Laman

Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

17 Juni 2012

Jakarta: Wisata Mueseum dan Kota Tua [part ketiga]














 


 
sebelumpanya pada postingan Jakarta: wisata museum dan kota tua [part pertama] 

 
KOTA TUA
Sebenernya kawasan kota tua cukup luas, mulai dari daerah Pecinan di Glodok sampai Pelabuhan Sunda Kelapa. Tetapi yang menjadi center poin adalah lapangan Fatahila, ya lapangan ini cukup luas persis di depan bangunan museum Sejarah Jakarta atau lebih dikenal sebagai Museum Fatahila disisi selatan. Di sisi barat ada museum Wayang dan di sisi timur Museum Seni Rupa dan Keramik. 

Setelah tidak puas dan puas di kedua museum sebelumnya, saya sengaja (hanya) melewati ketiga museum diatas. Cukup merekam dari luar bangunan yang saat itu sedang ramai banget, banyak fotografer, turis asing, turis lokal [saya termasuk didalamnya ya :D] bahkan warga kota sendiri. 

Di sekitar lapangan Fatahila pun banyak bangunan kuno yang sekarang sebagian sudah dialih fungsikan menjadi bank atau cafe dan beberapa toko dan depot. Sebagian lagi dibiarkan begitu saja tidak terawat. 

The batavia hotel dan Jembatan intan
Meninggalkan lapangan Fatahila, saya mencoba menyusuri ke utara menuju pelabuhan tertua di Jakarta, Sunda Kelapa. Banyak juga tempat-tempat bersejarah di daerah ini, Hotel Batavia dan Jembatan Intan salah satunya, terletak di jalan Kali besar barat. 
 
Jembatan Intan cukup menarik, karena berbentuk jembatan yang bisa di belah menjadi dua bila ada kapal yang menyusuri sungai. Jembatan yang terbuat dari kayu berwarna coklat tua ini cocok untuk foto-foto tempoe doeloe ala nonik Belanda ;) 
 
 
Galangan VOC, Menara Syahbandar dan Museum Bahari 
lokasinya di sebelah utara Kota Tua, mendekati Pelabuhan Sunda Kelapa di jalan Pakin. Galangan VOC yang dulunya adalah tempat penyimpanan rempah-rempah, kini dialihfungsikan menjadi restoran. Berupa rumah panggung dengan bahan dari kayu, saya sendiri sedikit "bingung" untuk mengenali bentuk bangunan ini. Karena adanya perpaduan rumah Minang dan China, perpaduan yang cantik.  

Lebih ke utara lagi kita akan menemui Menara Syahbandar yang menjadi satu loaksi dengan Museum Bahari. Pun, museum ini sebelumnya adalah tempat penyimpanan rempah-rempah jaman Koloni Belanda. Museum ini sedikit tidak terawat, tetapi koleksinya cukup lengkap. Yang menarik bagi saya bukanlah koleksi yang di pajang di museum ini, tetapi bangunannya dengan pilar-pilar penyangga yang terbuat dari kayu besar. 
 
Pelabuhan Sunda Kelapa dan kampung nelayan Pasar Ikan 
Akhirnya sampai juga di Sunda Kelapa, dari kejauhan sudah nampak perahu-perahu besar yang terbuat dari kayu parkir sepanjang port. Tidak lama, seorang bapak menawarkan jasa untuk mengantar menggunakan perahu kecilnya. Setelah nego, dapat harga tigapuluh ribu untuk perjalanan sekitar satu jam menyusuri pelabuhan. Tidak begitu menarik, selain air yang kotor, beberapa orang kapal sedang bersih-bersih atau memperbaiki kapalnya, yang lain mencuci pakaian, dan anak-anak yang asiknya berenang berlompat-lompat untuk meminta uang. Pemandangan yang biasa.
 
