Laman

5 April 2013

Singapore terasa MAHAL

sign directions #singapore

Singapore captured by me

Hard Rock Hotel Sentosa Island

Minggu lalu saya dan keluarga baru pulang dari Singapore, kunjungan kali ini dalam rangka nemenin Cece dan keluarga serta Mama Papa. Jalan bareng keluarga rame-rame memang menyenangkan, Total kita pergi ber 12. Dan ini kali pertama kita jalan bareng ke luar negeri.

Kali ini stayed di Sentosa Island, pilihan jatuh ke HRH secara kita memang Hardrocker sejati :) dan yang pasti dapet harga promo sekitar 1,6jt udah include breakfast. Normal price diatas 2jtan deh. Kepikiran juga untuk main-main di pulau kecil ini, karena selain USS juga banyak wahana lainnya. Salah satunya yang menarik adalah jalan sore di sepanjang pantai, suatu yang beda banget saat di Singapore.

hari berikutnya kita mampir ke Legoland di Johor Bahru, sekalian nambah setempel di pasport :)
ah, Johor bahru tetep seperti 3 tahun yang lalu. Gersang.
Seperti yang sudah sudah begitu banyak perbedaan antara Johor dan Singapore walau sudah disambung dengan 2 jembatan penghubung. Terutama keliatan adalah sistem transportasinya, kita harus menunggu sekitar 1 jam untuk mendapat bus ke Legoland (menurut website resminya tiap 30 menit). Begitu pula ketika ditawari sewa taksi dengan tarif yang mahal, karena mereka tau kita butuh transport.
Kedua, saat kita harus antri di wahana Legoland; perbedaan ini terasa banget karena hari sebelumnya kita ke USS. Dimana kalau USS antrian panjang diusahakan secepat mungkin oleh petugas, entah itu di carikan pasangan bila masih ada seat yang tersisa atau apalah (petugas begitu tanggap). Nah, keadaan ini berbeda jauh saat kita di Legoland. Sudah tau kalau antrian panjang, si petugas malah asik main telepon dan tidak mengawasi apakah masih ada seat yang tersisa. Poor :(

Hari berikutnya setelah dari Legoland, kita mengunjungi China Town, Marina Bay, Singapore garden, Singapore Flyer dan tentunya Orchard road.

Setelah 4 hari di Singapore hanya satu yang sangat terasa perbedaannya dengan kunjungan ke negri ini sebelumnya adalah MAHAL. Ya, yang paling terasa adalah saat kita harus makan. 2 tahun lalu kisaran SGD 3-4 untuk sekali makan dan sekarang sekitar SGD5-7. Apalagi ditambah SGD yang semakin melambung.

Tapi singapore tetap jujugan sebagian besar orang Indo, dan salah satu destinasi yang paling diincar bagi pemula yang ingin bepergian ke luar negri (selain Kuala Lumpur)

20 Februari 2013

CNC to Taman Dayu Pandaan

melintasi tanggul lumpur lapindo Porong

Akhir bulan Januari kemarin, saya dan teman-teman dari Coffee & Cycling menyempatkan bersepeda keluar kota. Kali ini kita memilih Pandaan sebagai tujuan yaitu Taman Dayu. Minggu pagi jam 6 berkumpul di rumah Deltasari, start, melewati Sidoarjo, Porong, Gempol dan Pandaan sejauh kurang lebih  40 KM. Jarak yang ditempuh memang tidak terlalu jauh tetapi kita dapat tanjakan panjang dari Apolo (Gempol) sampai kota Pandaan, ditambah lagi tanjakan tajam di Taman Dayu.

Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit sampai di Taman Dayu Golf Range, dan kita menikmati dengan berenang dan santap siang.

selesai tanjakan pertama: Apolo-Pandaan


Perjalanan pulang siang itu ditemani sedikit hujan, jalanan turun sedikit licin cukup ngeri. Dan yang paling asik saat melintasi sepanjang jalan Porong yang penuh dengan antrian truck dan mobil. Jalanan jadi sik sak kayak di film-film :)

stop pit Taman Dayu sambil menunggu beberapa anggota yang ketinggalan di belakang


menikmati Club house Taman Dayu
 

5 Februari 2013

KUDETA Bali: hangout saat sunset

dari sederetan nama Cafe di Seminyak, KUDETA merupakan salah satu tempat yang nyaman untuk menikmati menjelang malam....

