti yang saya inginkan ternyata sudah full, akhirnya kita malah dapet yang jam 12 malem. Itung-itung masih punya banyak waktu untuk santai di Pub Street :D

Menuju jam 12 malem, Tuk-Tuk menjemput kita menuju pangkalan bus. Ternyata dekat saja, bus yang akan kita tumpangi parkir di seberang Art Market. Busnya tidak seindah seperti di foto, tapi oke lah masih ber AC dan bentuknya semi double decker (sayang foto-foto kita hilang). Kaki bisa selonjoran, tidurpun nyaman.

Jam enam pagi kita sudah sampai di Phnom Penh dan bus berikutnya akan jalan jam delapan, masih punya waktu dua jam buat muter-muter daerah old market. Well, di Phnom Penh pun, bus parkir di daerah Old Market persis di seberang kantor. Sekali lagi, sayang foto-fotonya ilang semua :(

Perjalanan lanjut menuju HCMC, kali ini bus yang kita tumpangi juga semi double deck. Yang bawah khusus untuk muatan barang dan toilet. Perjalanan ahgak panjang sampai tujuh jam baru samapai di HCMC. Jadi total perjalanan kita dari jam 12 malem sampai jam 4 sore, 16 jam (2 jam jedah di PP). Sebelum memasuki perbatasan, kita juga beristirahan 30 menit di kedai, lumayan bisa menikmati mangga muda.

Tadi sempet kita menyebrangi sungai besar dengan menggunakan kapal tongkang, kalau tidak salah di NEAK LOEANG. Sepanjang perjalan panas dan berdebu. Persis sebelum perbatasan Bavet, di Kamboja, banyak sekali bertebaran Casino dan Hotel. Sayangnya kita lewat saat siang hari, jadi kelihatan seperti kota mati.

Sepanjang perjalanan menuju HCMC, saya menghabiskan waktu untuk ngobrol ngalor ngidul sama Anton, my traveling mate. Kadang sesekali juga merebahkan badan sambil tutup mata buat istirahat. Rombongan yang lain (kayaknya dari Filipina) juga asik main kartu atu bahkan sesekali ambil foto dari kamera poket mereka. Tak terasa sudah sampai di Hoa Lang Pao Road deket Benh Tahn Market, Finalle.....


Virak Buntham Express Travel
Phnom Penh Station and Office (Departure/arrival):
Street 106, on the riverfront opposite the Night Market.
Tel: +(855)(0)12-322302





24 November 2010

PENANG Transportation

Gambar:
Rapid Penang dengan latar belakang KOMTAR (1), KOMTAR Bus Terminal (2), Penang International Airport (3), Swettenham Pier (4), Starcruise dan Ferry fares (5 dan 6), kondisi Bus Rapid yang nyaman dan bersih (7),
dan sewa mobil Van by Tune Hotels (8)


Menjelajahi pulau Penang sangatlah mudah karena pulau ini tersedia moda transportasi umum berupa bus yang disebut Rapid Penang. Biayanya pun tergolong murah dan nyaman, bus fares hanya sekitar RM 1 - RM 4 sesuai jauh dekatnya tujuan. Tanyakan pada sopir bus tujuan Anda dan mereka akan menentukan tarifnya. That so simple :)

Ada trik mudah untuk menghemat biaya transportasi:
☑ Gunakan Hop On Hop Off FREE bus yang melewati rute-rute penting di George Town.
☑ Membeli Pass yang berlaku seminggu seharga RM 30.
☑ Anak dibawah 12 tahun adalah FREE.
☑ Gunakan ferry menuju Butterworth karena FREE, sedangkan arah baliknya harus bayar RM 1,20.

28 September 2010

Transportation in Macao

gambar: Macao International Airport

Waaaah, senangnya saat baru mendarat di Macao International Airport meskipun saat itu gerimis sedang turun. Saya langsung ambil Blackberry buat potret sana-potret sini sampai ada petugas yang menegur, uppssss sorry....

Persis jam 4 waktu setempat, kita landing dan ternyata oh ternyata tidak ada aerobridge :( yah memang airportnya ngak terlalu besar juga. Begitu masuk ruang kedatangan langsung di terima jejeran petugas imigrasi (sempet nyolong moto juga, hehehehe)

Setelah selesai berurusan dengan bagasi, kita keluar... ternyata banyak orang yang lagi tuker Pataca di satu-satunya money changer di situ. Yah, iseng-iseng saya juga tuker pake USD keluaran 1996 yang ngak laku di Indonesia :p lumayan lah bisa nukerin USD 65 buat makan ntar malem....

28 Juli 2010

Lucky Factor: membeli tiket pesawat


ada sedikit cerita yang ingin saya share tentang membeli tiket pesawat.....


Kemarin saya mendapat BB messenger dari seorang kawan, yang isinya kira-kira ingin protes kepada travel agent yang saya kenalin. Singkat cerita bulan lalu dia sudah membeli tiket Lionair dengan rute Denpasar-Surabaya dengan harga 300 ribu lebih mahal per tiket. Sedangkan ayah mertuanya baru beli kemarin dengan penerbangan yang sama dengan travel agent yang berbeda, lebih murah!!


Dia merasa di tipu oleh travel agent karena spare harga yang begitu banyak, padahal dia sudah beli untuk ber-5 yang artinya beda 1,5 juta. Karena dia sudah jauh-jauh hari beli tiket, kok jatuhnya malah lebih mahal!!!