10 April 2012

curhat: my camera had been stolen behind Notre-Dome Basilica HCM


CURHAT Satu hal yang mungkin menjadi pengalaman  tidak menyenangkan dan unforgetable adalah kamera saya di jambret di belakang Notre-Dame Basilica HCM pada minggu pagi saat umat Kristiani lagi misa PASKAH di dalam gereja.  Lagi Apes, lah semalaman kita merasa secure banget di kota ini, dimana banyak penduduk kota yang asik bermalam minggu di taman-taman dan belanja di pasar malam kisaran Benh Than market pun nyaman sekali. But, I’m still in love with Saigon.


Berangkat dari Surabaya menuju Kuala Lumpur dengan menggunakan last flight Air Asia, nyampe pas tengah malam. Setelah selesai dengan urusan imigrasi, kita langsung menuju ke terminal keberangkatan internasional untuk beristirahat. Well well well, No no no, ternyata terminal keberangkatan ditutup dan sudah banyak penumpang transit yang menggelar koran atau bahkan tiduran tanpa alas di sekitaran Marry Brown dan Mc Donald. Baru jam setengah tiga pagi pintu terminal dibuka, dan suara sirene di bunyikan dengan maksud membangunkan penumpang yang “keleleran “ disana.

Sejak 22 Maret 2012 bagi penumpang internasinal sudah tidak perlu lagi mengisi form imigrasi seperti yang sering kita lakukan saat keluar atau masuk suatu Negara. Selama perjalanan Malayisa-Kamboja-Vietnam, hanya mengisi immigration form di Kamboja saja. Satu poin plus, tidak perlu bela-bealin bangun di dalam pesawat hanya untuk isi form belum lagi di tambah pusing karena kurang tidur, dll, dll.


KAMBOJA Negara yang diapit Thailand dan Vietnam di barat dan timur, serta Laos di utara. Strategis dan menjadi daya tarik karena memiliki situs Angkor Wat, komplek candi yang  terbesar. Mungkin ini yang menjadi satu-satunya alasan kepergian saya mengunjungi Kamboja. 


VIETNAM bukan hanya untuk transit pulang ke Kuala Lumpur, tapi Ho Chi Minh, kota yang terdekat dari Siem Reap bisa kita tempuh dengan jalur darat melalui Pnom Penh (ibu Kota Kamboja).  Satu hal yang ingin saya lakukan di HCM adalah mengabadikan obyek-obyek bangunan kuno yang tersebar di sana, dan semua file itu hilang sekarang :(

Alhasil, itinerary perjalanan 5 hari ini saya buat di hari keberangkatan karena memang tidak banyak yang harus saya perbuat. Satu hari explore kota Siem Reap, hari berikutnya explore Komplek Angkor Wat, berikutnya lagi mampir di Pnom Penh dan explore Ho Chi Minh dan masih punya sisa waktu buat belanja-belanja di HCM di hari kepulangan kita. Dan, sukses walaupun jadwal bus yang saya mau tidak sesuai rencana. Tapi saya merasa beruntung bisa menikmati malam di Pub Street, great Nachos dan $2 frozen Martini #viva MEXICAN . Heaven.


Tidak ada komentar: