14 Juni 2012

Jakarta: wisata museum dan kota tua [part kedua]







 
 
sebelumpanya pada postingan Jakarta: wisata museum dan kota tua [part pertama]
 
 
STASIUN KOTA
Keluar dari kereta KRL di Stasiun Kota ternyata TIDAK gampang, ya, mereka tidak menyediakan tangga (alamak). Aneh rasanya, tidak memperhatikan hal detail yang sangat  penting. 

Stasiun Kota juga nampak tidak banyak perubahan, bangunan tua ini masih terlihat original. Keluar dari stasiun, saya melewati underpass menyebrang ke Museum Bank Mandiri. Tampilan dari luar dengan kaca-kaca nampak cantik, tapi betapa kecewa melihat lorong yang penuh pengemis dan pengamen. Kotor. Sayang banget.
 
 
MUSEUM  BANK MANDIR dan BANK INDONESIA
Dua museum ini bersebelahan, tapi kalau boleh saya menilai keduanya sangat timpang. Di sisi kiri Bank Mandiri dan di sisi kanan Bank Indonesia, keduanya menempati bangunan tua yang masih original. Di kiri terlihat kusam dengan warna bangunan masih putih kecoklatan, di kanan nampak bersih putih. 

Bank Mandiri mungkin harus berbenah, ya saya tau fungsi musium adalah menunjukkan koleksi-koleksi kuno yang dimiliki. Tapi untuk menarik minat, itupun tidaklah cukup. Fungsi museum sebagai pengetahuan diperlukan alat peraga supaya lebih menarik. Tidak hanya meletakkan mesin ketik jaman dulu dan diberi selembar kerta bertuliskan "Mesin Ketik". 

Cukup juga meniru gaya museum ala Bank Indonesia di sebelahnya uyang tetap mempertahankan keorisinilan bangunan tetapi juga merenovasi menjadi ruangan-ruangan yang menarik. Berpendingin, sangat penting untuk udara Jakarta yang panas. 

Museum Bank Indonesia sudah mengusung gaya-gaya museum yuang banyak saya jumpai doi Singapura. Tidak melulu memamerkan koleksinya, tapi ditambah audio visual dan gambar-gambar yang menarik. Bahkan mereka hanya memperlihatkan koleksi mata uang kuno saja, selebihnya adalah foto/gambar berukuran raksasa atau yang dipajang di monitor di tiap ruangan.  Bagus!! Menarik!! Bravo!!

Tidak ada komentar: