Laman

Tampilkan postingan dengan label bromo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bromo. Tampilkan semua postingan

14 Agustus 2012

gowes to mount BROMO

agenda buat gowes ke Bromo sudah kita rencanakan sejak 2 bulan lalu, memang mencari waktu yang pas biar semua anggota bisa turut serta susah susah gampang. Akhirnya terkumpul 11 cowok kece, eh, salah satunya cewek jagoan.... hahaha. Pas bertepatan sabtu minggu 11-12 Agustus kemaren, kita meluncur ke Bromo. Dengan menggunakan dua armada, satu inova muatan manusia dan satu grandmax muatan sepeda. Iya ada satu lagi pick up yang nyusul tengah malem, kayak si Kunti, hihihihihihi....

Bermalam di Bromo Permai dengan menempati dua kamar berisi 11 orang, sialan!! penjaga hotelnya minta uang lebih, ya sudah akhirnya kita bayar juga. Hmmm, rada nyesel ngak jauh2 hari booking hotel di Cemoro Indah :( Tapi ya sudahlah yang penting akomodasi semua sudah terakomodir.

sunrise dari Bromo Permai
05.00
Rasanya udah ga bisa tidur terlalu lama, lah wong satu single bed barengan sama Anton yang super gede. Wuiiik, ny louisa malah enak sendirian. Di kamar sebelah udah ga tau gimana modelnya diisi 6 orang begundal #oooppsss

sepeda-sepeda sudah siap mengarungi Bomo
Pagi itu kita masih bisa menikmati sunrise dari balik pagar hotel, sebelum start gowes menuju savanah. Cepat-cepat kita keluarkan sepeda dari mobil box, sedangkan sepedaku yang udah aku keluarin dari semalem udah nangkring duluan di dalem kamar :D Ngak menunggu lama kita langsung menuju Savanah.

Rute yang kita lalui sebenernya tidak jauh, hanya berjarak 14 KM pergi pulang. Tapi yang menjadi kendala adalah pasir yang belum mengeras sehingga sepeda sulit untuk di gayuh.Alhasil kita pun "nuntun" sepeda :)
Alangkah nikmatnya bersepeda di gurun pasir, pemandangan yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Biasanya kalau menggunakan Jeep, kita tidak akan bisa melihat gurun dan awan dan langit dan kabut yang berubah begitu cepat.

Segar dan pengen nyantap dinosaurus hihihiihihi

11.10
Setelah puas berfoto-foto ria sambil bersepeda dan istirahat di tanjakan terakhir Cemoro lawang, kita bisa beristirahat di restaurant hotel. Kalau ingat tanjakan itu, mampus rasanya, terik matahari menambah kegalauan kita. Di tambah perut-perut yang udah mulai keroncongan.  Dari kejauhan seperti fatamorgana melihat bapak dengan pikulnya yang membawa melon, kacang dan pisang. Ah ternyata kenyataan ada, heheheh... Bukan pula di gurun sahara

Ending yang menyenangkan kita telah berhasil mengarungi lautan pasir Bromo sampai ke Savanah.









17 Maret 2012

Bromo dan Savannah



Bromo, tempat ini memiliki keunikan sendiri bagi saya. Walaupun sudah beberapa kali menginjakkan kaki di gunung Bromo, tetapi selalu memiliki daya pikat. Entah harus berapa kali lagi saya bisa terpuaskan oleh kecantikannya. Berulang, ulang dan sekali lagi di ulang tetap saja tidak pernah bosan. Seperti lawatan terakhir kami di bulan Oktober tahun lalu, belum genap ½ tahun, suasana sudah sangat berbeda. Gundukan debu dan bekas bakaran pohon-pohon sudah menghilang. Yang ada adalah hijaunya semak dan pepohonan yang mulai tumbuh tunas. Pemandangan yang tidak biasa.

Pagi itu kita terbangun oleh suara "morning call" walau semalam tidak bisa tidur pulas karena udara yang dingin, dengan rasa kantuk kita harus terjaga untuk menikmati sunrise di Pananjakan. Selang beberapa waktu jeep yang sudah kita pesan menunggu di depan lobby, ternyata mereka menunggu nomor antrian dari pos depan. Pengaturan yang cukup fair, dan harga sewa jeep saya dapat lebih murah 50,000 dari pada harus melalui pihak hotel.

Pagi buta, selama satu jam perjalanan dari Cemara Indah sampailah di Pananjakan atas. Walau selama perjalanan tadi pikiran saya sedikit ngeri, ngeri karena sepanjang perjalanan tadi kita melewati jurang di kanan kiri. Sedikit komat-kamit mohon perlindungan pada Yang Kuasa, cukup melegakan.

Ah baru keinget kalau awal tahun, matahari muncul di sebelah utara. Pemandangan yang gak biasa aku temuin di dua lawatan terakhir ke Pananjakan. Pagi itu cuaca memang agak mendung, sunrise yang munculpun tidak bersinar seperti biasanya. Berenam, tiga pasangan, kita lalui pagi itu diatas Pananjakan menikmati mentari pagi. Aku dan heidy, Ming dan Louisa, Dedy dan istri (pengantin baru) hehehehe. Kayaknya kita nganter yang lagi honeymoon :D

Setelah selesai menikmati pemandangan di Pananjakan, kita turun ke Kawah Pasir, yang lain naik ke puncak Bromo (lagi-lagi) aku nunggu di parkiran sambil menikmati pop mie rasa baso, hmmm.... nyam.

Kali ini kita sempetin buat ke Savannah, Teletubis namanya, ya karena bentuknya yang mirip bukit hijau di film kartun kesukaan anak-anak. Pemandangan menuju Savanah sangat cantik, kita disuguhi kabut yang turun dari Cemoro Lawang seperti air terjun di sepanjang tebing. Dan hilang di hembus angin.

SAVANAH
Satu daya pikatnya adalah pemandangan hijau yang luas, sepertinya ingin berlarian tanpa batas. Bunga berwarna kuning, seperti bunga matahari banyak terhampar di seluruh lapangan yang luas. Cukup lama kita bersantai disana, sambil berfoto-foto dan menikmati udara gunung yang sejuk.

SAVANAH TELETUBIS

PASIR BERBISIK
Satu judul film yang dibintangi DIAN SATRO dan CHRISTINE HAKIM, menjadi satu nama tempat yang cukup populer di Bromo. Padang pasir ini memang memiliki kontur yang unik seperti bukit-bukit kecil dan lembah-lembah. 

PASIR BERBISIK

25 Februari 2012

Live In: BROMO PERMAI


 tipe DOUBLE ROOM STANDARD
 tipe TRIPLE ROOM







Sebetulnya saya stay di Bromo Permai pada 2010 silam bersama rombongan keluarga Keeton, hanya baru keingetan belum posting review hotel ini :D baru keingetan  karena  hari ini mau naik ke Bromo lagi, sayangnya ga jadi :(

Well, let's review about this hotel. Bromo Permai berlokasi di Cemoro lawang, pos terakhir kita sampai di Bromo. Karena setelah melewati pos Cemoro lawang kita sudah tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi untuk melanjutkan ke kawah pasir kecuali menggunakan sepeda motor. Pintu masuk hotel Bromo Permai hanya beda beberapa meter dari Pos Cemoro Lawang, memang tidak langsung mendapat pemandangan Gunung Bromo. Tetapi cukup menyebrang dari lobby hotel, dan disana terdapat serentetan pagar pembatas untuk menikmati pemandangan langsung ke Gunung Bromo dan Gunung Batok serta Pananjakan di belakangnya.

kala itu kita stay di triple bedroom dengan tarif 300.000 per malam dan double bedroom dengan tarif 200.000 per malam. Kondisi kamar cukup, walau kamar mandi dan toilet tidak berfungsi dengan bagus. Sedangkan, paginya saya sempet survey untuk family room dengan tarif 450.000 per malam. Kondisinya cukup bagus dari pada kamar yang kita sewa. Untuk harga tersebut sudah termasuk sarapan pagi, berupa buffet Indonesian dan western food.

Selain tipe-tipe kamar diatas, Bromo Permai juga punya tipe dorm room. Berisi sekitar 10-12 bed, saya rasa untuk rombongan dengan budget minim bisa menggunakan kamar jenis ini.

Di malam hari sudah banyak penjaja kaos dan sarung tangan, selain itu mereka juga menawarkan jasa Jeep untuk kita sewa menuju ke Pananjakan ataupun sekitar gunung bromo. Harga sewa Jeep cukup murah kisaran 250.000-350.000, dapat diisi 6-7 orang. Bila mau menunggang kuda, juga banyak penyewa kuda yang menawari kita sampai naik ke anak tangga Bromo. Sewa kuda dari hotel cukup bayar 200.000 saja per kuda.

Overall, saya lebih memilih Lava Lodge karena kondisi kamar yang lebih bagus dari pada Bromo Permai. Hanya saja ada satu lagi hotel di Cemoro Lawang yaitu Hotel Cemoro Sewu, mungkin di lain kesempatan harus mencoba hotel tersebut.


7 November 2011

birthday at BROMO




 
Tadinya saya planning suasana yang beda untuk merayakan ultah Selena yang ke Sembilan, ide untuk ke Bromo pun muncul seketika. Walhasil ide disambut dengan SANGAT SETUJU oleh Te te dan Po po (baca: kakek dan nenek), persiapan pun dimulai dengan booking hotel di Lava View lodge. Sebenarnya saya sempet mampir di hotel ini saat terakhir mengunjungi Bromo tahun lalu, jadi udah ada angan-angan buat nginep disini.

Pagi itu start dari Surabaya sekitar jam 7 dan perjalanan lancar banget sampe di Porongpun cuman padat, ngak sampe berenti total. Jam setengah sepuluh kita sudah sampai di Tongas, berhenti sejenak buat nikmati nasi sop empal di depot Rawon Nguling. Walaupun depot ini terkenal dengan rawonnya tapi saya pribadi salut sama sopnya :) Sedangkan istri dan Selena lebih memilih gule kambing, katanya enaaaaaak bangeeeet. Perjalanan kita lanjutkan menuju BROMO.

Satu jam perjalanan dari Nguling kita sudah sampai di Cemoro Lawang, padahal tadi juga sempet berhenti beberapa kali buat ambil foto. Dan sempet mampir Hotel Java Banana, hotel ini sekitar 2-3 KM dari Cemoro Lawang. Berbentuk resort dengan pemandangan lembah-lembah diantara ladang sayuran. Bagus banget!! Cuman sayangnya saat saya minta buat lihat kamarnya, si resepsionisnya ogah nganterin. Malah nunjukin digital frame seukuran 7 inch, "wah kalau cuman fotonya saya udah liat di website mas!!" (gumam dalam hati).

Di pos jaga Cemoro Lawang kita di tarik restribusi sebesar dua puluh ribu untuk satu mobil dan lima orang penumpang.

Di Cemoro Lawang ada tiga hotel yaitu Bromo Permai yang lokasinya paling dekat dengan Pos jaga, kemudian Hotel Cemoro Sewu yang punya view langsung menghadap gunung Batok dan yang terakhir ada Lava View Lodge yang lebih dekat dengan bromo. Sedangkan penginapan-penginapan rumahan cukup banyak tersebar disana.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Surabaya, akhirnya sampai juga di Lava View. Kaget juga melihat kondisi bromo yang masih terselimut debu dan TEBAL. Saat itu pemandangan Bromo dan Gunung Batok pun tertutup debu, dan ada angin "leysus" (kata orang Jawa) persis dihadapan saya. Cepet-cepet buat check in dan masuk kamar, fiuuuuh debu memang membuat tidak nyaman.

Tidak selang lama Te te dan Po po datang, mereka dari Kalibaru dan ketemuan di Bromo.

Acara dimulai dengan tiup lilin dengan cupcake "My Melody" yang udah saya siapkan dari Surabaya, setelah itu baru makan siang di Lava Cafe. Makanan yang kita pesan: Soto Ayam, Spagetti bolognise, Nasi goreng, mie goreng dan cah sayur. Semua masakan dengan rasa "just so so...." abisnya ga ada depot laen disana.

Sekitar jam tiga sore kita turun ke lautan pasir dengan mengendarai jeep yang ditawarkan oleh bapak penjual masker. 250 ribu per jeep. Menyusuri jalan menurun sampai ke lautan pasir pemandangan sedikit "dramatis" dengan pohon-pohon pinus yang tumbang dilahap api serta debu-debu yang beterbangan menjadi suasana yang berbeda.

Untuk menuju ke anak tangga Bromo kita menyewa dua kuda untuk Selena dan Reno, saya memilih untuk jalan kaki. Walau jaraknya cukup jauh dan menanjak tetapi hawa dingin menahan keringat yang keluar dari kulit. worthed banget dengan pemandangan yang disugguhkan, Bromo nampak beda dengan selimut debunya. Gunung Batokpun kelihatan kelabu.

Tujuan untuk ke Savanah saya urungkan karena baru saja kebakaran, memang dari ketinggian sudah tidak nampak hijau-hijau disana.

Malam ini kita habiskan dengan makan "tahu jotos" (baca: tahu isi) dan pisang goreng sambil menikmati sunset.



HAPPY BIRTHDAY SELENA













10 Oktober 2011

Live in: LAVA VIEW LODGE, Cemoro Lawang - Bromo

best location to stay at Cemoro Lawang

Lokasi Lava View Lodge memang sepektakuler, hotel ini persis menghadap  ke arah kawah Gunung Bromo dan gunung Batok di belakangnya. Juga dekat dengan spot untuk melihat sunrise di Mentigen, sekitar 800 meter. Walau spot ini tidak sebagus Pananjakan, tapi tidak mengecewakan.

Kami menempati Family Room di lantai dua, kamar ini memiliki satu double bed dan dua single bed. Living room dan bath up. Cukup muat bagi kami bertujuh :D Sebenarnya kamar yang paling bagus letaknya adalah tipe triple room karena memiliki pemandangan langsung ke kawah Bromo.

Lava Cafe
Hotel ini dilengkapi dengan restaurant persis di sebelah resepsionis. Makananya tidak bisa dibilang enak, tapi menu breakfastnya boleh diacungi jempol meski hanya nasi goreng dan omelet serta bread toast. Sebagai tambahan adalah buah segar dan teh atau kopi panas.

Saat makan siang saya memilih Spagetti bolognise atas permintaan Reno, rasanya seperti spagetti instant. Selena memilih Soto ayam dengan potongan yang besar-besar. Adik saya memilih Veggie Saute with french friese yang nurut saya "best choice". Malamnya saya pilih mie goreng traditional yang lagi-lagi potongan ayamnya besar-besar, Heidy memilih nasi goreng hongkong dengan rasa yang "just so so". Adik saya lagi-lagi memilih menu "best Choise" tadi, double strike....

Minuman dijual dengan harga yang over price, untuk secangkir ginger tea dibandrol 12 ribu. Wow!! Saya memilih membawa sebotol air mineral dari kamar :)

menurut Tripadvisor hotel ini berada di urutan ranking 2


Lava View Hotel and Cottage
Cemoro Lawang, Sukapura, Probolinggo
Telp. +62335 - 541 009, Fax. +62341 - 541 147

24 Juni 2010

TriloGy: Bromo







... three month earlier

berawal dengan rencana kepulangan Keeton's family pada bulan Mei, kita bermaksud untuk menjelajahi Bromo, kawah Ijen dan Tanjung Papuma....


May 19
23:00
Keeton's family mendarat di Juanda International Airport, mereka adalah Grandpa, Vi vi dan Geoff... Sebelumnya Ce Ling-ling dan Melody sudah di Indo sejak sebulan yang lalu.

May 20
17.30
berangkat dari rumah, akhirnya kita ber-6 start menuju Bromo Permai. Juli terpaksa batal ikut krn anak-anak pada test kenaikan sekolah. Setelah 2 jam perjalanan, sampailah di Tongas (perbatasan antara Probolinggo dan Pasuruan), kita masuk melewati Tongas.... Gampangnya setelah RM Rawon Nguling belokan kanan pertama. jalanan cukup bagus, meski ada sedikit lubang di sana sini...

21.30
kita sudah sampai di Bromo Permai Hotel, setelah melewati pos pertama di Sukapura (bayar tiket masuk 2000) dan pos kedua di Cemoro Sewu, kali ini bayar tiket masuk per orang (untuk domestik 6000/org dan asing 25000/org). Kita menempati double bed standard (200rb) dan triple bed Standard (300rb), waktunya untuk istirahat karena morning call akan dipanggil jam 3.30 pagi..... Untuk kenyamanan sebaiknya sewa kamar yang tipe VIP Triple, selain kamarnya yg lebih bagus dan tentunya bersih. Untuk harganya sekitar 400 ribuan.

May 21
03.00
Sebelum panggilan untuk morning call ternyata kita sudah bangun duluan, mungkin krn rasa takut ketinggalan sunrise.... bergegaslah kita siap2 menuju Pananjakan dg menggunakan Jeep yg telah kita book sebelumnya (sewa jeep 300rb/6 org). Sewa Jeep bisa di book melalui resepsionis hotel.

04.45
Perjalanan sekitar satu jam dari hotel ke Pananjakan... udara cukup dingin tapi tidak sampai menusuk tulang, tidak sedingin Agustus tahun lalu...
Sesampai di Puncak Pananjakan, sinar matahari pagi sudah mulai muncul dari balik gunung Semeru... kita menikmati sampai matahari berada di depan kita!! pemandangan yg sungguh luar biasa, Vi vi berkali-kali bilang: "Wow Amazing!!"

07.00
Kondisi Pananjakan yg tadinya seperti pasar keputran skrg sudah sepi, hanya tinggal 2 org turis asing.. kita sempet minta tolong mereka untuk memotret!! Thanks!!
Dalam perjalanan turun ke Padang pasir kita sempet berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan gunung bromo dari sisi lainnya....

07.45
Grandpa, vi vi dan Geoff sudah siap dengan kuda mereka masing2... (Untuk sewa kuda PP dari parkiran di padang pasir 100/kuda)
Saya memilih menikmati pemandangan Savanah dan Ce Ling2 nungguin Melody yg lagi tidur di Jeep!! Dan lagi2 acara Shoping T-shirt di mulai.... Hahahaha

08.30
Rombongan berkuda kita sudah balik, dan perjalanan selanjutnya adalah balik ke Hotel untuk breakfast...

Info:
Sewa Jeep bisa di lanjutkan ke Pasir berbisik dan Savanah dg tambahan 100rb
Kalau Ranu Pane nambah 350rb

Setelah Sarapan, kita masih sempet foto2 di seberang hotel....

11.00
Packing sudah selesai semua, saya mampir dulu ke Lava View Lodge di belakang Bromo Permai, ternyata mereka punya fasilitas kamar dan pemandangan yg lebih bagus!!

Time for leaving Bromo, Ijen here we come......

next --> TriloGy: Papuma

24 Agustus 2009

event: Arek2Jember tour dBromo





Sejak dua bulan yang lalu kita, beberapa panitia dari grup Arek2Jember merencanakan untuk membuat event.... even ini tujuannya adalah acara ngumpul2 seperti reunian lintas angkatan dan lintas sekolah...
Akhirnya, dipilihlah bromo sebagi tempat ngumpul2 kita dengan alasan Bromo terletak tepat ditengah antara Jember dan Surabaya.

Selama 2 bulan kita mengajak teman2 untuk turut serta. Teng, last minute kita mendapat 37 peserta dari berbagai angkatan. Mulai angkatan 1980 sampe 2000, komplit...heheheheh.

Hari H yang dari Surabaya berkumpul di McD bunderan satelit jam 20.00, setengah jam kemudian kita berangkat. Sedangkan yang dari Jember sudah berangkat dari jam 19.00. Sewaktu rombongan Surabaya nyampe Pasuruan, ternyata kloter Jember sudah nyampe di RM Bromo Asri - Probolinggo.
Daripada nunggu kelamaan, melalui perwakilan Jember saya persilahkan untuk makan malam dulu. Dan tepat jam 22.30 kloter Surabaya datang langsung serbuuuuuuuuuuuuuuu.....

26 Juni 2009

Arek2Jember tour d'Bromo


Two(2) days tour to Bromo......