40 menit menggunakan kapal kecil, didayung oleh bapak tua yang asalnya dari Sulawesi dan sudah tinggal di Sunda Kelapa sejak 1963. Saya diturunkan di kampung nelayan di Pasar ikan, sebelah barat Sunda Kelapa. Menyusuri jalan perkampungan yang sepertinya tidak ada jalan tembusnya. Tau-tau sudah sampai di depan perkantoran Gedong Panjang, dan perjalanan kembali menuju kota tua. 
 
Pecinan Glodok 
Fiuuuh... hari yang melelahkan, panas, ngak terasa udah seharian muter-muter Jakarta (bukan Mall) HAHAHA... Pecinan Glodok sudah hampir sore, mampir toko DVD dan kamera dulu di Glodok Plaza

14 Juni 2012

Jakarta: wisata museum dan kota tua [part kedua]







 
 
sebelumpanya pada postingan Jakarta: wisata museum dan kota tua [part pertama]
 
 
STASIUN KOTA
Keluar dari kereta KRL di Stasiun Kota ternyata TIDAK gampang, ya, mereka tidak menyediakan tangga (alamak). Aneh rasanya, tidak memperhatikan hal detail yang sangat  penting. 

Stasiun Kota juga nampak tidak banyak perubahan, bangunan tua ini masih terlihat original. Keluar dari stasiun, saya melewati underpass menyebrang ke Museum Bank Mandiri. Tampilan dari luar dengan kaca-kaca nampak cantik, tapi betapa kecewa melihat lorong yang penuh pengemis dan pengamen. Kotor. Sayang banget.
 
 
MUSEUM  BANK MANDIR dan BANK INDONESIA
Dua museum ini bersebelahan, tapi kalau boleh saya menilai keduanya sangat timpang. Di sisi kiri Bank Mandiri dan di sisi kanan Bank Indonesia, keduanya menempati bangunan tua yang masih original. Di kiri terlihat kusam dengan warna bangunan masih putih kecoklatan, di kanan nampak bersih putih. 

Bank Mandiri mungkin harus berbenah, ya saya tau fungsi musium adalah menunjukkan koleksi-koleksi kuno yang dimiliki. Tapi untuk menarik minat, itupun tidaklah cukup. Fungsi museum sebagai pengetahuan diperlukan alat peraga supaya lebih menarik. Tidak hanya meletakkan mesin ketik jaman dulu dan diberi selembar kerta bertuliskan "Mesin Ketik". 

Cukup juga meniru gaya museum ala Bank Indonesia di sebelahnya uyang tetap mempertahankan keorisinilan bangunan tetapi juga merenovasi menjadi ruangan-ruangan yang menarik. Berpendingin, sangat penting untuk udara Jakarta yang panas. 

Museum Bank Indonesia sudah mengusung gaya-gaya museum yuang banyak saya jumpai doi Singapura. Tidak melulu memamerkan koleksinya, tapi ditambah audio visual dan gambar-gambar yang menarik. Bahkan mereka hanya memperlihatkan koleksi mata uang kuno saja, selebihnya adalah foto/gambar berukuran raksasa atau yang dipajang di monitor di tiap ruangan.  Bagus!! Menarik!! Bravo!!

11 Juni 2012

Jakarta: wisata museum dan kota tua [part pertama]










Berawal dari daerah kuliner Jakarta di Pecenongan, saya mengawali perjalanan keliling kota tua dan sejumlah bangunan bersejarah di ibu kota. 

MONUMEN NASIONAL
Menyusuri jalan Veteran, melewati istana presiden, sampailah di pintu masuk Monas jalan Merdeka  Utara. Sumpah, walau berpuluh kali atau bahkan beratus kali saya melewati tapi baru kali ini berkesempatan untuk menjejakkan kaki di Monas.  

Hari minggu yang agak mendung, tapi tidak mengurangi warga kota untuk berolah raga ataupun hanya sekedar jalan-jalan bersama keluarga. Pun, banyak penjual kaos dan souvenir yang sudah menggelar dagangannya. 

Setelah puas memotret di pelataran Monas, saya masuk ke dalam Monumen yang juga berfungsi sebagai Museum. Cukup bayar 2500, murah bukan. Dan saya sangat impressed dengan diorama perjalanan bangsa Indonesia, bagus dan masih terawat. 

Selanjutnya naik ke puncak monumen dengan harapan bisa melihat lapisan emas yang ada di pucuk monumen, hahaha, ternyata tidak bisa. Kita disuguhi pemandangan 360° kota Jakarta.   Dan untuk naik harus bayar lagi, kali ini 7500 saja,.sebelumnya harus rela antri selama 20 menit. Ow d*mn hanya ada satu lift berukuran mini (berkapasitas 12 orang)  Syukur saya berangkat pagian sekitar jam 7.30 jadi antrian tidak terlalu panjang #tips. 

MASJID ISTIQLAL dan GEREJA KATEDRAL
Perjalanan saya lanjutkan menyusuri jalan Veteran yang banyak cafe dan gallery bergaya tempoe doeloe, rupanya ada crew film yang lagi shooting di salah satu kafe disana.  Lanjut melewati Masjid Istiqlal sebelah utara dan sampailah di  Gereja Katedral. 

Malah saya  sempet ikut misa sebentar di gereja Katedral, menyanyikan Bapa Kami dan menerima komuni. Yang cukup mengejutkan, ternyata gereja Katedral HKY di Surabaya lebih besar dari pada di Jakarta, walau dari segi arsitektur berbeda. 

Saya sempat memutari gereja, untuk mengambil spot-spot yang menarik. Ada gua Maria yang berukuran tidak besar juga, dirimbuni tanaman rambat. Dan dua menara gereja ini memang menjadi simbol khusus, sangat menarik. 

LAPANGAN BANTENG dan GPIB IMANUEL
Tidak berlama-lama di Gereja Katedral karena masih misa, saya berlanjut ke lapangan Banteng di seberang gereja, sempat foto monumen yang ada di tengah lapangan. Sebentuk lelaki dengan rantai terputus di kedua tangannyua yang terangkat keatas, mimiknya menggambarkan kekuatan. 

Dan berikutnya saya melewati jalan Pejambon di depan Hotel Borobudur dan kantor Kementrian Luar Negri  sampailah di  Gereja GPIB Imanuel. Gereja yang berlokasi di belakang Stasiun Gambir ini sedang di renovasi, berbentuk kubah bulat dengan tiga pintu di sisi depan dan kanan kiri, bentuk ruangannya melingkar 180°. Gaya bangunan yang tidak biasa, begitupun saat saya melongok ke dalam kursi2 di tata melingkar menghadap altar. 

Rupanya gereja ini banyak umat dari daerah Indonesia timur, Maluku, Ambon, bisa di lihat dari foto-foto yang di tempel di dinding saat acara Paskah kemarin. Ada beberapa foto penyanyi seperti Molucas (kalo ga salah lihat). Dan, saat saya mampir ke sana masih ada kebaktian dalam bahasa Belanda yang di pimpin oleh Pendeta Belanda. 
 
STASIUN GAMBIR
Tadinya saya pengen naik Transjakarta (busway) menuju daerah kota tua, tapi baru keinget kalau bisa menggunakan KRL menuju stasiun Kota, beruntung hari itu waktu keberangkatan KRL hanya menunggu 10 menit. Stasiun Gambir masih sama seperti 15 tahun yang lalu saat saya pertama kali ke Jakarta. Warna hijau muda masih mendominasi, walau tentunya sekarang semakin lengkap dengan resto-resto cepat saji dan layar monitor raksasa di tengah hall. 

Dan ini pengalaman pertama saya menggunakan KRL, nyaman juga. Bersih dan ber-AC. Cukup bayar 6000 untuk sampai ke stasiun kota. 

21 Agustus 2010

Italian food with Japanesse Style??

Masih ber-wisata kuliner di Jakarta saat acara Fun Sport Day kemarin. Cekidot......
foto: beberapa diambil dari koleksi PASTA de WARAKU

Makan malam hari kedua kita kembali ke Grand Indonesia (lagi), kali ini mau nyobain Italian food dengan Japanesse style. Hah??? Yep, jadi ini resto Jepang yang menyajikan segala jenis pasta dan pizza. PASTA de WARAKU.

