Laman

Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan

5 April 2013

Singapore terasa MAHAL

sign directions #singapore

Singapore captured by me

Hard Rock Hotel Sentosa Island

Minggu lalu saya dan keluarga baru pulang dari Singapore, kunjungan kali ini dalam rangka nemenin Cece dan keluarga serta Mama Papa. Jalan bareng keluarga rame-rame memang menyenangkan, Total kita pergi ber 12. Dan ini kali pertama kita jalan bareng ke luar negeri.

Kali ini stayed di Sentosa Island, pilihan jatuh ke HRH secara kita memang Hardrocker sejati :) dan yang pasti dapet harga promo sekitar 1,6jt udah include breakfast. Normal price diatas 2jtan deh. Kepikiran juga untuk main-main di pulau kecil ini, karena selain USS juga banyak wahana lainnya. Salah satunya yang menarik adalah jalan sore di sepanjang pantai, suatu yang beda banget saat di Singapore.

hari berikutnya kita mampir ke Legoland di Johor Bahru, sekalian nambah setempel di pasport :)
ah, Johor bahru tetep seperti 3 tahun yang lalu. Gersang.
Seperti yang sudah sudah begitu banyak perbedaan antara Johor dan Singapore walau sudah disambung dengan 2 jembatan penghubung. Terutama keliatan adalah sistem transportasinya, kita harus menunggu sekitar 1 jam untuk mendapat bus ke Legoland (menurut website resminya tiap 30 menit). Begitu pula ketika ditawari sewa taksi dengan tarif yang mahal, karena mereka tau kita butuh transport.
Kedua, saat kita harus antri di wahana Legoland; perbedaan ini terasa banget karena hari sebelumnya kita ke USS. Dimana kalau USS antrian panjang diusahakan secepat mungkin oleh petugas, entah itu di carikan pasangan bila masih ada seat yang tersisa atau apalah (petugas begitu tanggap). Nah, keadaan ini berbeda jauh saat kita di Legoland. Sudah tau kalau antrian panjang, si petugas malah asik main telepon dan tidak mengawasi apakah masih ada seat yang tersisa. Poor :(

Hari berikutnya setelah dari Legoland, kita mengunjungi China Town, Marina Bay, Singapore garden, Singapore Flyer dan tentunya Orchard road.

Setelah 4 hari di Singapore hanya satu yang sangat terasa perbedaannya dengan kunjungan ke negri ini sebelumnya adalah MAHAL. Ya, yang paling terasa adalah saat kita harus makan. 2 tahun lalu kisaran SGD 3-4 untuk sekali makan dan sekarang sekitar SGD5-7. Apalagi ditambah SGD yang semakin melambung.

Tapi singapore tetap jujugan sebagian besar orang Indo, dan salah satu destinasi yang paling diincar bagi pemula yang ingin bepergian ke luar negri (selain Kuala Lumpur)

30 Juni 2012

Live in HARDROCK HOTEL PENANG











Penang Hardrock Hotel was located in Batu Feringhi beach, it's about 45 minutes drive by bus to west Penang island.


Here we are, after five days in Penang finally we stayed at HRH for only one night. Yeah, only one night!! You know because it's over price from my budget, but passion to stayed at Hardrock hotels circle ruins my budget. Hahaha. With all facilities such as, pool, beaches, Hardrock cafe, lil' rock, rock shop, and other luxurious room. They are commensurable with average price in USD 140 (early 2012) including breakfast.

What we love about HARDROCK HOTEL is they have all what we need, place to having fun for our kids. Place where we shopping hardrock t-shirt. Place that we can hanging out till late. There's only one place, one stop entertainment you can called.

Stayed at first floor, our room doesn't have a great view, yeah. I think this is cheapest room and you'll got it. But, the room was huge without balcony and great shower with open window to the room. 32" LCD TV. Free internet with wifi password. Oh yeah, great!! And you can download many-many music from their website.

I've got a flower pin for free when check in and show my all access card, yey. It's collection. Grape juice for welcome drink presented soon. 

Beside the hotel, you can try cheap Pizza or Asian food just cross the street.


25 Juni 2012

Live in GEORGETOWN BAYVIEW HOTEL PENANG

Akhirnya kita pindah hotel juga, setelah tiga malam di Tune hotels, yang semestinya sudah aku bayar 4 malem dan terpaksa kudu dibuang semalam gara-gara sirine yang gak jelas di pagi buta. Kog rasanya rada terganggu juga ya stay di Tune akhir-akhir ini apalagi kalo bawa keluarga, mana dapat semprotan dari istri dan mama mertua yang takut akut sama sirine-sirine itu....

Pemesanan dengan agoda berhasil di hari yang sama setelah menggunakan jaringan wifi di lobby hotel Tune yang super duper lambat, dan quota setengah jam yang diberikan hanya bisa menghasilkan satu kali bookingan ajah. Payah amat, padahal iklan salah satu provider terpampang segede gaban di belakang layang PC yang berjajar di lobby. Ya sudah lah yang penting sudah CONFIRM dengan selamat, dan ga bakal dapet omelan lagi :P

Sorenya setelah kepanasan keliling muter-muter Georgetown, kita pindahan menggunakan taxi. Lokasinya tidak begitu jauh harusnya, tapi karena bawa rombongan ya terpaksa ga bisa pake jalan "irit" (HOHO bus yang gratisan). Woolaah 10 menit kemudian udah sampe deh di Bayview Hotel.  Setelah nyodorin email dari iPad, si resepsion kasi kita dua kunci kamar. Wah, lumayan kita dapat kamar di lantai 5 dan dapet view ke taman di depan hotel. Perfect!! Kamarnya cukup luas (bandinginnya sama Tune yang 4 hari di sana cuman bisa sehari di sini), hahahaha...


Kamar hotel dengan "TV tabung"
Setelah rebahan bentar, aku dan anak-anak nikmati fasilitas hotel "BERENANG".. Kolamnya ada di lantai 3, ada satu kolam yang ga gitu gede persegi panjang dan satu kolam anak-anak plus satu kolam bulet (hot tub), suasananya juga sepi cuman ada satu-dua tamu saja. Fasilitas lainnya gym yang belum sempet aku cek, tapi kelihatannya kecil.



Pool nya di lantai 3 cukup menyegarkan di udara Penang yng super HOT
Hotel ini rada tua juga seh, mungkin perkiraan pertengahan 80-an atau awal 90-an. Tapi cukup terjaga dan yang pasti bersih. Secara lokasi bagus banget, berada di sisi utara Georgetown. Deket banget sama Jalan Penang yang penuh dengan bar-bar, juga dengan EO Hotel yang legend banget. Menyebrang ke jalan Lebuh Leith akan berjumpa dengan Blue Mansion Cheong Fat Tze dan di sebelahnya ada Red garden cafe yang dapat rekomendasi dari Tripadvisor. Mau muter-muter Little India juga tidak begitu jauh juga, ya nurutku perfect location lah.

2 Maret 2012

live in: Tune Hotels PENANG









Sebelum me-review Tune Hotels Penang, mungkin, ada baiknya membaca satu bait posting saya terdahulu: "be one of inagural Air Asia to PNG"

Selama di Penang, Sugi stay di Tune Hotels #100 Jalan Burmah - George Town. Ratesnya cukup murah hanya sekitar RM 60 semalem (175 ribuan semalem) sudah termasuk Air Con :) Kalau lokasi waaaaah strategis banget deeeh. Di lantai dasar juga terdapat 24 hour shop SevenEleven, di sebelahnya ada One World semacam Sutos di Surabaya. Isinya cafe-cafe, resto, butik-butik dengan konsep open space. Di seberang jalan menuju jalan Macalister akan terdapat ratusan food hawker, beda dua blok terdapat Penang Plaza dan hanya 5-10 menit menuju Komtar (gedung tertinggi di Pulau Penang)
  
Semua jaringan TUNE HOTELs memang memiliki konsep yang sama yaitu lokasi terbaik dengan harga murah, bed-nya aja "king koil" dan shower yang deras (panas/dingin). Bayarlah sesuai kebutuhan, mungkin timeline tersebut bisa menjadikan kita sebagai tamu untuk mendapatkan fasilitas sesuai apa yang kita bayar. Untuk Air Conditioner saja ada semacam alat checker lamanya sesuai yang kita bayar, biasnaya mereka jual per 12 jam atau 24 jam. Hemat kan!!


Bahkan sangking recommendednya hotel ini, saya sudah booking lagi untuk lawatan saya berikutnya Juni mendatang. Dan berikut beberapa album foto Penang tahun 2010 akhir: Penang narcistic, PNG update, Penang Temple dan Penang Heritage.



30 September 2011

Day 4: Star Cruises VIRGO back to Harbor Front




Hari itu pas akhir bulan Agustus merupakan hari terakhir kita crusing di tiga tempat dan tiga negara. Perjalanan kembali dari Langkawi menuju Singapore dimulai dari kemarin sore jam 6, cuaca sangat cerah hanya saja badan rasanya udaaaaah cuapeeeek banget!!!. Dimalam terakhir saya habiskan dengan menikmati pemandangan dari Galaxy of the stars di deck 12, dari sini memang menyuguhkan pemandangan indah di depan kita dengan kaca-kaca jendela yang besar. Oya, dimalam terakhir ini  ada gala dinner di Bella Vista Restaurant yang tentunya berbayar. Selain itu ada adultshow di Lido :)

Pagi itu cuaca cukup cerah, bahkan sangat cerah! Aktifitas kita mulai seperti kemarin-kemarin yaitu bermain di sekitaran Parthenon Pool deck 12, dan dilanjutkan makan pagi di Mediteraian Restaurant. Sekitar tengah hari kapal kita sudah sampai di antara Malaysia dan Sumatra, banyak juga kapal-kapal tanker yang melalui jalur ini. Makanya tidak salah juga kalau Singapore menjadi pelabuhan yang sangat strategis.

Selepas dari Parthenon Pool, saya menghabiskan waktu di library deck 12 sambil menyalakan iPad 3G yang sudah saya pasang kartu flash dari Telkomsel dan whooolaaa ternyata dapat signal Telkomsel dengan jelas :) Lumayan bisa update2 status dan browsing2. Dan coba cek signal manual di Blackberry ternyata banyak signal dari beberapa provider kluaran  Malaysia, Singapore dan Indonesia: Starhub, SingTel, Telkomsel, XL, Celcom, M1.


Lunch hari ini kita memilih di Bella Vista Restaurant dengan pilihan menu western, karena hari-hari kemarin cukup susah buat reservasi di sini. Akhirnya kita dapat juga tempat :D kita bisa menikmati set menu appetizer, main course dan dessert. Saya pilih salad, pasta dan ice cream dan semuanya perfect!!!! Selesai lunch kita harus menyelesaikan pembayaran dan pengambilan passport di Liddo, dan semua berjalan lancar. Sedangkan bagasi kita sudah harus siap di depan cabin sebelum jam 1 siang dan akan di collect oleh petugas.

Sekitar jam 3 sore kita sudah mendarat eh menyadar di Harbour Front Singapore,  dan tentunya kartu merah mempunyai fasilitas pertama untuk keluar dari deck. Sedangkan World Cruise (biru) belakangan, untuk antri keluar imigrasi di harbour front memakan waktu hampir 2 jam lebih. Dan barang-barang kita sudah bisa diambil di rak-rak sesuai no cabin setelah cap stempel imigrasi.

Hari ini kita akhiri di Vivo City hanya untuk cari makan malam dan kembali pulang ke Hotel. We're have a great time at cruises.....


26 September 2011

DAY THREE: Star Cruises VIRGO at Langkawi


Memasuki hari ke tiga di atas Cruise, kita memutar arah balik lagi ke Singapore. kali ini berangkat jam 2 dini hari dari Phuket menuju langkawi, sekitar jam 11 siang setelah breakfast kapal kita menyandar di Awana resort Port Langkawi. Pemandangan cukup bagus dengan kapal-kapal dan pulau-pulau kecil di seberang. Memang lokasi Awana resort cukup strategis, berada di tengah-tengah andara Kuah Town dan Langkawi International Airport. Begitu pula menuju ke Cenang Beach hanya memakan waktu sekitar 5-10 menit saja.

Untuk landtour di Langkawi sendiri sebenarnya saya hanya pengen naek cable car saja, selebihnya paling foto-foto di pantai. Sebelumnya saya sudah googling untuk persewaan mobil, tetapi berhubung saat itu pas hari pertama Idul Fitri jadi banyak rent car ataupun taxi yang menolak. Sedangkan untuk cable car tidak termaksuk jadwal maintenance, jadinya go show cari taxi untuk ke Oriental Village dimana lokasi stasiun cable car berada.

Ternyata tidak sulit untuk mencari taxi atau rent car di sana, tetapi harganya cukup tinggi. Untuk satu mobil van bermuatan 6 orang mereka minta RM250 dan bisa dipakai untuk muter-muter sepuasnya. Setelah nego yang alot, akhirnya saya pasrah juga ambil taxi dengan biaya segitu. Tujuan utama pastinya menuju cable car, kita melewati Cenang Beach yang katanya "Pantai Kuta"-nya Langkawi tapi (maaf) jauuuh jauuuuh lebih cantik Kuta. Di Cenang Beach hanya terlihat sederetan resto-resto dan butik-butik kecil, itupun banyak yang tutup (lebaran). Setelah itu memutari landasan Langkawi Airport menuju pantai Kok, pemandangan sekitar hanyalah sawah-sawah dan ladang. Tetapi di pantai Kok sendiri cukup menarik, disana terdapat dermaga dengan beberapa yacht. Deretan resto dan pertokoanpun bergaya mediteran, tapi karena buru-buru mau ke cable car kita pun hanya melewati.

Setelah pejalanan sekitar 20 menit sampailah kita di Oriental Village, lokasinya di pinggiran hutan dan rimbun banget. Oriental Village sendiri adalah taman dengan beberapa deret toko-toko baju serta ada kandang satwa seperti kelinci.

Dan, penonton kecewa beraaaaaat !!! Disana sudah banyak yang ngantri buat naek cable car, setelah cek di loket penjual karcis ternyata tutup karena full. Duh, udah bela-belain sewa taxi mahal buat ke sini ternyata tetep gak bisa naik. Akhirnya dengan berat hari kita minta sopir taxinya buat muter-muter Pulau Langkawi. Si pak sopir ada nawarin kita buat liat air terjun, penangkaran buaya, atau naik perahu kecil melihat hutan bakau. Tapi karena lagi not in the mood, saya tolak semua tawaran tadi dan memilih muter seluruh pulau naek taxi (gak mau rugi).

Ternyata Langkawi kecil banget, hanya butuh waktu sekitar satu jam untuk keliling satu pulau ini. Dan sampailah kita di Kuah Town, kota paling gede se Langkawi. Kotanya sih biasa saja, tidak ada yang menarik, Mall pun kelihatan sudah agak tua bangunannya. Bikin tambah bete lagi, udara panas bangeeeet!! Setelah jepret-jepret di dataran Elang, yang ada patung Elang gede di tepi pantai (parahnya lagi patung tersebut lagi di renovasi). Yah, pokoknya seharian ini memang not our lucky day.


Ngak mau makin memperburuk suasana, saya putusin buat balik ke Awana resort. Disini saya dapet foto-foto dengan obyek yang cukup bagus, dimana resort ini mempunyai bangunan gaya mediteran dengan mercu suar boongan yang cukup bagus. Di kejauhan juga terdapat beberapa yatch yang makin mempercatik pemandangan.

http://maps.google.com/maps?q=langkawi,+malaysia&hl=en&ll=6.36179,99.696808&spn=0.035742,0.054502&sll=37.540222,-122.349243&sspn=0.10753,0.21801&vpsrc=6&t=m&z=14

22 September 2011

Day Two: Star Cruises VIRGO at Deep Sea Port Phuket





29 Agustus, early morning...

Perut masih terasa full banget abis supper semalem, jadinya tidur rada gak enak juga. Akhirnya aku putusin buat keluar dari cabin sambil mboyong peralatan perang (= kamera) heheheh. Jam menunjukkan pukul 6 pagi waktu Surabaya yang artinya local time sekitar jam 7an tapi diluar masih rada gelap. Saya langsung naik ke dek 13, ups ternyata cuaca lagi ujan gerimis dan angin kenceng banget. Wah mendung, gak ada sunrise sama sekali. Sambil ngiteri dek tertinggi saya mulai turun satu persatu ke dek 12 sampai dek 6 pake tangga pula. di dek 7 terdapat balkoni dengan teras  dari kayu. Maksud hati pengen ke ujungnya kapal, kayak di film Titanic. But, ternyata Closed!!! di gembok dan dikunci. Setelah saya tanyakan ke resepsionis memang ngak boleh ke area tersebut, sedih deh!!


Seharian ini kita bakal menikmati pemandangan laut lepas tok sampe jam 7 sore nanti, baru mendarat di Deep Sea Port-Phuket. Acara paling seru ya di Pool ada games-games seru (antara jam 10an), kemudian abis lunch kita nonton show di Liddo. Shownya dari kru-kru Cruises juga, mereka buat nyanyian dan tarian serta lawakan yang cukup seru.

Sorenya, jam 5 ada acara BBQ di pool deck 12. Momennya pas banget dengan pemandangan di luar sana, ya kita lagi melewati pulau-pulau diantara Phi-phi island. Sambil nyeruput jagung bakar plus sirloin steak, amboooy..... Ini momen yang paling saya suka selama di cruises.

Malam ini kita punya waktu sekitar 7 jam untuk muter-muter di daratan Phuket. Sejak sebelum keberangkatan saya udah prepare sewa mobil, taraaaa dapetnya murah cuman THB1800. Bandingin sama kalo kita ikut shuttle bus yang disediakan Cruise, per orang SGD 25. Karena rombongan kita ber-10 jadinya mahalkan.

Sesuai dengan perjanjian kita dengan rent car, akhirnya ketemu juga di luar pos jaga. Disana juga banyak mobil sewaan, kalo yang udah masuk port tentunya lebih mahal. Selama di Phuket kita cuman mampir ke Juncheylon Mall di Patong Beach, males juga ceritanya karena memang gak ada apa-apa kecuali mall... hehehehehe. Btw, cuman sedikit sharing mendingan kalo pas lagi cruising gak perlu mikirin buat land tour. Karena di port sendiri bakal ada pasar malem dadakan, banyak penjual buah-buahan, baju, makanan kering, oleh-oleh, dll. Saya sendiri cukup nyesel waktu itu :(

Abis muter-muter di Juncheylon Mall dengan arah tujuan yang ngak jelas, akhirnya kita balik ke Cruises. Di pasar malem dadakan masih sempet belanja-belanja buah. Walaaah, mangga Thailand yang di Surabya mahalnya ajubilaaah di sono cuman 5000 perak sebiji... Puaaaaass deh makan mangga Thai.







9 September 2011

DAY ONE: STAR CRUISES VIRGO






Minggu, 28 Agustus 2011

12.50
Setelah cek out dari hotel di daerah Lavender, kita menuju Harbor Front yang menjadi satu bagian dengan Vivo City. Harbor Front sendiri merupakan pelabuhan di selatan pulau Singapura yang berbatasan dengan pulau Batam, jadi bila kita mau ke Batam dengan Ferry maka harus lewat pelabuhan ini juga. Menuju Harbor Front pun cukup mudah dapat diakses dengan MRT atau Taxi, bila Anda berpergian rame-rame ada baiknya ambil Taxi karena akan jatuh lebih murah!

Tepat jam 1 siang loket cek in untuk bagasi dan boarding sudah dibuka, dan yang antri lumayan panjaaaaaaaaaang!! hahahahaha, maklum aja memang lagi Peak season dan kebanyakan dari Indo (hampir 70%nya). Oya, tempat cek in bagasi berada di Lt. 2 Harbor Front (banyak petunjuknya). Pertama yang harus dilakukan adalah cek in bagasi bila kita membawa koper yang ukurannya lumayan gede, kalau seukuran koper cabin ya cukup dibawa aja. Berikutnya harus antri lagi untuk boarding, antri sesuai dengan jenis cabin (ada 3 yaitu : merah, kuning dan biru) dan nantinya akan diberi kartu kayak ATM yang tertulis nama dan nomor cabin. Kartu ini selain untuk akses masuk ke cabin juga merupakan alat pembayaran selama kita di dalam kapal. Bisa digunakan untuk belanja apa saja, dan bill-nya akan ditagihkan pada hari terakhir saat keluar.

WE ARE ON BOARD
16.10
Setelah melewati proses imigrasi, kita langsung menuju dek kapal. Disini paspor kita akan ditahan oleh petugas, jadi selama di dalam kapal kartu identitas kita adalah kartu boarding tadi. Juga digunakan pada saat land tour di Phuket dan Langkawi, kita tidak perlu lagi antri di imigrasi. Ada baiknya untuk menjaga kartu tersebut supaya tidak hilang. Memasuki kapal pertama di dek 7 yang merupakan area Lobby, kita disugguhi welcome drink berupa orange juice dan champagne. Dapat dah dua gelas champagne dan cukup bikin melayang dikit, hahahahah...

Karena udah hampir jam 5 sore, sudah waktunya untuk berangkat. Kita menuju cabin dulu dan sudah mendapatkan tas koper kita sudah ada di depan pintu cabin. Cabin yang kita tempati ada di dek 11, inside stater room (alias tanpa jendela) --> untuk meminimkan budget :D kamarnya cukup compact, small but comfy. Apalagi Selena girang banget dapat bed di atas. Jadilah anak-anak pada rebutan buat tidur di atas!!!

17.00
Karena kapal baru mulai berangkat kita cepet-cepet naik ke dek 12 (Amphie Theater) buat lihat pemandangan, persis jam 5 sore kapal mulai jalan menuju Phuket melewati selat Malaka dan laut Andaman. Malamnya kita dinner di Mediteran International Buffet yang ada di dek 12 sampe jam 9 malam. Dan jam 12 malam kita cobain supper di tempat yang sama, menunya ada sedikit beda! Tapi yang pasti tersedia kue-kue snack, salad bar, buah-buahan, dan Indian Vegetarian Food. Dan kalo dipikir-pikir berat badan bisa nambah berapa ya kalo gini cara makannya :D dan gilanya lagi ternyata banyak juga yang ambil supper ini loh.

Sehabis menikmati supper, kita jalan-jalan di sepanjang dek 13. Karena udah tengah malem memang tidak ada pemandangan selain lampu-lampu di kejauhan entah itu kapal atau daratan. Angin cukup kenceng di tengah malam, sampe-sampe muka saya kehantam kamera poket *nyengir*


DAY TWO
01.32
tidor...........


21 Juni 2011

Malacca yang tertinggal: Nasi Daun Pisang




hari terakhir di Melaka, kita masih punya waktu sampai sore untuk kembali ke LCCT dan pulang dengan last flight jam 10. Our newlywed, Mr and Mrs Tan ngajak kita buat lunch di restoran India. Kita sih ho-oh aja, karena memang di Surabaya jarang sekali ada depot-depot khas India. Siang itu setelah packing koper dan checkhing out dari Guest House, kita langsung meluncur ke down town.

Restoran Saravanna, south Indian cuisine "Chettinadu King" begitu tulisan di depan papan restoran. Di dalam resto udah banyak sekali numplek blek orang-orang India dan cuman terlihat satu rombongan kecil Chinese plus rombongan kita :)

Kali ini saya pesan nasi briani, nasinya coklat dengan bumbu kare dan di dalamnya terdapat satu potong ayam kare. Acar dan beberapa jenis sambel (merah dan ijo), krupuk, buah semangka, cabe kering serta bumbu-bumbu khas India di bagikan juga menjadi pelengkap. Yang menarik justru cabe keringnya, dengan rasa yang asin. Mantab!!! Kalau nasi brianinya sendiri, menurut saya salah pilih :( Terus terang saya tidak begitu suka, yah paling tidak buat pengalaman.

Selain itu kita bisa pilih nasi putih biasa dan nanti di siram bumbu-bumbu kare, lauknya pun boleh pillih sesuai selera. Seperti kalau kita pesen nasi pecel plus lauk yang bisa di pilih sendiri, hehehehe...

Ada satu culture, bila kita merasa puas dengan makanan yang dihidangkan sebaiknya daun pisang kita tutup dari atas ke bawah. Begitu pula sebaliknya, bila merasa tidak puas daun pisang di lipat ke atas. Nice!!

15 Juni 2011

One Day in Malacca: A'Famosa






catatan ketiga :)


Setelah menikmati pemandangan kota Melaka dari ketinggian di Menara Taming Sari, saatnya untuk cooling down. Secara saat itu udara Melaka memang sangat panas....

Di sebelah timur Taming Sari ini terdapat Mall yang cukup terkenal di Melaka, Dataran Pahlawan namanya. Uniknya diatas Mall ini terdapat lapangan rumput hijau, oleh karena itu mereka menyebutnya dataran (=lapangan). Memang tadinya Mall ini adalah lapangan sepak bola kata Uncle Ronald, dan sekarang sudah beralih fungsi menjadi Mall.

Dataran Pahlawan cukup lengkap dengan branded store dan beberapa Outlet Store yang harganya cukup miring. Selain itu disini juga dilengkapi beberapa foodcourt dan fast food, bahkan ada beberapa resto dan cafe juga. Ada juga Craft Market, Electronic store, wah pokoknya cukup lengkap deh...

Di sebrang jalan terdapat Mall satu lagi yaitu Mahkota Parade yang lokasinya menjadi satu dengan Mahkota Hospital dan Mahkota Hotel. Rumah sakit ini cukup terkenal bahkan banyak pasien yang datang dari luar Malaysia terutama dari Dumai (Sumatra) dan sekitarnya.

Setelah beberapa jam mengublek isi Dataran Pahlawan, tanpa sengaja saya menemukan A'Famosa yang merupakan benteng peninggalan Portugis. Tadinya saya mau cari toilet, eh gak taunya malah nemu lokasi wisata yang cukup terkenal ini :) Karena udah sore sekitar jam 4 atau 5 waktu setempat, matahari udah mulai turun dan banyak sekali wisatawan yang mengabadikan foto di benteng ini. Suara lagu dari becak-becak yang penuh bunga warna-warni ikut meramaikan suasana.

Puas menikmati A'Famosa, kita lanjut naik ke atas bukit dimana terdapat makam Belanda dan runtuhan gereja St. Paul. Menaiki anak tangga yang landai, kita berusaha sesantai mungkin untuk sampai di atas. Pemandangan di sini cukup menarik dan menjadi obyek untuk foto wedding. Dutch Cemetery bisa menjadi obyek wisata, dilihat dari batu nisannya makam ini ada antara tahun 1800-an.

Ruins of St. Paul's Church
Kalau dipikir-pikir bangunan ini mirip dengan ruins of St. Paul di Macau yang lokasinya diatas bukit dan juga sama-sama sudah runtuh. Hanya saja disini yang runtuh hanya atapnya saja, sedangkan bangunannya masih tetap utuh. Di dalam gereja berjejer batu nisan yang sangat tinggi, rata-rata setinggi 2 meter. Keindahan gereja St. paul berkurang lantaran di lokasi ini dibiarkan penjual yang mengelar dagangannya di dalam gereja :( sungguh disayangkan.

Persis di depan gereja terdapat St. paul Statue dengan tangan yang sudah hilang. Dari atas sini kita bisa melihat segala penjuru Melaka dan menikmati sunset.

Selesai menikamati pemandangan dari atas bukit, kita menuruni anak tangga menuju Christ Church atau rumah merah tadi. Anak tangga ini berbeda dengan anak tangga yang kita naiki dari A'Famosa. Cukup lelah seharian ber-"pusing-pusing" di Melaka, maka kita ambil circle fountain di depan Christ Church untuk melepas lelah. Sengaja kita balik ke sini lagi karena memang mau menuju Jonker Walk di malam hari. Lucky we are bisa melihat Rumah Merah saat siang dan petang dengan suasana yang berbeda.

next to JONKER WALK a famous walking street at weekend
Jalan ini merupakan daerah pecinan di Melaka, banyak sekali bangunan-bangunan tua di sepanjang jalan. Mirip Kya Kya di Kembang Jepun dulu, cuman disini lebih banyak menjual barang-barang seperti baju dan art craft. Selain itu juga ada penjual snack-snack dan cendol yang terkenal itu.

Rumah Baba Nyonya juga terletak di jalan ini, hanya saja saya tidak sempat untuk mampir. Oya, jangan lewatkan untuk cobain makanan-makanan yang di tawarkan oleh beberapa kedai makanan. Waktunya wisata kuliner dan belanja-belanja.... :D





- T H E E N D -

10 Juni 2011

part 2: One Day at Malacca

catatan Sugi selanjutnya....

Selesai menikmati Chicken Rice Ball, kita menuju Menara Taming Sari. Dari kejauhan menara ini memang nampak menjulang tinggi, sebelum sampai disana kita melewati beberapa tempat obyek wisata.

Information Centre
Lokasinya tidak jauh dari Rumah merah yang merupakan pertigaan strategis. Sejauh mata memandang memang dikelilingi oleh obyek wisata di Melaka. Tadinya saya mau ambil Free Maps di sini, tapi baru keinget kalo hari itu adalah Jumat jadi mereka istirahat sampai jam 3 sore.Di sana juga terdapat benteng dengan beberapa meriam, tidak jelas nama benteng ini apa ya??!! Diseberangnya terdapat sungai Melaka dimana merupakan jalur Melaka River Cruise. Sedang diseberang jalan kita bisa melihat Gedung Putih dengan bongkahan sisa-sisa batu bata di halamannya. Di sisi selatan adalah Dataran Quayside...

Quayside....setelah Benteng tadi terdapat "Dataran Quayside" dengan fountain kecil memanjang dan dilengkapi moderen halte bus (seperti di Singapore). Quayside ini berada di sepanjang sungai Melaka, di situ terdapat kincir air dari kayu dengan pohon-pohon teduh. Cukup nyaman berlama-lama di sini sambil "ngadem" dari terik matahari, tidak lupa sambil nyeruput es degan :)Di sepanjang jalan Quayside ini terbuat dari kayu dengan bangku-bangku kayu menghadap ke arah sungai. Di seberang sungai terdapat hotel Casa Del Rio bergaya Mediterania, cukup cantik. Sedangkan di balik itu terdapat Craft Market yang menjual barang-barang kerajinan tangan, mirip pasar Sukowati di Bali.Bila mau menikmati Melaka River Cruise bisa naik dari sini, note: sebaiknya naik pas malam hari, selain tidak terik matahari kita akan disuguhi cantiknya pendaran warna-warna lampu di sepanjang sungai.
Di ujung jalan Quayside kita akan menemukan Maritime Museum.....

Maritime MuseumAtau disebut juga Museum Kapal, Museum ini mirip seperti museum Kapal selam di Surabaya. Hanya saja bentuknya memang perahu kayu jaman Abda 16-an. Untuk menikmati museum ini cukup bayar RM 3 (dewasa) dan RM 1 (anaik-anak), itu pun sudah termasuk museum Maritim di sebelahnya. Seperti kebanyakan museum, kita disugguhi diorama dan cerita-cerita sejarah mengenai kejayaan Melaka di abad ke 16.
Lucunya kita diberi dua kantong plastik saat bayar tiket, saya pikir untuk beli merchandise di dalam. Ternyata oh ternyata, kita harus lepas sepatu saat masuk museum. Jadi fungsi kantongan tadi untuk menyimpan sepatu kita, heheheh... *weird*

Menara Taming SariAkhirnya kita sampailah di Menara Taming Sari, untuk masuk ke obyek wisata ini cukub bayar RM20 (dewasa) dan RM10 (anak-anak). Cukup murah jika dibandingkan dengan Tiger Sky Tower di Sentosa Island, secara kurs SGD juga dua kali lipat dari pada MYR :p Selama kurang lebih 10 menit kita bisa menikmati seluruh pemandangan kota Melaka dari ketinggian. Cukup bagus dan worthed banget.
Di pintu masuk Taming Sari juga terdapat Tourism Information Centre, akhirnya dapat juga free maps disini :)

next to DATARAN PAHLAWAN

6 Juni 2011

part 1: One day on MALACCA


catatan perjalanan Sugi bersama keluarga kemarin adalah mengunjungi salah satu kota warisan dunia, UNESCO world heritage.

Mengenai sejarah Melaka mungkin bisa dicari di buku-buku literatur ataupun wikipedia, cuman Sugi pengen berbagi apa sih yang dilihat seharian kemarin?? Start jam 10 pagi waktu Melaka, saya keluar dari Guest house di Pertam Jaya (PJ). Jaraknya masih sekitar 10-15 menit dari pusat kota. Karena sulitnya transportasi, alternatif utama dan tergampang adalah TAXI. Taxi "One Malaysia" tidak lama muncul setelah saya telepon, taxinya cukup bagus menggunakan Nissan seri terbaru (kata uncle sopir taxinya sih baru jalan sebulan). Oya, taxi warna biru lebih mahal dari pada warna merah dan keduanya menggunakan argo (meters). Untuk sampai di "Rumah merah" cukup bayar RM16.

Rumah Merah adalah komplek peninggalan sejarah kota ini, memang semua bangunan dicat warna merah bata. Mulai dari pertokoan, gedung perkantoran, Museum sampai yang terkenal adalah Chris Church. Semua kawasan wisata ini tidaklah telalu jauh jaraknya, semuanya menjadi satu komplek. Pertama-tama saya turun di depan Youth Museum yang terletak disamping Christ Church. Walaupun masih pagi, sudah banyak rombongan wisatawan yang datang.

Bagunan-bagunan ini cukup bagus, seperti kebanyakan model bangunan Portugis di Asia Tenggara. Hanya saja sayang banyak mobil parkir sembarangan dan becak-becak yang penuh ornamen bunga juga menjajakan jasanya disana. Bagi saya cukup mengecewakan :(
Setelah puas ambil beberapa foto disana, kita menuju chicken rice ball di Kedai Kopi Chung Wah (rekomendasi sopir taxi tadi), letaknya persis di sebelah jembatan menuju Jonker Walk. Dan, OMG antrian panjang sampai di trotoar jalan!!! Akhirnya kita cobain cendol durian di seberangnya, San Shu Gong yang juga menjual snack buat oleh-oleh. Cendol durian dihargai RM6 per cup, isinya cendol kecil-kecil plus es serut dan gula jawa. Rasa duren tidak terlalu terasa, cocok sekali buat saya yang tidak doyan duren :)


Setelah agak sepi barulah kita ke kedai Chung Wah tadi. Memang tidak salah kalau orang-orang pada rela antri di kedai ini, nasi Hainam yang di buat bulat-bulat menyerupai bakwan ikan ini memang enak banget. Makannya bersama ayam Hainam yang disteam dengan bawang putih, cocalan sambel cukanya juga cocok di lidah. Karena udara panas siang itu, jangan lupa cobain lemon juice. Air es yang di tambah irisan jeruk lemon, seger banget!! Untuk bill makan siang itu semuanya RM25, 6 piring rice ball dan a whole steam chicken. Cukup murah.