Laman

Tampilkan postingan dengan label Vietnam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vietnam. Tampilkan semua postingan

30 Mei 2013

HANOI: semalam ke Halong Bay




Halong Bay, nama yang tidak asing bagi kita dan tahun lalu dijadikan pemenang dalam 7 Keajaiban Dunia yang baru. Salah satu warisan budaya yang telah di tetapkan oleh badan PBB, UNESCO.

Gugus kepulauan ini terletak sekitar 3 jam perjalanan dari kota Hanoi, banyak operator tur dari Hanoi yang menawarkan paket perjalanan dari satu hari, dua hari sampai seminggu.  Kami pun menggunakan jasa operator tur yang sudah kami kontak dari Surabaya sebelumnya, untuk 2 hari 1 malam di patok harga sekitar $110/orang. Harga tersebut tentunya berbeda-beda berdasarkan boat dan pelayanannya, kami menggambil yang middle range.

Tur sudah termasuk:

  • Penjemputan dari Hotel sampai pelabuhan dan kembali ke hotel.
  • Makan sesuai acara, tidak termasuk minuman. Untuk minuman mereka jual terpisah.
  • Karcis masuk ke tempat-tempat wisata
  • Kayaking
  • Guide berbahasa inggris
Kami menyewa 1 boat private untuk 1 grup kami yang berjumlah 12 orang, berisi 7 kabin, 3 di dek atas dan 4 di dek bawah. Kru berjumlah 6 orang yang siap melayani kami sepanjang perjalanan ini. 

12.15
Kita sudah sampai di dek kapal, dan disambut dengan makan siang. Tujuan pertama adalah ...... Cave,  ini yang cukup besar dan populer. Selanjutnya menuju Fisherman Villange untuk kayaking, dalam perjalanan pemandangan cantik banget. Setelah puas berkayaking, kita cepat-cepat menuju pos di pulau Tip Top untuk registrasi.  Di pulau ini fasilitas cukup lengkap, mulai dari pantai yang bersih putih, lapangan voli pantai, sederet lazy chair, dan menara diatas bukit.

Setelah registrasi selesai, kita bermalam di area pulau Tip Top tersebut, 19.00, waktunya makan malam. Menu makan malamnya superherb, salad udang, nasi goreng nanas, cumi tepung, dll. Malam itu kita habiskan dengan menikmati candaan dan memancing cumi, tapi tidak satupun tertangkap ;)

Keesokan harinya saya terbangun karena kepanasan, AC dalam kabin mati dari semalam. Untungnya cuaca cukup sejuk dan dari balkoni kami menikmati suasana pulau-pulau cantik ini. Hari ini kita akan diajak menuju Siamai Island, konon nama tersebut diambil karena disana banyak tumbuh bunya Siamai. Di pulau ini kita akan naik menuju puncak yang jaraknya sekitar 1 KM saja. Pemandangan dari atas bukit ini cukup cantik, bisa dibayangkan sendiri jejeran limestone island yang jumlahnya bisa ratusan dan dikejauhan nampak beberapa kapal cruise yang mulai bergerak.

Setelah puas melihat pemandangan dari atas bukit, kita masih punya waktu untuk bermain di pantai. Pantainya layaknya private beach karena hanya rombongan kita saja yang bersandar di pulau ini. Dan, selanjutnya kita melanjutkan perjalanan pulang.

Dalam perjalanan pulang, ada sesi cooking class. Vietnamese Spring roll menjadi menu andalan, bahan-bahan sudah di siapkan oleh chef dan ibu-ibu antusias memperhatikan cara pembuatanya. Ya layaknya bikin lumpia basah :) cuman yang ini isinya pake yang fresh.

Tengah hari
akhirnya kita sudah sampai di port dan perjalanan dilanjutkan pulang menuju Hanoi, sebelumnya kita mampir di Pearl Shop (seperti kebanyakan tour, selalu mampir di tempat cinderamata). End.


24 Mei 2013

HANOI: apa yang membuat aku jatuh cinta?

Ini adalah kunjungan kedua saya ke Vietnam setelah tahun lalu sempat ke HCM, kali ini saya berkesempatan mengunjungi Hanoi. Ibu kota Vietnam ini memang tidak semoderen HCM yang sudah banyak butik-butik brand fashion dari mancanegara. Tetapi Hanoi punya keunikan sendiri, bila kita melihat google maps, kita akan menjumpai begitu banyak danau di kota ini, baik itu yang besar maupun kecil. Oleh karena itu Hanoi disebut juga kota seribu danau.

Illy cafe at 3/F is awesome

Hoan Kiem Lake

water mupet show

Vietnamese traditional dishes

seafood, banyak dijajakan menjelang malam disepanjang Old Quater

menjelang sore warga berkumpul di sekitar Hoan Kiem lake untuk berolahraga

fish cake cha cha and spring roll, enak banget!!

Temple of Literature, salah satu obyek yang wajib dikunjungi

Ga Ha Noi, Hanoi railways station

salah satu bangunan di dalam Temple of Literature bergaya arsitektur China

mask

St Joseph Catedral

Ho Chi Minh Musoleum

One Pilar Pagoda

gedung bekas penjara

Ngoc Son Temple di Haon Kiem Lake

Tran Quoc Pagoda di West Lake

perjalanan dari Airport menuju kota Hanoi

Hanoi Opera House

Thanh Chuong Viet Palace, lokasinya agak keluar kota sekitar 20 menit dari airport

Monumen di seberang Hoan Kiem lake

Hoan Kiem Lake, adalah danau yang paling terkenal dan menjadi icon kota ini. Mungkin karena lokasinya yang berada tepat di tengah kota, disebut Old Quarter, mungkin juga karena danau ini memiliki magnet kecatikan yang luar biasa. Dimana ditengahnya terdapat bangunan kuil yang disebut  temple of turtle dan di sekelilingnya dibuat pedestrian yang menjadi tempat masyarakat lokal beraktivitas sepanjang hari. Dari pagi hingga malam menjelang tidak pernah sepi, mulai yang berolahraga sampai yang berjualan menjajakan dagangannya.

Ini yang membuat saya jatuh cinta pada Hanoi..... 
Kehidupan masyarakatnya yang sederhana, terlihat dari cara mereka berpakaian, apa yang mereka kenakan, dan semua atribut yang melekat. 

Old Quarter demikian mereka menyebut distrik yang penuh dengan atraksi, dimana berjejer hotel dari kelas butik samapi berbintang. Pasar malam di akhir minggu hingga penjual makanan di pinggir jalan yang mulai digelar tiap malam. Lucunya setelah aku amati mungkin disini tidak ada yang namanya Mall, sehingga muda mudi yang berpacaran memilih untuk nongkrong di trotoar sambil makan kacang atau meneguk es krim dan kopi . Dengan dandanan yang lengkap, si cewek terlihat moderen dengan rok mini dan hi heels, tas tangan dan henpon. Kadang saya merasakasihan melihatnya.

Bar dan cafe juga banyak bertebaran disini, bila malam minggu tiba jalanan penuh sesak dengan lautan manusia. Yang unik, kendaraan bermotor tidak kalah hebohnya ngebut kanan kiri, hal yang sudah biasa bagi mereka. 

Pendudukan Perancis saat PD 1 sangat terasa dengan banyaknya gereja dan gedung bergaya Eropa. Selain itu roti bangkel dan yogurt juga menjadi makanan khas lokal selain Poo. Dan masih banyak bangunan bergaya Eropa seperti: Hanoi Opera House dan gedung-gedung pemerintahan disana.

Untuk berkeliling Hanoi cukup mudah dan murah, ambilah tur dengan mengendarai mobil ramah lingkungan. Biasanya mereka parkir di seberang Water Muppet, masih di sekitaran Hoan Kiem Lake. Ada tiga rute yang bisa dipillih, satu mobil berisi 6 orang dan dipatok sekitar 400.000VND atau 200 ribu rupiah saja.