Seperti sebelumnya karena memang malam minggu jadi suasana cukup ramai. 15 menit menunggu buat meja kosong, akhirnya kita dapet meja di main area. Untuk menggambarkan resto ini dibagi menjadi 3 area yaitu main area di dalam ruangan yang berisi satu meja persegi panjang di tengah ruangan dan di sisi dinding berjajar meja dan sofa. Untuk dua area lainnya yaitu di entry yang berisi beberapa meja dan area satunya lagi berada di seberang resto berupa open space dengan pemandangan thematic Jepang.

16 Agustus 2010

A la Octoberfest at Paulener bräuhaus

peta wisata kuliner dari FUN SPORT DAY minggu lalu

** Malam ini masih belom ada kepastian mau hang out dimana, setelah meeting di kantor tadi sore. Akhirnya saya coba BBM temen SMA yang tinggal di Jakarta, ternyata dia dan genk-nya mau ngumpul di Grand Indonesia, Paulener. Saya jadi inget foto sosis gede yang diposting di group BBM oleh temen kantor minggu lalu, wah kesempatan juga buat nyobain ke sana. Tanpa pikir panjang saya oke-in buat ketemuan disana, kebetulan sekali temen kantor yang jadi guide kami malem ini juga mau membawa kita ke Grand Indonesia. **



Konsepnya adalah Germay food, yep temen-temen pasti tau makanan paling populer di Jerman adalah Sosis dan Beer. Bahkan setiap musim semi mereka selalu mengadakan acara yang namanya OCTOBERFEST. Saya pribadi ga tau sejarah acara ini, taunya pun dari film Octofest yang saya tonton beberapa tahun yang lalu.

Oke kali ini saya coba me-review Germany resto yang terletak di Ground Level Grand Indonesia yang connecting dengan Hotel Kempinski. Begitu memasuki pintu berwarna hijau tua, kita langsung disambut foyer kecil dengan reception table yang mungil juga.

9 Agustus 2010

Fun Sport Days 2010


Weekend kemaren saya menghabiskan waktu di ibu kota, sebenernya ada meeting di kantor pusat dan dilanjutkan acara penutupan "Fun Sport Days 2010".

Acara Fun Sport Days ini diadakan baru pertama kali di ikuti oleh semua PT, dan di bagi menjadi 3 sesi yaitu:
  1. 24 Juli 2010: pertandingan Bulu Tangkis
  2. 31 Juli 2010: Pertandingan Futsal dan tenis Meja
  3. 7 Agustus 2010: Penutupan
Ada 10 group dari 5 PT yang mengikuti lomba:
  1. PT Akino Wahanamulia
  2. PT Angsa Putih KK., PT Triputra dan PT Gratia Jaya Sentosa (kompresor grup)
  3. PT Tekpak
  4. PT Trimitra Cikarang
  5. PT Trimitra Swadaya


26 Juli 2010

Akino Wahanamuli: Company Outing at Mutiara Carita 11-12 Desember 2009



Pagi itu saya dan Nani, kloter dari Surabaya naik first flight jam 6 pagi menuju Jakarta....

Belum jam 8 pagi, kita sudah mendarat di Terminal 3 Cengkareng bertemu dengan Marlon yang juga baru landed dari Semarang. Pak Faisal sudah siap menjemput kita, langsung meluncur menuju head office di bilangan Pasar Baroe.

Di kantor sudah di siapkan beberapa bungkus mie keriting Siantar, bungkusan daun pisang membawa selera kenikmatan yang beda.

Jam 9 tet, bus yang membawa kita ke Carita sudah melaju.....

Tiga jam perjalanan menuju Carita sungguh menyenangkan, sambil cerita sana sini. Sampailah kita di pemberhentian pertama di Pom Bensin Cilegon, sambil meregangkan badan yang sudah 4 jam duduk dari Surabaya.

Perjalanan masih ditempuh setegah jam lagi sampai ke Mutiara Carita Beach Resort, setelah check in hotel kita langsung bongkar muatan. Saya kebagian kamar di lantai dua, kamar yang cukup luas dan nyaman dengan pemandangan kolam ikan.

Acara pertama adalah Games, awalnya lokasi akan dilakukukan di pinggir kolam renang. Sayangnya ujan deras tidak berhenti, akhirnya pindah lokasi di ruang serbaguna diatas lobby. Satu jam permainan yang dipandu oleh pihak hotel sangat seru dan menyenangkan. Setelah itu permainan dilanjutkan di area kolam renang. Tiap-tiap kelompok memberikan dua pasang anggotanya untuk mengumpulkan bola-bola yang sudah di sebarkan di kolam renang. Tentunya ini merupakan game yang penuh perjuangan...

Acara berenang sampai langit mulai gelap dan kita bersiap untuk acara berikutnya yaitu makan malam sambil membagikan doorprize. Jam makan malam tiba, setelah selesai membagikan doorprize dan hadiah kepada pemenang lomba games tadi siang acara dilanjutkan dengan berkaraoke dan games lagi.

Games yang menarik malam ini adalah sewaktu MC mengajak 5 temen kita yang memberanikan diri untuk melepas pakaian satu per satu.... hahahahahah, dan pemenangnya adalaaaaaaah Erwiiiiin!!! surpise bangeeet.....

Keesokan harinya, setelah sarapan pagi kita bersiap untuk melakukan watersport. Mulai banana boat sampai jet ski, wah seruuuuuu pokoknya!!!


koleksi foto-foto seru kita, hanya di PHOTOBYSUGI

18 Juli 2010

Jakarta [business] trip: sales training group Akino







2 jam menunggu di Havana Lounge, Terminal 1 Soekarno-Hatta airport cukup untuk membagi perjalanan 2 hari ini.

Jumat pagi saya tolak ke Jakarta dengan Sriwijaya Air, tidak ada yang istimewa selain delay setengah jam yang membuat saya terlambat setengah jam mengikuti seminar hari itu. 10 menit sebelum landing di Cengkareng, awan tebal sudah mulai nampak. Wah, hujan!! itu langsung terlintas dalam pikiran. Bener saja begitu landing, hujan masih turun dan bakalan macet dah.

Seharian itu saya mengikuti training di kantor TMS, sampai tet jam 4 sore baru kelar. Selepas training, kita balik ke kantor pusat dulu sebelum melanjutkan untuk makan malam di Plasa Indonesia.

Malam ini beberapa kolega mengajak makan malam di Kitchenette Restaurant & Creperie, cafe berdisain open space dengan interior dapur yang nyaman sekali. Letaknya cukup strategis berada di Plaza Indonesia Extension Lantai 1.

Malam itu cukup ramai pengunjung, kita ber-6 harus rela ngantri sekitar sejam untuk mendapatkan meja. Penantian kita cukup terbalas dengan penyajian yang cepat dan menu yang beragam serta taste yang mantab. Tidak ketinggalan suasana resto yang homy banget, serasa kita lagi ngobrol di tengah-tengah dapur rumah sendiri. Karena memang pernak-pernik dapur sangat detail sekali, dan kita merassa nyaman berada di tengah-tengahnya.

Menu andalan yaitu crepes dengan topping keju dan ham, Nachos dengan keju yang melimpah, Spagetti dengan rasa kecap asin (lupa namanya), French Frice dengan saus mayonise yang yummy banget. Meat ball dan Mushroom memiliki taste yang hampir sama, dan potato salad sebagai dessertnya. Minuman cukup unik yaitu mango Orange yang di sajikan dalam stoples bekas selai...

Hari kedua, paginya saya sudah make appoint mau ke Bakmi Pinangsia. Terpaksa breakfast dari hotel di tinggal deh. Seporsi mie ayam dengan tambahan menu: bakso sapi, bakso ikan, pangsit kuah dan pangsit goreng. Semuanya nikmat dilidah, sebagai penutup cukup dengan teh hangat.

