Laman

Tampilkan postingan dengan label east java. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label east java. Tampilkan semua postingan

20 November 2012

COFFEE & CYCLING: wisata situs TROWULAN

Bulan November ini saya dan komunitas gowes #coffee&cycling berkesempatan untuk wisata Sejarah Mojopahit dengan bersepeda. Pagi jam 5.30 kita mulai jalan menuju Mojokerto dan mampir dulu di soto dok untuk sarapan.

Start dari rumah Anton; salah satu anggota, kita mulai ke arah Candi Tikus untuk pemberhentian pertama. Candi Bajang Ratu, kolam Segaran, Sleeping Buddha di Vihara Maha Majapahit, Candi Gentong, Candi Brahu dan yang terakhir Museum Trowulan. Beberapa situs yang kami singgahi sudah mengalami restorasi cukup bagus seperti Candi Tikus, Candi Bajang Ratu dan Candi Brahu sedangkan candi yang lain masih dalam tahap restorasi.








Walaupun jarak yang kita tempuh tidak begitu jauh; hanya 26 KM, tetapi sengatan matahari siang itu cukup membuat ubun-ubun mau pecah. Alhasil 4 jam bersepeda terasa sangat melelahkan, untungnya di rumah Anton kita bisa mandi air dingin yang bikin cooling down.

Selanjutnya kita menikmati sore dengan santapan di hotel Sativa Pacet dan mengunjungi air terjun Coban Cangu.











21 Agustus 2012

MADAKARIPURA yang ketigakalinya

Tidak pernah aku melewatkan keindahan alam ini, walau sudah beberapa kali ke sana tetap saja memukau, Madakaripura, air terjun yang terletak di kabupaten Probolonggo ini memang punya cerita lain. Selain terkenal tempat pertapaan Patih Gajah Mada, disana juga memiliki pemandangan alam yang luar biasa indahnya.

Setelah perjalanan kita bersepeda mengarungi lautan pasir Bromo sampai di Savanah seperti yang sudah aku tulis minggu lalu, Gowes To Mount Bromo. Kita menyempatkan untuk mampir ke Madakaripura (lagi), dan kali ini karena kebodohanku jadinya harus muter kota Probolinggo. Padahal menuju ke sana tidak perlu melewati Probolinggo lagi, cukup lewat jalan tembusan sampai di Nguling.

Dan ini foto-foto narsis kita :D




17 Juli 2012

live in PONDOK ALAMANDA BATU


PONDOK ALAMANDA
HAVE FUN AT ALAMANDA GARDEN
YAKINIKU FOR DINNER
ACARA MEMASAK ;) DUA CHEF HANDAL
GREAT PLACE FOR FAMILY


Beberapa minggu yang lalu panjang lebar komen-komen di BBM grup Liburan Murah, foto dari salah satu anggota yang memposting gambar villa a la Toraja dengan bentuk rumah panggung dari kayu. Walhasil, saya punya planning buat menghabiskan minggu terakhir liburan sekolah sekalian merayakan ulang tahun Reno [my little monster] yang ke lima. Seminggu sebelumnya saya coba hubungi nomor telepon Pondok Alamanda, seorang perempuan menjawab dari ujung sana. Setelah tanya-tanya tipe kamar dan harganya, akhirnya saya pesan dua villa Deluxe masing-masing berisi dua kamar dengan harga hampir sejuta.

Pondok Alamanda berada di jalan bukit berbunga, namanya cantik seperti judul lagu jadul yang dinyanyikan Uci Bing Slamet, lagu yang sering disenandungkan papa jaman-jaman saya masih SD :) Mencapai ke sana pun tidak sulit, arah menuju ke Selecta atau Hotel Purnama. Sebelah kanan jalan hanya beda beberapa rumah dari restauran Batu Suki. Di sekitar villa ada beberapa villa pribadi maupun yang disewakan dan pemukiman penduduk, diseberang berjajar penjual tanaman.