Untuk mengenang kembali persahabatan yang telah kita jalin bersama, kami grup "Arek2Jember" bermaksud untuk mengajak teman-teman sekalian yang merupakan alumni dari SDK (Maria Fatima), SMPK (Maria Fatima dan St. Petrus) dan SMAK (St. Paulus)-Jember untuk turut serta. Seluruh anggota Keluarga, teman & anak boleh dan sangat boleh ikut.

Susunan Acara:
Sabtu 22 Agustus 2009
19.00 Kumpul & persiapan di Jember & di Surabaya
20.00 Berangkat bersama2 dengan bis yg disedikan panitia
22.00 Dinner & Acara di Resto Bromo Asri Probolinggo
24.00 Berangkat ke Sukapura

Minggu 23 Agustus 2009:
01.00 Acara api unggun sambil menikmati snack
03.00 Berangkat menuju Penanjakan dengan Jeep yang sudah disediakan
04.00 Menikmati Sunrise yang spektakuler bersama di Pananjakan
05.00 Photo session sambil menikmati indahnya alam
06.00 Turun ke lautan pasir
06.30 Mendaki kawah gunung Bromo
07.30 Kembali ke Sukapura
08.00 Makan pagi di Sukapura + acara
10.00 Perjalanan kembali ke Jember & ke Surabaya.
12.00 Tiba di Jember & di Surabaya.

Perlengkapan yang perlu dipakai / dibawa adalah baju ganti, topi gunung, kaos kaki thermal, sepatu sport, syal , jaket tebal untuk udara dingin, lipgloss (pelembab bibir), sunblock (pelindung kulit dari sengatan matahari) & obat-obatan pribadi.

Acara ini juga cocok untuk anak-anak, tapi disarankan untuk tidak membawa balita.

Masing-masing peserta akan mendapat 1 CD video dokumentasi.

Pendaftaran (pilih salah satu):

1. mengisi 'attending' di FB event 'arek2jember Tour d'Bromo', link :

http://www.facebook.com/editevent.php?eid=97285038516

2. by SMS : 081 651 0410 (contact person: SUGI), atau
SMS : 081 330760026 (contact Person: JULIANTI)

Official PR (Public Relation) untuk event ini :
Julianti W, email/YM: juliantiwahjoedi@yahoo.com
HP 081330760026, Flexy : 031-71038837

Korwil Sby : Indarto S email/YM: indartosun@yahoo.com
HP: 081 133 3104, Flexy : 031 70808859

Korwil Jbr : Maria MJ email/YM: baliku_satu@yahoo.com
HP: 08124 990 901, Home: 0331 339 773

Pendaftaran akan ditutup per tgl 8 Agt 2009.
Kontribusi peserta min Rp 175.000,- per orang (sudah termasuk biaya transport, makan 2 kali , snack dan Aqua)

Note: Kekurangan biaya akan ditutup oleh sponsor.

So pastikan keikutsertaan anda dgn mengisi 'attending' di link :
http://www.facebook.com/editevent.php?eid=97285038516
atau by SMS : 081 651 0410 (SUGI), atau SMS : 081 330760026 (JULIANTI)

bagi yang berminat sponsorship untuk event ini, bisa menhubungi :
Willie Wiliangto, email/YM : wiliangto_s@yahoo.com

friendship never ends

19 Mei 2008

Bromo Tengger National Park



This National Park is one of the most beautiful places of interest in East Java. The beauties of mountain covered, give a special and characteristic green plants, arousing great interest

Tenggerese traditional farming also makes this famous place being more interesting and attractive. In addition, cool and breezy wind always blows freshly giving ever visitor special deep impression a unforgettable memories.The accessibility has no problem and very reachable (via Malang, Pasuruan, Probolinggo or Lumajang).

Surely, different access give different characteristics scenery landscape. The elevation reaches about 2.392 meter sea level above and the temperature varies from 3 up to 20 degrees centigrade.
Facilities: Star Hotels, home-stays, restaurants, and many others that visitors needed can be found.

The people who live in this area are supposed to be descended from Majapahit Kingdom about six hundred years ago. The belonged to Tenggerese Hinduism with old traditional.

That tradition still survives up to now. Every year, they always carry out the traditional and religious ceremonies, and the most popular ones is Yadnya Kasada, an offering ceremony held at the edge of the crater on the top of mount Bromo.
samuel89 no está en línea Reply With Quote