6 Desember 2010

An hour tour at Cheong Fatt Tse Mansion











Blue is my favorite color,....


Aneh rasanya melihat warna biru laut nempel di dinding luar suatu bangunan, apalagi bangunan seperti mansion yang luas dan terbentang dari ujung ke ujung. Yang saya lihat ini ternyata sungguh menggagumkan, serasa bangunan ini di siram cat sehingga keseluruhannya tertutup oleh warna biru. Di penghujung tour kita diperlihatkan sebenarnya apa makna warna itu dan bahan cat yang digunakan, ternyata mereka menggunakan serbuk warna untuk pakaian yang langsung didatangkan dari India.

Guide tour kali ini wanita keturunan Chinese (tapi dia mengaku tidak bisa berbahasa Mandarin), tubuhnya kecil tapi memiliki suara yang lantang. Saat saya masuk di lobby mension ternyata sudah ada 15-20 orang di dalam. Mereka terlihat dari Eropa dan sebagian Asia, bukan rombongan besar. Saya sendiri hanya seorang langsung ikutan nimbrung setelah membayar entrance fee sebesar RM 12.

Di ruang pertama ini terlihat ada bagian bangunan kanan dan kiri, seimbang. Terdapat beberpa set furniture tua dan ornamen-ornamen perpaduan China dan Eropa, termasuk capil dari bambu. Si guide menceritakan bagaimana mansion ini di bangun oleh saudagar kaya dari China dengan 8 orang istri, dengan mengikuti patokan-patokan dari Feng Sui.

Diperlihatkan pagar yang membentuk koin koin logam yang artinya kemakmuran, bentuk kisi-kisi angin yang menyerupai kupu-kupu melambangkan kebaikan. Pintu-pintu dengan motif kupu-kupu (lagi) yang terletak di empat arah mata angin, sehingga mempermudah pemilik untuk membuka pintu yang mana yang memberikan kemakmuran sepanjang tahun tersebut.


Memasuki ruang tengah terdapat teras dan lubang udara, kali ini melambangkan cahaya matahari yang masuk memberikan cahaya serta air hujan yang mengalir membawa rejeki. Ada empat elemen: air, api, kayu dan metal yang kesemuanya diaplikasikan dalam bangunan ini. Air dilambangkan oleh hujan yang turun ditampung oleh teras yang memiliki empat saluran sehingga air tidak langsung terbuang. Api dilambangkan oleh sinar matahari yang masuk ke dalam rumah. Kayu dilambangkan oleh anak tangga menuju tingkat dua. Dan metal dilambangkan oleh empat penyangga di sekitar ruang tersebut.

Di ruang terbuka tersebut hanya menyerupai kolam dan di letakkan ornamen batu persegi panjang di tengahnya. Tempat ini juga yang digunakan untuk melakukan Tai Chi (olah raga pernafasan). Ah sayangnya ada larangan untuk mengambil gambar, walaupun saya sempat curi-curi mengambil gambar lewat blackberry :)

Berikutnya kita disuguhi pemandangan di lantai dua, berupa ruangan luas hanya dengan dua kamar tidur di sisi kanan dan kiri. Kamar tersebut difungsikan sebagai ruang tidur utama. Lantai berbahan kayu dengan finishing coklat gelap masih terlihat begitu kokoh, dengan hamparan karpet berbentuk bulat di tengahnya. Dari atas sini kita bisa melihat jendela mosaik yang didatangkan langsung dari Eropa dengan disain China, bergambar seorang perempuan.

Di teras atas ditunjukkan empat bangunan diseberang yang dulunya adalah milik Mr. Cheong juga, dengan maksud supaya tidak mengganggu aliran kemakmuran terhadap mansion ini. Tetapi saat ini bangunan tersebut sudah dimiliki oleh orang lain, ada yang dibuat restoran jepang dan yang lain sebagai tempat tinggal.

Akhirnya kita sampai pada ruang bawah yang difungsikan sebagai memorabilia, terdapat beberapa foto-foto saat renovasi di tahun 1990an. Beberapa pakaian dan sepatu lusuh milik nyonya rumah, serta beberapa bahan bangunan yang terbuat dari mangkuk warna-warni.

Di akhir tour kita duduk di teras diluar bangunan utama, disini terdapat sederetan kamar tidur dengan pintu yang terbuat dari kayu. Dan sang guide menceritakan betapa tragicnya Mr. Cheong meninggal di tengah perjalanan menuju Amerika.

I love this tour, the mansion and the tragedy of history.

Mungkin buat referensi cerita bisa dilihat di wikipedia.

Tidak ada komentar: