24 Mei 2013

HANOI: apa yang membuat aku jatuh cinta?

Ini adalah kunjungan kedua saya ke Vietnam setelah tahun lalu sempat ke HCM, kali ini saya berkesempatan mengunjungi Hanoi. Ibu kota Vietnam ini memang tidak semoderen HCM yang sudah banyak butik-butik brand fashion dari mancanegara. Tetapi Hanoi punya keunikan sendiri, bila kita melihat google maps, kita akan menjumpai begitu banyak danau di kota ini, baik itu yang besar maupun kecil. Oleh karena itu Hanoi disebut juga kota seribu danau.

Illy cafe at 3/F is awesome

Hoan Kiem Lake

water mupet show

Vietnamese traditional dishes

seafood, banyak dijajakan menjelang malam disepanjang Old Quater

menjelang sore warga berkumpul di sekitar Hoan Kiem lake untuk berolahraga

fish cake cha cha and spring roll, enak banget!!

Temple of Literature, salah satu obyek yang wajib dikunjungi

Ga Ha Noi, Hanoi railways station

salah satu bangunan di dalam Temple of Literature bergaya arsitektur China

mask

St Joseph Catedral

Ho Chi Minh Musoleum

One Pilar Pagoda

gedung bekas penjara

Ngoc Son Temple di Haon Kiem Lake

Tran Quoc Pagoda di West Lake

perjalanan dari Airport menuju kota Hanoi

Hanoi Opera House

Thanh Chuong Viet Palace, lokasinya agak keluar kota sekitar 20 menit dari airport

Monumen di seberang Hoan Kiem lake

Hoan Kiem Lake, adalah danau yang paling terkenal dan menjadi icon kota ini. Mungkin karena lokasinya yang berada tepat di tengah kota, disebut Old Quarter, mungkin juga karena danau ini memiliki magnet kecatikan yang luar biasa. Dimana ditengahnya terdapat bangunan kuil yang disebut  temple of turtle dan di sekelilingnya dibuat pedestrian yang menjadi tempat masyarakat lokal beraktivitas sepanjang hari. Dari pagi hingga malam menjelang tidak pernah sepi, mulai yang berolahraga sampai yang berjualan menjajakan dagangannya.

Ini yang membuat saya jatuh cinta pada Hanoi..... 
Kehidupan masyarakatnya yang sederhana, terlihat dari cara mereka berpakaian, apa yang mereka kenakan, dan semua atribut yang melekat. 

Old Quarter demikian mereka menyebut distrik yang penuh dengan atraksi, dimana berjejer hotel dari kelas butik samapi berbintang. Pasar malam di akhir minggu hingga penjual makanan di pinggir jalan yang mulai digelar tiap malam. Lucunya setelah aku amati mungkin disini tidak ada yang namanya Mall, sehingga muda mudi yang berpacaran memilih untuk nongkrong di trotoar sambil makan kacang atau meneguk es krim dan kopi . Dengan dandanan yang lengkap, si cewek terlihat moderen dengan rok mini dan hi heels, tas tangan dan henpon. Kadang saya merasakasihan melihatnya.

Bar dan cafe juga banyak bertebaran disini, bila malam minggu tiba jalanan penuh sesak dengan lautan manusia. Yang unik, kendaraan bermotor tidak kalah hebohnya ngebut kanan kiri, hal yang sudah biasa bagi mereka. 

Pendudukan Perancis saat PD 1 sangat terasa dengan banyaknya gereja dan gedung bergaya Eropa. Selain itu roti bangkel dan yogurt juga menjadi makanan khas lokal selain Poo. Dan masih banyak bangunan bergaya Eropa seperti: Hanoi Opera House dan gedung-gedung pemerintahan disana.

Untuk berkeliling Hanoi cukup mudah dan murah, ambilah tur dengan mengendarai mobil ramah lingkungan. Biasanya mereka parkir di seberang Water Muppet, masih di sekitaran Hoan Kiem Lake. Ada tiga rute yang bisa dipillih, satu mobil berisi 6 orang dan dipatok sekitar 400.000VND atau 200 ribu rupiah saja.

Tempat-tempat yang wajib di kunjungi:
  • Thanh Chuang Viet Palace, semacam museum dan taman. sayangnya saat kita ke sana dalam kondisi hujan deras sehingga urung niat untuk mampir.
  • Tran Quoc Pagoda/West Lake
  • Ho Chi Minh Museum/Musoleum
  • One Pillar Pagoda
  • Ba Dinh Square
  • Hoan Kiem Lake/Ngoc Son Temple
  • Water Puppet Show
  • St Joseph Catedral
  • Hanoi Opera House
  • Dong Xuan Nite Market
  • Old Quarter
Makanan-makanan khas yang wajib dicoba:
  • Es buah yogurt di Dong Xuan Nite Market
  • Caramel Pudding
  • Kopi Vietnam yang banyak bertebaran di cafe
  • Poo noodle
  • Cha Cha/fish cake
  • Vietnam Spring roll

Tidak ada komentar: