Laman

11 Juni 2012

Jakarta: wisata museum dan kota tua [part pertama]










Berawal dari daerah kuliner Jakarta di Pecenongan, saya mengawali perjalanan keliling kota tua dan sejumlah bangunan bersejarah di ibu kota. 

MONUMEN NASIONAL
Menyusuri jalan Veteran, melewati istana presiden, sampailah di pintu masuk Monas jalan Merdeka  Utara. Sumpah, walau berpuluh kali atau bahkan beratus kali saya melewati tapi baru kali ini berkesempatan untuk menjejakkan kaki di Monas.  

Hari minggu yang agak mendung, tapi tidak mengurangi warga kota untuk berolah raga ataupun hanya sekedar jalan-jalan bersama keluarga. Pun, banyak penjual kaos dan souvenir yang sudah menggelar dagangannya. 

Setelah puas memotret di pelataran Monas, saya masuk ke dalam Monumen yang juga berfungsi sebagai Museum. Cukup bayar 2500, murah bukan. Dan saya sangat impressed dengan diorama perjalanan bangsa Indonesia, bagus dan masih terawat. 

Selanjutnya naik ke puncak monumen dengan harapan bisa melihat lapisan emas yang ada di pucuk monumen, hahaha, ternyata tidak bisa. Kita disuguhi pemandangan 360° kota Jakarta.   Dan untuk naik harus bayar lagi, kali ini 7500 saja,.sebelumnya harus rela antri selama 20 menit. Ow d*mn hanya ada satu lift berukuran mini (berkapasitas 12 orang)  Syukur saya berangkat pagian sekitar jam 7.30 jadi antrian tidak terlalu panjang #tips. 

MASJID ISTIQLAL dan GEREJA KATEDRAL
Perjalanan saya lanjutkan menyusuri jalan Veteran yang banyak cafe dan gallery bergaya tempoe doeloe, rupanya ada crew film yang lagi shooting di salah satu kafe disana.  Lanjut melewati Masjid Istiqlal sebelah utara dan sampailah di  Gereja Katedral. 

Malah saya  sempet ikut misa sebentar di gereja Katedral, menyanyikan Bapa Kami dan menerima komuni. Yang cukup mengejutkan, ternyata gereja Katedral HKY di Surabaya lebih besar dari pada di Jakarta, walau dari segi arsitektur berbeda. 

Saya sempat memutari gereja, untuk mengambil spot-spot yang menarik. Ada gua Maria yang berukuran tidak besar juga, dirimbuni tanaman rambat. Dan dua menara gereja ini memang menjadi simbol khusus, sangat menarik. 

LAPANGAN BANTENG dan GPIB IMANUEL
Tidak berlama-lama di Gereja Katedral karena masih misa, saya berlanjut ke lapangan Banteng di seberang gereja, sempat foto monumen yang ada di tengah lapangan. Sebentuk lelaki dengan rantai terputus di kedua tangannyua yang terangkat keatas, mimiknya menggambarkan kekuatan. 

Dan berikutnya saya melewati jalan Pejambon di depan Hotel Borobudur dan kantor Kementrian Luar Negri  sampailah di  Gereja GPIB Imanuel. Gereja yang berlokasi di belakang Stasiun Gambir ini sedang di renovasi, berbentuk kubah bulat dengan tiga pintu di sisi depan dan kanan kiri, bentuk ruangannya melingkar 180°. Gaya bangunan yang tidak biasa, begitupun saat saya melongok ke dalam kursi2 di tata melingkar menghadap altar. 

Rupanya gereja ini banyak umat dari daerah Indonesia timur, Maluku, Ambon, bisa di lihat dari foto-foto yang di tempel di dinding saat acara Paskah kemarin. Ada beberapa foto penyanyi seperti Molucas (kalo ga salah lihat). Dan, saat saya mampir ke sana masih ada kebaktian dalam bahasa Belanda yang di pimpin oleh Pendeta Belanda. 
 
STASIUN GAMBIR
Tadinya saya pengen naik Transjakarta (busway) menuju daerah kota tua, tapi baru keinget kalau bisa menggunakan KRL menuju stasiun Kota, beruntung hari itu waktu keberangkatan KRL hanya menunggu 10 menit. Stasiun Gambir masih sama seperti 15 tahun yang lalu saat saya pertama kali ke Jakarta. Warna hijau muda masih mendominasi, walau tentunya sekarang semakin lengkap dengan resto-resto cepat saji dan layar monitor raksasa di tengah hall. 

Dan ini pengalaman pertama saya menggunakan KRL, nyaman juga. Bersih dan ber-AC. Cukup bayar 6000 untuk sampai ke stasiun kota. 

5 Juni 2012

Ijen Crater #mysterytraveling

#mysterytraveling NO PLAN | NO RESERVATION

berawal dari perjalanan ke Jember untuk acara pemakaman dari ayah mertua seorang teman dekat saya Yakob, perjalanan ini #myterytraveling berjalan.....


Sabtu 15.40
setelah bertemu Ming di Mc Donald satelit, kita menjemput Anton di Citra raya dan kita pun berangkat menuju Jember bertiga. Tujuh jam perjalanan dengan mampir makan malam di Pasuruan dan lain-lain, kita akhirnya masuk kota Jember pada jam 22.30. Dan kongkow selama 3 jam di tempat persemayaman, dan kita putuskan untuk naik ke Kawah Ijen.

Minggu Pagi 01.30 - 03.05
Setelah perjalanan 40 menit menuju Bondowoso, kita parkir di Pom Bensin terakhir sebelum belok ke desa Sempol. Dan punya waktu sekitar dua jam untuk melanjutkan perjalanan menuju Kawah Ijen. Masih sekitar 75 KM untuk sampai di pos terakhir Ijen, jalanan cukup mulus dan sekitar 6 KM jalanan yang rusak parah sebelum pos desa Sempol. Total ada tiga pos sebelum kita memasuki kawasan National Park ini, dan di pos terakhir kita harus membuat pernyataan bermaterai sebelum hiking naik ke puncak kawah.

HIKING IJEN CRATER setelah urusan ijin selesai kita memulai perjalanan menuju puncak Ijen, udara dingin walau angin tidak bertiup kencang. Ming dan Anton yang tanpa persiapan harus rela menahan dingin hanya dengan menggunakan t-shirt lengan pendek, tetapi perjalanan menanjak membuat badan terasa hangat. Saya tidak ingat berapa lama untuk sampai di puncak Ijen, mungkin sekitar sejam-dua jam, tapi yang pasti sesampai di puncak

Sejak 20 tahun yang lalu saat terakhir kali menginjakkan kaki di kawah Ijen, tidak banyak berubah. Hanya saja seingat saya jalanan setapak tidak selebar seperti sekarang ini. Dan Pos dibawah kaki Ijen sudah tidak nampak lagi, diganti sederetan kamar penginapan dan warung-warung yang mengelilingi areal parkir. Di depan kamar-kamar nampak camping ground, ada beberapa tenda yang terpasang. Tidak bisa membayangkan betapa dinginya semalam tidur di tenda, brrrr....

How lucky we are, kita dapat pemandangan kawah hijau yang jernih walau sesekali kabut nampak menyelimuti dan kadang hilang di tiup angin. Tapi cuaca hari itu cukup cerah, tidak hujan. Beberapa turis asing yang kebanyakan dari Perancis dan turis lokal sudah memadati areal parkir sejak pagi, kebanyakan mereka datang melalui desa Licin di Banyuwangi. Dan, jalur itu yang akan kita lewati selepas ini.

Sebelum meninggalkan kawah Ijen, kita mampir di air terjun yang tidak jauh dari sana. Air terjun ini berbentuk batu besar dengan aliran air belerang berwarna kuning, rasa gatal di kaki saat kita berendam. Masih sama seperti dulu.

Finally, time to go home. Kita melewati jalur Banyuwangi, hanya sepanjang 10 KM untuk sampai di desa terdekat dan jalanan cukup bagus hanya 2 KM yang rusak parah tapi nampak mulai ada perbaikan. Walau jalanan yang rusak cukup pendek tapi kondisinya curam dan lebih bahaya daripada lewat Bondowoso.


CAMPING GROUND

PENAMBANG BELERANG MENANJAK TEBING

KEHIDUPAN

KABUT MENUJU DESA LICIN

KAWAH HIJAU

SUNRICE DI PAL TUDING

TIGA SEKAWAN DI PUNCAK IJEN

BUNGA PAKU

RUMAH BUNDER:: KAWAH IDJEN

AIR TERJUN BATU GEDE

PIKUL BELERANG

MENIKMATI PAGI

PERJALANAN

POS TERAKHIR



18 Mei 2012

kring kring gowes gowes

KUMA 5500 by BIANCHI





KRING KRING GOWES GOWES hahaha, kayak anak kecil yang hepi banget karena dapet maenan baru. Ternyata begitu pula yang saya rasakan setelah "dapet" sepeda baru, KUMA 5500 daro Bianchi jadi pilihan. Kebetulan akhir bulan kemaren ada promo spesial price di BIKE  COLONY, toko sepeda di Raya Darmo, grup dari Ace Hardware. Walau terkesan agak berlebihan, tapi saya merasa sangat nyaman dengan sepeda ini. Beberapa kali nyobain merek lain, rasanya ada yang kurang.

Menggilai sepeda sejak akhir tahun lalu, awalnya hanya muter-muter kompleks perumahan. Sampai suatu hari sepupu istri mampir ke rumah sambil membawa tunggangannya dan cerita ngalor ngidul tentang per"sepeda"an. Jadi pengen, dan janjian hari minggu berikutnya untuk gowes ke Raya Darmo yang jadi poin CAR FREE DAY tiap minggu pagi.

Minggu-minggu berikutnya malah keterusan dan mulai meracuni temen-temen di Liburan Murah buat bergabung. Acara ini intens kita lakukan tiap hari minggu pagi, belakangan sabtu pagi dan keterusan sampai berangkat kantor.

Track yang paling panjang pernah kita lakukan adalah menuju Bangkalan hari Sabtu dan Kamis kemarin, lebih dari 100 KM selama 5 jam perjalanan. Cukup tuff juga, dimana ko Dony yang baru pertama kali join juga ikutan sampai Bangkalan.


9 Mei 2012

K-LAND: Arung Jeram di sungai Kunto Kediri






ADVENTURE TRIP (KEDIRI RAFTING) bareng temen-temen dari Liburan Murah yang diadakan oleh Mbak Yulijantik Yushin

Minggu, 29 April 2012
05.30-08.00   Menuju Base Camp K-Land Dusun Swaru, Desa Damarwulan, Kec.Kepung, Kediri
08.00-10.30   RAFTING MENYUSURI SUNGAI KONTO KEDIRI






10.30-12.30   Mandi + Makan Siang
12.30-13.30   Wisata Candi Tegowangi
Candi Tegowangi terletak di desa Tegowangi, kecamatan Plemahan yang merupakan wilayah utara kabupaten Kediri. Candi Tegowangi merupakan salah satu monumen agung warisan Kerajaan Majapahit.
Candi ini dibangun kurang lebih tahun 1400 masehi. Kitab Pararaton dan Negarakertagama menyebutkan bahwa Bhre Matahun setelah wafat pada tahun 1388 masehi, kemudian didarmakan di Tigowangi yang disebutkan berada di Kusumapura dengan upacara Srada setelah 12 tahun kematiannya.
Candi ini dibangun dengan batu andesit dengan pondasi dari batu bata merah dengan orientasi arah ke barat. Diatas Candi terdapat yoni dengan pahatan yang sangat indah dihiasi motif binatang dan naga serta batu pipih. 




14.00-14.30   Wisata Candi Surowono
Seperti halnya Candi tegowangi, Candi Surowono merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang berada di wilayah Kediri. Candi ini terletak di desa Canggu, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.
Candi ini didirikan pada abad ke 15 memiliki beragam keunikan baik dari segi arsitetur maupun reliefnya. Namun sangat disayangkan, bagian yang tersisa adalah kaki dan tubuh candi, sedangkan atapnya runtuh.
Candi ini dibuat untuk mendharmakan Bhre Wengker yang wafat pada tahun 1388 masehi. Bhre Wengker adalah salah satu raja bawah yang masih keluarga Raja Hayam Wuruk, raja yang bertahta di Kerajaan Majapahit.
Relief candi ini menggambarkan cerita Arjuna Wiwaha, yaitu kisah perkawinan Arjuna.



15.00-16.00   Tahu & Takwa "Pong" 
JL:PANGLIMA SUDIRMAN 33, Kediri, Indonesia 60296
Telepon 354683185

 

17.30-18.00   Simpang Lima Gumul
Jika mendengar nama L’arch D’ Triomphe, apa yang terpikirkan di benak Anda? Perancis? Kejayaan? Kemakmuran? Anda benar. Semua itu merupakan nilai – nilai yang terefleksikan dari Monumen Kejayaan di Perancis. Namun jika monument yang serupa ada di Kediri, apakah yang terpikirkan di benak Anda?
Ya, Monument Kediri yang bentuknya menyerupai L’arch D’ Triomphe yang ada di Perancis tersebut berdiri megah di tengah – tengah persimpangan Lima Gumul – Kediri yang menjadi tiang pancang pengembangan kawasan Simpang Lima Gumul menjadi kawasan kota baru di Kabupaten Kediri. Bedanya, Monumen ini memiliki spirit berdirinya Kabupaten Kediri sehingga monument ini di posisikan tepat di tengah jalur lima jalan arah Pare, Kediri, Plosoklaten, Pesantren dan Menang.
Monument yang memiliki luas bangunan 804 meter persegi, di tumpu 3 tangga setinggi 3 meter dari dasar pura, dan tinggi 25 meter sehingga jika kita berada di atap monument dapat kita saksikan keseluruhan panorama Kediri dari atas dan proyeksi pengembangan kawan perdagangan ini yang secara keseluruhan seluas 37 Ha. Disisi monument Kediri terpahat relief –relief tentang sejarah Kediri hingga kesenian dan kebudayaan yang ada sekarang. Angka luas dan tinggi monument juga mencerminkan tanggal, bulan dan tahun hari jadi Kabupaten Kediri, 25 maret 804 Masehi.
Monumen Kediri yang terletak di Simpang Lima Gumul ini merupakan Ikon Kabupaten Kediri. Lokasi yang hanya berjarak 2 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Kediri dan proyeksi menjadi kota baru dan pusat perdagangan Jawa Timur bagian barat ( Central Business District ) sudah mulai melengkapi diri dengan convention hall dan gedung serbaguna, Bank daerah, terminal bus antar kota dan MPU, dan sarana rekreasi megah Water Park Gumul Paradise Island.
Kawasan ini juga tak pernah sepi pengunjung di malam hari dengan bersantai di area monument ataupun menikmati kuliner tradisional yang berjualan di pedagang kaki lima yang berjejer di area Pasar Tugu. Pada hari sabtu dan mnggu pagi kawasan ini ramai oleh pengunjung yang berolaraga jogging track, rekreasi bersama keluarga, dan juga menikmati ramainya pasar sabtu Minggu (Tugu). Perancangan ke depan, kawasan ini akan dilengkapi hotel, mall, pertokoan, pusat grosir, dan pusat produk – produk unggulan dan cinderamata. Sedangkan area monument segera digunakan sebagai mini market, gedung pertemuan cafeteria, dan pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan.
Sebagai obyek wisata Kabupaten Kediri yang saat ini masih dalam proses penyelesaian pembangunan. Daya tarik yang diberikan antara lain:
  1. Desain dan arsitektur dirancang hampir menyerupai Arch D’Triomphe Perancis, namun lebih ditonjolkan ke seni budaya Kabupaten Kediri
  2. Diorama tentang sejarah Kediri di dalam gedung
  3. Tinggi monumen 28 m, 8 lantai
  4. Tiga jalan terowongan bawah tanah untuk menuju ke monumen
  5. Posisi tepat di tengah simpang lima dan di pusat perdagangan Kabupaten Kediri
  6. Wisatawan dapat mencapai anjungan untuk melihat keindahan Kediri dari atas monumen
  7. Pelayanan Pusat Informasi Pariwisata dan Potensi Kabupaten Kediri
  8. Disediakan mini market, cafetaria, dan toko beragam souvenir khas Kediri



18.00-20.00   Kediri - Surabaya mampir makan malam di Jombang


Note by Yulijantik Yustin

2 Mei 2012

NEX 5 from SONY: low light camera

Sejak kejadian itu, hiks, hilangnya Canon 550 di Ho Chi Minh. Saya langsung punya angan-angan untuk ganti kamera yang lebih compact, lebih kecil, lebih ringan dengan performa yang sama atau bahkan lebih dari pada yang lalu. Dari awal saya sudah kepikir mau ganti Sony NEX ato Olimpus EPL, eiittt... setelah browsing-browsing ternyata banyak juga produsen yang produksi camera sejenis. Mirrorless Camera.

Setelah menimbang-nimbang, pilihan jatuh ke Sony NEX-5 edisi yang lama bukan baru. Tapi bukan barang second loh, harganya sesuai kantong, kantong yang abis kemalingan. Hahahaha...

Ternyata (untuk sementara) tidak salah pilih, saya suka dengan hasil foto saat pencahayaan kurang. Hasilnya oke banget. Selain itu lensa bisa pakai milih Canon, itung-itung masih punya dua lensa Canon yang kepake, tinggal beliin adapter NEX to EOS cuman USD13 di eBay.

NEX 5 with 50mm EOS lens

SONY soft case by eBay

Adapter NEX to EOS

NEX 5 with 70-200mm EOS lens