8 Februari 2016

JAPAN WINTER: cerita Jepang

Shirakawa 


Minggu lalu saya baru saja pulang dari traveling ke Jepang salama 13 hari. Pengalaman yang luar biasa untuk pertamakalinya merasakan musim dingin, maklum bagi sebagian orang yang tinggal di negara 2 musim hal ini menjadi pengalaman yang berbeda.

Alhasil, mesikipun kita sudah prepare perlengkapan (pakaian) musim dingin seperti: jaket, longjohn (lapisan dalam berbahan wool), sarung tangan, kaos kaki, sepatu, topi, dll. Ternyata faktor "kesehatan" harus mendapat porsi khusus. Ya, karena selama perjalanan kemarin 4 orang diantara kami (berenam) jatuh sakit dan harus dibawa ke UGD setempat. Dan biaya dokter, obat, dll minimal Y10.000, jukup menguras kantong.

Menjaga kesehatan selama perjalanan, beberapa yang harus diperhatikan adalah konsumsi air putih yang cukup karena di hawa dingin kita merasa pengen kencing terus dan malas untuk minum air.
kedua, asupan makanan dan vitamin yang cukup. ketiga, banyak istirahat, bila sudah sampai di hotel sebaiknya segera tidur karena yang banyak dilakukan adalah chatting/uplot foto sampai lupa waktu.

Suhu mines (paling rendah -11) cukup membuat badan kita yang kurang terbiasa dengan cuaca dingin bakal bikin ngedrop, tapi sebenarnya selama perjalan kemarin yang paling dingin justru di   Kyōto 京都 yang belum bersalju tapi anginnya cukup kencang dan menusuk tulang. sedangkan di Takayama yang bersalju justru tidak begitu dingin. Suhu selama perjalanan kemarin antara -11 sampai 8 derajat selsius.

Baiklah, saya akan kasih rute perjalanan kemarin dan nanti perbagian akan saya ulas lebih lengkap. Berikut jadwal dan rutenya:
-  Ōsaka 大阪, tiba di pagi hari jam 8 kemudian langsung explore. Stay 2 malam.
- Nara 奈良 , stay 1 malam.
-  Kyōto 京都 , stay 2 malam
- Takayama 高山 , stay 2 malam
-  Shirakawa-mura 白川村 , day tour
- Kawaguchiko 河口湖 , stay 1 malam
- Tōkyō 東京 , stay 2 malam dan pulang ke tanah air jam 11 malam.

Dan untuk budget keseluruhan, saya akan memberikan gambaran harga barang/makanan/transport. dan menurut saya yang paling mahal adalah biaya transport. Contohnya sebagai berikut:
- Lunch box di convenience store seharga Y350 - Y 500
- satu porsi Yoshinoya/Matsuya/Sukiya seharga Y400 - Y800, tips hemat: beli porsi besar dan share sama teman.
- sale item H&M atau Uniqlo seharga Y300 - Y 1.500 (baju), termasuk murah dibanding negara2 lain.
- tall cup Americano di Starbuck seharga Y400
- secangkir capuccinno di kafe-kafe seharga Y350
- bus di Kyōto 京都 untuk sekali naik Y230 (dewasa) dan Y110 (anak), tips hemat: beli day pass di convenience store seharga Y500 untuk pemakaian 1 hari.

untuk tips hemat akan saya tulis di bagian terpisah dan tanya-jawab boleh langsung ke account IG saya di @travelwithsugi



4 komentar:

ketty debora mengatakan...

Hai... Mau tanya, d jpn pake jr pass atau beli tiket biasa d sana??? Thanks

sugi phang mengatakan...

Hallo Katty, karena rute saya yang penggunaan transportnya kombinasi antara kereta dan bus, maka saya ngak pakai JR pass. Tapi gini, coba pertimbangkan rute kamu. Cari di google maps, disana jelas terperinci harganya, bila serasa lebih murah bisa menggunakan JR pass. Happy traveling

Sugi

ketty debora mengatakan...

Ooo d google map bisa d cek ya.. Rute aku osaka-kyoto-nara-tokyo-hakone... Agak mirip dg rute ko sugi.
Oh ya, dr rute ko sugi, paling berkesan yg mana???

Thanks balasannya

sugi phang mengatakan...

Betul Katty, di googlemaps bisa di cek rute dan harganya. Cuman kalau bus bisa cek di website masing2. Kalau rutenya spt itu dan ngak balik ke Ōsaka 大阪 lagi sebaiknya tidak beli JR pass karena bakal lbh murah bila beli satuan.