Laman

4 Agustus 2010

Air Asia goes to Korea


Bad or good news??

Hari ini begitu banyak berita tentang rute penerbangan baru AA ke Korea Selatan. Mulai dari koran, e-mail teman, Messenger™, milis, sampai disemua status social networking. Semuanya memberikan informasi tentang rute baru ini.

Dan berita lainnya yang ngak kalah mengejutkan adalah dihapusnya rute Surabaya-Jakarta dan Medan-Jakarta!! Dan menjadi simpang siur karena ada isu kalau AA Indonesia bangkrut. Bangkrut?? Mana mungkin!! bukannya pelanggan AA banyak sekali, termasuk saya salah satu pelanggan setianya :p

Berita tersebut saya baca di kompas.com

Tetapi isu ini cepat dijawab oleh AA, bahwa penghapusan rute ini dikarenakan akan dibukanya rute baru yaitu Surabaya-Singapore dan Surabaya-Bangkok. Wow, bukan main gembiranya!! Karena memang rute ini yang menjadi pertanyaan saya dan teman-teman lain di Surabaya.

Semoga rute baru tersebut cepat terealisasi.

Everyone can fly

2 Agustus 2010

jalan-jalan bareng Komunitas baru






Hari Jumat lalu saya diajak seorang kawan untuk mengikuti event yang diadakan oleh komunitas Jejak Petjinan. Komunitas ini sendiri sudah mengadakan even serupa untuk yang keempat kalinya. Jejak Petjinan digagas oleh Paulina Mayasari yang biasa dipanggil Maya, dengan misi untung menyatukan perbedaan antara Pribumi dengan peranakan Tionghoa. Lebih lanjut tentang Jejak Petjinan bisa klik disini.

Minggu pagi kita sudah berkumpul di Giant Supermarket jalan Rajawali, tempat yang telah ditentukan oleh panitia. Jadwal keberangkatan semula jam 6.30 terpaksa harus molor 30 menit untuk persiapan dan registrasi peserta. Peserta cukup banyak, total 55 orang dengan panitia. Mulai dari anak-anak sampai kakek-nenek.

Perjalanan menuju Tuban di tempuh selama 2,5 jam, persis arloji saya menujukkan jam 9 lewat 30 menit saat bus kita memasuki area parkir Klenteng Kwan Sing Bio. Dan semua peserta bergegas turun memasuki area klenteng dari pintu samping. Cuaca cukup terik, matahari bersinar sangat cerahnya.

Memasuki Klenteng Kwan Sing Bio atau lebih populer disebut Klenteng Khong Cho, semua peserta asik mengabadikan bagunan-bangunan di sekitar taman yang mulai dibuat panggung untuk acara ulang tahun klenteng Selasa besok.

Yang lain memperhatikan dapur terbuka di sebelah barat taman, dapur ini menyatu dengan bangunan untuk ruang makan. Menu yang disediakan ada nasi goreng dan mie goreng, bagi pengunjung boleh makan dengan gratis (non-halal).

Tidak berapa lama pengurus dari Klenteng, Bapak Gunawan siap menyambut kita. Beliau memberikan sambutan dan penjelasan mengenai sejarah Klenteng ini, juga menjawab beberapa pertanyaan dari peserta.

Selanjutnya kita diajak mengelilingi bangunan di sekitar klenteng, saya memilih untuk melihat pantai diseberang Klenteng. Disitu sempat menikamati es degan dan pemandangan laut lepas. Beberapa penjual bakso dan siwalan menawarkan dagangannya. Di kejauhan nampak perahu-perahu nelayan yang sedang di parkir berjejeran.

Setelah kembali memasuki Klenteng, sepasang peserta menanyakan tentang ritual doa di Klenteng. Sambil ingin menunjukkan pada teman tadi, saya juga ikut doa. Membeli satu set hio (alat sembahyang umat Budha) seharga 15 ribu terdiri dari kertas uang, 2 pasang lilin, hio besar dan hio kecil. Mulailah kita bersembahyang, dimulai dengan memasang lilin dan menyalakan hio. Ritual pertama adalah menghadap langit, kemudian sesuai urut-urutan dari satu samapi ke tujuh. Dan terakhir ditutup dengan membakar uang kertas di Pagoda.

Karena waktu agak molor dari jadwal, kita bergegas menuju tempat berikutnya yaitu Tjio Ling Kiong atau disebut Klenteng Mak Cho. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Klenteng Khong Cho, hanya beberapa kilometer. Letaknya persis di seberang alun-alun kota.

Klenteng ini tidak sebesar Klenteng Khong Cho, hanya terdiri dari bangunan utama dan bangunan kedua di belakang. Tetapi memiliki keunikan tersendiri, dengan gambar-gambar sejarah di kanan kiri dinding. Setelah melihat bangunan Klenteng Mak Cho, kita melewati gang kecil di samping Klenteng menuju pemukiman penduduk. Disini kita melihat rumah kuno yang ditinggali oleh Pecinan Tuban.

Selesai melihat kehidupan pecinan Tuban, waktu pas untuk makan siang. Kita digiring menuju alun-alun diseberang Klenteng, disini ada dua pohon beringin besar cukup rindang ditengah teriknya siang itu. Sambil menikmati makan siang di bawah pohon beringin, kita saling bertukar cerita dan saling mengenal satu sama lainnya.

Setelah beristirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Agung Tuban di sisi barat alun-alun. Disini kesempatan kita untuk melihat sejarah dan bangunan Masjid yang terletak di depan makam Sunan Bonang. 30 menit mengitari masjid, selanjutnya menuju makam Sunan Bonang. Sunan Bonang merupakan salah satu dari wali songo dan denger-denger masih keturunan Tionghoa.

Memasuki area makam di sambut dengan bangunan masjid di sisi barat dan bangunan tempat wudhu di sisi timur. Makam ini berbaur dengan makam umum dengan luas yang tidak begitu besar. Makam Sunan Bonang sendiri berada persis di tengah-tengah, berupa bangunan persegi empat dengan atap yang rendah sehingga peziarah harus jongkok untuk masuk kedalam.

Sekembali dari makam, saya sempatkan untuk melewati pasar di sisi selatan. Banyak penjual disini, mulai dari baju, sovenir, kurma, dan berbagai macam oleh-oleh lainnya. Karena saat itu hari minggu jadi cukup banyak peziarah yang berkunjung.

Berakhir sudah perjalanan di kota Tuban, sebelum kembali ke Surabaya kita mampir di kota Babat untuk melihat proses pembuatan wingko babat di Lo Lan Ing. Perjalanan satu jam menuju kota Babat cukup untuk beristirahat sejenak. Sampailah kita di depan toko Lo Lan Ing, yang menarik disini ada puisi yang cukup mengelitik.

PUISI WINGKO

Suatu hari nanti
Wingko Babat jadi Terkenal
ke seluruh dunia
Seperti Pizza dari Italia

Suatu hari nanti
Pembuat Wingko Lo Lan Ing jadi Ternama
Seperti Mc Donalds

Suatu hari nanti
Wingko Lo Lan Ing jadi Ternama
Jadi makanan kecil
Di pesawat Garuda Indonesia
Makanan kecil di istana Raja dan Presiden

Bukan Khayalan yang ingin saya berikan
TAPI KEINGINAN YANG NYATA

Seperti cerita yang ditulis oleh temen baru dari komunitas ini di blognya: inijie.com

Di Pabrik Lo Lan ing, pertama kita disugguhi wingko oleh si pemilik. Pabrik ini lokasinya di belakang toko, pertama adalah tempat untuk packaging. Ada 4 orang yang sibuk membungkusi wingko kecil-kecil dengan kertas, dan di lem dengan lem kanji.

Kemudian area produksinya, berada di bagian belakang bagunan. Terdiri dari dua oven yang terbuat dari bata dan menggunakan kayu bakar, persis seperti oven untuk membakar pizza. Di sisi paling belakang adalah pembuatan jenang ketan hitam. Proses pembuatan jenang memakan waktu sekitar 4 jam dan harus diuleni terus menerus.

Setelah melihat proses pembuatan, sebagian peserta belanja untuk oleh-oleh. Dan akhirnya selesai sudah perjalanan kali ini, kita sempat mampir di Lamongan untuk makan malam. Tentunya Soto Ayam Lamongan yang jadi menu andalan.

-can't wait for the next event of Jejak Petjinan-

30 Juli 2010

5 hari di Malaysia

Ke Malaysia cuma 1 Juta-an?


Perjalanan 5 hari seorang kawan meng-explore Malaysia hanya dengan modal 1 juta-an. Ternyata sudah bisa menjelajahi Genting Highland, Selangor, Melaka dan tentunya Kuala Lumpur.

Itinerary-nya sebagai berikut:
  • Hari pertama Sunway Lagoon
  • Hari kedua Genting Highland
  • Hari ketiga Selangor
  • Hari kempat Kuala Lumpur downtown
  • Hari kelima Melaka
Tentunya banyak yang berminat bukan!!??

29 Juli 2010

A week in Singapore





Previcious --> End Year 2009 trip

Day 2: Johor Bahru - Singapore
hari ini perjalanan kita lanjutkan menyebrangi Singapore, sebelum keberangkatan saya sempetkan jalan-jalan di sekitar hotel. Disana terdapat beberapa hotel dan pemukiman penduduk. Kota JB memang tidak terlalu cantik, tetapi bisa dinikmati. Di seberang hotel adalah terminal truck menuju Singapore, jadi suara cukup bising bila mereka membunyikan klakson.

Karena rombongan dengan anak-anak (4 orang), akhirnya kita pilih Taxi menuju Singapore. Ongkos taxi cukup murah hanya MYR 60 (180 rb), bisa di isi 4-5 orang. kita tinggal menyiapkan passport dan mengisi form, di serahkan pada sopir taxi. Dan di custom, sopir taxi yang menyerahkan dan diperiksa sebentar oleh petugas dan perjalanan bisa di lanjutkan tanpa harus membongkar barang bawaan kita.

Taxi berhenti di daerah Bugis, jadi untuk menuju ke hotel kita harus pindah ke Taxi lokal.

10.39
taxi kita sudah berhenti di depan Hotel Peninsula Excelsior. Menyusuri lift sampai di Lt. 6 tempat lobby hotel, dengan maksud untuk menitipkan lugage kita di hotel ternyata pihak hotel memberikan kamar kita saat itu juga...... Lumayan, setelah membongkar bawaaan menuju kamar kita bergegas untuk mulai keliling. Tujuan pertama adalah SNM, Singapore National Museum yg letaknya mmg ga jauh2 dr hotel, persis di seberang fort canning park.

Selanjutnya adalah Flyer, sebelumnya kita lunch dulu di kantin USN (University of Singapore) yg berada di seberang SNM. makanan cukup murah, rata2 $2-4. kita pilih menggunakan Bus menuju Flyer, naik dari Bras Basah melewati Suntec dan turun di Marina Square.

Hampir sejam lebih menikmati pemandangan kota Singapore dari atas Flyer, kita lanjutkan menyusuri marina square menuju Esplanade. Dan terakhir adalah Merlion, kita pulang dg jalan kaki melewati Raffles dan St. Andrew church.

Makan malam cukup murah meriah, berada di bawah Peninsula Plasa... modelnya seperti Kopitiam dengan variasi menu noodle.