Mereka hanya punya 8 villa untuk disewakan, 2 deluxe, 2 superor dan 3 executive. Masing-masing berisi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, ruang makan, shower dan WC, sedangkan dilantai bawah terdapat kamar tidur dan WC sopir serta carport. Perbedaan hanya pada luas ruangan dan lokasinya, untuk type Executive lebih luas dan dekat dengan kolam renang.

Peralatan memasak dan makan sudah lengkap disediakan, di pagi hari kita disediakan sarapan untuk 4 pax. Seperti yang kita lakukan akhir minggu kemarin, kita asik membuat yakiniku dan suki. Berbekal bahan-bahan memasak, cukup praktis dan ekonomis.

Melakukan reservassi cukup mudah bisa contact langsung via facebook atau web 

Pondok Alamanda
Jl.Bukit Berbunga No.14
Batu.Jawa Timur
0888-5632-289
0813-3160-2946


MAPS OF PONDOK ALAMANDA

Pondok Alamanda is an influence of Indonesia’s Toraja culture and a fusion of the rich culture with modern luxury. The resort offers a quiet and peaceful environment, suitable for a getaway or business leisu

Pondok Alamanda is an influence of Indonesia’s Trojan culture and a fusion of the rich culture with modern luxury. The resort offers a quiet and peaceful environment, suitable for a getaway or business leisure.


There is a total of 7 pondoks in the vicinity, with a choice of Deluxe, Superior or Executive accommodations.


Each pondok has 2 bedrooms (one with a queen-sized bed and another two single beds), a fully equipped kitchen, spacious seating and dining room, private parking space and driver’s room.

5 Juni 2012

Ijen Crater #mysterytraveling

#mysterytraveling NO PLAN | NO RESERVATION

berawal dari perjalanan ke Jember untuk acara pemakaman dari ayah mertua seorang teman dekat saya Yakob, perjalanan ini #myterytraveling berjalan.....


Sabtu 15.40
setelah bertemu Ming di Mc Donald satelit, kita menjemput Anton di Citra raya dan kita pun berangkat menuju Jember bertiga. Tujuh jam perjalanan dengan mampir makan malam di Pasuruan dan lain-lain, kita akhirnya masuk kota Jember pada jam 22.30. Dan kongkow selama 3 jam di tempat persemayaman, dan kita putuskan untuk naik ke Kawah Ijen.

Minggu Pagi 01.30 - 03.05
Setelah perjalanan 40 menit menuju Bondowoso, kita parkir di Pom Bensin terakhir sebelum belok ke desa Sempol. Dan punya waktu sekitar dua jam untuk melanjutkan perjalanan menuju Kawah Ijen. Masih sekitar 75 KM untuk sampai di pos terakhir Ijen, jalanan cukup mulus dan sekitar 6 KM jalanan yang rusak parah sebelum pos desa Sempol. Total ada tiga pos sebelum kita memasuki kawasan National Park ini, dan di pos terakhir kita harus membuat pernyataan bermaterai sebelum hiking naik ke puncak kawah.

HIKING IJEN CRATER setelah urusan ijin selesai kita memulai perjalanan menuju puncak Ijen, udara dingin walau angin tidak bertiup kencang. Ming dan Anton yang tanpa persiapan harus rela menahan dingin hanya dengan menggunakan t-shirt lengan pendek, tetapi perjalanan menanjak membuat badan terasa hangat. Saya tidak ingat berapa lama untuk sampai di puncak Ijen, mungkin sekitar sejam-dua jam, tapi yang pasti sesampai di puncak

Sejak 20 tahun yang lalu saat terakhir kali menginjakkan kaki di kawah Ijen, tidak banyak berubah. Hanya saja seingat saya jalanan setapak tidak selebar seperti sekarang ini. Dan Pos dibawah kaki Ijen sudah tidak nampak lagi, diganti sederetan kamar penginapan dan warung-warung yang mengelilingi areal parkir. Di depan kamar-kamar nampak camping ground, ada beberapa tenda yang terpasang. Tidak bisa membayangkan betapa dinginya semalam tidur di tenda, brrrr....

How lucky we are, kita dapat pemandangan kawah hijau yang jernih walau sesekali kabut nampak menyelimuti dan kadang hilang di tiup angin. Tapi cuaca hari itu cukup cerah, tidak hujan. Beberapa turis asing yang kebanyakan dari Perancis dan turis lokal sudah memadati areal parkir sejak pagi, kebanyakan mereka datang melalui desa Licin di Banyuwangi. Dan, jalur itu yang akan kita lewati selepas ini.

Sebelum meninggalkan kawah Ijen, kita mampir di air terjun yang tidak jauh dari sana. Air terjun ini berbentuk batu besar dengan aliran air belerang berwarna kuning, rasa gatal di kaki saat kita berendam. Masih sama seperti dulu.

Finally, time to go home. Kita melewati jalur Banyuwangi, hanya sepanjang 10 KM untuk sampai di desa terdekat dan jalanan cukup bagus hanya 2 KM yang rusak parah tapi nampak mulai ada perbaikan. Walau jalanan yang rusak cukup pendek tapi kondisinya curam dan lebih bahaya daripada lewat Bondowoso.


CAMPING GROUND

PENAMBANG BELERANG MENANJAK TEBING

KEHIDUPAN

KABUT MENUJU DESA LICIN

KAWAH HIJAU

SUNRICE DI PAL TUDING

TIGA SEKAWAN DI PUNCAK IJEN

BUNGA PAKU

RUMAH BUNDER:: KAWAH IDJEN

AIR TERJUN BATU GEDE

PIKUL BELERANG

MENIKMATI PAGI

PERJALANAN

POS TERAKHIR



9 Mei 2012

K-LAND: Arung Jeram di sungai Kunto Kediri






ADVENTURE TRIP (KEDIRI RAFTING) bareng temen-temen dari Liburan Murah yang diadakan oleh Mbak Yulijantik Yushin

Minggu, 29 April 2012
05.30-08.00   Menuju Base Camp K-Land Dusun Swaru, Desa Damarwulan, Kec.Kepung, Kediri
08.00-10.30   RAFTING MENYUSURI SUNGAI KONTO KEDIRI






10.30-12.30   Mandi + Makan Siang
12.30-13.30   Wisata Candi Tegowangi
Candi Tegowangi terletak di desa Tegowangi, kecamatan Plemahan yang merupakan wilayah utara kabupaten Kediri. Candi Tegowangi merupakan salah satu monumen agung warisan Kerajaan Majapahit.
Candi ini dibangun kurang lebih tahun 1400 masehi. Kitab Pararaton dan Negarakertagama menyebutkan bahwa Bhre Matahun setelah wafat pada tahun 1388 masehi, kemudian didarmakan di Tigowangi yang disebutkan berada di Kusumapura dengan upacara Srada setelah 12 tahun kematiannya.
Candi ini dibangun dengan batu andesit dengan pondasi dari batu bata merah dengan orientasi arah ke barat. Diatas Candi terdapat yoni dengan pahatan yang sangat indah dihiasi motif binatang dan naga serta batu pipih. 




14.00-14.30   Wisata Candi Surowono
Seperti halnya Candi tegowangi, Candi Surowono merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang berada di wilayah Kediri. Candi ini terletak di desa Canggu, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.
Candi ini didirikan pada abad ke 15 memiliki beragam keunikan baik dari segi arsitetur maupun reliefnya. Namun sangat disayangkan, bagian yang tersisa adalah kaki dan tubuh candi, sedangkan atapnya runtuh.
Candi ini dibuat untuk mendharmakan Bhre Wengker yang wafat pada tahun 1388 masehi. Bhre Wengker adalah salah satu raja bawah yang masih keluarga Raja Hayam Wuruk, raja yang bertahta di Kerajaan Majapahit.
Relief candi ini menggambarkan cerita Arjuna Wiwaha, yaitu kisah perkawinan Arjuna.



15.00-16.00   Tahu & Takwa "Pong" 
JL:PANGLIMA SUDIRMAN 33, Kediri, Indonesia 60296
Telepon 354683185

 

17.30-18.00   Simpang Lima Gumul
Jika mendengar nama L’arch D’ Triomphe, apa yang terpikirkan di benak Anda? Perancis? Kejayaan? Kemakmuran? Anda benar. Semua itu merupakan nilai – nilai yang terefleksikan dari Monumen Kejayaan di Perancis. Namun jika monument yang serupa ada di Kediri, apakah yang terpikirkan di benak Anda?
Ya, Monument Kediri yang bentuknya menyerupai L’arch D’ Triomphe yang ada di Perancis tersebut berdiri megah di tengah – tengah persimpangan Lima Gumul – Kediri yang menjadi tiang pancang pengembangan kawasan Simpang Lima Gumul menjadi kawasan kota baru di Kabupaten Kediri. Bedanya, Monumen ini memiliki spirit berdirinya Kabupaten Kediri sehingga monument ini di posisikan tepat di tengah jalur lima jalan arah Pare, Kediri, Plosoklaten, Pesantren dan Menang.
Monument yang memiliki luas bangunan 804 meter persegi, di tumpu 3 tangga setinggi 3 meter dari dasar pura, dan tinggi 25 meter sehingga jika kita berada di atap monument dapat kita saksikan keseluruhan panorama Kediri dari atas dan proyeksi pengembangan kawan perdagangan ini yang secara keseluruhan seluas 37 Ha. Disisi monument Kediri terpahat relief –relief tentang sejarah Kediri hingga kesenian dan kebudayaan yang ada sekarang. Angka luas dan tinggi monument juga mencerminkan tanggal, bulan dan tahun hari jadi Kabupaten Kediri, 25 maret 804 Masehi.
Monumen Kediri yang terletak di Simpang Lima Gumul ini merupakan Ikon Kabupaten Kediri. Lokasi yang hanya berjarak 2 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Kediri dan proyeksi menjadi kota baru dan pusat perdagangan Jawa Timur bagian barat ( Central Business District ) sudah mulai melengkapi diri dengan convention hall dan gedung serbaguna, Bank daerah, terminal bus antar kota dan MPU, dan sarana rekreasi megah Water Park Gumul Paradise Island.
Kawasan ini juga tak pernah sepi pengunjung di malam hari dengan bersantai di area monument ataupun menikmati kuliner tradisional yang berjualan di pedagang kaki lima yang berjejer di area Pasar Tugu. Pada hari sabtu dan mnggu pagi kawasan ini ramai oleh pengunjung yang berolaraga jogging track, rekreasi bersama keluarga, dan juga menikmati ramainya pasar sabtu Minggu (Tugu). Perancangan ke depan, kawasan ini akan dilengkapi hotel, mall, pertokoan, pusat grosir, dan pusat produk – produk unggulan dan cinderamata. Sedangkan area monument segera digunakan sebagai mini market, gedung pertemuan cafeteria, dan pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan.
Sebagai obyek wisata Kabupaten Kediri yang saat ini masih dalam proses penyelesaian pembangunan. Daya tarik yang diberikan antara lain:
  1. Desain dan arsitektur dirancang hampir menyerupai Arch D’Triomphe Perancis, namun lebih ditonjolkan ke seni budaya Kabupaten Kediri
  2. Diorama tentang sejarah Kediri di dalam gedung
  3. Tinggi monumen 28 m, 8 lantai
  4. Tiga jalan terowongan bawah tanah untuk menuju ke monumen
  5. Posisi tepat di tengah simpang lima dan di pusat perdagangan Kabupaten Kediri
  6. Wisatawan dapat mencapai anjungan untuk melihat keindahan Kediri dari atas monumen
  7. Pelayanan Pusat Informasi Pariwisata dan Potensi Kabupaten Kediri
  8. Disediakan mini market, cafetaria, dan toko beragam souvenir khas Kediri