Add caption

Berlokasi di pesisir pantai Seminyak membuat KUDETA memiliki nilai jual lebih, yaitu panorama sunset setiap sorenya. Bangunan utama yang merupakan restaurant fine dinning berupa disain khas Bali dengan open air atmosphere. Di belakang bangunan ini terdapat taman rumput yang cukup luas dengan hiasan kolam kecil dan beberapa lazy chair yang menghadap ke pantai. di sebelah kanan terdapat bangunan dengan coffee  table sedangkan dibagian kiri merupakan bangunan bar.



Akhirnya kita dapat satu table di ujung kiri persis di belakang bar, pemandangan cukup bagus persis di teras yang menjorok ke pantai.

 
 
 
 
 
 



31 Januari 2013

suatu siang di UBUD

kesempatan menghabiskan weekend minggu lalu di pulau Dewata bersama sahabat, tidak salah kalau Ubud menjadi tempat yang menyenangkan....

Pagi itu kita bangun agak kesiangan karena semalem habis chillin out di HRC sampai jam 2 pagi, jadinya molor sampe jam 10 kita baru start berangkat ke Ubud dari hotel di bilangan Pantai Kuta. Perjalanan sekitar satu jam lancar banget dan kita singgah di Gaya Gallery, tempat yang tidak pernah saya lewatkan sejak lawatan pertama di tahun 2009. Saya dan keluarga the biggest fans tempat ini. Bukan karena ingin menikmati karya seni yang dipajang di galeri tersebut tapi untuk kelezatan gelato di Gaya Gellato yang berdiri satu komplek dengan Gaya Galery dan Villa tersebut. Sambil menikmati gelato kita berendam di kolam kecil yang terletak di bagian Villa, sebelah belakang dari Gallery. Dan ini untuk kesekian kalinya saya mampir ke tempat ini tanpa rasa bosan.


Perjalanan menuju Ubud
Gaya Gallery Ubud

Gaya Gelato Ubud: the best gelato in town
Jujugan kedua adalah Warung Naughty Nuri's tentunya, warung ala Mexico ini menyajikan iga babi panggang yang lezatnya luar biasa. Sudah banyak review tentang warung ini, sepertinya tidak perlu pembahasan lebih lanjut. Nilai 10 :)

Warung Naughty Nuri's: a Mexican restaurant with the best pork ribs

Berikutnya kita parkir di pasar Ubud, persis di depan warung Babi Guling Bu Oka yang juga melegenda itu. Sayangnya sudah kesiangan jadi tidak ada yang tersisa :(
Sambil menurunkan perut, kita jalan-jalan ke jembatan tua yang sudah tidak terpakai, disana terdapat restauran The Bridge yang keliatan cozy banget. Ada juga galeri lukisan milik Don Antonio Blanco, bila Anda penikmat seni tidak ada salahnya mengunjungi museum tersebut.
Untuk wisata budaya lainnya adalah rumah Raja Ubud yang terletak persis di seberang pasar, bisa berfoto dengan ornamen-ornamen Bali dan melihat dapur sang Raja.

 
 
 

Siang itu kita habisakan dengan ngopi di Starbucks, lokasinya yang terletak jadi satu dengan restauran The Lotus sangat bagus terlihat taman teratai yang cukup besar di belakangnya. Starbucks Ubud juga berdisain tradisional Bali dengan beberapa rustic furniture.




28 Januari 2013

Khayangan Estate Uluwatu: what an awesome spot for tight a knot

.... and together become as husband and wife!
dan tepuk tangan undangan memecahkan keheningan upacara pemberkatan nikah Jane dan Chris sore itu.....

Minggu lalu saya diundang sahabat dalam acara perkawinan yang di helat di Khayangan Estate, boutique resort yang terletak di tebing karang Uluwatu. Lokasinya yang menjorok di atas tebing dengan pemandangan sunset pantai Uluwatu membuat suasana begitu romantis. Gerimis, tidak membuyarkan garden party sore itu. Sedikit tetesan hujan yang membasahi pohon dan rumput memberi rasa segar.

Berikut beberapa foto yang sempat saya abadikan dalam momen yang membahagiakan ini.


Holy Matrimony: St Fransiskus Xaverius Kuta
Khayangan Estate Uluwatu: entrance table
Khayangan Estate Uluwatu: sign

Khayangan Estate Uluwatu: 10 meja undangan

Khayangan Estate Uluwatu: pengantin dengan dansa pertama mereka

Khayangan Estate Uluwatu: sunset bercampur gerimis

Khayangan Estate Uluwatu: thanks to their parents


Khayangan Estate Uluwatu: a best panoramic view

Khayangan Estate Uluwatu: with the Groom and Bride

"CONGRATULATION JANE & CHRISTOPH"