Tempat-tempat yang wajib di kunjungi:
  • Thanh Chuang Viet Palace, semacam museum dan taman. sayangnya saat kita ke sana dalam kondisi hujan deras sehingga urung niat untuk mampir.
  • Tran Quoc Pagoda/West Lake
  • Ho Chi Minh Museum/Musoleum
  • One Pillar Pagoda
  • Ba Dinh Square
  • Hoan Kiem Lake/Ngoc Son Temple
  • Water Puppet Show
  • St Joseph Catedral
  • Hanoi Opera House
  • Dong Xuan Nite Market
  • Old Quarter
Makanan-makanan khas yang wajib dicoba:
  • Es buah yogurt di Dong Xuan Nite Market
  • Caramel Pudding
  • Kopi Vietnam yang banyak bertebaran di cafe
  • Poo noodle
  • Cha Cha/fish cake
  • Vietnam Spring roll

20 Mei 2013

HANOI: cerita singkat dan tipsnya

kayaking di Fisherman Village, Halong Bay. Salah satu acara yang termasuk dalam jadwal Cruise.

Fisherman Village atau disebut juga Floating Village, mereka sudah hidup berpuluh tahun disini.

berenang di pantai Halong Bay memberi kesan tersendiri

Wisata Budaya: Ho Chi Minh Musoleum




Ngak terasa ya tiket ke Hanoi ini sebenernya udah kita beli Mei tahun lalu, tepat sehatun sudah. Nah, akhirnya kita beneran berangkat. Bareng rombongan sebanyak 12 orang yang merupakan orang-orang pemburu tiket murah, hahaha, you're rocks guys!!


Untuk perjalanan kali ini tidak begitu ribet selain beberapa teman kita sudah pergi ke Hanoi (jadi bisa minta referensinya) apalagi ada yang sudah nerbitin buku Hanoi (om Andy Kristono).

Chào ban!!
 Hari ini pagi sekali kita sudah mendarat di Bandar Udara Noi Bai di Hanoi, setelah semalaman keleleran di LCCT dan KLIA. Lumayan bisa tiduran di sofa Secret Recepie di KLIA :) dari pada bareng kecoak di LCCT (pengalaman taon lalu). Rute pertama mengunjungi rumah budaya harus di batalkan karena hujan deras, akhirnya kita langsung menuju Musoleum kemudian beberapa tempat wisata terkenal di kota Hanoi. Semuanya sudah kita pesan melalui hotel yang kita tinggalin selama di Hanoi.
Hari ini, kejadian kita di "gok" oleh penjual makanan. Yah untungnya bisa jadi pengalaman pertama, jadi ngak berlarut-larut.

Hari kedua kita melakukan perjalanan menuju Halong Bay, ini pun sudah kita pesan sebelumnya dengan harga USD110/pax untuk 2D/1N cruise. Lagi-lagi kejadian tidak mengenakan terjadi yaitu kita di kabari oleh Guide kalau tidak bisa stay di atas cruise karena keadaan cuaca. Dengan rasa kecewa kita jalani dulu tur hari ini, syukurnya jam 5 sore saat kita berada di Fisherman Village ada pemberitahuan kalau bisa stay di cruise tapi harus lapor ke pos. Untuk memburu waktu kita cepat-cepat ke pos dan mendaftar,  lagi pula hari itu pada banyak yang registrasi sehingga kita masi keburu untuk melapor. 

Hari ketiga kita terbangun di atas cruise, suasana tenang dan damai. Yah, kita menikmati mentari di the winners of New 7 Wonders. Bermain di pantai dan hiking ke bukit yang menyajikan pemandangan berbeda, makanan diatas cruise lezat untuk cocok untuk taste kita.

Hari keempat, satu hari ini kita ikut 1 day tour ke Tam Coc seharga USD35/pax. Perjalanan sekitar 1,5 jam dan seharian kita mengunjungi Kuil dan mengarungi sungai dengan sampan. Tidak ketinggalan bersepeda di pematang sawah dengan hiasan gunung-gunung limestone.

Hari kelima kita kembali ke Kuala Lumpur dan menginap semalam untuk penerbangan pagi hari berikutnya.

Tips dan Trik wisata hanoi:
  • Hanoi cukup murah untuk wisatawan Indonesia, mungkin juga karena nilai tukar rupiah yang dua kali lipat VND (Vietnam Dong). Walaupun sebagian mereka juga menggunakan USD sebagai mata uang bertransaksi terutama di Ho Chi Minh.
  • Cari tiket murah dan hotel murah: tipsnya ikuti FB atau twitter beberapa budget airlines, cari hotel yang murah dan lokasi yang ada di pusat keramaian tetapi tetep kebersihan nomer 1.
  • Untuk day tour cobalah cari di beberapa agen lokal yang banyak tersedia di Old Quater, pusat kota Hanoi (sekitaran Hoa Kim Lake). Atau bila harga tidak menjadi masalah, buat reservasi dengan pihak hotel karena sebagian besar hotel-hotel di Hanoi juga menjual paket tour.
  • Tawar menawar disini masih berlaku, jangan lupa untuk menawar bila anda berbelanja di pasar.
  • COPET, be careful! I mean it, dihari pertama kita tiba di hanoi, semua paspor kita disimpan oleh pihak hotel dan mereka memberi tahukan perihal rawan pencopetan di sini. Dan, beberapa kali kita bertemu dengan wisatawan yang sharing bahwa pernah kecopetan. Saya tidak mendiskitkan Hanoi tetapi kita tetap harus waspada dimanapun berada.
  • Tempat wisata di Hanoi cukup mudah di jangkau, bila anda memilih untuk berjalan kaki  bukanlah suatu hal yang mustahil di lakukan. Atau, carilah tuk tuk atau ojek untuk mengantar dan pastikan harga yang telah disepakati.
  • Makanan lokal cukup cocok dengan taste kita sebai orang Indonesia, dan jangan lupa untuk menikmati secangkir kopi Vietnam dan yogurt. Percaya atau tidak saya menjadi penggemar yogurt sekarang.

4 September 2012

HANOI: writer by a friends ANDY KRISTONO


this book available at GRAMEDIA store worldwide :D



applause for my friend
who dedicate life for
His passion to TRAVELING


Digadang-gadang sebagai buku LP versi Indonesia, memang menyajikan ulasan yang super amat lengkap dari si Penulils. Sayangnya, demi menekan harga jual foto-foto yang ditampilkan tidak berwarna, tapi bila mau lihat yang colorful bisa klik di website  liburanmurah atau fanpage facebook.

Walaupun saya pribadi bukan orang yang suka membaca buku, tapi melihat buku poket ini eyecatching dan menarik dari tampilan covernya. Foto cover pun diambil sendiri oleh penulis saat jalan-jalan ke Hanoi bersama keluarga di awal 2012 ini.



Thanks to Andy Kristono



28 April 2012

Ho Chi Minh: stay at Hong Hac Hotel

really nice reseptionist, Ms. Huong






Tidak mudah untuk menentukan dimana kita akan stay di HCM karena begitu banyaknya pilihan, mulai hotel murah sampai yang kelas wahid. Tapi hanya satu syarat utama saat saya akan memilih hotel yaitu LOKASI. Ya, lokasi menentukan segalanya dan yang kedua adalah harga dan kebersihan harus seimbang. Well, semua itu saya rasa sudah terakomodasi oleh hotel ini, HONG HAC HOTEL, lokasi yang strategis, harga yang murah dan kebersihan yang terjamin. Ternyata di tripadvisor pun hotel ini menduduki ranking yang cukup bagus.


Sebenarnya saya sudah booking Hong Hac hotel sejak akhir tahun lalu memalui Agoda karena masa berlaku reedem reward udah hampir expired, cepet-cepet deh pick satu hotel yang deket kemana-mana. Walhasil, saya hanya cukup bayar USD1 alias gak sampe ceban (= 10.000 IDR). Hooray, dapet kamar hotel seharga nasi padang :D

Saat check in hotel sudah agak sore sekitar jam 4 ato 5, gampang banget menemukan hotel ini dekat dengan simpang empat  arah ke Benh Tanh Market. Reseption menyambut kami dengan ramah, setelah menujukkan print out vocer segera di serahkan kunci kamar hotel. How lucky we are dapet upgrade kamar DELUXE karena kamar standard yang kami pesan ternyata sudah penuh. Hooray (lagi)

Hotel ini compact banget, seukuran ruko. Berlantai 7 (kamar kita berada di lantai tertinggi). Tiap lantai hanya berisi 4 kamar. Dilengkapi dengan lift yang mini juga. Kamar yang kami tempati cukup luas dengan dua buah single bed, dilengkapi TV dan perangkat meja rias seperti layaknya hotel-hotel pada umumnya. Kamar mandi, gak akan percaya, kalo kita dapat bath up segi empat yang bersih putih dengan shower air panas yang deres. Bersih. Love it. Kalo ga inget mau keliling HCM mungkin udah berendam air panas, balas dendam 16 jam diatas bus :)

Di sekitar hotel merupakan jalan yang ramai, terdapat beberapa kios kopi dan depot Pho khas Vietnam. Beberapa hotel serupa pun berjajar menawarkan kamar terbaik mereka. Menuju ke Benh Tanh Market pagi dan malam hanya beberapa langkah, atau menuju tempat-tempat wisata di kota ini bisa di lakukan dengan berjalan kaki.

Free wifi, fasilitas yang cukup penting buat saya saat ini. Tapi hampir di semua tempat entah itu cafe ataupun kantor bus, fasilitas free wifi sudah merupakan suatu keharusan.

Hong Hac Hotel

34A Thu Khoa Huan Street, Ben Thanh Ward,
District 1, District 1 - Ben Thanh Market,
Ho Chi Minh City, Vietnam


24 April 2012

Ho Chi Minh dalam semalam

Notre Dame Basillica

Benh Tahn Market

Ho Chi Minh Museum

Rex Hotel

Bitexco Building

Thann Mat Thru Church

Bach Dang Ice Cream
 Perjalanan 16 jam dari Siem Reap, akhirnya, kita sampai di HCMC.

Memasuki kota ini rasanya sudah berada di dunia yang beda, deretan toko-toko baju dan handphone mendominasi di sepanjang perjalanan. Beda jauh dengan pemandangan selama di Kamboja. But, I really love Cambodia, specially Siem Reap. HCM mirip-mirip Surabaya, dan betul juga sepeda motor banyak banget, seperti tiap kali saya baca di blog sebelah mengenai kota ini.

Langsung aja kita memulai untuk menyusuri HCM sambil menuju Hong Hac hotel, tempat kita menginap. Pertama adalah (2) Gereja Thann Mat Thru yang lokasinya persis di pojokan (1) Pham Ngu Lao street, hanya beberapa langkah dari tempat kita turun dari bus tadi. Ada yang sedikit menarik disini, Patung Santo di depan gereja di doa dengan dupa. Selanjutnya window shopping di sepanjang jalan (3) Tu Trong deket Zen Plaza, sampai dua blok sampailah kita di (4) Hong Hac Hotel.

Selesai check in dan menyegarkan diri, cepet-cepet kita lanjut. Kali ini menuju (5) Notre Dame Basilica, tidak begitu jauh hanya 10 menit jalan kaki. Di seberangnya ada kantor pos gede, hanya saja kita tidak masuk lantaran banyaknya turis sore itu (ada planning buat kembali besok paginya).

Rock Shop, yey, tujuan buat nambah koleksi tshirt HR kesampaian. Hard Rock Cafe yang terletak di lantai dasar (6) Kumho Asiana Plaza tepat bersebrangan dengan Bobby Chin Restaurant. Setelah pilih-pilih tshirt HR kita langsung muter ke belakang Diamond Plaza buat cari makan, eh ternyata kita malah ngopi-ngopi di Truc Nyuyen Cafe.

Sempet mampir sebentar di (7) Diamond Plaza, sampai akhirnya kita jalan pulang menuju (8) Benh Tahn Market deket hotel. Oya, hari itu memang lagi malem minggu ternyata ga beda jauh dengan di Indo, banyak anak-anak mudah asik "cangkruk" di taman seberang (12) Reunification Place. Sebelum acara belanja-belanja di night market kita cobain Poo di seberang hotel. Wow, recommended murah enak dan mengenyangkan!! hehehehe....

Lanjut acara shopping di pasar malam di seputar Benh Tanh market dan lanjut menuju (9) HCM Museum dan opera house di sekitar Rex Hotel. Sebelumnya kita sempet nyobain es krim jadul BACH DANG di persimpangan Pasteur, rame banget tempatnya tapi kog tetep lebih enak Zangrandi :D no hurt feeling.

Abis puas foto-foto di Opera House, jalan menuju (10) Tran Hung Dao Statue di pinggir sungai. Kemudian lanjut samapi di (11) Bitexco building, gedung tertinggi di HCM. Disana sempet belanja snack-snack buat oleh-oleh.

Well, cukup ENAM jam kita habiskan mengelilingi HCMC. Dan itu pun kita lakukan hanya dengan berjalan kaki sambil window shopping dan bersantai di cafe.

STEP BY STEP AT HCMC



20 April 2012

Siem Reap to Ho Chi Minh

Art Market: bus station at Siem Reap
Virak Buntham Express Bus ticket
Maps REP to HCMC

Breakfast at MAO's Phnom Penh, persis sebelah kantor VIRAK BUNTHAR

Ada beberapa alternatif menuju Ho Chi Minh dari Siem Reap, saya memilih untuk menggunakan bus malam. Selain biaya lebih murah (hanya USD18) bisa juga sebagai bagian untuk menekan budget (tanpa harus menyewa hostel lagi). Walau sebenarnya saya sudah browsing dan tanya kanan-kiri termasuk Thea, reception dari Golden Temple Villa, tetap tidak saya booking sebelumnya. Justru saya booking pada saat kedatangan, dnegan maksud bisa memilih bus mana yang cocok. Sedangkan di sana juga banyak agen-agen yang menjual tiket bus, saya tetap memilih ambil dari hotel saja.


Akhirnya pilihan tetep di Virakh Bunthar, jasa bus ini memang sudah saya incar dari sebelum keberangkatan. Hanya saja jam 7 malam seperti yang saya inginkan ternyata sudah full, akhirnya kita malah dapet yang jam 12 malem. Itung-itung masih punya banyak waktu untuk santai di Pub Street :D

Menuju jam 12 malem, Tuk-Tuk menjemput kita menuju pangkalan bus. Ternyata dekat saja, bus yang akan kita tumpangi parkir di seberang Art Market. Busnya tidak seindah seperti di foto, tapi oke lah masih ber AC dan bentuknya semi double decker (sayang foto-foto kita hilang). Kaki bisa selonjoran, tidurpun nyaman.

Jam enam pagi kita sudah sampai di Phnom Penh dan bus berikutnya akan jalan jam delapan, masih punya waktu dua jam buat muter-muter daerah old market. Well, di Phnom Penh pun, bus parkir di daerah Old Market persis di seberang kantor. Sekali lagi, sayang foto-fotonya ilang semua :(

Perjalanan lanjut menuju HCMC, kali ini bus yang kita tumpangi juga semi double deck. Yang bawah khusus untuk muatan barang dan toilet. Perjalanan ahgak panjang sampai tujuh jam baru samapai di HCMC. Jadi total perjalanan kita dari jam 12 malem sampai jam 4 sore, 16 jam (2 jam jedah di PP). Sebelum memasuki perbatasan, kita juga beristirahan 30 menit di kedai, lumayan bisa menikmati mangga muda.

Tadi sempet kita menyebrangi sungai besar dengan menggunakan kapal tongkang, kalau tidak salah di NEAK LOEANG. Sepanjang perjalan panas dan berdebu. Persis sebelum perbatasan Bavet, di Kamboja, banyak sekali bertebaran Casino dan Hotel. Sayangnya kita lewat saat siang hari, jadi kelihatan seperti kota mati.

Sepanjang perjalanan menuju HCMC, saya menghabiskan waktu untuk ngobrol ngalor ngidul sama Anton, my traveling mate. Kadang sesekali juga merebahkan badan sambil tutup mata buat istirahat. Rombongan yang lain (kayaknya dari Filipina) juga asik main kartu atu bahkan sesekali ambil foto dari kamera poket mereka. Tak terasa sudah sampai di Hoa Lang Pao Road deket Benh Tahn Market, Finalle.....


Virak Buntham Express Travel
Phnom Penh Station and Office (Departure/arrival):
Street 106, on the riverfront opposite the Night Market.
Tel: +(855)(0)12-322302





10 April 2012

curhat: my camera had been stolen behind Notre-Dome Basilica HCM


CURHAT Satu hal yang mungkin menjadi pengalaman  tidak menyenangkan dan unforgetable adalah kamera saya di jambret di belakang Notre-Dame Basilica HCM pada minggu pagi saat umat Kristiani lagi misa PASKAH di dalam gereja.  Lagi Apes, lah semalaman kita merasa secure banget di kota ini, dimana banyak penduduk kota yang asik bermalam minggu di taman-taman dan belanja di pasar malam kisaran Benh Than market pun nyaman sekali. But, I’m still in love with Saigon.


Berangkat dari Surabaya menuju Kuala Lumpur dengan menggunakan last flight Air Asia, nyampe pas tengah malam. Setelah selesai dengan urusan imigrasi, kita langsung menuju ke terminal keberangkatan internasional untuk beristirahat. Well well well, No no no, ternyata terminal keberangkatan ditutup dan sudah banyak penumpang transit yang menggelar koran atau bahkan tiduran tanpa alas di sekitaran Marry Brown dan Mc Donald. Baru jam setengah tiga pagi pintu terminal dibuka, dan suara sirene di bunyikan dengan maksud membangunkan penumpang yang “keleleran “ disana.

Sejak 22 Maret 2012 bagi penumpang internasinal sudah tidak perlu lagi mengisi form imigrasi seperti yang sering kita lakukan saat keluar atau masuk suatu Negara. Selama perjalanan Malayisa-Kamboja-Vietnam, hanya mengisi immigration form di Kamboja saja. Satu poin plus, tidak perlu bela-bealin bangun di dalam pesawat hanya untuk isi form belum lagi di tambah pusing karena kurang tidur, dll, dll.


KAMBOJA Negara yang diapit Thailand dan Vietnam di barat dan timur, serta Laos di utara. Strategis dan menjadi daya tarik karena memiliki situs Angkor Wat, komplek candi yang  terbesar. Mungkin ini yang menjadi satu-satunya alasan kepergian saya mengunjungi Kamboja. 


VIETNAM bukan hanya untuk transit pulang ke Kuala Lumpur, tapi Ho Chi Minh, kota yang terdekat dari Siem Reap bisa kita tempuh dengan jalur darat melalui Pnom Penh (ibu Kota Kamboja).  Satu hal yang ingin saya lakukan di HCM adalah mengabadikan obyek-obyek bangunan kuno yang tersebar di sana, dan semua file itu hilang sekarang :(

Alhasil, itinerary perjalanan 5 hari ini saya buat di hari keberangkatan karena memang tidak banyak yang harus saya perbuat. Satu hari explore kota Siem Reap, hari berikutnya explore Komplek Angkor Wat, berikutnya lagi mampir di Pnom Penh dan explore Ho Chi Minh dan masih punya sisa waktu buat belanja-belanja di HCM di hari kepulangan kita. Dan, sukses walaupun jadwal bus yang saya mau tidak sesuai rencana. Tapi saya merasa beruntung bisa menikmati malam di Pub Street, great Nachos dan $2 frozen Martini #viva MEXICAN . Heaven.