18.00-20.00   Kediri - Surabaya mampir makan malam di Jombang


Note by Yulijantik Yustin

4 April 2012

PACITAN dan segudang keindahannya


PERAHU NELAYAN DI PANTAI WATU KARUNG
OMBAK DI PANTAI KLAYAR
BUKIT DI PANTAI SRAU


OMBAK SULING DARI ATAS BUKIT KLAYAR

FOTO BERSAMA DI PANTAI TELENG RIA

PANTAI KLAYAR

BUKIT DI PANATI KLAYAR

Hari ini, hari kedua kita di Pacitan dan hari memulai untuk meng-explore pantai-pantai di sekitaran Pacitan. Walau pagi itu hujan deras membasahi kota Pacitan tapi tidak melunturkan niatan kami untuk tetap pada plan semula.

PANTAI SRAU Selesai sarapan semangkuk bubur jakarta di guest house, aku dan Anton langsung meluncur menuju Pantai Srau sambil menunggu rombongan yang lain yang baru berangkat pagi ini dari Surabaya. Pantai Srau adalah pantai pertama yang bisa kita singgahi sebelum Pantai Watu Karung dan Pantai Klayar. Masih sepi, ombak sudah besar, gerimis masih rintik, tapi niat buat foto-foto tetep jalan :D Pantai Srau memiliki pasir yang putih bersih, dengan bukit batu yang diselimuti rumput hijau nampak subur dari kejauhan.

PANTAI WATU KARUNG Jaraknya tidak terlalu jauh dari Pantai Srau hanya 3 KM saja, pantai ini dikelilingi pemikiman penduduk cukup padat. Terdapat satu hotel yang di khususkan untuk peselancar, memang pantai ini cukup terkenal ombaknya bagi penyuka olah raga air ini. Terlihat beberapa wisatawan dari Jepang dan Australi sedang bersiap-siap mengarungi ombak. Yang aku rasa pantai ini justru mirip Maya beach di Phi Phi isaland, Thailand, dengan kapal-kapal kayunya.

PANTAI KLAYAR Akhirnya kita menuju tujuan utama kita, Pantai Klayar, berjarak sekitar 10 KM dari Watu Karung dengan jalanan yang sempit dan berbatu.  Sesampai di parkiran rasanya agak sedikit kecewa karena pemandangan pantai Klayar kog biasa-biasa saja. Tidak berapa lama, rombongan yang lain baru masuk dan akhirnya kita makan siang dulu di warung dekat parkiran itu. Selesai makan siang, kita berjalan menuju karang yang berbentuk menyerupai layar, well well well, ternyata pemandangan disini cantik sekali. Ombak diantara batu karang sangat keras dan menyerupai bulir-bulir busa membasai batu karang yang ada di tengah.

Karena sudah menjelang siang, kita tidak bisa menuju karang seruling di balik karang layar. Tetapi kita bisa melihat dari atas bukit, juga, pemandangan dari atas sini bagus juga. Ada savanah dan tebing-tebing panatai selatan dari kejauhan.

PANTAI TELENG RIA pantai terakhir yang kita kunjungi, walaupun masih ada beberpa pantai lagi tapi sayangnya belum kesampaian. Pantai ini terletak paling dekat dengan kota PAcitan, dan ada beberapa restauran dan hotel. Tidak begitu bagus tetapi ombaknya yang tenang karena berbentuk seperti leter U sehingga aman untuk anak-anak bermain di pantai ini.