Siangnya, tidak lupa delivery Bakmie GM untuk dibawa pulang ke Surabaya. Delivery Centre Bakmie GM: 021-5655007. Cukup sudah menenteng satu dos dengan 8 posri mie bakso dan 1 porsi pangsit goreng.

Sekarang saya sedang menikamti siomay cikini dan mie kangkung di Havana Lounge. Untuk pemilik kartu kredit yang bekerjasama dengan Havana dapat menikmati secara gratis. Tadi saya cukup membayar 35 ribu dengan kartu kredit dari Citibank, kalau cash kudu keluar 50 ribu.

Diluar sana hujan belum berhenti juga, Pesawat lion Air yang saya tumpangi menuju Surabaya baru di panggil.

ciao.

17 Juli 2009

Ritz-Carlton Meledak, Kedatangan Manchester United Dipertanyakan


Note pribadi:
masihkah bangsa ini bisa menjadi bangsa yang besar, kalau sebagian dari kita masih ada saja yang berbuat seperti ini.
kapan kita bisa dipercaya oleh dunia luar???
PLEASE, bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai negrinya sendiri!!!!


Benarkah Ledakan JW Marriott Berasal dari Genset?
4 Warga Asing Tewas dalam Ledakan Marriott dan Ritz
Nama Korban Ledakan Mega Kuningan di RS Jakarta
Karyawan XL Dievakuasi ke Graha XL
Tangis Pilu dan Panik Iringi Ledakan Marriott dan Ritz

Jumat, 17 Juli 2009 | 09:21 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Hotel Ritz-Carlton yang disiapkan sebagai hotel penginapan para anggota tim Manchester United yang akan tiba, Sabtu (18/7), meledak Jumat (17/7) pagi sehingga kepastian kedatangan tim itu menjadi pertanyaan.

Ledakan itu terjadi dua kali di Hotel Ritz-Carlton dan Hotel JW Marriott pada pukul 07.55 dan media melaporkan sudah jatuh beberapa korban yang dilarikan ke rumah sakit. Media melaporkan Jumat pagi, ledakan yang belum diketahui penyebabnya itu terjadi di Restoran Airlangga Hotel Ritz-Carlton.

Kesebelasan Manchester United menurut rencana akan tiba dengan pesawat carteran di Bandara Halim Perdanakusuma pada Sabtu malam dengan berkekuatan 90 orang yang terdiri dari pemain dan ofisial, serta manajemen tim.

Kedatangan MU ini merupakan rangkaian tur mereka ke Asia. Sebelum ke Jakarta, mereka menjalani laga persahabatan pertama dalam Tur Asia 2009 melawan tim Malaysia. Setelah bertanding di Indonesia, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Seoul.

Kesebelasan "Setan Merah" itu akan bertemu dengan tim Indonesia All Stars (IAS) di laga persahabatan pada Senin (20/7) mulai pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Bila tim itu jadi datang Sabtu malam, Pada Minggu pagi mereka akan langsung menjajal lapangan SUGBK pada latihan pagi. Sesi latihan Minggu pagi direncanakan mulai pukul 10.00 WIB, dan boleh disaksikan para penonton yang sudah membeli tiket dari kategori VVIP hingga kategori I.

Sebelum menjalani sesi latihan pagi itu, perwakilan dari Manchester United akan lebih dulu melakukan tanya jawab dengan wartawan media cetak dan elektronik dalam acara konferensi pers di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan.

Dari pihak MU ini diharapkan hadir CEO David Gill, manajer Alex Fergusson, dan salah seorang pemain teras MU. Dari tim IAS, manajer tim Andi Darussalam Tabusalla serta Bambang Pamungkas. Agenda lain, David Gill dan pemain MU serta perwakilan dari tim IAS akan menuju kawasan Senayan untuk mengikuti kegiatan pendukung program penanaman sejuta pohon yang dicanangkan oleh pemerintah.