Laman

18 Juli 2010

Jakarta [business] trip: sales training group Akino







2 jam menunggu di Havana Lounge, Terminal 1 Soekarno-Hatta airport cukup untuk membagi perjalanan 2 hari ini.

Jumat pagi saya tolak ke Jakarta dengan Sriwijaya Air, tidak ada yang istimewa selain delay setengah jam yang membuat saya terlambat setengah jam mengikuti seminar hari itu. 10 menit sebelum landing di Cengkareng, awan tebal sudah mulai nampak. Wah, hujan!! itu langsung terlintas dalam pikiran. Bener saja begitu landing, hujan masih turun dan bakalan macet dah.

Seharian itu saya mengikuti training di kantor TMS, sampai tet jam 4 sore baru kelar. Selepas training, kita balik ke kantor pusat dulu sebelum melanjutkan untuk makan malam di Plasa Indonesia.

Malam ini beberapa kolega mengajak makan malam di Kitchenette Restaurant & Creperie, cafe berdisain open space dengan interior dapur yang nyaman sekali. Letaknya cukup strategis berada di Plaza Indonesia Extension Lantai 1.

Malam itu cukup ramai pengunjung, kita ber-6 harus rela ngantri sekitar sejam untuk mendapatkan meja. Penantian kita cukup terbalas dengan penyajian yang cepat dan menu yang beragam serta taste yang mantab. Tidak ketinggalan suasana resto yang homy banget, serasa kita lagi ngobrol di tengah-tengah dapur rumah sendiri. Karena memang pernak-pernik dapur sangat detail sekali, dan kita merassa nyaman berada di tengah-tengahnya.

Menu andalan yaitu crepes dengan topping keju dan ham, Nachos dengan keju yang melimpah, Spagetti dengan rasa kecap asin (lupa namanya), French Frice dengan saus mayonise yang yummy banget. Meat ball dan Mushroom memiliki taste yang hampir sama, dan potato salad sebagai dessertnya. Minuman cukup unik yaitu mango Orange yang di sajikan dalam stoples bekas selai...

Hari kedua, paginya saya sudah make appoint mau ke Bakmi Pinangsia. Terpaksa breakfast dari hotel di tinggal deh. Seporsi mie ayam dengan tambahan menu: bakso sapi, bakso ikan, pangsit kuah dan pangsit goreng. Semuanya nikmat dilidah, sebagai penutup cukup dengan teh hangat.

Siangnya, tidak lupa delivery Bakmie GM untuk dibawa pulang ke Surabaya. Delivery Centre Bakmie GM: 021-5655007. Cukup sudah menenteng satu dos dengan 8 posri mie bakso dan 1 porsi pangsit goreng.

Sekarang saya sedang menikamti siomay cikini dan mie kangkung di Havana Lounge. Untuk pemilik kartu kredit yang bekerjasama dengan Havana dapat menikmati secara gratis. Tadi saya cukup membayar 35 ribu dengan kartu kredit dari Citibank, kalau cash kudu keluar 50 ribu.

Diluar sana hujan belum berhenti juga, Pesawat lion Air yang saya tumpangi menuju Surabaya baru di panggil.

ciao.

15 Juli 2010

Semarang dan kota tua






Mengelilingi kota Semarang hanya dengan mengendarai becak, sungguh mengasikkan!!

Pagi itu saya terbangun dari tidur, melihat jam masih menunjukkan jam 5.30 pagi. Dinginnya AC di kamar 1103 Hotel Gumaya, membuat saya ingin bersembunyi di balik selimut yang tebal. Ah, tapi saya urungkan niat itu karena planning mau naik becak ke kota tua.

Perjalanan dengan KA Rajawali kemarin, cukup melelahkan. perjalanan Surabaya-Semarang di tempuh selama 4-5 jam, berangkat jam 2 siang dari stasiun Pasar Turi. Dan tiba di stasiun Tawang jam 7 malam, setelah 2 kali berhenti di stasiun Babat dan stasiun Bojonegoro untuk perbaikan jenset. Shuttle car dari Hotel Gumaya sudah menunggu kita di pintu keluar....

Setelah tawar menawar dengan abang becak di seberang hotel, mulailah penjelajahan ke kota tua. Pertama-tama adalah LAWANG SEWU, lokasinya cukup dekat hanya berada di balik hotel. 10 menit kemudian saya sudah mengutak-atik kamera mencari posisi view yang menarik. Ada beberapa rombongan grup sepeda ontel sedang parkir di halaman gedung, wah nambah obyek pikir saya dalam hati.

Setelah puas dengan lawang sewu, kembalilah saya ke hotel. Jam 10 saya sudah siap dengan baju batik, menuju gereja Katedral deket Lawang Sewu tadi. Kali ini kita menghadiri pemberkatan pernikahan sepupu istri saya. Satu lagi obyek bangunan yang cukup menarik, Gereja Ratu Rosario Suci di Jalan Pandanaran No. 9 Semarang.

Bangunan gereja tua ini cukup indah, dengan pintu kayu berwarna coklat tua nampak masik kokoh. Dinding dengan ornamen batu kali berwarna hijau keabuan menambah cantik. Interior berupa kubah diatas altar, dengan jendela-jendela bergambar dengan warna-warna terang.

Selepas pemberkatan nikah, sekarang kita menjelajah kuliner. Sate kapuran menjadi jujugan pertama, saya pernah makan disini 10 tahun yang lalu saat masih berupa rumah tua. Saat ini bangunan tua itu sudah berubah menjadi bagunan ruko dua lantai, satenya masih enak seperti dulu. Tidak lupa gule kambingnya....

Berikutnya, belanja snack di Sanitas Bakery yang berada di jalan MT Haryono. Bakery ini cukup tua, kalau di lihat dari papan namanya berdiri sejak 1920an. Dengan moto: "generation to generation". Roti-rotinya cukup menggugah selera, selain itu banyak snack khas Semarang yang di tawarkan termasuk kue bakelan.

Keesokan harinya, saya sempat bertemu teman SMA yang juga bermalam di Gumaya. Dia bercerita tentang beragam kuliner, saat itu dia sempet mengajak untuk mencicipi soto bokoran tapi saya menolak. Cukup sayang rasanya ngak sempet mencicipi kuliner di Semarang, tetapi saya sudah menulis di notes beberapa kuliner yang kudu di sambangi di perjalanan berikutnya ke Semaarang.

Setelah seharian bersantai di Hotel, sore itu kami pulang ke Surabaya dengan KA Anggrek jam setengah 4 sore. Nah, obyek foto satu lagi "Stasiun Tawang". Stasiun ini cukup artistik, bergaya stasiun tua yang sudah mengalami beberapa renovasi tetapi masih menonjolkan keasliannya.

Oh ya, sebelumnya kami masih bisa mencicipi masakan restauran Bahagia (d/h HAPPY) di jalan Imam Bonjol. once of recommended chinesse food in town. Berbagai olahan chinessefood sangat menggugah selera, mulai dari soup tito, mie goreng spesial, tami goreng, swikee tauco, swikee goreng saus inggris, nasi goreng.

ciao....

Notes kuliner:
1. Soto Bokoran, Jalan Plampit. (pagi)
2. Swikee, jalan Depok.
3. Es Puter Cong Lik, Seberang RS Tlogorejo sebelah Citraland Mall. (sore)
4. Sate kambing Kapuran
5. Sate Kambing di Candi
6. Sate kambing, jalan MT Haryono

Ada rekomendasi lainnya???? post at comment please!!



Congratulation to Felix and Meivy

11 Juli 2010

Cascade International Restaurant at Gumaya Tower Hotel





Cascade resto, terletak di lantai ground Gumaya Tower Hotel Semarang. Berada di sebelah kanan lobby, ruangan cukup besar dengan deretan meja makan dan kombinasi bangku merah dan coklat. Di dinding resto yang terbuat dari kaca, di beri ornamen rak2 wine menyerupai balok2 dinding.

Di depan pintu nampak etlase cake yang menarik sekali, dengan aneka warna dan macamnya.

Menu makan pagi cukup lengkap dan melimpah ruah, sampai mau coba satu per satupun rasanya sudah kenyang. Dari pojok kanan terdapat warung semarang dengan disain bambu dan atap dari alang2 di lengapi dengan becak. Menyajikan spesial of the day: gule sapi yang dihidangkan diatas panci jaman dahulu.

Berikutnya "asian corner", dengan menu: nasi uduk, vegetable fried rice, stir fried glass noodle, beef green curry, saute vagetable with mushroom, ayam masak belaga dan terakhir chinese style fish ala orange.

Corner berikutnya adalah "dim sum" dengan 2 steam besek bambu serta hidangan mie yang mereka sebut hong tan dan dan mie.

Orange juice, guava juice dan apple juice dihidangkan di Juice corner. Di baliknya adalah bubur ayam dengan 10 macam condiment plus kuah bening sebagai penutup.

Japanese corner menghidangkan ramen yg menurut saya pas rasanya, selain itu ada 5 macam sajian lainnya. Japanese vegetable curry, mahi-mahi misoyaki, japanese omelete, baked eggplant misoyaki dan steam rice.

Martabak manis corner menjadi penghubung dengan western corner yang menghidangkan Mash potato, mixed glazed vegetable, canneloni, grill tomato, fish mahi-mahi ala normandii, beef and vegetable pot pie, beef sausage, baked bean yang di tutup dengan omelet corner. Di ujung meja ada fitter counter: tahu petis dan vegetable fried.

Island yg terletak di tengah2 ruangan berisi berbagai macam salad, buah2an, waffel dan 15 macam roti manis.

Day 2:
Warung Semarang menyajikan Soto semarang yaitu soto ayam dengan condiment irisan tomat + bawang goreng.

Untuk Asian corner tidak beda jauh dengan menu kemarin, hanya di kombinasi cara masaknnya saja. Nasi goreng mawut menjadi andalan.

Dim Sum menyajikan:
1. Chinese porridge, bubur ayam dengan kuah bening
2. Beef stew
3. dim sum kaki ayam masak tauco
4. Ayam tausi
5. soy bean milk soup

Japanese corner:
1. Canton turnip, kentang dengan saus manis
2. Grill spicy blackbean sauce, ayam dipanggang kering
3. Ramen
4. oden, meat ball & tofu kuah ramen
5. mizuna soup, irisan rumput laut, sawi putih dan telor

Western Corner:
1. Coronation chicken
2. Swiss rosti potatoper, kedel


Dengan tampilan fine dinning, membuat kita cukup betah menikmati sarapan pagi ataupun santapan makan malam.

5 Juli 2010

Oasis in the heart of Benoa








WOW.....

Perjalanan ke Bali selalu membuat excited!! Kali ini tetep seperti biasa, kita menyusuri pantai selatan Bali menuju Tanah Lot di Tabanan. Tanah Lot menjadi jujugan pertama karena letaknya memang di pintu Denpasar, tidak jauh dari kota Tabanan.

Tanah Lot semakin mempercantik diri, banyak renovasi disana sini. Terakhir kali ke Tanah Lot pada akhir 2007 silam memang tidak banyak perubahan yang terjadi. Tetapi Tanah Lot nampak makin cantik, dengan pemandangan Nirvana Golf nampak jauh di sisi timur.

Sepulang dari Tanah Lot, kita mencicipi ikan bakar ala Jimbaran di Pondok Rasa. Berupa warung dengan gaya Bali, dengan beberapa jogglo lesehan di atas kolam ikan. Suasananya nampak adem. Letaknya di pintu masuk Denpasar, Jalan Raya Kapal No. 16 Luk Luk - Badung.

Paket Komplit berisi ikan bakar, kerang bakar, cumi bakar, udang bakar dan nasi putih serta pencing kangkung dan buah segar cukup di bayar 42.500,-. Untuk rasa overall bagus, tetapi masih lebih juara cafe Menega di Jimbaran. Untuk Kerang bakar ngak kalah dengan Jimbaran, malahan bumbunya lebih oke.

Selanjutnya, tujuan semula menuju Ubud terpaksa di tunda besok. Kita langsung menuju Tanjung Benoa untuk check in di The Oasis yang sudah kita book sebulan yang lalu lewat Agoda. Kamar Superior pesanan kita semula ternyata sudah full dan akhirnya pihak hotel memberi kita Royal Suite Room, wow..... Dengan segala fasilitas kamar yang mewah, mulai dari ruang duduk dengan sofa bed yang besar. Ukuran bed yang oversize, private jacuzzi dan full entertainment. Semuanya perfect, dan saya hanya bayar seharga superior room :D

Sebelumnya kita sempat beli dua loyang pizza di Encore, jalan sunset road di bawah Carefour. Margarita pizza dan Italiano pizza serta beef fettucine habis seketika di pinggir kolam renang. Rasanya memeang mantap...

Dinner kali ini jatuh pada XO Suki di Bali Galeria Simpang Siur, masih baru buka!! Ngak ada yang spesial, menu yang di sajikan pun tidak selengkap yang di Surabaya. Tapi perut cukup kenyang dengan tambahan diskon 20%. Setelah makan sempet mengajak anak-anak main di Timezone sebelah resto.

Day two. Setelah breakfast yang di sediakan hotel, kita menunggu untuk pindah ke kamar Superior. Setelah cek di resepsion, ternyata hari ini pun tidak ada kamar tersedia buat kita. Sekali lagi kita dapat menikmati kamar suite, wah what's a lucky trip!!

Ubud.... Jadinya kita dapat explore Ubud siang ini, Gaya Gellato menjadi tempat pertama kita. Menikmati chocolate, Vanilla Caramel dan Taquist yang di layani oleh bule itali sendiri di tenda-tenda yang terpasang di luar outlet. Panasnya cuaca saat itu, bener-bener cocok. Gaya Gellato letaknya ngak jauh dari Four Season Resort Ubud, persis di samping kiri Gaya Gallery.

Lunch time, kita menuju Naughty Nuri's dengan Mexican style. mereka punya ribs yang juara banget. Waktu menujukkan jam 1 siang, dua outlet Nuri's cukup rame pengunjung.
Ngak perlu nunggu lama kita sudah bisa menikmati segala pesanan kita, Nachos dan 4 porsi ribs serta kentang goreng. Porsinya lumayan gede sampai-sampai terpaksa harus kita bawa pulang.

Lokasi Nuri's gampangnya kalo dari Denpasar menuju Ubud, di pertigaan patung Barong terus aja lurus. Sampai ketemu Four Season resort di kiri jalan, terus lagi dikit ketemu Gaya gellato di sebelah kanan jalan. Jalan lurus lagi sampai pertigaan, belok kanan. Lokasinya ada 2 outlet yang berdekatan, yang lama persis di seberang Museum Neka.

Kalau dari pasar Ubud juga gampang saja, tinggal belok ke kiri menyusuri jalan sudah ketemu. Alamatnya di Jl. Raya Sanggingan, Ubud.

Selesai makan, kita lanjut jalan-jalan di pasar Ubud. Kebetulan sekali lagi ada upacara, sehingga jalanan penuh sekali. Beberapa oggoh-oggoh sudah siap di arak dari depan rumah raja Ubud.

Hari ini kita tutup dengan makan nasi Jenggo, beli di jalan Gunung semeru.

day three, hari terakhir kita...
Tujuan hari ini adalah Klapa di dreamland, bangunan unik diatas bukit. Letaknya di area Pecatu resort, tidak jauh dari GWK. Dengan pemandangan pantai dreamland sungguh cantik, tampak di kejauhan terjalnya Uluwatu.

Detik terakhir di Bali, kita sempatkan untuk makan siang di Menega Cafe yang letaknya di Muaya Beach - Jimbaran. Ngak ada kata-kata lain soal olahan di Jimbaran, Perfect!!

1 Juli 2010

Jelajah: Meru Betiri National Park











Sebelum memulai perjalanan ke Bali akhir pekan ini, saya akan berbagi perjalanan menyusuri Meru Betiri National Park minggu lalu bersama 6 orang teman.



Minggu, 27 Juni 2010

Pagi ini saya dan beberapa teman akan melakukan perjalanan menuju pantai Bandealit yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Merubetiri. Letaknya di selatan pulau Jawa bagian timur, yang membujur antara kota Jember sampai Banyuwangi.

Berikut rute dan waktu tempuh yang kita lalui:
1. Jember - Ambulu: 23 KM waktu tempuh 30 menit
2. Ambulu - Kotta Blatter: 8 KM waktu tempuh 10 menit
3. Kotta Blatter - Perkebunan Kalisanen: 3KM waktu tempuh 5 menit
4. Perkebunan Kalisanen - Curah Nongko: 6 Km waktu tempuh 10 menit
5. Curah Nongko - Andong Rejo (pos 1): 3 KM waktu tempuh 5 menit
6. Andong Rejo - Tumpak Gesing (Pos 2): 5 KM waktu tempuh 25 menit
7. Tumpak Gesing - Pabrik Kopi (pos 3): 5 KM waktu tempuh 50 menit
8. Pabrik kopi - Pantai Bandealit: 4 KM waktu tempuh 15 menit
dan perjalanan lanjutan ke Tanjung Papuma, Watu Ulo
9. Ambulu - Tanjung Papuma: 13 KM waktu tempuh 20 menit