4 April 2011

KL city tour: part one

Asli baru kali ini saya ikutan city tour di KL, sebenernya gak ada rencana cuman berhubung kali ini ngajak ortu dan anak-anak jadi kepikiran ikutan hanya buat kenyamanan aja. Memang harus ada uang lebih untuk itu tapi kita bisa menghemat waktu.

Pertama saya sudah googling rentcar dan tanya kanan-kiri jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Akhirnya pilihan jatuh ke MP Travel yang direkomendasikan oleh temen yang juga baru pulang dari KL. MP Travel memberi harga paling murah :) walaupun harga sewa mobil plus sopir disono dua kali lipat kalo dibandingkan di Indo. Untuk delapan jam dibandrol MYR 400 atau sekitar sejuta duaratus perak untuk 8 pax maksimal.

Dan sesuai perjanjian, persis jam 11 siang kita di jemput di hotel. Saat itu sopirnya Mr. Albert membawa mobil Hyundai gede dan bagus banget, tempat duduknya longgar dan bersih. Setelah urusan administrasi selesai, tanpa menunggu lama lagi kita start exploring KL.

ISTANA NEGARA
Rute pertama adalah Istana Negara terletak di daerah Bukit Petaling, tidak banyak yang bisa dilihat disini karena memang hanya boleh melihat dari luar pagar. Saat itu hari Minggu pula jadi banyak sekali rombongan tour yang memenuhi areal depan Istana Negara. Kita hanya bisa berfoto-foto dengan obyek kuda yang ditunggangi polisi penjaga :p Saya pribadi kurang puas kalau cuman boleh lihat dari depan pager, tapi kalo untuk sekedar tau aja yah it's oke lah!!
Kalo di lihat-lihat Istana Negara di KL ini mirip dengan Istana Bogor, hanya saja di Bogor tentunya lebih luas plus kijang tutul yang berkeliaran disana membuat tambah cantik.

THEAN HOU TEMPLE
Wooolaah, kesampaian juga kita menginjakkan kaki di sini!! Sebelumnya saya sempat googling tempat wisata di KL dan salah satunya Thean Hou temple muncul. Untuk menuju ke Thean Hou memang agak susah kalo pakai transportasi umum, letaknya juga nyempil tidak jauh dari Istana negara. Lagi-lagi karena hari itu pas Minggu jadi ruame banget di sana, bahkan banyak pasangan baru yang melangsungkan pernikahan.
Melihat bangunan temple ini mirip sekali dengan kebanyakan kuil di Malaysia, cukup besar walaupun tidak semegah Chin Swee Temple di Genting maupun Khe Lok Shi di Penang. Ornamen-ornamen lampion juga sama dan bangunan yang terdiri dari tiga lantai ini memiliki disain arsitektur yang serupa pula.

BATU CAVES
Yang satu ini letaknya agak keluar kota walaupun tidak terlalu jauh, tadinya saya membayangkan letaknya berada di tengah hutan dan jauh dari keramaian. Ternyata dugaan saya SALAH BESAR !!! Batu Caves terlihat jelas dari jalan tol menuju Genting Highland dan terdapat stasiun LRT persis di sebelahnya, gampang juga sebenarnya menuju kesana menggunakan transportasi umum LRT semacam kereta.Tampak dari kejauhan patung emas yang berbentuk Dewa memegang tongkat sangat megah sekali dan di samping kirinya tersusun ratusan tangga menuju goa di atasnya. Kita diberi waktu satu jam untuk menikmati obyek Batu Caves. Selesai anak-anak bermain-main dengan burung dara yang banyak berkeliaran di halaman kuil selanjutnya kita menaiki tangga menuju keatas gua. Wuiiih cukup berat juga!! Sesampainya di atas, woolaah Gua besar dengan stalaknit dihiasi lampu berwarna-warni dan beberapa patung-patung Dewa Hindu.

Selain burung dara yang berkeliaran bebas, ternyata Batu Caves juga menjadi tempat tinggal bagi sekumpulan kera. Kera-kera disana pun tidak jahat, sepertinya mereka sudah terbiasa hidup dengan manusia. Di dalam goa tercium bau kotoran burung, sepertinya kelelawar juga menjadi penghuninya.

ROYAL SELANGOR
Saya tidak tau persis lokasi Royal Selangor berada dimana, tetapi masih di utara kota KL. Menuju lokasi tersebut sepertinya kita berada dilokasi industri seperti SIER di Surabaya. Museum Royal Selangor ini menjadi satu lokasi dengan produksinya, pertama kita disambut oleh wanita paruh baya kemudian diberi stiker masing-masing di dada kami. Berikutnya dia bertanya asal kita, Indonesia saya jawab!! Pakai guide english bisa ya? Oke! Akhirnya cewe muda berkulit putih menjadi guide kita :)
Memasuki area museum, kita diceritakan asal mula terbentunknya Royal Selangor dan diperlihatkan peralatan-peralatan kuno yang digunakan pertama kali dan bla bla bla sampai pada gambar puluhan cap tangan dari karyawan yang pernah bekerja disana. Museum ini sangat artistik secara memang mereka memproduksi produk karya seni yang terbuat dari timah. Next, kita disugguhi minuman dingin soda yang menggunakan gelas dari produk mereka dan si guide bilang kalau produk ini tahan menyimpan dingin dan panas.

Selanjutnya adalah bagian produksi, karena pas hari minggu tentunya pabrik sedang tutup tetapi tidak perlu kecewa karena ada 3-5 karyawan yang memang sengaja melakukan aktivitasnya. Dan kita boleh mencoba loh!! Saya sempet membuat bentuk gelas yang di pukul dengan humer kecil dan hasilnya ga karuan, hahahah. Berikut yang terakhir tentunya adalah toko, kalo melihat harganya bisa ngeri :)

Oya, untuk menikmati tour di Royal Selangor is FREE!! hoorey... Jangan lupa buat foto di depan Guiness Book of Record: "cangkir timah terbesar di dunia".

Jangan lupa buat baca Part II next posting....

2 komentar:

Entin Masnawati mengatakan...

kalo boleh infonya... kemarin one day tour nya pake jasa sewa mobil mana yach... terima kasih

sugi phang mengatakan...

Maaf saya tidak nyimpan no cantactnya lagi