Day 3: Sentosa Island and Vivo City
Pagi ini kita bersiap menuju Sentosa Island, menggunakan Bus dari halte di Hill st. menuju Vivo City. Dari Vivo City perjalanan di lanjutkan dengan monorail yang letaknya di Lt. 3, ada 3 station pemberhentian di Sentosa Island... kita pilih turun di Imbiah, station paling ujung. Dari sini kita bisa menggunakan free On On Bus yang mengitari sebagian pulau Sentosa.

Rencana untuk balik ke pulau besar dengan menggunakan cable car terpaksa harus batal, karena cable car lagi dalam perbaikan. Tetapi kita sempet main-main dari atas pulau, ada bbrp permainan yg oke sekali. Mulai dari Tiger Sky Tower, Race car, 4D Movie, Taman Kupu-kupu sampai Museum.

Hari ini kita tutup dengan menghabiskan permainan di Vivo City, ada tempat main terbuka buat anak2 sangat seru sekali....

Day 4: Akhir Tahun 2009
Karena hari ini adalah penghujung tahun, sengaja saya tidak mengajak anak2 ke tempat2 wisata. Selain karena (yang pastinya) rame, tentunya untuk menghemat tenaga buat akhir tahunan.....

Hari ini saya sempatkan untuk pergi ke IKEA.... yup, toko perlengkapan rumah tangga serba ada.... Letaknya di daerah Alexandra Rd. berseberangan dengan deretan apartement disana.

Sorenya, kita sempet balik ke hotel karena barang belanjaan yg banyaaak.... dan siap2 untuk malam tahun baru. Beberapa teman yg tinggal di Singapore udah kasih tau sebelumnya, jangan sampai ke Orchard... pastinya PENUH sekali.

Akhirnya, kita pilih ke Clark Quay setelah makan malam di Baikut Teh (di New Bridge Rd.) salah satu tempat paling famouse.

Count down 2010 saya nikmati di Singapore Recreation Club yg ada di seberang St. Andrew Church. Dari sini bisa di lihat fire work yang dinyalakan dari Marina Bay.

HAPPY NEW YEAR 2010

Day 5: Singapore Science
Hari ini kita menggunakan MRT east-west dari City Hall St. dan turun di Joo Koon St. (stasiun paling ujung) di daerah Jurong Industrial. Dari sini kita menuju Singapore Army Museum, bisa melihat berbagai pengetahuan mengenai Singapore. Disini kita juga menonton pertunjukan 3D, ceritanya adalah kehidupan ikan sarden di Afrika Selatan.

Oya, di dalam museum terdapat berbagai tehnologi yang di tampilkan. mulai dari penemu2 ilmu pengetahuan sampai robot yang bisa bicara, sayangnya ngak boleh di handycam.

Perjalanan ke dua adalah Singapore Science dan Snow City, kita hanya punya waktu 2 jam sampai jam 5 sore. Karena tujuan awalnya adalah main di Snow City maka kita langsung menuju ke sana. Snow City terletak satu komplek dengan Singapore Science dan memilliki bangunan yang terpisah.

Hujan yg menguyur sejak sore membuat kita tidak bisa melanjutkan ke Singapore Science, akhirnya kita balik ke Hotel.

Acara malam harinya, jalan-jalan ke China Town.....
China town menjual berbagai pernak-pernik sovenir dengan harga yg jauh lebih murah. Mulai dari T-shirt (3 for $10) dan gantungan kunci atau magnet kulkas (7 for $10).

Day 6: Orchard.....shoping time
Ngak afdol rasanya kalau ke Singapore ngak mampir ke Orchard road.... ya, karena di sini memang surganya wanita yg hobby shoping.

Pagi ini saya melihat beberapa anak kecil menaiki firecar di satsiun pemadam kebakaran, kebetulan sekali terlihat dengan jelas dari jendela kamar hotel. Tanpa pikir lama kami pun bergegas ke sana, menyebrangi Hill St. kita sampai di Fire Station yang merangkap dengan museum. Ini adalah fire station pertama di Singapore dengan bangunan bata expose berwarna merah sangat cantik sekali.

Pertama kita harus mengisi buku tamu, sambil menunggu giliran untuk naik ke fire car kita sempet coba2 helm dan jaket fireman....

Memasuki area Museum 2 lantai yg terletak di sisi kiri bangunan, kita mendapatkan berbagai macam atribut. Mulai dari mobil pemadam kebakaran sampai simulator semprotan airnya... Disini di tunjukan beberapa kejadian kebakaran dan orang2 yang pernah menjadi petugas pemadam kebakaran. Ada dua nama orang dari Jawa yang membuat saya surprise!!

Untuk memasuki museum tanpa di pungut biaya sama sekali, bahkan kita bisa mendapat pengetahuan gratis. Topi pemadam dari plastik buat anak2 juga dibagikan gratis, pulangnya kita di bagi buku cerita dan buku mewarnai juga... Bila berminat dg atribut pemadam kebakaran spt T-shirt juga bisa beli di sana.

Orcard Road.....

Surga belanja sudah di depan mata, menyusuri sisi selatan mulai dari Kiliney Rd sampai Grange road. Ngee An City samapi ION Mall, disini sempet beli es potong cuman $1.... dan menikmati pertunjukan musik dari mahasiswa SNU... feeding a bird yang banyak berkeliaran di sepanjang trotoar...

Hiasan di trotoar dan jalanan sangat cantik dengan tema Christmast....

Oya jangan lewatkan untuk naik ke atas roff di OC... ada berbagai macam cafe dan restaurant, selain itu ada taman cantik di atas roff. dari sini bisa dilihat sudut2 kota Singapore.... tunggu sampai matahari terbenam, pemandangan sungguh cantik.

Makan malam kita mampir ke Kopitiam di Bras Basah.... saya coba menu mexico, yg masak asli dari sono....

Day 7: Last day in Singapore
Hari terakhir saya sengaja bangun pagi sekali, kali ini saya pergi sendiri karena yg lain masih pada tidur...

menggunakan MRT dari City Hall menuju Little India... toko2 masih pada tutup dan sebagian sudah mulai buka. Sempet beli roti nan di salah satu kedai, murah banget cuman 5 sen....

Dari little india menuju Bugis Village... menyusuri jalan, ah semua sudut kota bisa di lihat dan nampak bagus semua.....

Setelah kembali dari hotel, kita lanjut menuju Boat Quay untuk mencoba boat tour menuju merlion dan kembali lagi sampai di Clark Quay.

Waktunya meninggalkan SIngapore, setelah check out dari hotel kita kembali ke JB dengan menggunakan mini bus. mini bus saya booking melalui petugas hotel, seharga S$150 (sejutaan) untuk ber-10. Dijemput dari hotel dan diantar sampai hotel di JB, ada hal yg perlu saya sampaikan bila menggunakan bus atau mini bus kita harus bongkar muatan kita di custom. Hal ini cukup merepotkan bila barang bawaan cukup banyak, dan satu hal lagi jangan bawa tas belanjaan karena akan di periksa di custom JB dan kemungkinan akan dimintai uang oleh petugas. just be carefull guys....

28 Juli 2010

Lucky Factor: membeli tiket pesawat


ada sedikit cerita yang ingin saya share tentang membeli tiket pesawat.....


Kemarin saya mendapat BB messenger dari seorang kawan, yang isinya kira-kira ingin protes kepada travel agent yang saya kenalin. Singkat cerita bulan lalu dia sudah membeli tiket Lionair dengan rute Denpasar-Surabaya dengan harga 300 ribu lebih mahal per tiket. Sedangkan ayah mertuanya baru beli kemarin dengan penerbangan yang sama dengan travel agent yang berbeda, lebih murah!!


Dia merasa di tipu oleh travel agent karena spare harga yang begitu banyak, padahal dia sudah beli untuk ber-5 yang artinya beda 1,5 juta. Karena dia sudah jauh-jauh hari beli tiket, kok jatuhnya malah lebih mahal!!!